Antisipasi Karhutla, Pemkab Berau Batalkan Festival Manutung Jukut 2026

Aug 19, 2026
Antisipasi Karhutla, Pemkab Berau Batalkan Festival Manutung Jukut 2026
Festival Manutung Jukut (istimewa)

KARTANEWS.COM, BERAU – Festival Manutung Jukut 2026 resmi dibatalkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran Dinas Perikanan Nomor: 500.5.1/464/DISKAN tertanggal Selasa (18/8/2026) perihal Pembatalan Kegiatan Manutung Jukut Tahun 2026.

​Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menjelaskan bahwa pembatalan ini merupakan respons atas maraknya fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam kondisi cuaca ekstrem, percikan bara api dari kegiatan bakar ikan massal dikhawatirkan dapat memicu kebakaran yang lebih luas.

​"Kegiatan dibatalkan karena kondisi cuaca saat ini sangat rawan. Api sekecil apa pun bisa memicu kebakaran," ujar Sri Juniarsih.

​Meski festival dibatalkan, masyarakat dipastikan tetap bisa menikmati ikan gratis yang biasa dibagikan. Pemkab Berau menyiapkan skema penyaluran lain yang tidak memicu risiko kebakaran di tengah keramaian.

​"Kami akan bagikan dengan cara lain yang lebih aman dan tidak menimbulkan risiko besar," tambahnya.

​Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Madjid, menegaskan bahwa langkah ini diambil guna meminimalkan dampak cuaca ekstrem dan menjaga kualitas udara. Walau agenda massal dibatalkan, esensi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) tetap berjalan melalui skema penyesuaian.

​"Sesuai edaran BPBD dan arahan Ibu Bupati, kita harus menghindari tindakan yang memperparah kabut asap. Oleh karena itu, fokus kegiatan dialihkan ke pasar murah ikan yang diintegrasikan dengan program pangan murah," jelas Abdul Madjid.

​Dalam pelaksanaannya, Dinas Perikanan berkolaborasi dengan Dinas Pangan untuk menyalurkan bahan pokok seperti beras dan telur mendampingi komoditas ikan murah.

​Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang berpusat di Kawasan Sambaliung—sebagai lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI)—program pasar murah kali ini disiapkan menyasar wilayah pedalaman dan daerah rawan pangan.

​"Kami berkoordinasi dengan para camat untuk menjangkau kampung-kampung yang masuk kategori rentan pangan. Targetnya agar penyaluran protein ikan dan pangan dasar lebih merata serta tepat sasaran," pungkasnya.(Adv/Rein)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0