Pemkab Berau Dorong Perubahan Pola Pikir Warga dalam Pengelolaan Sampah
KARTANEWS.COM, BERAU - Kabupaten Berau saat ini dihadapkan pada tantangan serius terkait volume sampah yang kian menumpuk. Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengungkapkan bahwa total sampah di wilayahnya tercatat mencapai 54.568,41 ton. Jika dihitung secara rinci, angka tersebut menunjukkan beban harian yang sangat besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
"Kalau kita breakdown per hari, kita tinggal membagi 54.568,41 ton kita bagi 360 hari. Kurang lebih 150 ton per hari. Bukan angka yang main-main. Ini angka besar yang saya kira jangan dijadikan lagi sebuah potret statistik angka semata, namun ini sudah sebuah potret realita kita di lapangan bahwa hari ini sampah sudah dapat menjadi ancaman buat Kabupaten Berau dan masyarakat," ujar, 31/10/2026
Dengan volume mencapai sekitar 150 hingga 190 ton setiap harinya, pengelolaan sampah menjadi pekerjaan rumah yang mendesak.
Gamalis menjelaskan bahwa tantangan utama yang dihadapi bukan hanya masalah teknis, melainkan juga pola pikir atau mindset masyarakat secara umum.
Selama ini, sebagian besar masyarakat masih terpaku pada pola konvensional yaitu "ambil, angkut, buang" ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Jika pola pikir ini terus dibiarkan tanpa adanya perubahan, TPA yang ada dikhawatirkan tidak akan mampu menampung lonjakan sampah di masa mendatang.
Terlebih lagi, kapasitas TPA di Bujangga yang memiliki luas sekitar 11,5 hektar dinilai sudah mulai terbatas dan memerlukan perhatian khusus.
Belum lagi tantangan geografis Kabupaten Berau yang cukup luas, meliputi wilayah hulu, perkotaan, hingga kawasan pesisir serta kepulauan yang memiliki karakteristik penanganan tersendiri.
Selain faktor kesadaran masyarakat dan luasnya wilayah geografis, kendala lain yang turut memperlambat penanganan sampah adalah keterbatasan infrastruktur pendukung serta sumber daya manusia yang masih terbatas.
Biaya operasional yang dibutuhkan untuk mengangkut sampah dari pusat pengumpulan menuju TPA juga tergolong tinggi dan tidak murah.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh serta peningkatan edukasi kepada masyarakat. Penanganan sampah tidak boleh lagi hanya dianggap sebagai urusan seremonial, melainkan harus menjadi gerakan bersama demi menjaga keindahan serta kelestarian lingkungan alam Kabupaten Berau agar tetap bersih dan asri di masa depan.(Adv)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0