BPBD Berau Catat 169 Kejadian Karhutla, Luas Lahan Terbakar Tembus 386,6 Hektare

Aug 27, 2026
BPBD Berau Catat 169 Kejadian Karhutla, Luas Lahan Terbakar Tembus 386,6 Hektare
Ilustrasi Kebakaran

KARTANEWS.COM, BERAU — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus melanda wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau mencatat, hingga Selasa (25/8/2026), telah terjadi 169 peristiwa karhutla dengan total luas area yang hangus terbakar mencapai 386,6 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Berau, Masyhadi Muhdi, mengungkapkan, dampak bencana karhutla ini telah meluas ke 12 dari total 13 kecamatan yang ada di Berau. Sebagian besar kawasan yang dilalap si jago merah tersebut merupakan lahan semak belukar milik warga setempat.

“Hingga saat ini, total kejadian yang tercatat sebanyak 169 kali dengan luas area terbakar mencapai 386,6 hektar. Ini merupakan data lokasi yang berhasil terdeteksi dan dijangkau oleh tim,” terang Masyhadi. 

Ia juga menambahkan bahwa angka tersebut berpotensi lebih tinggi karena ada beberapa titik kebakaran di medan yang cukup ekstrim sehingga sulit diakses oleh petugas di lapangan.

Proses pemadaman karhutla di wilayah Berau dihadapkan pada kendala akses jalan menuju lokasi titik api. Vegetasi semak belukar yang kering di musim kemarau, ditambah embusan angin yang kencang, membuat kobaran api menyebar dengan cepat dan semakin sulit dikendalikan. 

Petugas dari BPBD bersama TNI, Polri, serta masyarakat peduli api terus bersiaga dan berupaya mencapai titik api yang masih dapat dijangkau.

Pembasahan lahan juga dilakukan secara intensif guna mencegah munculnya kembali titik api baru yang berisiko memperluas area kebakaran.

Menangapi maraknya kejadian karhutla yang merata di hampir seluruh kecamatan, BPBD Berau mengimbau keras seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar. 

“Kesadaran bersama sangat diperlukan mengingat kondisi cuaca kering dapat dengan cepat memicu kebakaran skala besar yang merusak lingkungan serta mengancam kesehatan masyarakat,” ucapnya. 

Masyhadi menekankan pentingnya sinergi antara warga dan aparat untuk segera melaporkan jika melihat adanya asap atau titik api sempit apa pun di wilayah masing-masing agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sedini mungkin.(Rein) 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0