Berau Siaga Satu Karhutla: Pulau Derawan dan Segah Jadi Wilayah Paling Rawan
KARTANEWS.COM, BERAU - Pemerintah Kabupaten Berau bersama jajaran instansi terkait terus mematangkan langkah antisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah ini diwujudkan melalui rapat koordinasi lintas sektor, penyelarasan rencana aksi, hingga pengoptimalan kesiapan personel dan armada pemadam di Gedung BPBD Berau.
Pertemuan strategis tersebut dihadiri oleh Asisten I Pemkab Berau Hendratno, Kepala BPBD Berau Masyhadi Muhdi, Pasi Ops Kodim 0902/Berau Kapten Inf Makin Effendi, Kabag Ops Polres Berau AKP Kasiyono, serta jajaran Disdamkarmat, Dinas Perkebunan, Manggala Agni, Basarnas, KPHP, hingga para camat.
Berdasarkan paparan BMKG, potensi karhutla di Berau tergolong tinggi. Data hotspot tahun 2026 menunjukkan peningkatan signifikan akibat dampak El Nino kuat, melebihi catatan historis tahun 2015.
Pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) berada di kategori pendek hingga menengah dengan sebaran titik panas paling dominan terdeteksi di Kecamatan Pulau Derawan dan Segah.
Guna menekan risiko tersebut, Manggala Agni telah menyiapkan strategi pencegahan mulai dari pemantauan satelit secara real-time, patroli rutin, pengetatan aturan pembukaan lahan, pembuatan sarana pembasahan gambut, hingga edukasi ke warga.
Posko tanggap darurat dan tim pemadaman cepat juga disiagakan apabila sewaktu-waktu api muncul.
Meski demikian, penanganan di lapangan masih dihadapkan pada sejumlah tantangan berat. Beberapa hambatan utama meliputi titik api yang terisolasi, minimnya sumber air, kondisi medan gambut yang sulit dijangkau, serta keterbatasan armada, personel, dan anggaran.
Selain itu, belum optimalnya alur pelaporan informasi ke BPBD turut menjadi perhatian serius.
Kabag Ops Polres Berau AKP Kasiyono menegaskan bahwa integrasi antarinstansi merupakan kunci utama dalam mengatasi keterbatasan sumber daya di lapangan.
“Koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat agar setiap kejadian di lapangan dapat segera ditindaklanjuti dengan dukungan personel, peralatan dan sumber daya yang tersedia,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, seluruh pihak sepakat membentuk kesepakatan bersama, mendirikan posko gabungan yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, serta membuat grup komunikasi lintas instansi.
Sistem ini diharapkan mampu mempercepat arus informasi dan memangkas waktu respons saat bencana karhutla terjadi di wilayah Berau.(Rein)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0