Penduduk Kaltim Capai 4,05 Juta Jiwa, Gen Z Dominasi Struktur Demografi

Jun 2, 2026
Penduduk Kaltim Capai 4,05 Juta Jiwa, Gen Z Dominasi Struktur Demografi
Pemukiman Penduduk Kaltim di Kota Samarinda (Istimewa)

KARTANEWS.COM, SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur merilis hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025. Data tersebut menunjukkan tren perlambatan pertumbuhan penduduk, penyusutan angka kelahiran yang mendekati batas kritis, serta kenaikan populasi lansia menuju ambang penuaan massal.

​Kepala BPS Kaltim, Mas'ud Rifai, mengungkapkan jumlah penduduk Kaltim per 2025 mencapai 4,05 juta jiwa, naik dari 3,77 juta jiwa pada Sensus Penduduk 2020. 

"Laju pertumbuhan penduduk Kalimantan Timur mengalami perlambatan menjadi 1,52 persen per tahun dalam 5 tahun terakhir," ujarnya dalam keterangan resmi.

​Dari struktur usia, Kaltim masih menikmati bonus demografi dengan proporsi usia produktif (15–64 tahun) sebesar 71,33%. Dampaknya, rasio ketergantungan turun menjadi 40,19, yang berarti setiap 100 penduduk produktif menanggung sekitar 40 orang nonproduktif. Generasi Z menjadi kelompok terbesar dengan porsi 27,10%, disusul Milenial sebesar 26,24%.

​Berdasarkan gender, rasio jenis kelamin Kaltim berada di angka 107, menandakan jumlah laki-laki lebih banyak daripada perempuan di seluruh kabupaten/kota. Ketimpangan paling mencolok terjadi di Kutai Timur (115) dan Berau (113).

​Sementara itu, Angka Kelahiran Total (TFR) Kaltim pada 2025 turun menjadi 2,09. Angka ini berada di bawah replacement level (2,10), mengindikasikan rata-rata perempuan melahirkan lebih sedikit anak daripada yang dibutuhkan untuk mempertahankan jumlah penduduk alami.

Kota Samarinda mencatatkan TFR terendah (1,98), sedangkan Mahakam Ulu tertinggi (2,31).

​Di sektor mortalitas, terjadi perbaikan signifikan. Angka Kematian Bayi (IMR) turun menjadi 13,47 per 1.000 kelahiran hidup, dengan Balikpapan sebagai daerah terendah (10.55) dan Mahakam Ulu tertinggi (15,90).

​Sebagai provinsi tujuan migrasi, SUPAS 2025 mencatat bahwa 29 dari 100 penduduk Kaltim lahir di luar daerah. Kota Bontang (47,02%) dan Kutai Timur (46,82%) menjadi magnet migrasi seumur hidup terkuat.

Menariknya, Balikpapan dan Samarinda justru mencatat migrasi risen neto negatif. Sebaliknya, Penajam Paser Utara mencatatkan migrasi risen neto tertinggi kedua sebesar +3,18%, mengonfirmasi bahwa daya tarik Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara mulai berdampak pada mobilitas penduduk sekitar. (Rein/daa) 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0