Janji Pemadaman Bergilir Berakhir Belum Terwujud, PLN Kaltim-Kaltara Minta Masyarakat Bersabar

Oct 17, 2026
Janji Pemadaman Bergilir Berakhir Belum Terwujud, PLN Kaltim-Kaltara Minta Masyarakat Bersabar
General Manager PLN Kaltim dan Kaltara, M. Choliq Fadli (Dok: Irla)

KARTANEWS.COM, SAMARINDA – Janji PT PLN untuk mengakhiri pemadaman listrik bergilir belum sepenuhnya terealisasi. General Manager PT PLN Kaltim- Kaltara, M. Chaliq Fadli, mengakui pemadaman masih terjadi akibat pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Balikpapan serta gangguan pada salah satu pembangkit listrik swasta di Kalimantan Timur.

Sementara itu, Warga Kaltim-Kaltara harus menghadapi ketidakpastian pasokan listrik tanpa kepastian waktu penghentian pemadaman secara menyeluruh.

Pernyataan tersebut disampaikan Chaliq saat menanggapi pertanyaan mengenai realisasi komitmen yang sebelumnya ia sampaikan dalam kegiatan reses bersama Yulianus Henock Sumual pada 24 Juli 2026. Dalam kesempatan itu, Chaliq disebut pernah menyatakan bahwa pemadaman bergilir tidak akan terjadi lagi.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa pemadaman masih dirasakan masyarakat. Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan sistem kelistrikan PLN dalam menjamin pasokan listrik yang andal, terutama ketika kebutuhan listrik meningkat.

“Jadi, memang pemadaman saat ini terkait dengan kondisi pemeliharaan PLTU di Balikpapan. Kemudian, dengan masih adanya gangguan di salah satu PLTU swasta yang ada di Kalimantan Timur ini,” ujar Chaliq.

Ia mengatakan PLN tengah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut. Selain penanganan gangguan pembangkit, PLN juga melakukan penambahan kapasitas pembangkit untuk memperkuat pasokan listrik pada sistem interkoneksi Kalimantan.

Menurut Chaliq, kapasitas pembangkit sebesar 158 megawatt (MW) sedang ditambahkan untuk memperkuat sistem kelistrikan. Namun, ia belum memberikan kepastian mengenai kapan seluruh persoalan pasokan listrik dapat dituntaskan sehingga pemadaman tidak lagi terjadi.

Beban Tinggi Masih Berpotensi Picu Pemadaman

Chaliq mengklaim frekuensi pemadaman saat ini telah jauh berkurang dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, ia mengakui pemadaman masih berpotensi terjadi, khususnya ketika beban listrik meningkat.

“Tidak tiap hari masyarakat itu mengalami pemadaman. Saat ini mungkin sudah jauh berkurang intervalnya, tapi sesekali ketika beban tinggi itu masyarakat mungkin akan merasakan pemadaman,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa berkurangnya frekuensi pemadaman belum berarti persoalan pasokan listrik telah selesai. Selama gangguan pembangkit dan keterbatasan pasokan masih berpotensi memengaruhi sistem, masyarakat tetap menghadapi risiko terputusnya aliran listrik.

Bagi rumah tangga, pelaku usaha, hingga sektor pelayanan publik, pemadaman bukan sekadar persoalan teknis. Gangguan listrik dapat menghambat aktivitas ekonomi, mengganggu produktivitas, serta menambah beban masyarakat yang bergantung pada pasokan listrik secara berkelanjutan.

Karena itu, penjelasan mengenai kendala teknis perlu disertai informasi yang terukur mengenai langkah penanganan, perkembangan pembangunan pembangkit, dan target penyelesaian yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

PLN Belum Pastikan Waktu Pemadaman Berakhir

Ketika ditanya sampai kapan masyarakat masih harus menghadapi pemadaman, Chaliq menyatakan proses penanganan dan pembangunan pembangkit masih berlangsung. Ia berharap pekerjaan tersebut dapat diselesaikan secepatnya, tetapi tidak menyebutkan tanggal atau tenggat waktu yang pasti.

“Kami masih ada mungkin masyarakat yang mengalami pemadaman saat ini, mohon bersabar dulu, tapi kami berusaha bertahap menguranginya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa PLN menargetkan interval pemadaman semakin panjang secara bertahap. Chaliq mencontohkan, jika masyarakat saat ini mengalami pemadaman sekali dalam seminggu, ke depan frekuensinya diharapkan berkurang menjadi sekali dalam dua minggu, kemudian tiga minggu, hingga akhirnya tidak terjadi pemadaman lagi.

Meski demikian, skema tersebut masih berupa harapan mengenai penurunan frekuensi pemadaman, bukan kepastian jadwal berakhirnya gangguan. Tanpa target waktu yang jelas dan indikator keberhasilan yang terukur, masyarakat belum memiliki pegangan untuk mengetahui kapan keandalan pasokan listrik benar-benar pulih. (IRLA/ERNI)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0