Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Konsumsi dan Investasi Jadi Penopang Utama

Oleh: Mursyidah Auni

Feb 5, 2026 - 15:39
Feb 5, 2026 - 17:41
 0  2
Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Konsumsi dan Investasi Jadi Penopang Utama
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (Liputan6.com)

KARTANEWS.COM, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2025 mencatat pertumbuhan sebesar 5,11 persen. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun 2024 yang tercatat sebesar 5,03 persen, sekaligus menunjukkan ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang menantang.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2025 atas dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan sebesar Rp13.580,5 triliun.

“Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 berada pada level 5,11 persen,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, dilansir dari detikfinance Kamis (5/2/2026).

Pada triwulan IV 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,39 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini menjadi pertumbuhan ekonomi triwulan IV tertinggi sejak Indonesia keluar dari fase pandemi COVID-19, mencerminkan penguatan aktivitas ekonomi domestik di akhir tahun.

Dorongan Konsumsi dan Produksi Domestik

BPS mencatat kinerja ekonomi pada triwulan IV 2025 ditopang oleh konsumsi masyarakat yang tetap solid. Indikator penjualan eceran riil menunjukkan pertumbuhan positif, sejalan dengan peningkatan transaksi digital dan aktivitas perdagangan.

“Transaksi online, baik ritel maupun marketplace, tercatat tumbuh 12,2 persen secara kuartalan,” ungkap Amalia.

Selain itu, sejumlah indikator pendukung konsumsi juga mengalami penguatan, antara lain belanja bantuan sosial tunai, transaksi uang elektronik, serta penggunaan kartu debit dan kredit. 

Dari sisi produksi, aktivitas industri domestik masih berada pada zona ekspansi, sementara sektor pertanian mencatat kinerja signifikan.

Produksi padi pada triwulan IV 2025 tumbuh 7,27 persen secara yoy, dan secara tahunan sepanjang 2025 meningkat 13,29 persen. Kondisi ini turut menopang stabilitas pasokan pangan nasional dan menahan tekanan inflasi.

Indikator lain seperti indeks prospek bisnis manufaktur, penjualan listrik, serta realisasi investasi juga menunjukkan tren positif. Investasi, baik penanaman modal dalam negeri maupun asing, pada triwulan IV 2025 tumbuh 9,74 persen secara yoy dan meningkat 12,66 persen secara kumulatif sepanjang tahun.

Peningkatan Mobilitas dan Sektor Jasa

Mobilitas masyarakat turut menguat pada akhir 2025, ditandai dengan peningkatan jumlah penumpang di berbagai moda transportasi serta naiknya pergerakan wisatawan nusantara, terutama pada periode Natal dan Tahun Baru. 

Kondisi tersebut mendorong pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan, yang mencatatkan pertumbuhan tinggi dibandingkan sektor lainnya.

Selain itu, sektor informasi dan komunikasi tumbuh 8,09 persen, didorong oleh meningkatnya jumlah pengguna internet, aktivitas digital masyarakat, serta lonjakan trafik data operator seluler.

Dari sisi usaha di lapangan, hampir seluruh sektor ekonomi tumbuh positif pada triwulan IV 2025, kecuali sektor pertambangan. Lima lapangan usaha utama yaitu, industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan masih mendominasi struktur ekonomi nasional dengan kontribusi mencapai 63,09 persen terhadap PDB.

Sumber Pertumbuhan dan Konteks Global

Berdasarkan sumber pertumbuhan, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang terbesar ekonomi triwulan IV 2025 dengan kontribusi 2,68 persen poin. 

Selanjutnya, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) menyumbang 1,96 persen poin, sedangkan konsumsi pemerintah berkontribusi 0,43 persen poin.

Di tengah capaian tersebut, BPS mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global. 

Dana Moneter Internasional (IMF) pada Januari 2026 memproyeksikan ekonomi global tumbuh 3,3 persen pada 2025, sementara negara berkembang diperkirakan tumbuh sekitar 4,4 persen.

Sementara itu, kinerja ekonomi sejumlah mitra dagang utama Indonesia menunjukkan dinamika yang beragam. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok dan Filipina cenderung melambat, sementara Singapura dan Vietnam mencatat penguatan pertumbuhan. Malaysia dan Korea Selatan juga menunjukkan perbaikan kinerja ekonomi pada kuartal IV 2025.

“Di tengah ketidakpastian global, perekonomian Indonesia dan sejumlah mitra dagang utama masih mampu tumbuh, meskipun dengan tantangan yang tidak ringan,” kata Amalia.

Capaian pertumbuhan ekonomi 2025 tersebut menjadi sinyal positif bagi prospek ekonomi nasional ke depan, dengan tetap bergantung pada keberlanjutan konsumsi domestik, realisasi investasi, serta stabilitas kebijakan fiskal dan moneter.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0