Atasi Efek Intrusi Air Laut di Gurimbang, Perumda Batiwakkal Lakukan Interkoneksi SPAM Sambaliung

Sep 1, 2026
Atasi Efek Intrusi Air Laut di Gurimbang, Perumda Batiwakkal Lakukan Interkoneksi SPAM Sambaliung

KARTANEWS.COM, BERAU – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau memastikan operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gurimbang kini telah kembali pulih dan beroperasi penuh selama 24 jam.

Sebelumnya, fasilitas pengolahan air bersih tersebut sempat memangkas durasi operasional akibat fenomena intrusi air laut yang memicu lonjakan kadar salinitas pada air baku.

Direktur Utama Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, mengungkapkan bahwa ketiadaan hujan selama beberapa waktu terakhir menyebabkan air laut merembes cukup jauh hingga menyentuh titik pengambil air baku (intake) Gurimbang.

“Intrusi air laut ini paling parah sempat menyentuh angka 1.700 ppm. Sesuai Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, ambang batas maksimal adalah 300 ppm. Jika melebihi angka tersebut, operasional pengolahan terpaksa kami hentikan demi menjaga kualitas air,” ujar Saipul, Senin (01/09/2026)

Akibat lonjakan kadar garam tersebut, jam operasional intake Gurimbang yang semula berjalan penuh 24 jam sempat dipangkas menjadi 12 jam sejak 24 Agustus lalu. Guna mengantisipasi kelangkaan pasokan air bersih ke rumah warga, Perumda Batiwakkal mengambil langkah rekayasa teknis dengan menghubungkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari wilayah Sambaliung.

“Kami melakukan interkoneksi sistem melalui mekanisme buka-tutup katup agar pasokan air dapat saling mengisi dan menutupi kekurangan distribusi dari Gurimbang,” terangnya, 

Selama periode penyesuaian tersebut, ketersediaan air bagi warga Kampung Gurimbang dipastikan tetap aman dan terkendali. Kesiapan masyarakat yang mayoritas memiliki tandon penampungan mandiri, ditopang imbauan intensif dari Kepala Kampung setempat, membuat warga mampu menyesuaikan jadwal pengaliran tanpa timbul kendala berarti.

Kondisi sumber air baku di intake Gurimbang kini dilaporkan telah membaik dalam dua hari terakhir, sehingga proses pengolahan air resmi beroperasi normal kembali. Kendati demikian, petugas di lapangan tetap disiagakan untuk melakukan pemeriksaan kualitas air secara berkala setiap satu jam sekali, sekaligus memastikan pasokan di intake Rinding tetap aman dari potensi kekeringan.

“Kami berharap hujan segera turun, khususnya di area hulu, agar debit air sungai dapat menekan dan mengalirkan kembali air asin ke laut,” pungkas Saipul.(Adv)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Redaksi Kartanews

Lebih dari sekadar informasi. Kartanews menghadirkan fakta yang akurat, perspektif yang cerdas, dan berita yang berdampak.