Kaltim Bersiap Petakan UMKM Unggulan, Ini Langkah Strategis Bappeda dan BI

Jun 25, 2026
Kaltim Bersiap Petakan UMKM Unggulan, Ini Langkah Strategis Bappeda dan BI

KARTANEWS.COM, KALTIM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengambil langkah agresif untuk mendongkrak kelas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim yang bersinergi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim, sebuah penelitian mendalam mengenai Komoditas, Produk, dan Jenis Usaha (KPJU) unggulan resmi digulirkan.

​Strategi Riset yang dijadwalkan berjalan selama lima bulan ini dirancang untuk memetakan potensi nyata serta profil UMKM di seluruh wilayah Benua Etam. Hasil dari pemetaan ini nantinya akan menjadi kompas utama bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi daerah yang lebih presisi dan tepat sasaran.

​Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Bappeda Kaltim, Wahyu Gatut Purboyo, menegaskan bahwa sektor UMKM merupakan pilar utama penggerak ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, akurasi data penelitian ini sangat krusial.

​“Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan data dan pemahaman yang komprehensif terhadap potensi unggulan UMKM di Kalimantan Timur, sehingga dapat menjadi landasan dalam menyusun arah kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih efektif,” ungkap Wahyu di Ruang Rapat Bappeda Kaltim, Rabu (24/6/2026).

​Di sisi lain, keterlibatan Bank Indonesia dalam program ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan mereka dalam menyediakan data KPJU berkualitas demi menggenjot daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.

​Perwakilan KPw BI Kaltim, Abraham Wahyu Nugroho, memaparkan bahwa penelitian ini tidak main-main karena menggunakan acuan standar nasional. Klasifikasi sektor ekonomi mengacu pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dari BPS, serta diselaraskan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2014 tentang pengembangan produk unggulan daerah.

​Untuk memastikan hasil penelitian ini menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret dan dapat langsung diterapkan, tim peneliti dari SEM Institut juga dilibatkan. Muhammad Arif Yunus selaku perwakilan tim ahli menjelaskan, kajian ini akan menyisir berbagai sektor potensial yang memiliki prospek pertumbuhan paling menjanjikan ke depan.

​Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemprov Kaltim optimistis produk lokal daerah tidak hanya akan naik kelas, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. (Kendali) 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0