Atasi Kelangkaan Benih, DTPHP Berau Siapkan Padi IR 64 untuk Musim Tanam III

Oct 6, 2026
Atasi Kelangkaan Benih, DTPHP Berau Siapkan Padi IR 64 untuk Musim Tanam III
lahan padi di Kabupaten Berau (istimewa)

KARTANEWS.COM, BERAU — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau terus memacu produksi benih padi lokal guna memperkokoh ketahanan sektor pertanian serta menjamin ketersediaan pasokan bagi para petani daerah.

Melalui UPTD Balai Benih Padi dan Hortikultura (BBPH) Berau, langkah konkret tersebut diwujudkan lewat panen padi varietas IR 64 di atas lahan seluas satu hektare yang berlokasi di Kampung Sei Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung. Seluruh hasil panen ini diproyeksikan sebagai benih berlabel putih untuk menyokong kebutuhan tanam mendatang.

Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, menjelaskan bahwa langkah pembenihan secara mandiri di lahan BBPH ini menjadi solusi strategis dalam mengatasi kendala kelangkaan benih yang kerap dialami para petani. Varietas IR 64 dipilih lantaran daya adaptasinya yang ampuh serta tingkat peminatannya yang masih sangat tinggi.

"IR 64 masih menjadi salah satu varietas yang banyak diminati petani. Usia panennya sekitar 110 sampai 120 hari dan pertumbuhannya juga cukup baik di lahan BBPH," ungkap Lita, Senin (5/10/2026)

Hasil pembenihan ini disiapkannya untuk menyambut Musim Tanam III (MT III) yang diprediksi bergulir pada kisaran November hingga Desember 2026.

"Kami menyiapkan hasil panen ini untuk mendukung kebutuhan benih pada MT III. Harapannya, petani bisa mendapatkan benih berkualitas tanpa terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah," lanjutnya.

Lebih jauh, Lita menegaskan pentingnya pemanfaatan dan perluasan kawasan BBPH secara maksimal. Menurutnya, optimalisasi tata kelola lahan pembenihan akan berbanding lurus dengan peningkatan volume produksi benih lokal di Kabupaten Berau.

"Kami juga mendorong agar pengelolaan lahan BBPH terus dikembangkan. Dengan optimalisasi lahan, kapasitas produksi benih bisa meningkat sehingga semakin banyak kebutuhan petani yang dapat dipenuhi dari produksi daerah sendiri," terangnya.

Pasokan benih yang bersumber dari dalam daerah dinilai bakal mempermudah aksesibilitas para petani saat memasuki masa bercocok tanam. Di samping efisiensi jarak dan waktu, kemandirian benih ini menjadi pijakan vital demi menjaga keberlanjutan tradisi budidaya padi lokal.

"Dengan adanya produksi benih di daerah, kita berharap kebutuhan petani bisa lebih mudah dipenuhi dan persiapan musim tanam dapat berjalan lebih baik," tambahnya.

Melalui komitmen ini, DTPHP Berau optimistis dapat menjaga kestabilan stok benih sekaligus mendorong penguatan sektor pertanian daerah secara berkelanjutan dari waktu ke waktu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Redaksi Kartanews

Lebih dari sekadar informasi. Kartanews menghadirkan fakta yang akurat, perspektif yang cerdas, dan berita yang berdampak.