Targetkan UMKM Naik Kelas, Otorita IKN Siapkan Karpet Merah Bagi Pengusaha Lokal

Penulis: Rein

Feb 28, 2026 - 12:16
Feb 28, 2026 - 15:22
 0  2
Targetkan UMKM Naik Kelas, Otorita IKN Siapkan Karpet Merah Bagi Pengusaha Lokal
Workshop peningkatan kapasitas bertajuk KUMPUL Lagi (Kreatif Usaha Marketing Packaging Untung Laris) yang digelar di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (OIKN)

KARTANEWS.COM, NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) berkomitmen menjadikan masyarakat lokal sebagai aktor utama dalam ekosistem ekonomi kreatif di IKN.

Komitmen ini diwujudkan melalui workshop peningkatan kapasitas bertajuk KUMPUL Lagi (Kreatif Usaha Marketing Packaging Untung Laris) yang digelar di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Kamis (26/02/2026).

​Sebanyak 29 pelaku usaha terpilih dari berbagai wilayah sekitar, seperti Sepaku hingga Muara Jawa, dibekali materi strategi branding, manajemen pasar, hingga teknik pengemasan produk.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, menyatakan bahwa program ini bertujuan agar UMKM lokal mampu "naik kelas" secara berkelanjutan. Selain edukasi, Otorita IKN juga memberikan fasilitas konkret berupa desain dan cetak kemasan, serta pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi para peserta

“Saya ingin melihat ibu-ibu di tempat yang lebih tinggi lagi, ibu-ibu di sini kelasnya akan naik. Mudah-mudahan kita akan bertemu di acara tahun depan, di acara yang lebih tinggi lagi,” ujar Alimuddin.

Melalui kegiatan ini, para pelaku usaha tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga ruang belajar nyata untuk memperkuat kapasitas mereka dalam aspek pemasaran dan pengembangan produk. Materi yang diberikan sangat komprehensif, mulai dari strategi branding, manajemen pasar, hingga teknik penjualan kekinian.

Tak tanggung-tanggung, Otorita IKN juga memberikan dukungan konkret berupa fasilitas desain dan cetak kemasan, hingga pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Suasana workshop semakin hidup dengan kehadiran praktisi bisnis seperti Akbar Moujahid yang membagikan kisah suksesnya merintis usaha dari titik nol.

“Saya ingin memulai cerita bagaimana memulai bisnis dari seorang perintis. Berwirausaha karena tuntutan hidup. Di tahun 2012, saya menjadi seorang pengamen di terminal, karena kemampuan saya ada di dunia musik. Dulunya si anak pengamen ini, sekarang bisa menjadi nomor satu di Jakarta, bukan sebuah kebetulan, tapi saya menolak untuk miskin,” ucapnya.

Dia juga menekankan pentingnya membangun identitas usaha melalui brand serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk memperluas jaringan dan pasar.

“Saya mendalami satu hal yang sangat menarik, namanya brand. Karena dengan brand, kita jadi lebih punya karakter. Gapapa kita bikin sendiri, tapi tau potensi desa nya apa, tau potensi dirinya apa,"katanya.

"Kalau kita ingin menembus batas, komunikasilah dengan dunia luar. Kita sekarang punya teknologinya, kita punya smartphone, manfaatkan itu untuk membuka akses dan kenal lebih banyak orang disana,” tambahnya.

Selain itu, Narasumber lainnya, Meika Hazim selaku pemilik Coklat Ndalem, turut berbagi pandangan mengenai krusialnya kemasan dalam strategi pemasaran.

Menurutnya, sebuah kemasan tidak hanya soal visual, tapi juga tentang narasi di balik logo dan desain produk. Ia juga mengingatkan pentingnya kejujuran informasi pada label kemasan demi menjaga kepercayaan pembeli.

Lewat inisiatif ini, UMKM lokal diharapkan mampu naik kelas dan memperluas jangkauan pasarnya, sekaligus memastikan warga di sekitar IKN menjadi aktor utama dalam membangun ekonomi yang produktif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0