Jepang Tawarkan Program Magang Siswa SMK untuk Dukung Program MBG di Indonesia

Jan 21, 2026 - 15:02
Jan 21, 2026 - 15:37
 0  4
Jepang Tawarkan Program Magang Siswa SMK untuk Dukung Program MBG di Indonesia
(Kompas.com)

KARTANEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Jepang melalui Delegasi Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI) menawarkan program magang bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Indonesia sebagai bagian dari pertukaran pengetahuan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua Delegasi JCCI, Hayashi Hiroto, menyampaikan ketertarikan dan apresiasinya terhadap skala pelaksanaan MBG di Indonesia yang dinilai sangat masif. Program MBG saat ini menjangkau hampir 60 juta penerima manfaat setiap hari, jumlah yang setara dengan hampir setengah populasi Jepang.

“Kami menawarkan program magang bagi siswa SMK serta pelatihan bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional sebagai bagian dari transfer of knowledge,” ujarnya dalam keterangan resminya di Jakarta, dikutip dari Kompas, Rabu (21/1/2026).

Pernyataan disampaikan Hayashi saat memimpin kunjungan delegasi JCCI ke SPPG Pasir Putih, Sawangan, Depok, Jawa Barat, untuk melihat secara langsung proses penyediaan dan distribusi MBG di sekolah-sekolah.

Hayashi menjelaskan, Jepang telah menjalankan program makan siang sekolah sejak tahun 1889. Selama lebih dari 137 tahun, programnya menjadi bagian penting dari sistem pendidikan nasional Jepang, tidak hanya untuk pemenuhan gizi, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter, kedisiplinan, dan kebiasaan hidup bersih.

“Pengalaman panjang Jepang dalam program makan siang sekolah dapat menjadi referensi dalam peningkatan aspek keamanan pangan pada pelaksanaan MBG di Indonesia,” katanya.

Ia menilai, secara umum petunjuk teknis dan standar operasional MBG di Indonesia sudah berada pada tingkat yang tinggi dan hampir setara dengan Jepang. Namun, terdapat perbedaan pada aspek teknis pengolahan makanan.

“Di Jepang, suhu setiap menu diukur sebelum disajikan, dengan standar minimal 80 derajat Celsius untuk memastikan makanan aman dikonsumsi,” jelasnya.

Dalam sistem makan siang sekolah Jepang, makanan disiapkan di dapur khusus (school lunch center) dengan standar higienitas ketat. Selain itu, siswa juga dilibatkan dalam proses distribusi makanan di sekolah sebagai bagian dari pendidikan tanggung jawab dan kerja sama.

Hayashi menilai, kemampuan Indonesia membangun sistem MBG dalam waktu relatif singkat dan dalam skala nasional menjadi daya tarik tersendiri bagi Jepang untuk melakukan studi banding.

Delegasi JCCI datang ke Indonesia untuk mempelajari secara langsung pengembangan sistem MBG yang dijalankan pemerintah, mulai dari dapur, distribusi, hingga penerapan standar keamanan pangan.

Juru Bicara Badan Gizi Nasional (BGN), Dian Fatwa, menyambut baik kunjungan dan tawaran kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan Jepang akan memberikan nilai tambah bagi peningkatan kualitas MBG.

“Capaian MBG menunjukkan Indonesia mampu menjalankan program berskala masif dan kini menjadi lokasi studi banding. Kerja sama dengan Jepang akan memperkuat kualitas dan keamanan pangan,” ujarnya.

Dian juga menambahkan bahwa kemitraan tersebut berpotensi mempererat hubungan bilateral Indonesia–Jepang, khususnya di bidang pendidikan, gizi, dan pengembangan sumber daya manusia. (AUNI)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0