Bidik Generasi Muda, Disbudpar Berau Gencar Edukasi Pelajar Terkait Geopark Sangkulirang-Mangkalihat
KARTNEWS.COM, BERAU – Perjuangan untuk membawa Geopark Sangkulirang-Mangkalihat meraih predikat sebagai Geopark Nasional terus digalakkan lewat berbagai lini. Tidak hanya berkutat pada pemenuhan berkas administrasi dan proses verifikasi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau kini mulai bergerak ke ruang-ruang kelas untuk mempersiapkan generasi muda sebagai garda penjaga kekayaan alam dan budaya daerah.
Melalui rangkaian sosialisasi di berbagai sekolah, Disbudpar berupaya menanamkan pemahaman mendalam mengenai konsep geopark. Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan siswa untuk ikut melestarikan warisan geologi, keanekaragaman hayati, serta kekayaan budaya yang tersebar di Berau.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, menegaskan bahwa edukasi sejak dini merupakan investasi strategis. Dengan mengenalkan potensi daerah sejak bangku sekolah, rasa memiliki (sense of belonging) generasi muda terhadap kawasan karismatik Sangkulirang-Mangkalihat akan terpupuk kuat.
"Anak-anak harus mengenal geopark sejak dini. Merekalah yang nantinya akan tumbuh menjadi pelindung sekaligus promotor utama kekayaan yang dimiliki Berau," ujar Yudha, (17/07/2026)
Yudha menambahkan, sejauh ini masih ada miskonsepsi di tengah masyarakat yang menganggap geopark semata-mata sebagai tempat wisata biasa. Padahal, esensi sejati dari geopark adalah sebuah kawasan terpadu yang menyatukan nilai geologi, biodiversitas, dan warisan budaya dalam satu bingkai konservasi yang berkelanjutan.
Kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sendiri memiliki bentang alam yang luas, melintasi wilayah Kabupaten Berau dan Kutai Timur. Secara keseluruhan, terdapat 26 geosite yang terdata, di mana 15 titik terletak di Berau dan 11 titik lainnya berada di Kutai Timur.
Saat menyambangi SMP Negeri 3 Tanjung Redeb dalam agenda sosialisasi terbarunya, para pelajar tampak antusias diperkenalkan dengan deretan geosite unggulan daerah mereka.
Beberapa di antaranya meliputi keunikan Labuan Cermin, misteri Goa Merabu, keajaiban Danau Kakaban, pesona Maratua, Air Panas Asin Pemapak, Air Terjun Bidadari, Hutan Dumaring, hingga jejak sejarah di Keraton dan Museum Gunung Tabur.
Di kesempatan yang sama, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Disbudpar Berau, Asri Toldo, menguraikan bahwa pondasi utama geopark berdiri di atas tiga pilar penting: keragaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity).
Menurut Asri, ketiga pilar ini saling berkelindan dan wajib dijaga kelestariannya karena menjadi identitas daerah sekaligus modal berharga untuk sektor pariwisata dan edukasi masa depan.
"Geopark bukan sekadar tempat untuk menikmati keindahan alam, melainkan sebuah ruang untuk memahami, menjaga, dan mewariskan nilai-nilai luhur tersebut kepada generasi mendatang," urai Asri.
Melalui gerakan edukasi ini, Disbudpar menaruh harapan besar agar para pelajar mampu bertransformasi menjadi "duta kecil" bagi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.
"Merekalah yang nantinya diharapkan aktif mengampanyekan gerakan peduli lingkungan sekaligus memperkenalkan potensi wisata Berau ke panggung yang lebih luas, " pungkasnya. (Rein/daa)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0