HMI Samarinda Gelar Aksi Jilid II di Fuel Terminal Pertamina, Desak Transparansi Distribusi BBM
KARTANEWS.COM, SAMARINDA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda menggelar aksi demonstrasi jilid II di depan Fuel Terminal Pertamina Samarinda, Jalan Cendana, Selasa (13/10/2026), pukul 16.00 Wita.
Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak transparansi data distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sekaligus mempertanyakan penyebab kelangkaan yang terjadi akhir-akhir ini di Kota Tepian.
Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HMI Samarinda, Muhammad Sefa, mengatakan aksi jilid II digelar karena tuntutan yang disampaikan dalam aksi sebelumnya, belum mendapatkan tindak lanjut sesuai dengan waktu yang dijanjikan pihak Fuel Terminal.
Sefa membeberkan, pada aksi jilid pertama, pihaknya memperoleh janji dari perwakilan Fuel Terminal melalui Sales Branch Manager Regional Kalimantan untuk menyelesaikan data yang diminta dalam waktu 3 × 24 jam. Namun, hingga aksi kedua dilaksanakan, data tersebut belum diberikan kepada HMI.
“Aksi sebelumnya, kami mendapatkan janji bahwa data yang kami minta akan dirampungkan dalam waktu 3 × 24 jam. Namun, kenyataannya data tersebut tidak diberikan kepada kami” ujar Sefa dalam keterangannya saat aksi berlangsung.
Ia menjelaskan, data yang diminta HMI berkaitan dengan distribusi BBM di SPBU wilayah Kota Samarinda. Menurutnya, data tersebut diperlukan sebagai langkah awal untuk menelusuri persoalan kelangkaan BBM, sekaligus menjadi bahan perbandingan dengan distribusi BBM di daerah lain di Kalimantan Timur.
Sefa menilai keterbukaan informasi mengenai distribusi BBM penting untuk mengidentifikasi faktor yang menyebabkan kelangkaan, baik yang berkaitan dengan kuota, infrastruktur, maupun kemungkinan faktor lainnya.
“Kami ingin mengetahui apakah persoalan kelangkaan ini disebabkan oleh kuota, infrastruktur, atau ada hal lain. Data distribusi BBM di SPBU Samarinda menjadi titik awal untuk melakukan komparasi dengan kota-kota lain di Kalimantan Timur,” katanya.
Dalam aksi jilid II tersebut, Massa aksi juga menambahkan satu poin tuntutan baru, yakni meminta pencopotan komisaris Pertamina yang bertugas di Samarinda. Tuntutan tersebut disampaikan sebagai bentuk desakan terhadap pihak terkait agar persoalan kelangkaan BBM memperoleh perhatian dan penyelesaian yang lebih serius.
Lebih lanjut, Sefa menyampaikan bahwa pihaknya memperoleh informasi dalam aksi tersebut bahwa data yang diminta tidak dapat dibuka kepada publik. Kondisi itu, menurutnya, semakin memperkuat dorongan HMI Samarinda untuk mengambil langkah lanjutan guna mengungkap penyebab persoalan kelangkaan BBM.
Ia menegaskan, HMI Samarinda akan membawa persoalan tersebut ke tahapan yang lebih serius. Namun, terkait kemungkinan aksi demonstrasi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar, pihaknya masih akan melakukan konsolidasi.
“Untuk aksi lanjutan, akan kami konsolidasikan kembali dengan kawan-kawan di Cabang Samarinda. Kami melihat persoalan keterbukaan data ini perlu ditindaklanjuti secara lebih serius,” pungkasnya.(IRLA/ERNI)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0