Helo East Festival 2026 Angkat Kekayaan Budaya Kaltim Lewat Seni dan Kreativitas Generasi Muda
KARTANEWS.COM, SAMARINDA — Helo East Festival 2026 digelar di Temindung Creative Hub Samarinda pada 22–23 Agustus 2026 sebagai ruang pertemuan bagi komunitas budaya, pelaku seni, pelajar, dan masyarakat untuk mengenal sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Kalimantan Timur melalui seni, kreativitas, dan kolaborasi generasi muda.
Festival tersebut menjadi bagian dari program Kementerian Kebudayaan yang diinisiasi oleh Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifudian, Kegiatan ini diarahkan untuk membuka ruang bagi komunitas dan pegiat budaya dalam memperkenalkan warisan budaya daerah kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Ketua Helo Kaltim, Nazwa Rizli Ananda, mengatakan pelestarian budaya membutuhkan pendekatan yang mampu mengikuti perkembangan zaman agar tetap dekat dengan kehidupan generasi muda.
Menurutnya, budaya tidak cukup hanya dilestarikan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga perlu diberi ruang untuk berkembang melalui kreativitas dan keterlibatan generasi penerus.
“Budaya tidak hanya perlu dijaga, tetapi juga perlu diberikan ruang agar dapat terus dikenal dan dikembangkan oleh generasi berikutnya. Melalui Helo East Festival, kami ingin menghadirkan pengalaman budaya yang lebih dekat, terbuka, dan relevan bagi anak muda,” kata Nazwa.
Helo East Festival 2026 berlangsung selama dua hari dengan mengangkat dua tema. Pada tanggal 22 Agustus, kegiatan mengusung tema “Jejak Budaya, Ruang Berkarya”, sedangkan pada tanggal 23 Agustus mengangkat tema “Simfoni Benua Etam: Merajut Warisan, Menggema untuk Masa Depan.”
Sejumlah kegiatan seni dan budaya disiapkan untuk memberikan pengalaman langsung pengunjung kepada. Rangkaian acara di antaranya talkshow dan diskusi interaktif yang menghadirkan pegiat musik tradisional, musisi muda Kalimantan Timur, pegiat lingkungan, serta pemerhati budaya.
Selain diskusi, pengunjung juga dapat mengikuti Workshop Eco Craft Nusantara dan menyaksikan sejumlah pertunjukan seni tradisional. Pertunjukan tari Topeng khas Kutai dan musik Sape' menjadi bagian dari agenda yang memperkenalkan kesenian khas Kalimantan Timur kepada masyarakat.
Kehadiran musisi lokal turut melengkapi rangkaian acara. Konsep festival tidak hanya menempatkan budaya sebagai tontonan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk berinteraksi secara langsung dengan berbagai bentuk warisan budaya.
Salah satunya melalui pameran alat musik tradisional yang dapat dimainkan oleh pengunjung. Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman budaya yang lebih interaktif, terutama bagi kalangan anak muda.
Festival juga menghadirkan sejumlah tenant UMKM yang bergerak di bidang budaya, kuliner tradisional, dan kerajinan tangan. Kehadiran pelaku UMKM tersebut sekaligus menampilkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kreativitas dan ekonomi masyarakat.
Pada hari terakhir pelaksanaan, Helo East Festival 2026 secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda yang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Samarinda, Barlin Hady Kesuma.
Rangkaian festival kemudian ditutup pada malam hari oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Kaltimtara, Lestari.
Lebih dari 70 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut. Peserta berasal dari berbagai unsur, di antaranya komunitas pemuda, mahasiswa, dan pegiat budaya.
Melalui penyelenggaraan Helo East Festival 2026, penyelenggara berharap kekayaan budaya Kalimantan Timur tidak hanya dikenal sebagai warisan daerah, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk menghasilkan karya-karya baru tanpa meninggalkan nilai dan identitas budaya lokal.
Festival tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya ruang kolaborasi antara komunitas, pelaku seni, generasi muda, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan budaya Kalimantan Timur di tengah perkembangan zaman. (Irla)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0