Penanganan Pendangkalan Sungai Segah Butuh Solusi Terpadu Lintas Sektor

Jul 14, 2026
Penanganan Pendangkalan Sungai Segah Butuh Solusi Terpadu Lintas Sektor
Bantaran Sungai Segah

KARTANEWS.COM, BERAU - Masalah pendangkalan dan sedimentasi di sepanjang alur Sungai Segah kini tak lagi sekadar urusan internal Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Batiwakkal Kabupaten Berau. Dampaknya dinilai sudah meluas hingga mengganggu berbagai sektor vital, mulai dari angkutan batu bara, sektor perkebunan, hingga jalur distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat.

Direktur Perumdam Batiwakkal, Saipul Rahman, menegaskan bahwa dampak pendangkalan ini dirasakan oleh banyak pihak. Oleh karena itu, penanganannya tidak bisa lagi dilakukan secara parsial atau sendiri-sendiri, melainkan harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara terpadu.

“Semua pihak perlu duduk satu meja, saling membuka data, lalu merumuskan solusi konkret yang mampu menjawab persoalan jangka panjang Sungai Segah,” ujar Saipul  Senin (13/7/2026).

Solusi Jangka Pendek Tak Lagi Cukup

Saipul mengungkapkan, pihaknya sempat mengambil tindakan darurat beberapa tahun lalu dengan melakukan pengerukan sedimentasi secara mandiri di sekitar area pengambilan air baku (intake). Langkah tersebut memang sempat memulihkan proses pengambilan air secara normal. Namun, solusi itu hanya bertahan singkat sebelum endapan lumpur kembali menutupi kawasan intake.

Menurutnya, pengerukan yang hanya difokuskan di area fasilitas Perumdam tidak akan pernah menyelesaikan akar masalah. Sumber utama pendangkalan berada di sepanjang alur Sungai Segah, sehingga material sedimentasi akan terus terbawa arus menuju lokasi pengolahan air bersih.

Tantangan Kapasitas dan Pertumbuhan Pelanggan

Pendangkalan sungai yang terus berulang ini berimbas langsung pada kemampuan Perumdam Batiwakkal dalam meningkatkan kapasitas produksi air bersih. Di sisi lain, jumlah pelanggan terus melonjak setiap tahunnya tanpa diimbangi oleh pengembangan instalasi pengolahan air yang sepadan.

Saipul menekankan pentingnya sudut pandang baru dalam mengelola Sungai Segah—tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sesaat, melainkan dirancang lewat perencanaan jangka panjang untuk mengantisipasi perubahan kondisi alam di masa depan.

“Tantangan kami bukan cuma soal tarif dan biaya operasional hari ini, tapi juga dinamika alam yang terus berubah. Perlu langkah strategis dan jangka panjang agar pelayanan air bersih bagi masyarakat tetap terjaga di tengah situasi yang makin kompleks,” pungkasnya. (Adv)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Redaksi Kartanews

Lebih dari sekadar informasi. Kartanews menghadirkan fakta yang akurat, perspektif yang cerdas, dan berita yang berdampak.