Aliansi Rakyat Kaltim: Kontribusi Besar untuk Negara, Pemerataan Belum Terasa

Sep 3, 2026
Aliansi Rakyat Kaltim: Kontribusi Besar untuk Negara, Pemerataan Belum Terasa
Aliansi Rakyat Kaltim menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Kaltim (Dok : Irla)

KARTANEWS.COM, SAMARINDA — Aliansi Rakyat Kalimantan Timur (Kaltim) bersama sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi penyampaian aspirasi bertajuk “Indonesia Ironi, Kaltim Jadi Anak Tiri” di Samarinda, Kamis (3/9/2026). Aksi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan berbagai persoalan nasional dan daerah yang dinilai belum mendapat penyelesaian secara maksimal.

Humas Aksi Aliansi Rakyat Kaltim, Salman Alfarisy, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk akumulasi keresahan dan kemarahan masyarakat terhadap berbagai persoalan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur.

“Aliansi Rakyat Kalimantan Timur bersama-sama masyarakat dan seluruh elemen kota Kalimantan Timur mencoba mengaspirasikan akumulasi kemarahan yang terjadi di Kalimantan Timur dan di Indonesia,” ujar Salman.

Menurutnya, aksi tersebut membawa paket tuntutan yang terdiri atas tujuh tuntutan nasional dan delapan tuntutan daerah. Tuntutan tersebut disusun dengan mengaitkan persoalan nasional dengan kondisi yang terjadi di Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur.

Salman mencontohkan persoalan penetapan status bencana nasional di sejumlah wilayah yang menurutnya masih menjadi perhatian masyarakat. Ia juga menyoroti persoalan kualitas udara di wilayah Kalimantan yang dinilai semakin mengkhawatirkan akibat kabut asap.

“Kami coba merangkai kemarahan-kemarahan nasional, isu-isu yang terjadi di skala nasional, kemudian kami kaitkan dengan apa yang terjadi di Kalimantan Timur khususnya,” katanya.

Selain membawa tuntutan yang telah dirumuskan, aksi tersebut juga dikemas dalam bentuk mimbar bebas. Menurut Salman, forum tersebut terbuka bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keresahan maupun kritik terhadap berbagai persoalan yang mereka rasakan.

Ia menegaskan, mimbar bebas tersebut bersifat inklusif dan tidak terbatas pada kelompok tertentu.

“Ini adalah mimbar bebas yang inklusif, tidak eksklusif. Seluruh masyarakat yang mau marah, yang mau sedih, yang mau merasakan kecemburuan, boleh untuk hadir di sini,” ucapnya.

Salah satu sorotan utama dalam aksi tersebut adalah narasi “Kaltim Jadi Anak Tiri”. Aliansi menilai Kalimantan Timur memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, namun manfaat pembangunan yang dirasakan masyarakat daerah dinilai belum sebanding dengan kontribusi tersebut.

Salman menyebut Kaltim sebagai salah satu daerah yang memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara. Karena itu, pihaknya mendorong adanya pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di daerah.

“Makanya kami menuntut adanya pemerataan di daerah 3T, kami menuntut adanya pendidikan, kami menuntut adanya kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, massa juga menyuarakan persoalan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) hingga pasokan listrik. Aliansi meminta persoalan antrean BBM dan pemadaman listrik tidak terus berulang karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

“Kami menuntut supaya BBM enggak antre lagi, kami menuntut supaya pemadaman listrik itu tidak terjadi lagi,” kata Salman.

Dalam aksi tersebut, keterlibatan massa tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa. Salman mengatakan sejumlah elemen masyarakat turut hadir untuk menyampaikan aspirasi.

“Elemen tentunya mahasiswa sebagai agent of change. Tapi tentunya ada masyarakat-masyarakat Kota Samarinda dan masyarakat Provinsi Kalimantan Timur lainnya,” tuturnya.

Ia menyebut masyarakat yang hadir berasal dari sejumlah wilayah, termasuk Kota Samarinda dan Kabupaten Paser. Menurutnya, aksi tersebut terbuka bagi masyarakat dari berbagai latar belakang yang ingin menyampaikan aspirasi.

“Semua boleh hadir, semua boleh teriak, semua boleh muak,” tegas Salman.

Aliansi Rakyat Kaltim berharap penyampaian aspirasi tersebut dapat menjadi ruang bagi pemerintah untuk mendengar berbagai keresahan masyarakat, sekaligus mendorong penyelesaian terhadap persoalan nasional dan daerah yang selama ini dinilai belum tuntas. (Irla)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0