Prabowo Undang Tokoh Nasional Bahas Eskalasi Konflik Timur Tengah di Istana

Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi

Mar 4, 2026 - 15:54
Mar 4, 2026 - 17:08
 0  9
Prabowo Undang Tokoh Nasional Bahas Eskalasi Konflik Timur Tengah di Istana
(Sekretariat Negara)

KARTANEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan silaturahmi dan dialog strategis dengan sejumlah tokoh nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam. Forum tersebut difokuskan pada pembahasan dinamika geopolitik global, terutama eskalasi konflik di Timur Tengah dan potensi dampaknya bagi Indonesia.

Mantan Menteri Luar Negeri, Hassan Wirajuda menyampaikan bahwa Presiden memberikan pemaparan menyeluruh terkait perkembangan situasi internasional terkini, termasuk meningkatnya ketegangan akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

“Presiden memberikan pembaruan dan penjelasan mengenai berbagai perkembangan terbaru di dunia, khususnya yang menjadi perhatian bersama, yaitu eskalasi perang atau serangan Amerika dan Israel terhadap Iran. Didiskusikan implikasinya terhadap Indonesia dan terhadap tatanan global,” ujar Hassan kepada awak media usai pertemuan.

Menurut Hassan, diskusi berlangsung terbuka dan komprehensif. Selain menyoroti aspek keamanan dan stabilitas global, pembahasan juga menyentuh potensi dampak ekonomi, terutama terkait pasokan energi dunia.

“Dibahas implikasinya terhadap keamanan dan perdamaian internasional, serta potensi dampaknya terhadap ekonomi global, khususnya supply minyak dan gas. Kita juga menghitung kemungkinan efeknya terhadap Indonesia, termasuk memperkirakan berapa lama konflik ini akan berlangsung,” jelasnya.

Hassan menambahkan, Presiden Prabowo menilai penting untuk melibatkan para tokoh nasional dalam bertukar pandangan mengenai tantangan eksternal yang dapat memengaruhi kebijakan dalam negeri. Kepala Negara disebut terbuka terhadap berbagai masukan dan pandangan yang disampaikan peserta forum.

“Presiden memandang perlu mengomunikasikan langsung persoalan-persoalan yang dihadapi pemerintah. Beliau juga sangat terbuka terhadap usulan dan pemikiran yang berkembang dalam diskusi,” katanya.

Terkait posisi Indonesia, Hassan menegaskan bahwa konflik yang terjadi dinilai sebagai tindakan sepihak yang tidak memiliki legitimasi mandat internasional. Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas pula perkembangan terkait Board of Peace (BoP) dan kemungkinan dampak eskalasi konflik terhadap efektivitas peran tersebut.

“Kita membahasnya dalam konteks perkembangan terakhir, termasuk kemungkinan apakah konflik di Iran dapat memengaruhi posisi dan mandat BoP. Semua itu menjadi bagian dari perhitungan strategis,” ujarnya.

Adapun sejumlah tokoh nasional yang hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-11 RI Boediono. 

Hadir pula para mantan Menteri Luar Negeri; pimpinan partai politik koalisi; Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie; Ketua Umum APINDO, Shinta Widjaja Kamdani; Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari; serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat konsolidasi nasional dalam merespons dinamika global yang berpotensi berdampak pada stabilitas politik dan ekonomi dalam negeri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0