Baznas Kaltim Optimalkan Potensi Zakat Rp6 Triliun, Perluas Program Pengentasan Kemiskinan

Penulis: Mursyidah Auni | Editor: Dewi

Feb 23, 2026 - 16:23
Feb 23, 2026 - 17:50
 0  5
Baznas Kaltim Optimalkan Potensi Zakat Rp6 Triliun, Perluas Program Pengentasan Kemiskinan
(Antara/istimewa)

KARTANEWS.COM, SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Timur terus mengintensifkan penghimpunan dana zakat guna memperkuat program pengentasan kemiskinan di daerah. Potensi zakat di provinsi ini diproyeksikan mencapai Rp6 triliun dan dinilai dapat menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Baznas Kaltim, Ahmad Nabhan menyampaikan bahwa tren penerimaan dana mengalami peningkatan signifikan, khususnya setelah adanya imbauan dari Gubernur Kalimantan Timur agar aparatur sipil negara dan masyarakat menyalurkan zakat melalui Baznas.

“Penerimaan kami meningkat menjadi rata-rata Rp1,1 hingga Rp1,3 miliar per bulan sejak adanya imbauan dari Gubernur,” ujarnya, dilansir dari Antara, Senin (23/2/2026).

Secara kumulatif, penghimpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di seluruh wilayah Kalimantan Timur sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp184,7 miliar. Peningkatan tersebut, menurutnya, memberikan ruang lebih luas bagi optimalisasi distribusi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sepanjang tahun 2025, dana ZIS yang telah disalurkan mencapai Rp23,1 miliar dan difokuskan pada lima sektor prioritas. Porsi terbesar dialokasikan untuk program kemanusiaan dengan nilai Rp10,4 miliar. Dana juga digunakan untuk membantu biaya hidup lanjut usia, renovasi rumah tidak layak huni, serta santunan bagi anak yatim.

Pada sektor pemberdayaan ekonomi, Baznas Kaltim menggelontorkan Rp6,7 miliar dalam bentuk bantuan modal usaha, termasuk pengembangan peternakan dan dukungan permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik agar bertransformasi menjadi muzakki.

Sementara itu, bidang kesehatan memperoleh alokasi Rp1,7 miliar yang dimanfaatkan untuk membantu biaya pengobatan pasien kurang mampu, pelaksanaan operasi celah bibir, hingga intervensi penanganan tengkes (stunting).

“Sisa dana lainnya secara proporsional didistribusikan untuk program advokasi dan dakwah di desa tertinggal, serta bantuan beasiswa pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa,” terangnya.

Dalam pengelolaan dana umat, Baznas Kaltim menegaskan komitmennya terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas. Baznas Kaltim berharap peningkatan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi dapat terus ditingkatkan.

Melalui potensi zakat yang besar, optimalisasi penghimpunan dan pendistribusian dana diyakini mampu menjadi pilar penting dalam mendukung pengurangan angka kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kalimantan Timur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0