Perumda Batiwakkal Tegaskan Komitmen Tata Kelola Perusahaan yang Kuat
KARTANEWS.COM, BERAU – Perumda Air Minum Batiwakkal Berau beromitmen untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan Evaluasi dan Sosialisasi Manajemen Risiko yang digelar pada 21 Juli 2026, dengan dukungan penuh Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Pejabat Pengendali Teknis BPKP Kaltim, Diana Sukmawati, menyampaikan harapannya agar Perumda Batiwakkal dapat menjadi salah satu BUMD pelopor di Kalimantan Timur yang berhasil menerapkan praktik baik dalam manajemen risiko.
"Bahkan, jika nanti nilai maturitas Perumda Batiwakkal mencapai level 3, maka akan langsung disupervisi oleh BPKP Pusat karena sudah bisa menjadi percontohan," ujar Diana memberikan semangat, yang langsung disambut tepuk tangan riuh para peserta.
Sementara itu, Direktur Perumda Batiwakkal Berau, Saipul Rahman, menegaskan bahwa pembangunan fondasi yang kuat harus dimulai dari internal perusahaan. Menurutnya, manajemen risiko bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan harus menjadi budaya kerja bagi seluruh insan Perumda Batiwakkal dari tingkat pimpinan hingga staf.
"Komitmen perusahaan harus dimulai dari kesadaran seluruh pegawai akan pentingnya manajemen risiko. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal dan risiko dapat kita kelola sejak dini," tegas Saipul.
Sebagai bentuk keseriusan, Perumda Batiwakkal berkomitmen penuh menerapkan Model Tiga Lini (Three Lines Model) sebagai kerangka utama dalam pengelolaan risiko yakni Plaksana Orpasional, Fungsi resiko dan kepatuhan, Audit internal.
"Ketiga lini ini harus bekerja secara selaras. Ini komitmen kami agar tidak ada celah risiko yang terlewat, baik risiko operasional, keuangan, hukum, maupun reputasi," jelas Saipul.
Komitmen Perumda Batiwakkal juga diwujudkan melalui aksi nyata atas rekomendasi BPKP Kaltim, salah satunya dengan melaksanakan Self-Assessment penerapan manajemen risiko secara menyeluruh di akhir tahun.
Targetnya, seluruh unit kerja di Perumda Batiwakkal mampu menerapkan praktik manajemen risiko secara mandiri serta menyusun Rencana Tindak Pengendalian (RTP), khususnya untuk risiko-risiko berkategori tingkat tinggi (high risk).
"Kami berkomitmen agar hasil evaluasi ini tidak berhenti sebagai laporan tertulis saja, tetapi ada tindak lanjut nyata. Self-assessment dan RTP ini penting untuk mengukur sejauh mana pemahaman risiko di setiap unit, sekaligus mengambil langkah perbaikan dengan cepat," bebernya.
Saipul menambahkan, pendampingan dari BPKP Kaltim menjadi pendorong semangat bagi Perumda Batiwakkal untuk terus bertransformasi menjadi BUMD yang sehat dan profesional.
Melalui komitmen yang dibangun secara konsisten, Perumda Batiwakkal Berau optimistis mampu menciptakan budaya sadar risiko, meningkatkan efisiensi operasional, serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan publik masyarakat Kabupaten Berau.(Adv/Rein).
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0