Operasional Tetap Normal di Tengah Isu Kelangkaan BBM, Perumda Batiwakkal Siapkan Stok Solar Industri
KARTANEWS.COM, BERAU – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau memastikan operasional pelayanan air bersih kepada masyarakat tidak mengalami kendala di tengah isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda sejumlah daerah.
Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, menegaskan bahwa ketersediaan pasokan energi untuk fasilitas pengolahan air minum berada dalam kondisi aman. Pihaknya telah menyiagakan cadangan bahan bakar khusus guna menopang seluruh operasional harian maupun genset cadangan.
"Perusahaan telah menyediakan cadangan solar yang dibeli dengan harga industri untuk mendukung operasional dan kebutuhan genset sehingga distribusi air dapat berlangsung normal,"ujarnya.
Menurut Saipul, tantangan justru lebih banyak dirasakan oleh kendaraan operasional yang menggunakan jenis BBM lain karena harus ikut mengantre di SPBU seperti masyarakat pada umumnya.
Di samping masalah kelangkaan BBM, memperhatikan tantangan musim kemarau dan kekeringan yang masih berlangsung, Saipul turut mengimbau masyarakat Kabupaten Berau untuk lebih bijak serta efisien dalam memanfaatkan air bersih.
Ia mengungkapkan, rata-rata tingkat penggunaan air oleh pelanggan Perumda Batiwakkal saat ini tergolong sangat tinggi, yakni mencapai 32 hingga 35 meter kubik per pelanggan setiap bulan.
"Angka ini jauh melampaui rata-rata konsumsi air nasional atau daerah lain yang umumnya berada pada kisaran 18 hingga 21 meter kubik per bulan,"katanya belum lama ini.
Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan dapat membatasi pemakaian air untuk keperluan yang tidak mendesak agar ketersediaan pasokan tetap terjaga, terutama ketika proses produksi menghadapi tekanan akibat kekeringan dan fenomena intrusi air laut.
Pihak manajemen mengkhawatirkan jika penggunaan air secara berlebihan terus terjadi, para pelanggan yang berada di ujung jaringan distribusi akan terdampak dan tidak memperoleh pasokan air secara optimal saat volume produksi menurun. (Adv)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0