DPD RI Kaltim Buka Pendaftaran Duta DPD 2026, Jadi Wadah Generasi Muda Kenalkan Peran Lembaga Negara

Jul 16, 2026
DPD RI Kaltim Buka Pendaftaran Duta DPD 2026, Jadi Wadah Generasi Muda Kenalkan Peran Lembaga Negara
Muhammad Faizal Anhar saat ditemui di ruang kerjanya (Dok: Irla/KN)

KARTANEWS.COM, SAMARINDA – Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi Kalimantan Timur resmi membuka pendaftaran Duta DPD RI 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 DPD RI.

Program yang memasuki penyelenggaraan tahun kedua ini diharapkan mampu melibatkan generasi muda dalam memperkenalkan fungsi dan peran DPD RI kepada luas masyarakat sekaligus menjadi mitra dalam menyebarkan luaskan informasi mengenai kegiatan lembaga-lembaga tersebut di daerah.

Kepala Kantor DPD RI Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faizal Anhar,  mengatakan bahwa program Duta DPD RI pertama kali dilaksanakan pada tahun 2025 dan mendapatkan respon positif dari berbagai daerah. Atas keberhasilan penyelenggaraan perdana tersebut, program kembali digelar pada tahun 2026 dengan cakupan yang lebih luas.

“Ini sebenarnya kegiatan Duta DPD pertama kali dilaksanakan pada tahun 2025. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Ulang Tahun DPD RI,” ujar Faizal saat memberikan keterangan kepada awak media.

Menurutnya, penyelenggaraan Duta DPD RI menjadi salah satu agenda penting menjelang puncak peringatan HUT ke-22 DPD RI yang akan berlangsung pada bulan Oktober 2026. Seluruh kantor DPD RI di provinsi diberi mandat untuk menjaring peserta terbaik yang nantinya akan mewakili daerah masing-masing pada tingkat nasional.

Faizal menjelaskan bahwa saat proses seleksi ini telah memasuki tahap pembukaan pendaftaran yang berlangsung hingga 20 Agustus 2026. Setelah masa pendaftaran berakhir, peserta akan mengikuti serangkaian tahapan seleksi di tingkat provinsi sebelum akhirnya peserta terbaik dikirim ke Jakarta.

“Tahap pertama saat ini adalah pendaftaran sampai dengan tanggal 20 Agustus 2026. Setelah itu akan dilanjutkan dengan seleksi tahap pertama dan tahap kedua untuk menjaring peserta terbaik. Dari seluruh provinsi nantinya akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional hingga pemilihan Duta DPD RI Nasional,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa proses seleksi tidak hanya fokus pada penampilan peserta, tetapi juga menilai berbagai aspek yang mencerminkan kualitas generasi muda Indonesia. Dengan demikian, peserta terpilih benar-benar memiliki kapasitas sebagai representasi daerah sekaligus mampu membawa nama baik DPD RI di tengah masyarakat.

Lebih lanjut Faizal menegaskan bahwa program Duta DPD RI tidak sekedar ajang kompetisi, melainkan memiliki tujuan strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keberadaan DPD RI sebagai salah satu lembaga negara.

Menurutnya, hingga kini masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh fungsi, tugas, maupun kewenangan DPD RI. Oleh karena itu, keberadaan para duta nantinya diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara DPD RI dengan masyarakat.

“Salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatan DPD RI. Nantinya tugas para duta adalah membantu memperkenalkan berbagai aktivitas dan program DPD RI kepada masyarakat di daerah masing-masing,” katanya.

Peran tersebut dinilai penting mengingat perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah mengubah pola komunikasi masyarakat. Kehadiran generasi muda yang memiliki kemampuan komunikasi dan literasi digital diyakini mampu menjangkau masyarakat lebih luas melalui berbagai platform informasi.

Selain menjadi wajah DPD RI di daerah, para duta nantinya juga diharapkan mampu menyampaikan edukasi mengenai fungsi representasi daerah yang dijalankan DPD RI, termasuk memperkenalkan berbagai aspirasi yang diperjuangkan oleh senator asal Kalimantan Timur di tingkat nasional.

Faizal mengungkapkan bahwa proses seleksi akan dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan panitia pusat.

Beberapa persyaratan dasar yang harus dipenuhi peserta di antaranya berkaitan dengan batas usia, tinggi badan, kemampuan berbahasa, hingga wawasan kebangsaan dan pengetahuan umum.

“Ada beberapa syarat yang diwajibkan seperti usia, tinggi badan, kemampuan berbahasa, dan wawasan. Selain itu juga ada persyaratan umum maupun persyaratan khusus yang dapat dipelajari lebih lanjut oleh calon peserta,” ujarnya.

Ia mengajak generasi muda Kalimantan Timur yang memenuhi persyaratan untuk tidak ragu mengikuti seleksi tersebut. Menurutnya, ajang Duta DPD RI bukan hanya menjadi pengalaman berharga bagi peserta, tetapi juga kesempatan untuk berkontribusi dalam memperkenalkan lembaga negara kepada masyarakat.

Melalui program ini, peserta juga berpeluang mengembangkan kemampuan komunikasi publik, kepemimpinan, kepercayaan diri, serta memperluas jejaring dengan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

Kantor DPD RI Provinsi Kalimantan Timur berharap partisipasi masyarakat, khususnya kalangan pemuda, semakin meningkat pada penyelenggaraan tahun ini. Semakin banyak peserta nasional yang mendaftar, semakin besar pula peluang lahirnya sosok muda yang mampu menjadi representasi Kalimantan Timur di tingkat.

Dengan dibukanya pendaftaran Duta DPD RI 2026, DPD RI tidak hanya menghadirkan sebuah kompetisi, tetapi juga membangun partisipasi ruang generasi muda dalam memperkuat hubungan antara lembaga negara dan masyarakat.

Program ini menjadi salah satu langkah strategi DPD RI untuk menghadirkan wajah lembaga yang lebih dekat, terbuka, dan komunikatif di tengah perkembangan era digital.

Pendaftaran Duta DPD RI 2026 masih dibuka hingga 20 Agustus 2026, sehingga masyarakat yang memenuhi persyaratan masih memiliki kesempatan untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi dan berpeluang menjadi wakil Kalimantan Timur pada kompetisi tingkat nasional di Jakarta. (Irla/KN)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0