Terapi Senja di Tepian Teratai: Tempat Warga Berau Melepas Penat dan Merajut Inspirasi

Jul 23, 2026
Terapi Senja di Tepian Teratai: Tempat Warga Berau Melepas Penat dan Merajut Inspirasi
Tepian Teraitai di Kabupaten Berau, Kecamtan Tanjung Redeb (Kartanews)

KARTANEWS.COM, BERAU — Sinar matahari perlahan menyurut di ufuk barat saat jarum jam menunjuk angka 17.00 WITA. Cahaya keemasan senja merayap lembut, menyapu sepanjang Tepian Teratai di Jalan Pulau Derawan, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.

Tempat ini bukan sekadar bantaran sungai biasa; bagi warga setempat, lokasi ini adalah oasis penyejuk jiwa di kala malam mulai menjemput kawasan pesisir tersebut.

​Setiap harinya, dari petang hingga pertengahan malam, Tepian Teratai selalu hidup dengan riuk-pikuk yang hangat. Ada warga yang datang sekadar duduk berjejer di sepanjang pinggiran benteng sungai, menikmati angin sore yang berembus pelan.

Suasana kian semarak dengan hadirnya puluhan deretan pedagang UMKM lokal yang menjajakan aneka jajanan khas, mulai dari camilan hangat hingga minuman segar yang memanjakan lidah para pengunjung.

​Bagi Rahmat, seorang karyawan perusahaan swasta di Berau, Tepian Teratai adalah tempat pelarian utama dari padatnya ritme kerja harian. Sebagai seorang perantau yang kerap dilanda rasa rindu akan kampung halaman, duduk diam menatap aliran Sungai Segah menjadi penawar paling ampuh setelah seharian berkutat dengan tumpukan tugas di kantor.

"Pulang kerja kalau lagi banyak pikiran atau sumpek, ya pasti ke tepian dulu untuk menghilangkan penat," ujar Rahmat sembari menatap jauh ke arah dermaga, (23/07/2026).

​Ia mengakui bahwa kawasan ini menyimpan sihir tersendiri untuk memulihkan energi yang terkuras. Arus sungai yang beradu lembut dengan lambung kapal-kapal yang hilir mudik membawa berbagai macam muatan menciptakan harmoni alami. 

Suara desiran air dan deburan gelombang kecil seolah-olah menjadi alunan nada yang menari-nari di telinga—sebuah bentuk terapi suara alami yang sangat ampuh menyembuhkan kepenatan jiwa.

"Bagi saya, Tepian ini sudah seperti rumah kedua. Saat lagi susah atau banyak masalah kita ke sini. Bahkan kalau lagi senang habis gajian, merayakannya pun tetap ke sini," tambah Rahmat dengan terkekeh pelan.

​Kisah serupa juga datang dari Tina, pengunjung setia lainnya. Bagi Tina, Jumat sore adalah momen sakral untuk memanjakan diri sendiri. Begitu jam kantor usai di pukul 17.00 WITA, ia hampir selalu menyempatkan diri singgah di Tepian Teratai. Berbekal segelas kopi hangat di genggaman, ia memilih duduk menyendiri sembari memandang hamparan luas Sungai Segah.

Bagi Tina, duduk melamun di sepanjang bantaran sungai memberikan ruang yang cukup bagi pikirannya untuk bernapas lega. Dari keheningan sore dan riak air sungai yang memantulkan sinar matahari terbenam, ia sering kali menemukan ide-ide baru, inspirasi segar, bahkan cara pandang baru tentang arti kehidupan di kala gundah.

"Kalau lagi galau pasti ke sini, bukan cuma saat pulang kerja saja," tuturnya riang dengan raut wajah yang memancarkan ketenangan.

​Tepian Teratai pada akhirnya bukan sekadar destinasi wisata kuliner murah meriah atau tempat nongkrong biasa. Di antara remang cahaya lampu jalan, hembusan angin malam, dan lalu lalang kapal di Sungai Segah, tempat ini menyimpan ribuan riak cerita warga Berau, tentang mereka yang mencari ketenangan, merajut kembali harapan, serta merayakan arti kehidupan di sudut kota. (Rein)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0