KPU Kaltim Beri Pembekalan Kepemiluan, UINSI Siapkan Pemira Demokratis
KARTANEWS.COM, SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Timur memberikan pembekalan teknis kepemiluan kepada mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda melalui kegiatan Seminar KPU di Rektorat UINSI Samarinda, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari penjajakan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) dalam mengadopsi mekanisme penyelenggaraan pemilu untuk Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) yang direncanakan berlangsung pada akhir November atau awal Desember 2026.
Anggota Komisioner KPU Provinsi Kaltim, Abdul Qayyim Rasyid, menjelaskan bahwa pihaknya diundang untuk memberikan pemahaman mengenai teknis dan tahapan pemilu yang dapat diterapkan dalam proses demokrasi di lingkungan kampus.
Menurut Qayyim, materi yang disampaikan mencakup tahapan pemilihan, mekanisme verifikasi, kampanye, hingga debat kandidat apabila diperlukan. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi acuan bagi mahasiswa dalam merancang sistem Pemira yang terstruktur dan sesuai dengan prinsip demokrasi.
“Semua tahapan yang ada di proses pemilihan maupun di pemilu, itu yang coba kita tularkan di internal kampus, dalam proses menuju demokrasi yang ada di kampus,” ujar Qayyim.
Ia menilai, kampus memiliki peran penting dalam membangun kesadaran demokrasi di kalangan mahasiswa. Pemira tidak semata-mata menjadi agenda pergantian kepemimpinan organisasi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran mengenai proses politik yang demokratis.
Qayyim berharap, pelaksanaan Pemira UINSI dapat berlangsung secara demokratis dan berkeadilan. Menurutnya, lingkungan perguruan tinggi perlu menjadi tempat tumbuhnya calon-calon penyelenggara pemilu yang memahami prinsip demokrasi dan mampu menerapkannya secara bertanggung jawab.
“Harapan kita nanti prosesnya berjalan demokratis dan kampus ini sebagai bibit-bibit penyelenggaraan pemilu atau Pemira yang demokratis. Demokratis dan berkeadilanlah tentunya di internal kampus,” katanya.
FUAD Jajaki Mekanisme Pemilu untuk Pemira
Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Putri Ayu Permatasari, mengatakan bahwa pelibatan KPU Kaltim merupakan langkah awal untuk mempelajari sistem dan mekanisme kepemiluan yang berpotensi diadopsi dalam pelaksanaan Pemira di lingkungan kampus.
Ia menjelaskan, kegiatan Seminar KPU tersebut bertujuan memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai mekanisme pemilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi mahasiswa.
“Tujuan kegiatan kami yaitu mengundang dari KPU Provinsi Kalimantan Timur sebagai bentuk untuk kami penjajakan bagaimana sistem atau mekanisme sendiri yang akan kami adopsi untuk kemudian dijadikan mekanisme di Pemira untuk di kampus kami,” kata Putri.
Putri menyebutkan, Pemira direncanakan berlangsung pada akhir November atau awal Desember 2026. Namun, waktu tersebut masih berupa perkiraan yang disampaikan dalam wawancara.
Ia berharap, melalui seminar tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai proses pencalonan, termasuk kemampuan menilai kandidat yang memiliki kapasitas dan kesiapan untuk memimpin.
Menurutnya, pembelajaran mengenai mekanisme pemilu dapat membantu mahasiswa memahami proses pencalonan secara lebih terarah sehingga Pemira tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarkandidat, tetapi juga sarana pembentukan kualitas kepemimpinan mahasiswa.
Ujian Demokrasi di Lingkungan Kampus
Penjajakan mekanisme Pemira bersama KPU Kaltim menjadi langkah penting bagi FUAD UINSI dalam mempersiapkan proses pemilihan mahasiswa. Meski demikian, penerapan tahapan kepemiluan saja tidak cukup untuk menjamin demokrasi berjalan dengan baik.
Pelaksanaan Pemira juga membutuhkan aturan yang jelas, keterbukaan informasi, kesempatan yang setara bagi kandidat, serta mekanisme pengawasan dan penyelesaian sengketa yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan demikian, prinsip demokrasi dan keadilan yang diharapkan KPU Kaltim dapat diwujudkan dalam praktik, mulai dari proses pencalonan hingga penetapan hasil pemilihan.
Pemira UINSI yang direncanakan berlangsung pada penghujung 2026 akan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan kepemiluan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut. Keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh terlaksananya pemungutan suara, tetapi juga oleh proses yang transparan, partisipatif, dan mampu menjaga kepercayaan mahasiswa terhadap hasil pemilihan. (IRLA)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0