Ada Cara Baru dalam Mengelola Perikanan, SECURE dan MOL Bakal Jadi Andalan di Kabupaten Berau

Jun 22, 2026
Ada Cara Baru dalam Mengelola Perikanan, SECURE dan MOL  Bakal Jadi Andalan di Kabupaten Berau
Sekolah lapangan tentang SECURE dan MOL di Kampung Pegat Bertumbuk (YKN)

KARTANEWS.COM, BERAU – Sebuah terobosan budi daya perikanan yang ramah lingkungan kini tengah berjalan di Kabupaten Berau. Metode ini memungkinkan para petambak memanen beberapa komoditas sekaligus dalam satu lahan, seperti udang, bandeng, serta kepiting bakau.

​Inovasi tersebut diterapkan di Kampung Pegat Batumbuk dan Kampung Suaran melalui pendekatan Shrimp Carbon Aquaculture (SECURE). Program ini diperkuat dengan kehadiran sekolah lapang sebagai ruang belajar bagi para petambak dalam menerapkan praktik budi daya yang berkelanjutan.

​Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) yang bersinergi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Berau di bawah payung Program Solutions for Marine and Coastal Resilience in the Coral Triangle (SOMACORE).

​Di sekolah lapang, petambak diajarkan memproduksi kompos dan mikroorganisme lokal (MOL) dengan memanfaatkan bahan-bahan organik di area sekitar. Kompos tersebut berfungsi meningkatkan kesuburan tanah tambak guna memicu pertumbuhan pakan alami. Sementara itu, MOL berperan menjaga keseimbangan ekosistem bakteri di perairan agar kualitas air tetap optimal.

​Tak hanya itu, para petambak juga dibekali teknik nursery atau pendederan. Metode ini merupakan proses adaptasi (aklimatisasi) bagi benih udang windu dan ikan bandeng sebelum dipindahkan ke tambak pembesaran. Dengan teknik ini, daya tahan benih meningkat drastis sehingga peluang hidupnya jauh lebih tinggi.

​Jumardi, seorang petambak mitra program SECURE di Kampung Suaran, mengakui efektivitas metode baru ini.

​“Teknik nursery menjadi ilmu baru yang sangat membantu kami. Dahulu, kami langsung menebar benih udang windu dan bandeng ke tambak, sehingga hasil panennya sering kali tidak menentu,” ungkapnya.

​ Dampaknya, benih menjadi lebih tangguh, angka kelangsungan hidup meningkat, dan petambak lebih optimis dalam mengelola usaha mereka.

"Melalui pendampingan sekolah lapang, kami kini paham cara melakukan pendederan dan aklimatisasi agar benih bisa menyesuaikan diri dengan air tambak terlebih dahulu,” jelas Jumardi.

​Penerapan metode hijau ini terbukti membuahkan hasil nyata. Pada panen tanggal 3 Juni 2026, tambak yang dikelola Jumardi bersama ayahnya, Satar, berhasil mengangkat 284,2 kilogram udang windu dan 120 kilogram udang bintik.

Sementara itu, ​Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Abdul Majid, mengapresiasi kesuksesan konsep SECURE yang dinilai selaras dengan visi pembangunan berkelanjutan di wilayah Berau.

​“Sistem ini membuktikan bahwa sektor budi daya dan konservasi alam bisa berjalan beriringan. Selain mendongkrak pendapatan, model SECURE juga merawat ekosistem pesisir yang menjadi tumpuan hidup warga,” tuturnya.

​Integrasi antara pemulihan hutan mangrove dan budi daya ramah lingkungan ini memberikan dampak langsung berupa peningkatan daya tahan tambak dari risiko alam, sekaligus menekan biaya operasional. Pola ini dinilai sejalan dengan prinsip ekonomi biru yang menjadikan kesehatan pesisir sebagai fondasi utama pembangunan kelautan.

Di sisi lain, ​Direktur Program Kelautan YKAN, Muhammad Ilman, menambahkan bahwa indikator keberhasilan program ini tidak sekadar diukur dari volume produksi, melainkan dari kesadaran masyarakat dalam menjaga ruang hidupnya.

​SECURE bukan sekadar urusan memproduksi udang, melainkan cara mendekatkan kembali masyarakat dengan ekosistem pesisir. Saat mangrove terjaga dan kapasitas petambak meningkat, akan tercipta sebuah sistem pertahanan yang kuat, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan, pungkas Ilman. (Rein/daa) 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0