Nelayan Muara Badak Hilang di Perairan Muara Berau, Tim SAR Hadapi Kendala Gelombang Tinggi

Jul 18, 2026
Nelayan Muara Badak Hilang di Perairan Muara Berau, Tim SAR Hadapi Kendala Gelombang Tinggi
Dokumentasi Basarnas Balikpapan

​KARTANEWS.COM, KUKAR– Tim SAR gabungan tengah berpacu dengan waktu untuk mencari seorang nelayan yang dilaporkan hilang misterius saat melaut di Perairan Muara Berau, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara. Korban bernama Hasriarto (37), warga Desa Muara Badak Ulu, hingga kini belum kembali sejak berangkat memancing pada Rabu, 15 Juli 2026.

​Basarnas Balikpapan baru menerima laporan kehilangan dari pihak keluarga korban pada Jumat, 17 Juli 2026, sekitar pukul 11.00 WITA. Merespons laporan tersebut, Kepala Pos SAR Sangatta bersama tim rescue langsung bergerak cepat menuju lokasi pencarian setelah berkoordinasi dengan unsur terkait.

“Berdasarkan informasi yang dihimpun, Hasriarto berangkat seorang diri untuk memancing sekitar pukul 16.30 WITA hari Rabu. Namun, hingga keesokan harinya korban tidak kunjung pulang,” ujar Kasi Ops dan Siaga Basarnas Balikpapan, Endrow Sasmita, Sabtu (18/7/2026).

Perahu Ditemukan Setengah Tenggelam

Tanda-tanda keberadaan korban sempat membayangi pencarian ketika warga dan nelayan setempat menemukan perahu milik Hasriarto pada Kamis, 16 Juli 2026, sekitar pukul 08.00 WITA. Sayangnya, perahu tersebut ditemukan dalam kondisi setengah tenggelam tanpa ada tanda-tanda keberadaan korban di dalamnya. 

​Untuk mencakup area pencarian yang luas, tim SAR harus menempuh perjalanan yang cukup jauh. "Lokasi pencarian berada sekitar 51 mil laut di selatan Pos SAR Sangatta dengan estimasi waktu tempuh sekitar tiga jam," jelas Endrow

Alutsista Dikerahkan, Gelombang Tinggi Jadi Penghambat

Dalam operasi penyelamatan ini, Basarnas tidak main-main dengan mengerahkan berbagai peralatan utama (alutsista), antara lain, Rescue Car & Rigid Inflatable Boat (RIB), Peralatan SAR air & peralatan selam, Peralatan komunikasi & peralatan medis.

Operasi kemanusiaan ini melibatkan sinergi besar dari Tim Rescue Pos SAR Sangatta, TNI AL, Polairud Polda Kalimantan Timur, serta pihak keluarga korban yang setulus hati mendampingi proses pencarian. 

​Meski cuaca di sekitar lokasi dilaporkan cerah, tim di lapangan harus berhadapan dengan tantangan alam yang cukup berat. Gelombang laut yang tinggi menjadi kendala utama yang memperlambat pergerakan tim penyelamat.

​Kendati demikian, Basarnas Balikpapan bersama seluruh unsur gabungan menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan pencarian hingga Hasriarto ditemukan, dengan tetap memprioritaskan keselamatan para personel di lapangan. (REIN/Rdk) 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0