Berau Masuk Daerah Rawan, BMKG Catat 11 Titik Panas Picu Waspada Karhutla

Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi

Mar 30, 2026 - 15:29
Mar 30, 2026 - 15:44
 0  2
Berau Masuk Daerah Rawan, BMKG Catat 11 Titik Panas Picu Waspada Karhutla
Ilustrasi pemadaman pada karhutla (istimewa)

KARTANEWS.COM, BERAU — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan mengeluarkan peringatan dini potensi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur dengan terdeteksinya 171 titik panas.

Dari jumlah tersebut, Kabupaten Berau tercatat ada 11 titik panas, menjadikannya salah satu wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meski jumlahnya masih di bawah Kutai Timur yang mencapai 125 titik.

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, menjelaskan kondisi cuaca panas yang terjadi sejak Idulfitri menjadi faktor utama munculnya titik panas di berbagai wilayah

“Cuaca dalam beberapa hari terakhir sejak Idulfitri memang panas, kondisi ini kemudian memicu munculnya banyak titik panas,” ujarnya dalam keterangan resminya, Sabtu (28/3/2026).

Selain faktor cuaca, karakteristik wilayah Berau yang didominasi kawasan hutan, lahan perkebunan, serta area gambut kering di beberapa titik turut meningkatkan kerentanan terhadap kemunculan hotspot, terutama saat curah hujan rendah.

Data BMKG mencatat sebaran titik panas lainnya berada di Kutai Kartanegara sebanyak 20 titik, Paser 10 titik, Bontang 3 titik, serta Balikpapan 2 titik.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran seperti membakar lahan atau membuang puntung rokok sembarangan, mengingat vegetasi kering mudah terbakar dalam kondisi cuaca panas.

“Potensi karhutla meningkat saat kondisi panas dan kering, sehingga diperlukan kewaspadaan dari masyarakat agar tidak memicu api di lahan terbuka,” kata Carolina

Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait juga diminta meningkatkan patroli dan pengecekan lapangan terhadap titik panas yang terdeteksi.

“Tim biasanya langsung turun ke lokasi untuk memastikan apakah titik panas berpotensi menjadi kebakaran, jika rawan maka penanganan segera dilakukan,” ujarnya.

Selain itu, peran Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, dan Dinas Pemadam Kebakaran dinilai penting dalam memberikan edukasi kepada petani dan pekebun agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Upaya pencegahan berbasis masyarakat disebut menjadi langkah krusial untuk menekan risiko karhutla, terutama di wilayah seperti Berau yang memiliki bentang alam luas dan rentan terhadap kebakaran saat musim kering.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0