49 Kasus Knalpot Brong, Satlantas Gelandang Banyak Motor Pembalap liar Ke Markas Polres Berau

Penulis: Rein | Editor: Dewi

Feb 23, 2026 - 16:12
Feb 23, 2026 - 17:47
 0  4
49 Kasus Knalpot Brong, Satlantas  Gelandang Banyak Motor Pembalap liar Ke Markas Polres Berau
Kasatlantas Polres Berau, AKP Rhondy Hermawan (Kartanews)

KARTANEWS.COM, BERAU – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Berau menggelar rilis pengungkapan hasil Operasi Keselamatan Mahakam 2026, pada Senin (23/2/2026). Kegiatan yang dilaksanakan mulai dari Januari hingga awal Februari tersebut,  difokuskan untuk penegakan tata tertib lalu lintas serta menciptakan situasi yang kondusif menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kasat Lantas Polres Berau, AKP Rhondy Hermawan, mengungkapkan bahwa selama operasi berlangsung, mereka mampu menurunkan jumlah kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

"Ini mengindikasikan bahwa tindakan pencegahan dan penegakan hukum berlangsung dengan baik," katanya

Dirinya melanjutkan, walaupun kejadian lakalantas menurun, angka tilang justru mengalami peningkatan. Hal tersebut sejalan dengan penerapan sistem ETLE Mobile Handheld yang memungkinkan petugas melakukan penegakan hukum elektronik secara langsung di lokasi. 

Selain penegakan hukum, pemberian teguran simpatik juga mengalami peningkatan sebagai bagian dari upaya edukatif kepada masyarakat.

Dalam operasi itu, Satlantas juga menindak pelanggaran yang menjadi perhatian pimpinan, khususnya balapan liar dan penggunaan knalpot yang tidak standar (brong). Sebanyak 50 unit kendaraan disita sebagai barang bukti, dengan mayoritas pelanggaran berasal dari penggunaan knalpot bising

"Dari 50 kasus yang kami kelola, sekitar 49 di antaranya berkaitan dengan knalpot brong. Kendaraan kami ditahan selama tiga bulan sebagai langkah untuk memberikan efek jera," paparnya

Tindakan tersebut sudah dikoordinasikan dengan pihak pengadilan dan kejaksaan, serta mendapatkan dukungan masyarakat lewat laporan call center 110.

Ke depannya, Satlantas Polres Berau akan mengintensifkan berbagai program utama, termasuk kampanye penggunaan helm dengan slogan tiada hari tanpa helm sebagai upaya membentuk budaya tertib berlalu lintas.

Selain Itu, pihaknya juga menegaskan komitmen terhadap nol knalpot brong dan nol balapan liar di daerah Kabupaten Berau.

Menurut Rhondy, balap liar umumnya terjadi pada malam hari hingga dini hari, terutama di daerah Tepian dan sekitar Masjid Agung. Meskipun tetap ada, intensitasnya disebut-sebut menurun tajam berkat patroli yang rutin, terutama selama Ramadan.

“Pelaku balap liar biasanya berada pada usia produktif, mulai dari remaja hingga sekitar 30–40 tahun. Untuk yang belum dewasa, kami melakukan pembinaan dengan menghubungi orang tua,” ujarnya. 

Rhondy juga menjelaskan penggunaan perangkat ETLE Mobile Handheld sebagai bagian dari transformasi penegakan hukum yang berbasis elektronik. Dengan alat ini, pelanggaran yang terlihat dapat segera dicatat dan diolah menjadi tilang elektronik secara langsung.

Walaupun begitu, pengiriman video atau laporan dari masyarakat masih bisa ditangani, terutama untuk pelanggaran seperti balap liar. Akan tetapi, petugas menegaskan bahwa bukti yang dikirim harus terang dan tidak hanya menunjukkan plat nomor kendaraan.

Rhondy menyatakan bahwa pengembangan ETLE statis di Berau saat ini masih dalam proses koordinasi dengan Korlantas Polri dan pemerintah setempat, berharap dapat terealisasi paling lambat tahun depan.

Menutup penjelasannya, Satlantas Polres Berau mengingatkan masyarakat untuk senantiasa melengkapi administrasi pengemudi dan kendaraan, termasuk penggunaan helm, TNKB, spion, serta perlengkapan keselamatan lainnya.

“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk bersama-sama mematuhi aturan lalu lintas demi keamanan bersama,” tandasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0