Pesan Tegas Prabowo Pada Peringatan Nuzulul Qur'an: Negara Bisa Gagal Jika Pemerintah Tak Bersih dari Koruptor

Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi

Mar 11, 2026 - 15:22
Mar 11, 2026 - 15:26
 0  3
Pesan Tegas Prabowo Pada Peringatan Nuzulul Qur'an: Negara Bisa Gagal Jika Pemerintah Tak Bersih dari Koruptor
Presiden Prabowo Subianto saat pidato pada peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026). (BPMI Setpres/-Istimewa)

KARTANEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi dan berbagai bentuk penyalahgunaan kewenangan yang merugikan negara yang disampaikan saat hadir pada kegiatan Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan 1447 Hijriah, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Presiden Prabowo menyampaikan dengan tegas bahwa praktik korupsi merupakan ancaman serius bagi kemajuan bangsa karena dapat menghambat pembangunan serta merugikan kepentingan masyarakat luas.

Menurutnya, pemerintah berkomitmen akan melakukan upaya serius untuk menekan berbagai praktik penyelewengan yang bertentangan dengan hukum maupun nilai-nilai agama.

“Memang kita harus menghilangkan korupsi, penyelewengan, dan semua praktik-praktik yang tidak benar dan tidak baik yang dilarang oleh semua agama. Tidak ada negara yang berhasil manakala pemerintahnya tidak mampu membersihkan diri dari korupsi,” tegasnya.

Kepala Negara juga menyoroti pentingnya pengelolaan kekayaan negara secara bertanggung jawab agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. 

Prabowo menambahkan, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah yang seharusnya dapat digunakan untuk mengatasi berbagai persoalan sosial seperti kemiskinan, kelaparan, dan kesenjangan kesejahteraan.

“Kita harus berjuang keras untuk menghilangkan kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan rakyat. Kita tidak boleh membiarkan ada rakyat yang terlantar, karena bangsa ini dianugerahi kekayaan yang sangat besar oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan kekayaan negara untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Kekayaan nasional harus dikelola untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat, bukan justru dibawa keluar negeri atau dimanfaatkan secara tidak bertanggung jawab.

“Kita tidak boleh kalah dengan mereka yang ingin mengambil kekayaan rakyat untuk kepentingan sendiri dan melemahkan bangsa kita,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo turut mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk ulama, tokoh masyarakat, dan masyarakat luas, untuk bersama-sama menjaga integritas serta memperkuat komitmen dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berkeadilan.

Presiden menyatakan optimisme bahwa dengan semangat persatuan dan kerja bersama, Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan serta mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0