Rita Widyasari Soroti Kebakaran Berulang di Kukar, Dorong Edukasi Warga dan Bantuan Korban

Oct 15, 2026
Rita Widyasari Soroti Kebakaran Berulang di Kukar, Dorong Edukasi Warga dan Bantuan Korban
Rita Widyasari Tokoh Masyarakat Kutai Kartanegara (Dok: Irla/KN)

KARTANEWS.COM, KUTAI KARTANEGARA – Tokoh masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) yang juga mantan Bupati Kukar, Rita Widyasari, meberikan atensi serius atas maraknya kebakaran permukiman yang terjadi di sejumlah wilayah Kukar dalam beberapa bulan terakhir. Ia mendorong pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi total dan meningkatkan edukasi pencegahan kebakaran. 

Selain itu, kata dia, bantuan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal perlu disalurkan secepat mungkin. Rita mengaku prihatin atas kejadian berulang yang tidak hanya mengakibatkan kerugian material, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga terdampak.

“Saya sedih dan berduka sedalam-dalamnya. Selama beberapa bulan ini, saya melihat kebakaran terjadi di Mangkuraja, Kemang Baru, Patin, Danau Aji, kemudian di sini,” ujar Rita di Tenggarong, Rabu (14/10/2026) 

Menurutnya, kebakaran yang berulang di kawasan permukiman padat perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia menduga kondisi musim kemarau turut menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi, meskipun penyebab setiap kejadian tetap harus dipastikan melalui pemeriksaan pihak berwenang.

Rita menilai, upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan petugas pemadam kebakaran. Masyarakat juga perlu memiliki kesiapsiagaan mandiri, terutama di kawasan padat penduduk yang berisiko mengalami kebakaran dan menghadapi keterbatasan akses sumber air.

Ia mengusulkan gerakan sederhana di tingkat rumah tangga dan rukun tetangga (RT), seperti menyediakan ember berukuran besar serta karung yang dapat digunakan untuk membantu penanganan awal kebakaran sesuai kondisi dan tingkat keamanannya.

“Harapan saya, setiap rumah saat musim kemarau ini memiliki satu ember besar dan karung. Setiap RT juga harus bergerak, terutama di kawasan permukiman padat,” katanya.

Selain kesiapsiagaan warga, Rita mengingatkan pentingnya pemeriksaan rutin terhadap peralatan rumah tangga yang berpotensi memicu kebakaran.

Ia meminta masyarakat memastikan kompor dalam kondisi aman, memeriksa kebocoran gas menggunakan air sabun, serta memperhatikan kondisi selang dan sambungan gas.

Instalasi listrik juga menjadi perhatian. Menurutnya, masyarakat perlu menghindari penggunaan stopkontak secara berlebihan, mematikan perangkat yang tidak digunakan, serta memastikan instalasi listrik diperiksa secara berkala oleh tenaga yang kompeten.

Rita juga mengimbau masyarakat agar tidak hanya menjadi penonton ketika kebakaran terjadi. Warga diharapkan memberikan bantuan sesuai kemampuan dan situasi yang aman, tanpa mengabaikan keselamatan diri maupun menghambat akses petugas pemadam kebakaran.

“Harapan saya, sebelum pemadam kebakaran datang, masyarakat sudah bisa bergerak secara mandiri. Bukan hanya menonton, merekam video, atau membuat konten, tetapi ikut membantu sesuai kemampuan,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengakui penanganan kebakaran di sejumlah kawasan dapat terkendala oleh jauhnya sumber air. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah mengevaluasi kesiapan sarana dan prasarana pemadam kebakaran, termasuk ketersediaan armada dan dukungan air untuk menjangkau kawasan permukiman padat.

Dorong Anggaran Bantuan Rumah bagi Korban

Di samping pencegahan, Rita menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam membantu warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.

Dirinya meminta pemerintah daerah bersama DPRD Kukar memberikan perhatian terhadap penganggaran bantuan bagi korban, dengan proses pencairan yang tidak berbelit-belit.

Ia mengenang kebijakan pada masa kepemimpinannya sebagai Bupati Kukar, ketika bantuan untuk warga terdampak kebakaran diberikan dengan nilai minimal Rp50 juta per rumah, sebagaimana yang ia sampaikan dalam wawancara tersebut.

“Saya berharap ke depan dianggarkan. Pencairannya juga jangan sulit, karena kita sedang memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, yaitu sandang, pangan, dan papan. Kalau papan tidak ada, bagaimana masyarakat bisa hidup?” ungkapnya.

Menurut Rita, kehilangan rumah akibat kebakaran merupakan pukulan berat bagi keluarga karena bukan hanya kehilangan bangunan, tetapi juga harta benda dan hasil kerja keras yang dikumpulkan selama bertahun-tahun.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat menyusun kebijakan bantuan yang responsif terhadap kebutuhan korban, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan mekanisme penganggaran yang berlaku.

Sampaikan Duka kepada Keluarga Korban

Dalam kesempatan tersebut, Rita turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dalam peristiwa kebakaran tersebut. 

Rita mengungkapkan bahwa korban meninggal dunia memiliki hubungan personal dengannya karena merupakan nenek dari salah seorang gurunya ketika masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Saya berduka sedalam-dalamnya. Kebetulan yang meninggal ini nenek dari guru saya waktu SD. Saya mengenal beliau dengan baik,” tuturnya.

Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.

Dia menegaskan bahwa rangkaian kebakaran yang terjadi di Kukar harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah, DPRD, petugas terkait, dan masyarakat untuk memperkuat langkah pencegahan serta kesiapsiagaan bersama.

Menurutnya, penanganan kebakaran tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan setelah musibah terjadi. Evaluasi sistem pencegahan, edukasi masyarakat, kesiapan sarana pemadam, dan mekanisme pemulihan bagi korban perlu berjalan beriringan agar kejadian serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang. (IRLA/ERNI)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0