Rudy Mas’ud Janji Kawal Tujuh Tuntutan Massa Aksi
KARTANEWS.COM, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji akhirnya menemukan massa yang mendalam yang memadati halaman Kantor Gubernur Kaltim pada Rabu (21/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, massa menyampaikan tujuh tuntutan yang disertai penjelasan mengenai persoalan yang mereka soroti. Rudy menanggapi tuntutan itu dan menyatakan kesediaannya untuk menyetujuinya.
Namun, situasi kembali memanas setelah Rudy dan Seno meninggalkan halaman kantor gubernur. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian aksi yang digelar Gerakan Masyarakat Menggugat.
Massa sebelumnya berkumpul di halaman Kantor Gubernur Kaltim untuk menyampaikan aspirasi dan mendesak pemerintah provinsi memperhatikan berbagai persoalan yang mereka angkat.
Dalam dialog bersama massa, para demonstran memaparkan alasan serta penjelasan atas tujuh tuntutan yang disampaikan kepada gubernur.
Rudy menanggapi seluruh tuntutan tersebut dan menyatakan akan segera melaksanakan hal-hal yang menjadi tuntutan massal. Meski demikian, tindak lanjut terhadap tuntutan tersebut menjadi hal yang dinantikan.
Pernyataan kesediaan gubernur perlu diikuti langkah konkret agar aspirasi yang disampaikan tidak berhenti pada komitmen dalam forum tajam.
Rudy Menangapi Insiden Ajudan Selain tujuh tuntutan, perhatian massa juga mengingatkan pada kejadian yang melibatkan ajudan gubernur beberapa hari sebelumnya. Ajudan tersebut menjadi sorotan setelah dilaporkan melakukan tindakan mendepak peserta aksi.
Rudy menanggapi persoalan itu dengan menyatakan akan menghentikan ajudan terkait penyerahan dan pengembaliannya kepada Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu tanggapan yang disampaikan gubernur di hadapan massa. Namun, penanganan kejadian itu tetap perlu dipastikan melalui langkah resmi dan mekanisme yang terjadi agar masalah tersebut memperoleh kejelasan.
Tanda Tangani Tuntutan, Situasi Kembali Memanas Sebagai bentuk komitmen terhadap aspirasi demonstran, Rudy menandatangani surat tuntutan yang disampaikan massa.
Ia juga menyatakan akan mengawali tindak lanjut atas tuntutan tersebut. Akan tetapi, situasi kembali memanas ketika Rudy Mas'ud dan Seno Aji meninggalkan halaman Kantor Gubernur Kaltim.
Kepergian keduanya memicu reaksi massa aksi yang masih berada di lokasi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dialog dan penandatanganan dokumen tuntutan belum sepenuhnya meredakan ketegangan antara demonstran dan pemerintah provinsi. Massa kini menunggu realisasi dari tujuh tuntutan yang telah disampaikan.
Komitmen gubernur untuk mengomunikasikan aspirasi tersebut akan menjadi ukuran penting dalam menilai keseriusan pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menanggapi suara masyarakat.
Hingga tindak lanjut konkret dilakukan, penandatanganan surat tuntutan dan pernyataan gubernur masih menjadi awal dari proses yang perlu dikawal bersama. (IRLA)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0