Kinerja Pariwisata 2025 Lampaui Target, Kontribusi Ekonomi dan Serapan Tenaga Kerja Meningkat

Penulis: Mursyidah Auni | Editor: Dewi

Feb 19, 2026 - 14:41
Feb 19, 2026 - 15:47
 0  3
Kinerja Pariwisata 2025 Lampaui Target, Kontribusi Ekonomi dan Serapan Tenaga Kerja Meningkat
(Kementerian Pariwisata)

KARTANEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Pariwisata melaporkan capaian sektor pariwisata sepanjang 2025 melampaui sejumlah target strategis pemerintah dan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi serta perluasan kesempatan kerja.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana didampingi Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa menyampaikan bahwa indikator utama kinerja pariwisata tahun 2025 menunjukkan tren positif dan memperkuat posisi sektor ini sebagai salah satu penopang ekonomi nasional.

“Capaian tahun 2025 membuktikan bahwa kebijakan pembangunan pariwisata berjalan efektif dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian,” ujar Widiyanti dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata, dilansir dari situs resmi Kemenpar, Kamis (19/2/2026).

Pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,11 persen dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar Rp23.821 triliun, sektor pariwisata berkontribusi sebesar 3,97 persen.

Jika memperhitungkan dampak berganda terhadap sektor terkait, total kontribusinya diperkirakan mencapai 4,80 persen atau setara Rp946 triliun hingga Rp1.143 triliun.

Aktivitas pariwisata ditopang oleh empat lapangan usaha utama dengan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebagai penggerak utama. Sepanjang 2025, sektor ini tumbuh 7,41 persen dan menyumbang 0,24 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, tiga sektor lain yang berkaitan erat dengan pariwisata juga mencatat pertumbuhan signifikan, yakni jasa lainnya tumbuh 9,93 persen, jasa perusahaan 9,10 persen, serta transportasi dan pergudangan 8,78 persen.

Widiyanti menyatakan optimisme bahwa sektor pariwisata akan terus memperbesar perannya dalam struktur ekonomi nasional seiring penguatan kualitas destinasi dan peningkatan konektivitas.

Dari sisi ketenagakerjaan, pariwisata tetap menjadi salah satu sektor dengan daya serap tenaga kerja terbesar. Data Sakernas BPS dan Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 25,91 juta tenaga kerja terserap di sektor ini sepanjang 2025, meningkat 3,64 persen dibandingkan 25,01 juta tenaga kerja pada 2024.

Kenaikan ini mencerminkan efek langsung pertumbuhan pariwisata terhadap penciptaan lapangan kerja, termasuk di sektor pendukung seperti UMKM, penyelenggaraan event, jasa kebersihan dan keamanan, pemasaran, hingga layanan berbasis digital.

Sementara itu, penguatan destinasi dan ekonomi daerah dilakukan melalui program Karisma Event Nusantara (KEN). Sepanjang 2025, sebanyak 99 event terselenggara di berbagai daerah. Jumlah tersebut meningkat menjadi 125 event yang telah dikurasi untuk pelaksanaan tahun 2026 di 38 provinsi.

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa menegaskan bahwa event pariwisata tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai instrumen penggerak ekonomi lokal.

“Event memberikan dampak ekonomi langsung, membuka peluang usaha dan kerja, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengembangan destinasi,” ujarnya.

Dari sisi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), periode Januari–Desember 2025 mencatat 15,39 juta kunjungan dengan rata-rata pengeluaran per kedatangan (ASPA) sebesar 1.267 dolar AS. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025.

Perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) juga mencatatkan kinerja tertinggi sepanjang sejarah, dengan total 1,2 miliar perjalanan, melampaui target 1,08 miliar perjalanan. Adapun perjalanan wisatawan nasional (wisnas) ke luar negeri tercatat sebanyak 9,17 juta perjalanan.

Pertumbuhan kunjungan wisman yang lebih tinggi dibandingkan perjalanan wisnas menghasilkan surplus kunjungan sebesar 6,22 juta pada 2025, meningkat 25,93 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Surplus tersebut dinilai memperkuat kontribusi devisa sektor pariwisata terhadap neraca ekonomi nasional.

Memasuki 2026, pemerintah menargetkan kunjungan wisman sebesar 16 juta hingga 17,6 juta, serta 1,18 miliar perjalanan wisnus. Strategi pencapaian akan difokuskan pada peningkatan kualitas destinasi, penguatan konektivitas transportasi, pengembangan event unggulan, serta promosi berbasis pasar prioritas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0