Perempuan Pesisir Berdaya: Mengolah Potensi Lokal dan Menjaga Masa Depan Ekosistem Mangrove Berau
KARTANEWS.COM, BERAU – Keberadaan ekosistem mangrove memiliki peran sangat penting dalam menjaga keberlanjutan produktivitas perikanan dan tambak masyarakat di Kabupaten Berau. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menggelar seminar bertajuk "Perempuan Pesisir Berdaya: Mengelola Potensi Lokal, Menguatkan Ekonomi Keluarga".
Kegiatan edukatif ini dilaksanakan di Kampung Pegat Batumbuk pada 21 Juli 2026 dan berlanjut di Kampung Tabalar Muara pada 23 Juli 2026. Seminar ini berhasil melibatkan sekitar 150 peserta di setiap kampung. Pelibatan masyarakat secara luas ini bertujuan untuk memastikan pemerataan manfaat program serta memperluas jangkauan pendampingan kepada warga yang selama ini belum tersentuh oleh YKAN.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibekali pengetahuan komprehensif, mulai dari literasi keuangan untuk mengenali layanan keuangan legal, keterampilan mengelola anggaran rumah tangga, hingga strategi pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Selain itu, materi seminar juga mencakup pembukaan akses permodalan, penumbuhan jiwa kewirausahaan, penguatan peran perempuan dalam mitigasi bencana, serta tata kelola wilayah pesisir secara inklusif.
Dampak nyata dari program ini terlihat di Kampung Pegat Batumbuk dan Tabalar Muara. Para perempuan pesisir tidak hanya bertindak sebagai pengatur keuangan keluarga, tetapi juga tampil sebagai pelaku usaha kreatif dengan mengolah hasil tambak seperti udang dan bandeng menjadi produk pangan bernilai jual tinggi.
Mereka juga berkontribusi langsung pada budi daya udang berkelanjutan dengan mengolah sampah organik menjadi kompos dan mikroorganisme lokal (MOL).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Berau, Tenteram Rahayu, menyebutkan bahwa literasi keuangan adalah bekal dasar yang sangat vital bagi keluarga nelayan.
Ia menegaskan komitmen Pemkab Berau untuk terus mendukung program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kapasitas perempuan dalam mengelola potensi lokal secara produktif dan berkelanjutan, karena pemberdayaan perempuan berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Manfaat pelatihan ini pun dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir. Hasnah, anggota Kelompok Pengolah dan Pemasaran (Poklahsar) Mandiri Kampung Tabalar Muara, mengungkapkan bahwa seminar ini membuka wawasan mereka bahwa perempuan juga dapat mengembangkan usaha sendiri.
Selain itu, masyarakat semakin menyadari bahwa menjaga kelestarian mangrove dan kawasan pesisir sama artinya dengan melindungi sumber penghasilan keluarga di masa depan.
Inisiatif ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Solutions for Marine and Coastal Resilience in the Coral Triangle (SOMACORE) di Kabupaten Berau yang dijalankan YKAN bersama pemerintah daerah dan kampung.
Rangkaian kegiatan ini didukung oleh Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia melalui Program KONEKSI, serta melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat aspek riset, pembelajaran, dan pengembangan pengetahuan yang inklusif.
Direktur Program Kelautan YKAN, Muhammad Ilman, menegaskan bahwa pendekatan konservasi modern tidak dapat dipisahkan dari upaya peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Menurutnya, konservasi bukan hanya soal menjaga kawasan pesisir, melainkan juga memastikan masyarakatnya hidup sejahtera.
Ketika perempuan diberi akses terhadap pengetahuan, peluang usaha, dan pengelolaan keuangan, mereka akan menjadi agen perubahan nyata di tingkat keluarga maupun komunitas.
Hingga saat ini, kolaborasi antara YKAN, Pemkab Berau, dan berbagai mitra terus mendorong program konservasi berbasis masyarakat. Cakupan kerjanya meliputi perlindungan serta restorasi mangrove, pemantauan populasi penyu, penguatan tata kelola pesisir, hingga pengembangan mata pencaharian ramah lingkungan.
Berkat literasi keuangan yang membaik dan kesadaran lingkungan yang tinggi, perempuan pesisir Berau kini menempatkan diri sebagai pengambil keputusan, pelaku usaha, sekaligus pengelola sumber daya alam yang mandiri.(Rein)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0