Respons Aspirasi Publik, Perpustakaan Provinsi Kaltim Buka Hingga Malam dan Akhir Pekan

Oct 6, 2026
Respons Aspirasi Publik, Perpustakaan Provinsi Kaltim Buka Hingga Malam dan Akhir Pekan
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltim, Lisa Hasliana (Pemprov Kaltim)

KARTANEWS.COM, KALTIM — Masyarakat Kalimantan Timur kini tak perlu lagi bingung mencari waktu luang di siang hari hanya untuk berkunjung ke perpustakaan. Terhitung mulai 5 Oktober 2026, Perpustakaan Provinsi Kaltim resmi memperpanjang durasi operasionalnya hingga malam hari serta memfasilitasi pengunjung pada akhir pekan.

Melalui jadwal teranyar ini, perpustakaan melayani pemustaka setiap Senin hingga Kamis mulai pukul 07.30 hingga 20.00 WITA. Sementara untuk hari Jumat dan Sabtu, layanan dibuka sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WITA.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltim, Lisa Hasliana, menjelaskan bahwa penyesuaian jam kerja ini diluncurkan guna merespons tingginya aspirasi publik yang mendambakan akses layanan literasi lebih fleksibel.

"Kami berharap penerapan waktu operasional baru ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan perpustakaan. Perpustakaan jangan hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga rumah untuk berkarya bagi masyarakat," ujar Lisa sebagaimana dikutip dari siaran pers resminya, Selasa (6/10/2026).

Guna memanjakan para pengunjung, beragam sarana modern telah disiagakan di area perpustakaan. Mulai dari area co-working space, ruang diskusi, zona lesehan yang nyaman, hingga jejaring perpustakaan digital yang disokong koneksi Wi-Fi kencang berkecepatan 100 Mbps. Khusus di hari Jumat dan Sabtu, pengunjung juga dapat menikmati program library tour.

Pengayaan literatur pun terus digenjot secara berkala. Memasuki tahun 2026 saja, DPK Kaltim tercatat telah memperkaya koleksinya dengan menambah 338 eksemplar dari 199 judul buku baru.
Lebih dari sekadar tempat menyimpan buku, DPK Kaltim membuka pintu selebar-lebarnya bagi wadah komunitas maupun pegiat literasi yang hendak menyelenggarakan pelbagai agenda kreatif.

"Sekarang zamannya perpustakaan bertransformasi menjadi inklusi sosial. Ruangan dapat dimanfaatkan untuk bekerja, diskusi, mengerjakan tugas, dan aktivitas lainnya," tutur Lisa menambahkan.

Dengan deretan fasilitas mumpuni dan jam buka yang lebih longgar, perpustakaan kini bertransformasi menjadi alternatif tempat nongkrong yang produktif. Daripada sekadar menghabiskan waktu di kafe atau pusat perbelanjaan, mengalihkan aktivitas ke perpustakaan bisa menjadi pilihan segar untuk membaca, menuntaskan pekerjaan, atau memantik ide-ide baru. (Rein)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Redaksi Kartanews

Lebih dari sekadar informasi. Kartanews menghadirkan fakta yang akurat, perspektif yang cerdas, dan berita yang berdampak.