Gerakan Rakyat Kaltim Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Loa Ipuh Tenggarong, Rita Widyasari Turut Hadir

Oct 15, 2026
Gerakan Rakyat Kaltim Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Loa Ipuh Tenggarong, Rita Widyasari Turut Hadir
Gerakan Rakyat Kaltim Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Tenggarong (Dok: Irla)

KARTANEWS.COM, KUKAR- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Rakyat Kalimantan Timur bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kutai Kartanegara (Kukar)menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak kebakaran permukiman di Loa Ipuh,Tenggarong, pada Rabu (14/10/2026). Kegiatan kemanusiaan tersebut turut dihadiri mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari, yang hadir sebagai salah satu tokoh masyarakat Tenggarong.

Ketua DPW Gerakan Rakyat Kaltim, Andi Nasir, mengatakan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial yang telah disiapkan organisasinya. Dalam pelaksanaannya, DPW Gerakan Rakyat Kaltim berkolaborasi dengan DPD Gerakan Rakyat Kutai Kartanegara untuk membantu warga yang terdampak musibah kebakaran.

“Ini merupakan salah satu dari sekian banyak kegiatan yang kami siapkan, yaitu bantuan sosial untuk bencana atau musibah kebakaran di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Andi Nasir saat ditemui di lokasi penyaluran bantuan.

Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap warga yang sedang menghadapi situasi sulit pascakebakaran. Meski diberikan sesuai kemampuan organisasi, pihaknya berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak.

Adapun bantuan yang diserahkan meliputi air minum dalam kemasan, pakaian baru untuk kebutuhan sehari-hari, serta pakaian bekas layak pakai. Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pengurus Gerakan Rakyat dari tingkat provinsi dan kabupaten/kota, termasuk Ketua DPD Gerakan Rakyat Samarinda serta Ketua DPD Gerakan Rakyat Kutai Kartanegara, Ambo Ase.

Sementara itu, Ketua RT 61, Muhammad Akhiar, menjelaskan bahwa kebakaran tersebut diduga bermula akibat korsleting listrik. Berdasarkan keterangannya, api mulai muncul sekitar pukul 23.45 Wita atau menjelang tengah malam.

Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 11 kepala keluarga (KK), termasuk pemilik rumah, tercatat terdampak. Muhammad Akhiar menyebutkan, jumlah warga yang terdampak mencapai 43 orang. Dalam musibah itu, dua anak berusia empat dan tujuh tahun dilaporkan meninggal dunia.

“Pada awal mulanya, sekitar pukul 11.45 malam atau menjelang pukul 12, api sudah mulai muncul. Dugaan awalnya karena korsleting listrik,” ungkap Muhammad Akhiar.

Pasca-kebakaran, warga bersama pengurus lingkungan berencana meningkatkan langkah pengamanan melalui kegiatan ronda. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari antisipasi untuk menjaga keamanan lingkungan setelah musibah terjadi.

Muhammad Akhiar juga menyampaikan bahwa warga terdampak masih membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Menurutnya, bantuan berupa sembako menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diprioritaskan, sementara bantuan pakaian bekas tidak terlalu dibutuhkan.

Kegiatan bakti sosial DPW Gerakan Rakyat Kaltim bersama jajaran DPD tersebut menjadi bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. Dukungan berupa bantuan kebutuhan pokok diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan pascakebakaran. (IRLA/ERNI)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0