Puasa Ramadhan 2026 Kian Dekat, Ini Jadwal Versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah

Jan 21, 2026 - 15:23
Jan 21, 2026 - 15:41
 0  11
Puasa Ramadhan 2026 Kian Dekat, Ini Jadwal Versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah

KARTANEWS.COM, INDONESIA – Umat Islam kini memasuki fase akhir bulan Rajab 1447 Hijriah. Berakhirnya bulan Rajab menjadi penanda bahwa bulan suci Ramadhan 1447 H atau Ramadhan 2026 M semakin dekat. 

Atmosfer religius mulai terasa di tengah masyarakat, seiring meningkatnya persiapan ibadah, penguatan niat, hingga perencanaan aktivitas menjelang menjalankan puasa.

Menjelang Ramadhan, umat Islam lazim memanfaatkan waktu yang tersisa untuk memperbanyak amalan sunnah, menyelesaikan kewajiban ibadah yang tertunda, seperti utang puasa tahun sebelumnya, serta mempersiapkan kondisi fisik dan mental agar dapat menjalankan ibadah puasa secara optimal.

Dalam sistem kalender Islam, ibadah puasa Ramadhan dilaksanakan pada tanggal 1 Ramadhan. Namun, karena kalender Hijriah menggunakan peredaran bulan, penetapan awal Ramadhan setiap tahunnya tidak dapat langsung disamakan dengan kalender Masehi dan harus ditentukan melalui metode tertentu.

Di Indonesia, penetapan awal Ramadhan umumnya mengacu pada keputusan resmi pemerintah serta rujukan dari organisasi keagamaan besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Perbedaan metode penentuan awal bulan kerap membuat tanggal awal puasa tidak selalu seragam.

Lantas, kapan awal puasa Ramadhan 2026?

Awal Puasa Ramadhan 2026 Versi Pemerintah

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama Republik Indonesia, pemerintah memprakirakan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Meski demikian, tanggal tersebut masih bersifat perkiraan. Penetapan resmi awal Ramadhan akan dilakukan melalui sidang isbat yang lazim digelar pada akhir bulan Syaban. Sidang isbat melibatkan berbagai unsur, seperti perwakilan organisasi Islam, ahli astronomi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta instansi terkait lainnya.

Dalam sidang, pemerintah mengombinasikan metode hisab atau perhitungan astronomi dengan rukyatul hilal, yakni pengamatan langsung terhadap hilal di berbagai lokasi di Indonesia.

Jika dihitung dari hari ini, Rabu (21/1/2026), umat Islam memiliki waktu sekitar 29 hari lagi untuk mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan berdasarkan prakiraan pemerintah. 

Rentang waktunya dapat dimanfaatkan untuk melunasi utang puasa, membayar fidyah, serta membiasakan diri dengan ibadah sunnah.

Perkiraan Awal Puasa Ramadhan 2026 Versi NU

Nahdlatul Ulama (NU) juga memprakirakan awal Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Perkiraan ini tercantum dalam Almanak NU Tahun 2026 yang disusun oleh Lembaga Falakiyah Pengurus Besar NU.

Secara perhitungan astronomi, hasil tersebut sejalan dengan kalender yang diterbitkan Kementerian Agama. Namun, NU tetap menjadikan rukyatul hilal sebagai rujukan utama dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Oleh karena itu, NU akan melakukan pemantauan hilal pada tanggal 29 Syaban 1447 H di berbagai titik pengamatan di seluruh Indonesia. Keputusan resmi mengenai awal Ramadhan versi NU akan diumumkan setelah hasil rukyat diverifikasi dan ditetapkan secara kelembagaan.

Apabila mengacu pada kalender sementara, maka dari hari ini umat Islam memiliki sekitar 29 hari menuju awal Ramadhan 2026 menurut NU.

Jadwal Puasa Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah

Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan awal Ramadhan 1447 H. Melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal, yakni perhitungan astronomi yang menetapkan awal bulan Hijriah tanpa menunggu hasil pengamatan hilal secara langsung.

Dengan metode tersebut, Muhammadiyah dapat menetapkan kalender ibadah jauh hari sebelumnya, sehingga warga persyarikatan memiliki kepastian dalam menyusun agenda ibadah, pendidikan, maupun kegiatan sosial.

Jika dihitung dari Rabu (21/1/2026), maka tersisa sekitar 28 hari menuju awal puasa Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah.

Alasan Perbedaan Penetapan Awal Ramadhan

Perbedaan awal puasa Ramadhan di Indonesia merupakan hal yang lazim dan telah berlangsung sejak lama. Perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah.

Pemerintah dan NU menggunakan metode rukyatul hilal yang dikombinasikan dengan hisab, sementara Muhammadiyah menggunakan metode hisab wujudul hilal. Meski berbeda pendekatan, seluruh metodenya memiliki dasar keilmuan dan landasan syariat masing-masing.

Perbedaan ini telah menjadi bagian dari dinamika kehidupan umat Islam di Indonesia dan diharapkan dapat disikapi dengan sikap saling menghormati serta menjaga persatuan.

Jadwal Libur Idul Fitri 2026

Selain jadwal awal puasa, masyarakat juga mulai mencari informasi mengenai libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, pemerintah telah menetapkan jadwal libur Lebaran.

SKB tersebut tertuang dalam SKB Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025 yang ditandatangani oleh Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PAN-RB.

Adapun jadwal libur dan cuti bersama Idul Fitri 2026 sebagai berikut:

  • Jumat, 20 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri
  • Sabtu, 21 Maret 2026: Libur nasional Idul Fitri
  • Minggu, 22 Maret 2026: Libur nasional Idul Fitri
  • Senin, 23 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri
  • Selasa, 24 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri

Berdasarkan ketentuan, masyarakat berkesempatan menikmati libur Idul Fitri selama lima hari berturut-turut yang dapat dimanfaatkan untuk silaturahmi, mudik, maupun kegiatan keagamaan lainnya. (AUNI)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0