Debit Sungai Surut Buat Air Keruh dan Kecil, Perumda Batiwakkal Siapkan Langkah Penanganan
KARTANEWS.COM, BERAU – Perumda Air Minum Batiwakkal menyampaikan permohonan maaf atas gangguan distribusi air yang dikeluhkan warga Kabupaten Berau dalam beberapa hari terakhir. Pasokan air yang mengecil hingga berwarna keruh di sejumlah titik terjadi akibat menyusutnya debit air sungai yang menjadi sumber baku utama.
Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, menjelaskan bahwa penurunan debit air sungai berdampak langsung pada optimalisasi kinerja pompa intake dalam menyuplai air ke instalasi pengolahan.
"Kami atas nama manajemen Perumda Air Minum Batiwakkal memohon maaf atas gangguan pelayanan yang terjadi akhir-akhir ini. Kondisi air sungai saat ini sangat surut sehingga kinerja pompa intake kami tidak maksimal," ujar Saipul, belum lama ini.
Guna mengatasi persoalan ini secara permanen, pihaknya telah merencanakan peningkatan daya listrik pada Intake Rinding dari 500 kVA menjadi 1,3 MVA. Namun, rencana yang diusulkan sejak tahun lalu tersebut sempat tertunda lantaran terkendala keterbatasan anggaran.
Peningkatan daya membutuhkan biaya sekitar Rp2 miliar, sedangkan laba perusahaan tahun lalu tercatat sekitar Rp1 miliar lebih yang mayoritas bersumber dari sambungan rumah baru.
Saat ini, pengajuan penambahan daya tersebut sudah masuk dalam proses bersama PLN. Pihak Perumda berharap koordinasi berjalan lancar agar kapasitas pelayanan air bersih dapat kembali optimal.
Sembari menunggu proses di PLN, Perumda Batiwakkal melakukan sejumlah rekayasa teknis untuk menekan dampak gangguan. Langkah yang diambil meliputi interkoneksi jaringan distribusi serta penggantian pompa intake di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sambaliung.
Strategi ini diharapkan mampu mendongkrak tekanan air di wilayah Sambaliung hingga kawasan ujung jaringan pelayanan, seperti Jalan P. Diguna, Jalan H. Isa I, Jalan AKB Sanipah I, dan Jalan SM Aminuddin.
Sebagai penanganan darurat, Perumda Batiwakkal juga menyiagakan armada mobil tangki untuk menyalurkan bantuan air bagi pelanggan yang berada dalam kondisi mendesak. Kendati demikian, Saipul mengakui operasional armada tangki belum bisa maksimal karena keterbatasan jumlah dan usia kendaraan yang sudah cukup tua.(Adv)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0