BPS Catat Sektor Pertanian Kaltim Meningkat Signifikan

Jun 20, 2026
BPS Catat Sektor Pertanian Kaltim Meningkat Signifikan
lahan pertanian padi kaltim (Istimewa)

KARTANEWS.COM, INDONESIA – Sektor pertanian Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan performa impresif sepanjang tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim melaporkan terjadinya kenaikan signifikan yang kompak pada tiga indikator utama, yakni luas panen, total produksi padi, hingga produksi beras siap konsumsi untuk masyarakat.

​Berdasarkan laporan Ringkasan Eksekutif BPS Kaltim yang dirilis pada 5 Juni 2026, realisasi luas panen padi di Bumi Etam sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 66,51 ribu hektare.

Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 5,51 persen atau bertambah sekitar 3,47 ribu hektare dibandingkan capaian tahun 2024 yang tercatat sebesar 63,04 ribu hektare. Pada tahun 2025, puncak panen bergeser ke bulan Maret dengan luasan 16,28 ribu hektare, berbeda dari tahun sebelumnya yang memuncak pada bulan September.

​Sejalan dengan perluasan area panen, produksi Gabah Kering Giling (GKG) turut melonjak tajam sebesar 8,50 persen. Total produksi padi Kaltim selama tahun 2025 sukses menyentuh angka 270,87 ribu ton GKG, naik sekitar 21,23 ribu ton dibandingkan tahun 2024 yang melansir 249,64 ribu ton GKG. BPS mencatat produksi bulanan tertinggi pada tahun 2025 terjadi di bulan September dengan raihan 67,68 ribu ton GKG.

​Jika dikonversikan menjadi beras untuk kebutuhan konsumsi pangan penduduk, produksi pangan pokok Kaltim ini mencapai 157,55 ribu ton beras. Volume tersebut mencerminkan adanya pertumbuhan positif sebesar 12,34 ribu ton atau naik 8,50 persen dari pasokan beras tahun 2024 yang berada di angka 145,21 ribu ton.

​Secara pemetaan wilayah, kontribusi terbesar masih didominasi oleh daerah sentra pertanian. Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sukses mempertahankan status sebagai tiga wilayah dengan total produksi GKG tertinggi di Kaltim. 

Sebaliknya, wilayah perkotaan dan pedalaman, seperti Kota Bontang, Kota Balikpapan, dan Kabupaten Mahakam Ulu mencatatkan angka produksi terendah.

​Meski akumulasi tahunan naik, BPS mengevaluasi adanya penurunan kinerja pada subround September–Desember 2025 akibat menyusutnya luas lahan dan produktivitas di wilayah Berau serta PPU. 

Namun, penurunan tersebut berhasil ditutupi oleh lonjakan produksi yang masif pada subround Januari–April 2025 yang melesat hingga 39,76 persen.

​Tren positif ini diproyeksikan terus berlanjut ke awal tahun depan. BPS Kaltim memperkirakan potensi produksi beras pada triwulan pertama (Januari–Maret 2026) mampu menembus 57,67 ribu ton, atau melonjak 19,08 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. (REIN/daa)

Sumber : BPS Kaltim

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0