Andi Sofyan Hasdam Soroti Ancaman LGBTQ dan Dampak Perkembangan Teknologi

Jul 28, 2026
Andi Sofyan Hasdam Soroti Ancaman LGBTQ dan Dampak Perkembangan Teknologi
Andi Sofyan Hasdam menyoroti isu LGBTQ yang berkembang di masyarakat (Dok: Irla)

KARTANEWS.COM, SAMARINDA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur menyoroti isu LGBTQ yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Ia menilai persoalan tersebut menjadi salah satu tantangan sosial yang harus diantisipasi sejak dini, terutama karena dinilai menyasar generasi muda.

Pernyataan itu disampaikan Andi Sofyan Hasdam saat diwawancarai usai kegiatan di Reses di Kota Samarinda. Ia mengungkapkan bahwa meski isu tersebut bukan merupakan bidang tugas khusus yang ditanganinya di DPD RI, sebagai senator daerah dirinya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan pandangan kepada masyarakat.

"Kalau di DPD itu bukan bidang kerja saya. Tapi selaku anggota DPD di daerah itu tidak ada batas. Ini salah satu hal yang paling rawan," ujarnya.

Andi menjelaskan, dirinya menghadiri kegiatan ceramah yang diselenggarakan bersama organisasi remaja masjid di Kota Bontang. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai tantangan sosial yang menurutnya dapat memengaruhi kehidupan generasi muda.

"Saya sampaikan bahwa masalah LGBTQ ini sasarannya anak-anak. Kalau ini tidak kita tangani dengan baik, mereka sekarang sudah akan menuntut legalitas sebagaimana di negara-negara tertentu yang sudah membolehkannya," katanya.

Menurut Andi, perkembangan yang terjadi di sejumlah negara menjadi perhatian tersendiri. Ia berharap Indonesia tetap mempertahankan nilai-nilai yang selama ini dianut masyarakat serta tidak mengikuti kebijakan yang diterapkan di negara lain terkait isu tersebut.

"Bayangkan kalau ini dibolehkan di negara kita. Saya tidak kebayang," ucapnya.

Selain itu, Andi juga menyinggung perkembangan teknologi reproduksi yang menurutnya turut menghadirkan tantangan baru dalam kehidupan sosial. Ia mencontohkan adanya teknologi reproduksi berbantu yang telah berkembang di sejumlah negara.

"Misalnya perempuan dengan perempuan ingin memiliki anak. Di beberapa negara sudah ada bank sperma. Mereka bisa memperoleh sperma, kemudian melalui teknologi bayi tabung sehingga akhirnya bisa memiliki anak. Hal-hal seperti ini menurut saya juga menjadi tantangan yang harus kita pahami," tuturnya.

Ia menilai kemajuan teknologi di bidang kesehatan dan reproduksi perlu diiringi dengan kesiapan masyarakat dalam menghadapi berbagai dampak sosial yang mungkin muncul. Karena itu, menurutnya diperlukan langkah antisipatif melalui pendidikan, penguatan keluarga, serta pembinaan generasi muda.

"Ancaman-ancaman ini harus kita antisipasi dari awal," tegasnya.

Andi berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan pemerintah, dapat bersinergi dalam memberikan pendampingan kepada anak-anak dan remaja agar memiliki ketahanan moral serta mampu menyaring berbagai pengaruh yang berkembang di era digital.

Ia menambahkan, upaya menjaga nilai-nilai sosial dan budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi dan komunikasi yang melibatkan berbagai pihak sehingga generasi muda memiliki bekal yang kuat dalam menghadapi perubahan zaman. (Irla/KN)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0