Edukasi Mencegah Karhutla: Perumda Batiwakkal Dorong Kolaborasi Warga Jaga Fasilitas Publik

Sep 5, 2026
Edukasi Mencegah Karhutla: Perumda Batiwakkal Dorong Kolaborasi Warga Jaga Fasilitas Publik
Direktur PDAM Batiwakkal Saipul Rahman (ist)

KARTANEWS.COM, BERAU — Kesadaran kolektif masyarakat menjadi benteng pertahanan terkuat dalam mencegah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau menegaskan bahwa partisipasi aktif warga dalam menjaga kelestarian lingkungan berbanding lurus dengan terjaminnya hak masyarakat dalam menikmati fasilitas air bersih secara lancar.

Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, menekankan pentingnya membangun pemahaman publik bahwa dampak buruk karhutla tidak berhenti pada asap atau polusi udara semata. Lebih dari itu, kelalaian manusia yang memicu kebakaran berisiko tinggi merusak daerah resapan air yang menjadi tumpuan utama pengolahan air bersih bagi publik.

“Pencegahan karhutla pada akhirnya berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat. Sebab, kerusakan lingkungan dan terganggunya sumber air dapat memberikan dampak berantai terhadap pelayanan air minum,” ujar Saipul, pada Jumat (4/09/2026)

Saipul menilai, upaya edukasi dan pencegahan harus mengedepankan pendekatan sosial. Masyarakat di sekitar wilayah sumber air perlu diajak menyadari bahwa aktivitas pembakaran lahan tanpa kendali secara langsung memancarkan ancaman terhadap kebutuhan dasar harian mereka sendiri.

Dengan jumlah pelanggan yang kini menembus puluhan ribu sambungan rumah, kerentanan sistem pelayanan air bersih akibat kerusakan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama. Perumda Batiwakkal tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan konkrit dari partisipasi warga di lapangan.

Melalui pendekatan kolaboratif, kolaborasi antara pemerintah daerah, badan usaha, dan elemen masyarakat menjadi kunci menciptakan ekosistem yang kondusif. Warga diimbau untuk saling mengingatkan serta menghindari segala tindakan ceroboh yang dapat memicu timbulnya titik api di kawasan rawan bencana.

“Kalau sumber air dan lingkungan kita jaga, pelayanan kepada masyarakat juga bisa terus berjalan dengan baik,” pungkas Saipul.

Kesadaran sosial yang terbangun dengan baik diharapkan mampu menghentikan potensi kebakaran sejak dari garis depan. Ketika masyarakat aktif merawat ekosistem di sekitarnya, keandalan fasilitas umum serta pemenuhan kebutuhan dasar air minum bagi seluruh warga Kabupaten Berau dapat dipastikan senantiasa aman dan terjaga.(Adv)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Redaksi Kartanews

Lebih dari sekadar informasi. Kartanews menghadirkan fakta yang akurat, perspektif yang cerdas, dan berita yang berdampak.