Kabut Asap Karhutla Melonjak, 409 Penerbangan di Kalimantan Terdampak

Sep 22, 2026
Kabut Asap Karhutla Melonjak, 409 Penerbangan di Kalimantan Terdampak
Bandara Balikpapan (ist)

KARTANEWS.COM, BALIKPAPAN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap pekat di wilayah Kalimantan berdampak serius terhadap aktivitas penerbangan. Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII mencatat, sebanyak 409 jadwal penerbangan di 18 bandara yang tersebar di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara terdampak sepanjang periode 14 hingga 20 September 2026.

Jumlah tersebut melonjak drastis hingga 157,2 persen dibandingkan pekan sebelumnya (7–13 September 2026) yang mencatat 159 penerbangan terdampak. Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, membeberkan bahwa lonjakan gangguan ini terjadi sangat cepat dalam jangka waktu sepekan.

"Kalau dari 14 sampai dengan 20 September 2026 ada kenaikan yang sangat signifikan, memang terjadi terhadap 409 penerbangan yang terdampak. Ini terlihat signifikan kenaikannya yaitu sekitar 250 penerbangan," kata Ferdinan, Selasa (22/9/2026)

Rincian dampak operasional menunjukkan bahwa dari total 409 penerbangan terdampak, sebanyak 141 penerbangan mengalami keterlambatan (delay). Angka ini melambung dari pekan sebelumnya yang mencatatkan 49 kasus keterlambatan. Ferdinan menegaskan kenaikan persentase keterlambatan jadwal tersebut terbilang cukup tinggi.

"Untuk keterlambatan atau delay, di minggu yang lalu ada 49, kalau sekarang menjadi 141. Dipresentasikan kurang lebih sekitar 187,8 persen," ujarnya.

Sementara itu, dampak operasional lainnya yang memicu penundaan hingga pembatalan rute penerbangan juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 139,6 persen.

"Sedangkan dampak operasional yang lainnya terkait dengan pembatalan ataupun penundaan, minggu lalu ada 106 penerbangan dan minggu ini ada 254 penerbangan," katanya.

Selain keterlambatan dan pembatalan, sebanyak 14 penerbangan terpaksa dialihkan (divert) ke bandara lain karena titik tujuan tidak memungkinkan untuk didarati akibat jarak pandang (visibility) di runway yang merosot tajam hingga 50 sampai 500 meter. Ferdinan menambahkan bahwa Kalimantan Tengah menjadi area kerja Otban Wilayah VII dengan gangguan terparah.

"Memang yang paling banyak terdampak itu ada di Kalimantan Tengah, yaitu Palangkaraya," ujarnya.

DamPak kabut asap juga dirasakan secara nyata di Kalimantan Timur, salah satunya di Bandara APT Pranoto Samarinda yang mencatat sedikitnya 33 jadwal penerbangan terganggu. 

Dari jumlah tersebut, 24 penerbangan mengalami delay, tujuh penerbangan dibatalkan, dan dua penerbangan dialihkan mendarat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan.

Menyikapi eskalasi gangguan yang meluas di 18 bandara tersebut, Otban Wilayah VII mengimbau para calon penumpang untuk mengatur ulang jadwal penerbangan dengan memantau kondisi operasional bandara keberangkatan. 

Pihak otoritas juga menginstruksikan maskapai penerbangan agar memberikan hak pengembalian dana secara utuh (full refund) kepada penumpang terdampak sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.(Tim/KN)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Redaksi Kartanews

Lebih dari sekadar informasi. Kartanews menghadirkan fakta yang akurat, perspektif yang cerdas, dan berita yang berdampak.