Pemerintah Gerak Cepat Tangani Longsor Jalan Poros Samarinda–Tenggarong di Jembayan
KARTANEWS.COM, KUKAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas PUPR Kaltim bersama Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim merespons cepat musibah longsor di jalan poros Samarinda–Tenggarong, Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu.
Langkah tanggap darurat dan penanganan lintas sektor langsung digulirkan sejak peninjauan lapangan demi mengamankan area sekitar.
Plt. Kepala Dinas PUPR Kaltim, Irhamsyah, menegaskan bahwa pergerakan tanah di kawasan Yos Sudarso Jembayan memerlukan penanganan khusus. Untuk menghindari risiko longsor susulan, akses jalan poros resmi ditutup total bagi kendaraan roda empat atau lebih, dan hanya diperbolehkan terbatas untuk kendaraan roda dua serta warga lokal.
“Keselamatan pengguna jalan dan warga sekitar adalah prioritas utama kami. Untuk sementara, jalan poros ditutup total bagi kendaraan roda empat atau lebih, dan hanya diperbolehkan terbatas bagi kendaraan roda dua serta warga lokal yang menuju huniannya,” jelas Irhamsyah.
Guna menunjang mobilitas masyarakat, Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polres Kukar dan Polsek Loa Kulu telah menyiapkan rekayasa lalu lintas. Arus dari Loa Janan menuju Tenggarong diarahkan masuk melalui Gang Pandawa dan keluar di Gang Lere.
Sementara rute sebaliknya, dari Tenggarong menuju Samarinda, dialihkan masuk melalui Gang Kenanga dan keluar di Gang Pama. Kajian penetapan jalur alternatif pengganti yang lebih representatif ditargetkan selesai dalam kurun waktu tiga hari.
Mengingat statusnya sebagai jalan nasional, Dinas PUPR Kaltim terus berkoordinasi intensif dengan BBPJN Kaltim dan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR untuk menentukan langkah teknis perbaikan lanjutan.
“Pemkab Kukar sudah menyiapkan Laporan Kejadian Bencana dan Dokumen Kondisi Lapangan. BBPJN Kaltim saat ini sedang berkoordinasi langsung dengan pusat untuk memutuskan apakah penanganan dilakukan secara darurat terlebih dahulu atau langsung bersifat permanen,” tambahnya, Selasa (18/08/2026)
Di saat yang sama, sejumlah instansi teknis lain turut dikerahkan ke lokasi. PDAM melakukan pergeseran pipa air minum ke area aman, Dinas Perkim Kukar mendata rumah warga yang terdampak untuk langkah rehabilitasi, serta BPBD Kukar bersiaga mendirikan posko evakuasi guna memulihkan aksesibilitas dan keamanan masyarakat secepatnya.(Rein)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0