Harga CPO dan Karnel Melesu, Tarif TBS Sawit Kaltim di Oktober Ikut Terkoreksi

Oct 17, 2026
Harga CPO dan Karnel Melesu, Tarif TBS Sawit Kaltim di Oktober Ikut Terkoreksi
foto Ilustrasi

KARTANEWS.COM, KALTIM — Tren stabil pada komoditas kelapa sawit di Kalimantan Timur terhenti. Memasuki paruh pertama Oktober 2026 (periode 1–15 Oktober), nilai jual Tandan Buah Segar (TBS) di berbagai kabupaten/kota se-Kaltim terkonfirmasi merosot.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Arief Murdiyatno, mengonfirmasi bahwa pemicu utama koreksi harga ini adalah melesunya harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) serta inti sawit (kernel) di tingkatan produsen yang menjadi acuan penetapan.

“Kondisi ini secara otomatis mengoreksi nilai tawar TBS yang diterima oleh para pekebun di wilayah Kaltim,” ungkap Arief lewat pernyataan tertulisnya, Jumat (16/10/2026).

Sepanjang periode penentuan tersebut, rata-rata harga CPO tertimbang dipatok sebesar Rp15.218,80 per kilogram. Di sisi lain, komoditas kernel bertengger di kisaran Rp12.935,46 per kilogram.

Rincian Harga TBS Berdasarkan Usia Tanam

Penetapan tarif TBS di tingkat daerah disesuaikan berdasarkan kelompok usia produktif tanaman. Berikut Rincian Patokan Harga Terbaru:

 * Tanaman Muda (Umur 3–6 Tahun):

   * Usia 3 tahun: Rp3.110,61 / kg

   * Usia 4 tahun: Rp3.209,80 / kg

   * Usia 5 tahun: Rp3.298,74 / kg

   * Usia 6 tahun: Rp3.370,97 / kg

 * Tanaman Dewasa (Umur 7–9 Tahun):

   * Usia 7 tahun: Rp3.419,58 / kg

   * Usia 8 tahun: Rp3.474,78 / kg

   * Usia 9 tahun: Rp3.517,41 / kg

 * Puncak Produktivitas (Umur 10–20 Tahun):

   * Membukukan angka tertinggi, yakni Rp3.542,60 / kg.

 * Tanaman Tua (Umur 21–25 Tahun):

   * Usia 21 tahun: Rp3.490,80 / kg

   * Usia 22 tahun: Rp3.420,19 / kg

   * Usia 23 tahun: Rp3.343,95 / kg

   * Usia 24 tahun: Rp3.305,93 / kg

   * Usia 25 tahun: Rp3.274,70 / kg

Dorong Penguatan Kemitraan Petani-PKS

Arief mengimbau agar tabel acuan tersebut dipatuhi sebagai patokan transaksi resmi antara petani khususnya kelompok tani plasma dengan pengelola Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang terikat kerja sama di Kaltim.

Sinergi yang erat antara pekebun dan korporasi dinilai menjadi kunci utama untuk meredam gejolak harga serta menutup ruang gerak perantara liar.

“Melalui ikatan kemitraan yang transparan dan kokoh, kepastian harga bagi petani dapat lebih terjamin dari permainan spekulan,” pungkasnya.

Pemerintah daerah berharap, fluktuasi ini dapat segera teratasi sehingga grafik harga TBS kembali terangkat demi menopang tingkat kesejahteraan petani sekaligus menggerakkan roda ekonomi Benua Etam. (Rein) 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Redaksi Kartanews

Lebih dari sekadar informasi. Kartanews menghadirkan fakta yang akurat, perspektif yang cerdas, dan berita yang berdampak.