<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
<title>Kartanews &#45; : Politik</title>
<link>https://kartanews.com/rss/category/politik</link>
<description>Kartanews &#45; : Politik</description>
<dc:language>en</dc:language>
<dc:rights>@PT Digitalindo Media Utama &#45; kartanews.com</dc:rights>

<item>
<title>Warga  RT 2 di Jalan Singkuang Protes, Tak Bisa Memilih Ketua RT Meski Bawa KTP Asli Domisili</title>
<link>https://kartanews.com/warga-rt-2-di-jalan-singkuang-protes-tak-bisa-memilih-ketua-rt-meski-bawa-ktp-asli-domisili</link>
<guid>https://kartanews.com/warga-rt-2-di-jalan-singkuang-protes-tak-bisa-memilih-ketua-rt-meski-bawa-ktp-asli-domisili</guid>
<description><![CDATA[ BERAU – Sejumlah warga di  Rt 02 Jalan Singkuang, Kelurahan Gunung Panjang, melayangkan protes kepada Panitia Pelaksana Pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) di Gang Salak. Mereka kecewa karena tidak diperbolehkan menggunakan hak suaranya dalam pemilihan tersebut. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202607/image_870x580_6a55e639631ce.jpg" length="92175" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Jul 2026 15:33:43 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>​KARTANEWS.COM, BERAU</b><span;> – Sejumlah warga di Jalan Singkuang, Rt 2, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamtan Tanjung Redeb, melayangkan protes kepada Panitia Pelaksana Pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) di Gang Salak. Mereka kecewa karena tidak diperbolehkan menggunakan hak suaranya dalam pemilihan tersebut. </span;><br><br><span;>​Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, warga dilarang memilih lantaran hanya membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai bukti domisili. Sementara itu, panitia menerapkan aturan khusus bahwa pemilih wajib memiliki tempat tinggal fisik (menetap) di wilayah RT tersebut. </span;><br><br><span;>​"Kami bingung, pemilihan ini sistemnya seperti apa? Bukti KTP asli saja tidak bisa digunakan. Panitia membuat aturan sendiri seperti itu," keluh salah satu warga tidk bisa memilih dilokasi (14/7/2026). </span;><br><br><span;>​Warga menuturkan bahwa aturan ketat tersebut dirumuskan oleh panitia pemilihan dan telah disetujui oleh Lurah setempat. Langkah ini diambil penyelenggara dengan tujuan mencegah praktik tidak adil atau mobilisasi massa dari luar wilayah dalam pemilihan Ketua RT. </span;><br><br><span;>​Namun, warga menyayangkan minimnya sosialisasi terkait aturan baru tersebut. Sehingg banyak yang tidak memiliki kesempatan karena terganjal aturan yang dinilai tak memilik dasar hukum yang jelas. </span;><br><br><span;>​"Katanya ada tata tertib (tatib) pemilihan, tetapi kenapa tidak disampaikan jauh-jauh hari? Kami sudah telanjur datang ke lokasi, lalu diperiksa petugas dan ternyata tidak diperbolehkan memilih," ungkap warga dengan nada kecewa. </span;><br><br><span;>​Menanggapi protes tersebut, pihak panitia menjelaskan bahwa setiap RT memiliki karakteristik unik dan diberikan kewenangan mandiri untuk menyusun tata tertib pemilihan, selama disetujui oleh pimpinan wilayah (Lurah). </span;><br><br><span;>​"Aturan ini berbeda-beda karena setiap RT punya kebijakan masing-masing. Yang terpenting, panitia sepakat dan Lurah menyetujui," jelas perwakilan panitia. </span;><br><br><span;>​Ia juga membeberkan alasan di balik lahirnya tata tertib ketat tersebut. Tak lain hanya untuk memberikan kesempatan yang sama bagi para calon agar mampu berkompetusi secara sehat. </span;><br><br><span;>​"Apa penyebabnya sampai dibuat tatib seperti itu? Karena kami ingin menjaga netralitas. Kami netral terhadap kedua calon. Biarlah mereka berkompetisi secara sehat," pungkasnya. </span;><br><br><span;>​Melalui aturan yang dinilai transparan ini, panitia berharap Ketua RT yang terpilih nantinya adalah sosok yang benar-benar dikenal baik dan diakui oleh warga yang sehari-hari memang menetap di lingkungan tersebut. (Tim)</span;><br><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260714_152148_299.sdocx--></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Helmi Abdullah Ungkap Pesan Prabowo: &amp;quot;Panglima Perang Gerindra Wajib Siap Maju Jadi Kepala Daerah&amp;quot;</title>
<link>https://kartanews.com/helmi-abdullah-ungkap-pesan-prabowo-panglima-perang-gerindra-wajib-siap-maju-jadi-kepala-daerah</link>
<guid>https://kartanews.com/helmi-abdullah-ungkap-pesan-prabowo-panglima-perang-gerindra-wajib-siap-maju-jadi-kepala-daerah</guid>
<description><![CDATA[ SAMARINDA – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menegaskan bahwa fokus utama partainya saat ini adalah memperkuat infrastruktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput, sekaligus memastikan kader Gerindra mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202607/image_870x580_6a510a6b0b873.jpg" length="75536" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Jul 2026 23:11:29 +0800</pubDate>
<dc:creator>Irla Hadratan Iman</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">KARTANEWS.COM, SAMARINDA –</span></span></span></span></span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menegaskan bahwa fokus utama partainya saat ini adalah memperkuat infrastruktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput, sekaligus memastikan kader Gerindra mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Menurutnya, penguatan struktur partai menjadi langkah strategis untuk menyerap aspirasi warga sekaligus mempersiapkan berbagai agenda politik di masa mendatang, termasuk menghadapi kontestasi pemilihan kepala daerah.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Helmi yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Samarinda mengatakan, arah perjuangan kader Gerindra di seluruh Indonesia telah ditegaskan langsung oleh Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam berbagai kesempatan, Prabowo menyebut para ketua DPC sebagai "panglima perang" yang memiliki tanggung jawab besar membangun daerah masing-masing.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Pak Prabowo selalu menyampaikan kepada kami bahwa ketua-ketua di daerah adalah panglima perang. Sebagai panglima perang, kami wajib mendukung pembangunan daerah kami berada. Kehadiran Gerindra harus benar-benar memberikan manfaat bagi,” ujar Helmi saat diwawancarai.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Ia menjelaskan, amanat tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kesiapan menghadapi agenda politik, tetapi juga menjadi tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat ketika menghadapi berbagai persoalan. Menurutnya, kader Gerindra harus menjadi pihak pertama yang turun mendengar keluhan warga dan memperjuangkan aspirasi melalui jalur masyarakat politik maupun kebijakan.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Ketika ada aspirasi masyarakat yang harus diperjuangkan, kami juga diminta bergerak cepat. Itu menjadi pesan yang selalu ditekankan oleh Ketua Umum kepada seluruh kader di daerah,” katanya.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Helmi menambahkan, Prabowo juga memberikan arahan bahwa setiap panglima perang di daerah harus memiliki kesiapan apabila mendapatkan amanah untuk maju dalam pemilihan kepala daerah. Menurutnya, Ketua Umum Gerindra telah menyampaikan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh kepada kader-kader terbaik yang dipercaya masyarakat yang memimpin daerahnya.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Dia menyampaikan bahwa panglima-panglima perang di daerah wajib siap maju ketika dibutuhkan. Ia juga menegaskan akan berada di belakang kader-kadernya untuk mendukung bagaimana memperluas daerah masing-masing jika diberikan amanah menjadi kepala daerah.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Meski demikian, Helmi menegaskan bahwa saat ini dirinya lebih mengutamakan pembenahan internal organisasi dibandingkan berbicara mengenai pencalonan dalam Pilkada. Menurutnya, landasan organisasi yang kuat akan menjadi modal utama bagi Gerindra dalam memberikan pelayanan politik kepada masyarakat.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Dia membeberkan, proses konsolidasi organisasi terus dilakukan mulai dari tingkat DPC, pengurus kecamatan, kelurahan hingga anak mengomel di tingkat Rukun Tetangga (RT). Pembenahan tersebut dilakukan agar seluruh wilayah di Kota Samarinda memiliki representasi kader Gerindra.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">"Hari ini fokus kami adalah pembenahan infrastruktur partai. Kami memiliki kepengurusan mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan hingga RT. Saat ini yang sedang kami sempurnakan adalah kepengurusan di tingkat RT agar seluruh wilayah memiliki perwakilan Gerindra," jelasnya.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Menurut Helmi, Kota Samarinda memiliki sebanyak 1.971 RT. Seluruh RT tersebut dimaksudkan untuk memiliki pengurus anak mengomel sebagai ujung tombak partai dalam berinteraksi langsung dengan masyarakat.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">"Kami ingin seluruh 1.971 RT di Kota Samarinda memiliki perwakilan anak-anak gerindra yang mengomel. Dengan begitu komunikasi antara masyarakat dengan partai akan semakin dekat dan berbagai persoalan warga dapat diketahui lebih cepat," katanya.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Ia menilai keberadaan pengurus hingga tingkat RT bukan sekadar memperkuat mesin partai, melainkan menjadi sarana untuk mendengarkan kebutuhan riil masyarakat. Oleh karena itu, setiap proses pembentukan kepengurusan selalu dilakukan dengan kegiatan turun langsung ke lapangan.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Menurut Helmi, berbagai masukan yang diperoleh dari masyarakat nantinya akan menjadi bahan penyusunan program-program prioritas yang benar-benar sesuai kebutuhan warga Kota Samarinda.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Dari proses pembenahan organisasi ini kami juga turun langsung ke masyarakat untuk menyerap aspirasi. Kami ingin mendengar apa saja yang menjadi harapan masyarakat, persoalan yang mereka hadapi, hingga program apa yang mereka inginkan ke depan,” tuturnya.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Seluruh aspirasi tersebut, lanjut Helmi, akan dikaji dan dirumuskan menjadi berbagai program unggulan suatu saat dia memperoleh amanah yang lebih besar dalam memimpin Kota Samarinda.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Nanti semua masukan masyarakat itu akan kami olah menjadi program-program unggulan apabila ke depan ada kesempatan dan amanah untuk maju sebagai Wali Kota Samarinda. Program yang disusun harus lahir dari kebutuhan masyarakat, bukan sekedar keinginan partai,” tegasnya.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Di sisi lain, Helmi juga memberikan apresiasi terhadap sejumlah program pembangunan yang saat ini dijalankan Pemerintah Kota Samarinda di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun. Menurutnya, berbagai kebijakan yang telah memberikan dampak positif bagi masyarakat layak untuk dipertahankan dan dilanjutkan.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Salah satu program yang dinilai mendapat respon positif dari masyarakat adalah Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya). Program tersebut dinilai mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan lingkungan sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan di tingkat kelurahan dan RT.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Program-program Pak Andi Harun hari ini mendapatkan respon yang cukup baik dari masyarakat.Terutama Probebaya, saya melihat masyarakat memberikan penilaian yang positif terhadap program tersebut,” ujarnya.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Helmi menegaskan dirinya tidak memiliki keraguan untuk melanjutkan maupun mengadopsi berbagai kebijakan yang telah terbukti memberikan manfaat bagi masyarakat apabila nantinya mendapatkan amanah memimpin Kota Samarinda. </span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Saya tidak akan malu untuk mencontohkan program yang memang terbukti baik. Program yang memberikan manfaat bagi masyarakat tentu harus dilanjutkan. Yang baik tidak perlu dihentikan, tetapi harus dikembangkan agar manfaatnya semakin besar bagi warga Kota Samarinda,” tutupnya. <strong>(IRLA/daa)</strong></span></span></span></span></span></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mantan Bupati Kukar Rita Widyasari Kembali Ke Kukar</title>
<link>https://kartanews.com/mantan-bupati-kukar-rita-widyasari-kembali-ke-kukar</link>
<guid>https://kartanews.com/mantan-bupati-kukar-rita-widyasari-kembali-ke-kukar</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2d042e8afde.jpg" length="104282" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Jun 2026 15:20:29 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU </strong>– Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari, akhirnya resmi kembali ke kampung halamannya di Kota Tenggarong. Kepulangan figur yang akrab disapa "Bunda Rita" ini terjadi setelah dirinya dinyatakan bebas usai menjalani masa hukuman kurang lebih 10 tahun penjara terkait kasus hukum yang menjeratnya pada tahun 2017 silam.</p>
<p>​Kembalinya mantan orang nomor satu di Kukar ini ke "Kota Raja" disambut antusias oleh warga setempat. Momen ini diakui Rita sangat mengharukan dan sama sekali di luar ekspektasinya. Ia mengaku sangat merindukan atmosfer Kota Tenggarong yang telah lama ditinggalkannya.</p>
<p>​Menariknya, Rita sempat mencoba menghindari perhatian publik saat tiba di bandara dengan menyamar menggunakan masker. Namun, upayanya tersebut gagal karena warga tetap mengenali dirinya. Sejumlah pengendara motor bahkan langsung berinisiatif memberikan pengawalan ketat hingga ia tiba di kediaman.</p>
<p>​“Ini terharu ya Allah. Tadi pas melewati jembatan, waktu turun dari pesawat saya sebenarnya nyamar pakai masker biar enggak kelihatan orang. Eh, tahunya ada motor-motor ikut mengawal sampai ke sini. Alhamdulillah disambut luar biasa, tidak terbayangkan,” ujar Rita emosional.</p>
<p>Satu dekade terpisah dari dunia luar menyisakan duka mendalam bagi Rita. Ia mengaku baru mengetahui kabar meninggalnya beberapa paman dan bibinya sesaat setelah mendarat di bandara. Oleh karena itu, fokus utamanya saat ini adalah beristirahat dan merajut kembali tali silaturahmi keluarga yang sempat terputus.</p>
<p>"Bulan Juli nanti kan ada haul almarhum bapak saya, Syaukani HR. Saya mau ziarah ke kuburan bapak, adik, dan keluarga. Banyak hubungan keluarga yang terputus selama hampir sepuluh tahun ini, saya bahkan baru tahu tadi di bandara kalau beberapa om dan tante saya sudah meninggal,” ungkapnya.</p>
<p>Kendati demikian, ia menampilkan bahwa kendatanganya ke Kukar juga sekaligus momen untuk kembali merajut basis politiknya yang sempat renggang karena kasus tersebut. Kata Rita, kedatangannya murin hanya ingin kembali ke Tenggarong untuk bersilaturahmi dengan keluarga. </p>
<p>​"Nggak, nggak dulu, saya lebih suka rakyat aja," tutupnya menyudahi pembicaraan.(<strong>Rein/daa) </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hak Angket Resmi Masuk Paripurna, DPRD Kaltim Klaim Semua Sudah Sesuai Aturan</title>
<link>https://kartanews.com/hak-angket-resmi-masuk-paripurna-dprd-kaltim-klaim-semua-sudah-sesuai-aturan</link>
<guid>https://kartanews.com/hak-angket-resmi-masuk-paripurna-dprd-kaltim-klaim-semua-sudah-sesuai-aturan</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a14933be3798.jpg" length="37779" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 02:29:43 +0800</pubDate>
<dc:creator>Irla Hadratan Iman</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, SAMARINDA -</strong> DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan rapat paripurna terkait hak angket akan dilaksanakan pada 10 Juni 2026. Kepastian tersebut diambil setelah Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kaltim melakukan revisi jadwal agenda dalam rapat yang berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026. </p>
<p>Keputusan itu, sekaligus menjadi tindak lanjut dari hasil konsultasi pimpinan DPRD Kaltim ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI) guna memastikan seluruh tahapan pelaksanaan hak angket berjalan sesuai mekanisme hukum dan tata tertib kelembagaan yang berlaku.</p>
<p>Wakil Ketua I DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menjelaskan bahwa perubahan agenda tersebut dilakukan setelah adanya arahan dari Kemendagri, agar DPRD menyesuaikan seluruh proses dengan ketentuan formal yang berlaku di lingkungan legislatif daerah. Menurutnya, konsultasi tersebut penting dilakukan agar tidak muncul persoalan administratif maupun perdebatan terkait keabsahan tahapan hak angket yang tengah menjadi perhatian publik di Kalimantan Timur.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa sebelumnya Banmus DPRD Kaltim sebenarnya telah menyusun agenda kerja untuk dua bulan ke depan. Namun, dinamika politik yang berkembang serta meningkatnya perhatian masyarakat terhadap isu hak angket membuat DPRD merasa perlu melakukan penyesuaian jadwal.</p>
<p>Revisi agenda tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat legitimasi kelembagaan sekaligus memastikan seluruh proses berjalan secara konstitusional.</p>
<p>“Ini hasil konsultasi pimpinan ke Kemendagri. Kita diarahkan menyesuaikan dengan proses yang ada di DPRD, sehingga hari ini Banmus melakukan perubahan jadwal,” ujar Ekti saat memberikan keterangan kepada awak media.</p>
<p>Menurut Ekti, penetapan tanggal 10 Juni 2026, juga mempertimbangkan agenda reses anggota DPRD Kaltim yang dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 9 Juni 2026. Dengan demikian, seluruh anggota dewan diharapkan telah kembali menjalankan tugas kedewanan sehingga dapat mengikuti rapat paripurna secara penuh.</p>
<p>Ia menyebut keputusan tersebut telah disepakati bersama oleh seluruh fraksi yang hadir dalam rapat Banmus.</p>
<p>“Kita sepakat bersama seluruh fraksi di Banmus untuk menjadwalkan paripurna hak angket pada 10 Juni. Setelah ini, jadwal tersebut juga akan diparipurnakan,” katanya.</p>
<p>Lebih lanjut, Ekti menegaskan bahwa keputusan mengenai jadwal paripurna hak angket tersebut telah bersifat final. DPRD Kaltim, kata dia, ingin memastikan bahwa seluruh tahapan yang dijalankan memiliki dasar hukum yang kuat agar tidak menimbulkan polemik baru di tengah masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, kepastian prosedur sangat penting untuk menjaga marwah lembaga legislatif sekaligus memberikan kepastian hukum dalam proses politik yang sedang berlangsung.</p>
<p>“Ini sudah final. Kita ingin semua proses berjalan sesuai aturan, sehingga tidak ada lagi perdebatan soal sah atau tidak,” tegasnya.</p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202605/image_870x_6a1493e239942.jpg" alt=""></p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud, menyampaikan bahwa tahapan hak angket selanjutnya akan mengikuti mekanisme yang telah diatur dalam tata tertib DPRD maupun ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia menjelaskan bahwa Banmus telah menyiapkan tahapan awal dan saat ini DPRD tinggal menjalankan proses berikutnya pada tingkat rapat paripurna.</p>
<p>“Banmus sudah menyiapkan. Tinggal nanti mekanismenya dijalankan sesuai aturan,” ujar Hasanuddin Mas’ud usai menghadiri Rapat Paripurna Ke-11 DPRD Kaltim.</p>
<p>Hasanuddin yang akrab disapa Hamas juga mengungkapkan bahwa hasil konsultasi dengan Kemendagri pada prinsipnya memberikan ruang bagi DPRD Kaltim untuk melaksanakan hak angket selama seluruh prosedur dijalankan sesuai aturan yang berlaku. Menurutnya, pemerintah pusat tidak mempermasalahkan penggunaan hak angket sepanjang mekanismenya tidak bertentangan dengan ketentuan hukum dan tata tertib lembaga.</p>
<p>“Kemendagri pada dasarnya menyetujui, selama mekanisme yang ada kita ikuti,” jelasnya.</p>
<p>Pelaksanaan hak angket di DPRD Kaltim sendiri belakangan menjadi sorotan publik dan memunculkan berbagai dinamika politik di daerah. Sejumlah elemen masyarakat, mahasiswa, hingga organisasi sipil pun turut memberikan perhatian terhadap proses tersebut karena dianggap berkaitan dengan fungsi pengawasan DPRD terhadap jalannya pemerintahan daerah.</p>
<p>Oleh sebab itu, langkah DPRD melakukan konsultasi ke Kemendagri dinilai sebagai upaya untuk menjaga legitimasi politik sekaligus memastikan setiap keputusan memiliki landasan hukum yang jelas.</p>
<p>Dengan ditetapkannya jadwal paripurna tersebut, DPRD Kaltim kini bersiap memasuki tahapan lanjutan dalam proses hak angket. Keputusan ini sekaligus menandai komitmen lembaga legislatif daerah untuk menjalankan fungsi pengawasan secara prosedural dan konstitusional.</p>
<p>Publik pun kini menantikan bagaimana proses paripurna tersebut akan berlangsung dan sejauh mana hak angket nantinya mampu menjawab berbagai persoalan yang berkembang di Kaltim. <strong>(Irla/KN)</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Massa Kepung DPRD Kaltim, Desak Audit Kebijakan dan Pemberantasan KKN</title>
<link>https://kartanews.com/ribuan-massa-kepung-dprd-kaltim-desak-audit-kebijakan-dan-pemberantasan-kkn</link>
<guid>https://kartanews.com/ribuan-massa-kepung-dprd-kaltim-desak-audit-kebijakan-dan-pemberantasan-kkn</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e73005c61f5.jpg" length="71187" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 16:07:38 +0800</pubDate>
<dc:creator>Jurnalis Karta News</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM, SAMARINDA</b></span><span style="font-size: 17px;" ;=""> – Gelombang unjuk rasa besar-besaran melumpuhkan kawasan sekitar Gedung DPRD Kalimantan Timur pada Selasa (21/4/2026). </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Diperkirakan sekitar 7.000 orang yang tergabung dalam aliansi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil turun ke jalan untuk menyuarakan protes terhadap tata kelola pemerintahan provinsi yang dianggap bermasalah.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Aksi massa ini mengusung tiga tuntutan utama sebagai rapor merah bagi penguasa daerah. Pertama, mereka mendesak dilakukannya audit menyeluruh terhadap seluruh kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Kedua, massa menuntut pembersihan birokrasi dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Terakhir, demonstran meminta DPRD Kaltim untuk tidak sekadar menjadi "stempel" pemerintah dan kembali menjalankan fungsi pengawasan secara tegas.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Konsentrasi massa terbagi menjadi dua titik strategis guna memberikan tekanan politik yang kuat. Sekitar 3.000 demonstran memadati area depan Gedung DPRD Kaltim di Jalan Teuku Umar, sementara sisa massa lainnya bersiaga di sekitar Kantor Gubernur Kaltim. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Meskipun jumlah massa mencapai ribuan, aksi berlangsung dengan tertib dan kondusif tanpa adanya insiden kericuhan berarti.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Ketidakhadiran Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, yang sedang bertugas di luar daerah sempat memicu kekecewaan. Namun, ketegangan mereda setelah jajaran pimpinan dewan lainnya bersedia menemui massa di tengah cuaca yang terik.</span><br><span style="font-size: 22px;" ;=""><b>​</b></span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Wakil Ketua I DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, didampingi oleh Wakil Ketua II dan Wakil Ketua III, turun langsung ke kerumunan untuk berdialog. Setelah negosiasi yang cukup alot, unsur pimpinan dewan akhirnya menyepakati seluruh poin tuntutan mahasiswa. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Kesepakatan tersebut diperkuat melalui penandatanganan dokumen resmi di atas materai sebagai bentuk komitmen tertulis kepada rakyat.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​"Kami menerima aspirasi ini dan akan menindaklanjutinya sesuai dengan kewenangan pengawasan yang kami miliki," ujar salah satu pimpinan dewan di hadapan massa.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Usai memenangkan kesepakatan tertulis di gedung parlemen, massa melakukan jeda untuk istirahat, salat, dan makan (isoma) di kawasan Islamic Center Samarinda. Kendati demikian, gerakan ini belum berakhir. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Massa dijadwalkan akan melanjutkan orasi menuju Kantor Gubernur Kaltim guna menuntut jawaban langsung dari pihak eksekutif terkait transparansi kebijakan daerah. (REIN/daa)</span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260421_160337_366.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Songsong Pemilu 2029, PAN Berau Perkuat Struktur Internal dan Targetkan Raihan Kursi Maksimal</title>
<link>https://kartanews.com/songsong-pemilu-2029-pan-berau-perkuat-struktur-internal-dan-targetkan-raihan-kursi-maksimal</link>
<guid>https://kartanews.com/songsong-pemilu-2029-pan-berau-perkuat-struktur-internal-dan-targetkan-raihan-kursi-maksimal</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e4a1615eb70.jpg" length="75360" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 17:34:59 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM</b></span><span style="font-size: 17px;" ;="">, </span><span style="font-size: 17px;" ;=""><b>BERAU</b></span><span style="font-size: 17px;" ;=""> – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Berau mulai memanaskan mesin politiknya lebih dini. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Langkah ini ditandai dengan digelarnya Musyawarah Cabang (Muscab) pengurus tingkat kecamatan dan Musyawarah Daerah (Musda) Barisan Muda (BM) PAN Kabupaten Berau di Ballroom Mitra Klasik Hotel, Tanjung Redeb, Minggu (19/05/2026).</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Ketua DPD PAN Berau, Suryadi Marzuki, menyampaikan bahwa konsolidasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkokoh pondasi partai dari tingkat kabupaten (DPD), kecamatan (DPC), hingga ke tingkat ranting atau kampung. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Menurutnya, struktur organisasi yang solid adalah kunci utama dalam memenangkan kontestasi politik di masa depan.</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Tujuan utama kami adalah menuntaskan penguatan elektoral. Struktur harus kuat dan mengakar agar kerja-kerja politik ke depan, terutama dalam melayani aspirasi masyarakat, bisa berjalan lebih maksimal dan terukur," ungkap Suryadi.</span><br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Menatap Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029, Suryadi memasang target yang realistis namun penuh optimisme. Ia menargetkan setiap daerah pemilihan (dapil) di Berau mampu menyumbangkan minimal satu kursi untuk PAN. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Strategi ini akan diiringi dengan keterbukaan partai dalam merekrut kader-kader potensial terutama kaum muda. Ia mengakui PAN sangat terbuka untuk anak muda yang ingin berkecimpung di dunia politik.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh elemen masyarakat. Baik itu tokoh senior yang berpengalaman maupun kalangan pemuda yang memiliki visi besar. Semua punya kesempatan yang sama untuk bersiap menuju kontestasi legislatif nanti,” tambahnya.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Di sisi lain, regenerasi kepemimpinan juga menjadi sorotan dengan terpilihnya Ferdiansyah sebagai Ketua DPD BM PAN Berau secara aklamasi. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Kehadiran BM PAN diharapkan mampu menjadi motor penggerak untuk merangkul pemilih milenial dan Gen Z yang mendominasi daftar pemilih tetap.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Suryadi berharap melalui wadah BM PAN, generasi muda di Bumi Batiwakkal dapat memperoleh edukasi politik yang sehat. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Kami ingin pemuda tidak lagi apatis terhadap politik. Dengan pemahaman yang baik, mereka diharapkan siap menjadi pemimpin masa depan dan terjun langsung dalam dinamika demokrasi di Kabupaten Berau," pungkasnya. (REIN/daa)</span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260419_173112_595.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kesbangpol Kaltim Gelar Coffee Morning Bareng 100 Ormas, Ada Apa?</title>
<link>https://kartanews.com/kesbangpol-kaltim-gelar-coffee-morning-bareng-100-ormas-ada-apa</link>
<guid>https://kartanews.com/kesbangpol-kaltim-gelar-coffee-morning-bareng-100-ormas-ada-apa</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dc8e1dc4ba1.jpg" length="441985" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 14:34:39 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><span ;=""><b>KARTANEWS.COM, SAMARINDA</b></span></span><span style="font-size: 17px;" ;=""> – Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) tengah dihebohkan dengan beredarnya surat undangan dari Badan Kesatua</span><span style="font-size: 17px;" ;="">n Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim. </span></p>
<p><span style="font-size: 17px;" ;="">Undangan tersebut memicu perhatian publik lantaran muncul di tengah menguatnya isu rencana aksi massa yang dijadwalkan pada Selasa (21/04/2026) mendatang.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Kesbangpol secara mendadak mengundang sejumlah elemen masyarakat dalam acara bertajuk </span><span style="font-size: 17px;" ;=""><b>"</b></span><span style="font-size: 17px;" ;="">Silaturahmi dan Coffee Morning". Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Olah Bebaya, Komplek Rumah Jabatan Gubernur Kaltim pada Senin (13/04/2026).</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Berdasarkan salinan surat yang diterima pada Minggu (12/04/2026), agenda utama pertemuan ini adalah untuk memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dengan organisasi masyarakat.</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">“Dalam rangka mempererat silaturahmi dan meningkatkan sinergitas antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kalimantan Timur, serta memperkuat tata kelola dan kelembagaan Ormas,” tulis poin utama dalam surat tersebut.</span></p>
<p> </p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202604/image_870x_69dc8d8f3be1e.jpg" alt=""></p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202604/image_870x_69dc8d9581a9d.jpg" alt=""></p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202604/image_870x_69dc8d9eecc67.jpg" alt=""><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Pada pelaksanaan acara hari ini, setidaknya sebanyak 100 Ormas hadir memenuhi lokasi kegiatan. Masing-masing organisasi mengirimkan perwakilan sebanyak 3 orang.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Selain agenda silaturahmi, hal yang menarik perhatian adalah adanya keterangan dalam surat undangan yang menyebutkan bahwa setiap tamu yang hadir akan memperoleh dana transportasi. </span><span style="font-size: 17px;" ;="">Langkah ini dipandang beragam oleh publik. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Sebagian menilai hal ini sebagai upaya preventif pemerintah untuk meredam ketegangan jelang rencana aksi pada 21 April, sementara pihak lainnya melihat ini sebagai rutinitas koordinasi kelembagaan yang biasa dilakukan oleh Kesbangpol.</span></p>
<p><span style="font-size: 17px;" ;="">​Hingga berita ini diturunkan, pihak Kesbangpol Kaltim belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kaitan acara ini dengan isu rencana aksi massa pekan depan. (REIN/daa)</span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260413_142842_356.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kritik Kegaduhan di Kaltim, Irwan Fecho: &amp;quot;Kurangi Berisik, Banyakin Kerja untuk Rakyat!&amp;quot;</title>
<link>https://kartanews.com/bendum-demokrat-irwan-fecho-kritik-kegaduhan-di-kaltim-kurangi-berisik-banyakin-kerja-untuk-rakyat</link>
<guid>https://kartanews.com/bendum-demokrat-irwan-fecho-kritik-kegaduhan-di-kaltim-kurangi-berisik-banyakin-kerja-untuk-rakyat</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202604/image_870x580_69db2fc4bb38b.jpg" length="89491" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 13:41:45 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM, KALTIM</b></span><span style="font-size: 17px;" ;=""> – Bendahara Umum Partai Demokrat, Irwan Fecho, melontarkan kritik pedas terhadap situasi politik dan pemerintahan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Ia menyoroti banyaknya "kebisingan" atau kegaduhan di media sosial yang dinilai tidak produktif bagi kepentingan masyarakat luas.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Irwan menegaskan bahwa ketidaksolidan di tingkat pimpinan daerah hanya akan berdampak buruk pada rakyat yang seharusnya dilayani.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​“Kalau ribut-ribut terus, tidak bersatu, tidak solid, yang susah itu rakyat,” tegas Irwan saat memberikan keterangannya kepada media, Minggu (11/04/2026)</span><br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Menurut pria yang juga merupakan tokoh politik asal Kaltim ini, seorang pemimpin daerah seharusnya memiliki kematangan dalam bersikap, bukan sekedar terjebak dalam arus kontestasi politik yang tiada henti.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​“Pemimpin daerah harus bisa punya sikap tenang, terawang, jangan hanya bisa berkontestasi. Bagaimanapun ini satu kesatuan, masyarakat Kaltim ada di situ,” tukasnya.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Ia juga menggarisbawahi bahwa kunci kemajuan daerah terletak pada hubungan yang harmonis antara berbagai pihak, terutama antara kepala daerah, eksekutif, dan legislatif.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Irwan, yang saat ini banyak beraktivitas di Jakarta, mengaku merasa tidak nyaman melihat daerah asalnya terus-menerus menjadi pembicaraan karena isu-isu yang negatif atau perselisihan yang muncul ke permukaan.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​“Saya tidak enak, saya kan tinggal di Jakarta, ini kok Kaltim jadi pembicaraan terus. Sementara kita maunya jadi pembicaraan positif, jangan yang </span><span style="font-size: 17px;" ;=""><i>becakut</i></span><span style="font-size: 17px;" ;=""> (bertengkar) terus,” ungkapnya dengan nada prihatin.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Menutup pernyataannya, Irwan meminta agar seluruh jajaran pimpinan di Kaltim kembali fokus pada esensi pelayanan publik dan memberikan teladan yang baik bagi masyarakat.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​“Minimal kurangi </span><span style="font-size: 17px;" ;=""><i>noise</i></span><span style="font-size: 17px;" ;="">, kurangi berisik, banyakin kerja untuk rakyat saja. Itu yang didorong oleh Demokrat Kaltim," tegasnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 17px;" ;="">"Kalau pemimpin bisa memberi teladan, menjaga komunikasi dengan semua sektor termasuk juga dengan rakyatnya, saya pikir Kaltim kondusif dan bisa (maju),” pungkasnya. (REIN/daa)</span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260412_133500_878.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polemik Mobil Dinas Mewah, Golkar Beri Peringatan Keras ke Rudi Mas&amp;apos;ud</title>
<link>https://kartanews.com/polemik-mobil-dinas-mewah-golkar-beri-peringatan-keras-ke-rudi-masud</link>
<guid>https://kartanews.com/polemik-mobil-dinas-mewah-golkar-beri-peringatan-keras-ke-rudi-masud</guid>
<description><![CDATA[ Editor: Rein | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a25a2d5c479.jpg" length="114881" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 11:01:59 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><strong>KARTANEWS.COM, KALTIM</strong> - Partai Golkar memberikan alarm bagi Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas'ud, usai polemik mobil dinas seharga 8,5 miliar yang menuai banyak sorotan publik.</span></p>
<p><span style="font-size: 17px;" ;="">Partai yang berlambang pohon beringin tersebut meminta Gubernur Kaltim mendengarkan keluhan publik ditengah efisiensi anggaran saat ini.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Sekretaris Jendral (Sekjen) Golkar, Muhammad Sarmauji mengaku telah meminta penjelasan tekait pengadaan mobil dinas tersebut, dan meminta agar kadernya mempertimbangkan dengan cermat keputusan yang diambil. Mengingat banyaknya suara publik yang menentang akan hal itu.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Kami sudah berkomunikasi dengan Gubernur Kaltim. Kami meminta untuk lebih mendengarkan suara publik di tengah efisiensi," kata Sarmuji mengutip detik.com, Jumat (27/2/2026).</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Selain itu, dirinya juga telah berbicara kepada Gubernur Kaltim, dalam pembicaraan mereka bahwa Rudy Mas'ud membutuhkan mobil tersebut karena harus melalui medan yang cukup sulit dalam kunjungan kerjanya, sehingga mobil jenis tertentu sangat diperlukan.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Kendati demikian, ia juga telah mengingatkan agar dapat menyesuaikan kondisi keuangan daerah saat ini, mengingat sedang efisiensi.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Dari penjelasan Gubernur memang anggaran ini diketok tahun 2024 tetapi untuk mobil dengan spek seperti itu harus inden. Kalimantan Timur medannya berat dengan luas wilayah seperti luasan Pulau Jawa. Tapi apa pun, kita harus mengukur dengan kondisi rakyat kita, bukan dengan ukuran pribadi," ucapnya.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Hingga kini, Sumarji mengatakan Gubernur Kaltim masih menggunakan mobil Pribadinya dalam melakukan kunjungan kerja, apabila terjun ke medan yang cukup sulit.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Saya menyampaikan, itu lebih baik meskipun pada dasarnya Gubernur berhak mendapatkan mobil dinas. Kebetulan Pak Gubernurnya memiliki kemampuan dan mau memakai mobil pribadi," pungkasnya.</span><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260228_105737_351.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Buka Puasa Sambil Musda, Rahmad Mas&amp;apos;ud Kembali Jadi Nahkoda Golkar Balikpapan</title>
<link>https://kartanews.com/buka-puasa-sambil-musda-rahmad-masud-kembali-jadi-nahkoda-golkar-balikpapan</link>
<guid>https://kartanews.com/buka-puasa-sambil-musda-rahmad-masud-kembali-jadi-nahkoda-golkar-balikpapan</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Rein | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a19042a44d2.jpg" length="117765" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 00:13:22 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM, BALIKPAPAN</b></span><span style="font-size: 17px;" ;=""> — </span><span style="font-size: 17px;" ;="">DPD Partai Golkar Kota Balikpapan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) ke XI pada Kamis (26/2/2026). </span><span style="font-size: 17px;" ;="">Dalam agenda yang berlangsung di tengah suasana Ramadan tersebut, Rahmad Mas’ud kembali terpilih untuk memimpin DPD II Partai Golkar Balikpapan masa bakti 2026-2031. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPD I Golkar Kaltim, tokoh senior, serta kader partai. </span><span style="font-size: 17px;" ;="">Usai ditetapkan kembali sebagai ketua, Rahmad menyatakan kesiapannya untuk memperkuat konsolidasi dan menargetkan peningkatan kursi legislatif pada Pemilu 2029 mendatang.</span><br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">“Alhamdulillah, pada Pemilu 2024 kemarin kursi kita di Balikpapan naik dari 11 menjadi 16 kursi. Ini capaian luar biasa. Insya Allah ke depan kita akan mengoptimalkan seluruh kader militan agar perolehan suara bisa lebih dari 50 persen di Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan,” ucap Rahmad.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Rahmad memberikan catatan khusus mengenai fenomena suara sisa dalam sistem pemilu. </span><span style="font-size: 17px;" ;="">Menurutnya, hal ini menjadi tantangan strategis bagi partai untuk memastikan distribusi suara lebih optimal di level kota, provinsi, hingga DPR RI pada masa mendatang. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Sejalan dengan itu, Ketua DPD I Golkar Kaltim, Rudy Mas’ud, menekankan bahwa Musda ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan ajang krusial untuk evaluasi total dan penguatan konsolidasi partai.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">“Musda ini bukan hanya agenda rutin, tetapi momentum untuk meneguhkan komitmen bahwa Golkar harus menjadi kekuatan utama pembangunan. Bukan hanya kuat secara elektoral, tetapi juga kuat dalam gagasan, inovasi, dan pengabdian,” katanya.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Rudy Mas’ud menekankan bahwa soliditas dan kedisiplinan kader adalah kunci dalam menghadapi pergeseran peta politik nasional seiring hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN). </span><span style="font-size: 17px;" ;="">Sebagai kota penyangga utama, Balikpapan memegang peranan krusial dalam masa transisi ini. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Ia memproyeksikan bahwa pada periode 2027–2028, seluruh infrastruktur utama pemerintahan akan tuntas, sehingga pada 2028 pusat kekuasaan Indonesia secara resmi berpindah sepenuhnya dari Jakarta ke IKN.</span><br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">“Balikpapan memiliki peran sentral dalam transformasi ekonomi Nusantara, mulai dari logistik, jasa, hingga sumber daya manusia. Karena itu, Golkar Balikpapan harus tampil terdepan. Dalam politik, tidak boleh hanya terlibat tanpa terlihat,” tegasnya.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Rudy turut memberikan instruksi strategis agar seluruh kader memperkokoh fondasi partai lewat pelatihan dan pendidikan politik yang berkelanjutan.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Ia menekankan pentingnya menjaga etika dalam berpolitik serta menuntut setiap kader untuk aktif turun ke lapangan guna memberikan solusi nyata atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.</span><br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">“Yakinkan bahwa Golkar adalah problem solver. Kita harus mendengar, memperjuangkan, dan memberi solusi bagi rakyat,” tandasnya. </span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260227_000755_555.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PPP Kaltim Kembali di Tangan Gamalis: Tinggalkan Pola Lama, Siap Jadi Partainya Anak Muda</title>
<link>https://kartanews.com/ppp-kaltim-kembali-di-tangan-gamalis-tinggalkan-pola-lama-siap-jadi-partainya-anak-muda</link>
<guid>https://kartanews.com/ppp-kaltim-kembali-di-tangan-gamalis-tinggalkan-pola-lama-siap-jadi-partainya-anak-muda</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Rein | Editor : Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202602/image_870x580_698d616b2be15.jpg" length="70911" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 00:53:36 +0800</pubDate>
<dc:creator>Jurnalis Karta News</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><b>KARATANEWS.COM, KALTIM</b></span><span style="font-size: 17px;" ;=""> - Hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) ke X Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalimantan Timur (Kaltim) menunjuk Gamalis sebagai nahkoda Partai yang berlambang Ka'bah tersebut di Bumi Etam.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Gamalis yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Berau saat ini, telah memimpin PPP Kaltim sejak tahun 2021. Terpilihnya kembali ia untuk periode 2026-2031, menandai masa kepemimpinannya yang kedua.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 0065/SK/DPP/W/II/2026, yang diterbitkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP Nasional menerangkan, masa  kepengurusan PPP Kaltim berlaku dari tanggal 10 Februari 2026, dengan masa bakti 5 tahun yang akan berakhir pada tahun 2031.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Sementara itu, setelah ditetapkan kembali memimpin DPW PPP Kaltim, Gamalis mengucapkan apresisinya atas kepercayaan yang telah diberikan kepada seluruh unsur di internal partai. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">“Saya ucakan terimakasih atas kepercayaan warga PPP untuk memimpin kembali PPP Kaltim ,” ujarnya, pada Rabu (11/02/2026)</span><br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Dia juga membeberkan, mengenai target Partai pada kontestasi demokrasi beberapa tahun yang akan datang. Mengingat ada banyak kaum mudah potesial yang dapat dilibatkan, maka tidak menutup kemungkinan PPP Kaltim banyak melakukan kaderisasi.</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Agar supaya eksistensi PPP di Kaltim, tetap kokoh, karena ditopang kaum muda yang siap mengapdi kepada daerah.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">“Target kami peningkatan perolehan suara untuk mendongkrak perolehan kursi di kabupaten maupun provensi, penguatan basis dan konstituen, kaderisasi kaum muda untuk regenersai, branding dan citra partai,” jelasnya.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Sebelumnya, Gamalis mengatakan DPW PPP Kaltim bakal mempertimbangkan untuk melirik kaum muda untuk berpartisipasi membesarkan Partai. Sebab ia mengakui bahwa kaum muda saat ini sangat potensial untuk menjadi bagian dari PPP dan pemilih muda pun juga sangat banyak di era sekarang.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Terutama Gen Z, jumlahnya sangat besar. Kalau kita tidak menyesuaikan diri, kita akan terus tertinggal.  ujarnya belum lama ini. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Selain itu, ia juga mengungkapkan</span><span style="font-size: 17px;" ;="">, bahwa PPP sudah saat melakukan pendekatan politik yang berbeda di era sekarang. Mengingat banyaknya pemilih muda yang memiliki wawasan lebih modern, oleh karena itu dia menilai perlu adanya gaya politik modern ala kaum muda.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Dia pun mengimbau seluruh kader aktif menjadikan media sosial sebagai media komunikasi politik modern, agar dapat memperluas jangkauan pengaruh partai di tengah perubahan perilaku pemilih</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Sudah saatnya PPP meninggalkan pola lama lalu beralih ke partai yang lebih dekat dengan anak muda,” pungkasnya.(*)</span><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260212_004638_099.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Memasuki Awal 2026, Sejumlah Partai Koalisi Suarakan Dukung Prabowo 2 Periode</title>
<link>https://kartanews.com/memasuki-awal-2026-sejumlah-partai-koalisi-suarakan-dukung-prabowo-2-periode</link>
<guid>https://kartanews.com/memasuki-awal-2026-sejumlah-partai-koalisi-suarakan-dukung-prabowo-2-periode</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Mursyidah Auni ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202602/image_870x580_69899005aa4a2.jpg" length="64803" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 15:43:48 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, JAKARTA</strong> – Wacana keberlanjutan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai mengemuka pada awal 2026. Sejumlah partai politik yang tergabung dalam koalisi pemerintahan secara terbuka menyampaikan dukungan agar Prabowo melanjutkan kepemimpinannya hingga dua periode pada Pemilihan Presiden 2029. </p>
<p>Dukungan tersebut disampaikan seiring evaluasi positif terhadap stabilitas nasional dan jalannya pemerintahan pada dua tahun pertama masa jabatan Prabowo.</p>
<p>Pernyataan dukungan dari partai-partai koalisi disampaikan sebagai sikap politik yang menekankan pentingnya kesinambungan kebijakan nasional. </p>
<p>Elite partai menilai keberlanjutan kepemimpinan diperlukan untuk memastikan program strategis pemerintah, termasuk di bidang pertahanan, ketahanan pangan, industrialisasi, dan pembangunan sumber daya manusia dapat berjalan secara konsisten dan berjangka panjang.</p>
<p><strong>Dukungan Partai Koalisi</strong></p>
<p>Salah satu pernyataan yang menjadi sorotan publik datang dari Partai Demokrat. Presiden ke-6 Republik Indonesia sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan dukungan partainya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>SBY menekankan pentingnya sinergi nasional lintas kekuatan politik guna mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kesinambungan kepemimpinan memiliki peran strategis agar program-program pembangunan jangka panjang tidak terhenti akibat perubahan arah politik.</p>
<p>Partai Demokrat, kata SBY, berkomitmen menjaga soliditas koalisi pemerintahan dan mendukung agenda pembangunan nasional yang tengah dijalankan. Sikap tersebut diperkuat oleh pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyatakan bahwa Demokrat siap berperan aktif dan konstruktif dalam pemerintahan.</p>
<p>Selain Demokrat, sejumlah partai koalisi lainnya juga menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan kepemimpinan Presiden Prabowo. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan menilai masa kepemimpinan dua periode memberikan ruang waktu yang memadai untuk memastikan agenda transformasi nasional dapat terlaksana secara optimal dan berkesinambungan.</p>
<p>Partai Golkar melalui Ketua Umumnya, Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo merupakan keberhasilan seluruh koalisi. Golkar, kata Bahlil, siap menjaga konsistensi politik demi stabilitas pemerintahan dan keberlanjutan pembangunan nasional.</p>
<p>Dukungan juga disampaikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar menyatakan komitmen partainya untuk terus mendukung kepemimpinan Presiden Prabowo dalam rangka menjaga stabilitas politik dan persatuan nasional. Menurutnya, stabilitas menjadi prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>Sementara itu, Partai Gerindra sebagai partai pengusung utama menyambut dukungan dari partai-partai koalisi. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani menilai dukungan tersebut sebagai bentuk kepercayaan terhadap arah kebijakan dan pembangunan yang dijalankan Presiden Prabowo.</p>
<p><strong>Konsolidasi Dini Dinilai Strategis</strong></p>
<p>Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai dukungan partai-partai koalisi sejak awal masa pemerintahan merupakan bagian dari strategi konsolidasi politik jangka menengah. </p>
<p>Menurutnya, wacana keberlanjutan kepemimpinan kerap muncul untuk menjaga stabilitas pemerintahan serta memberikan kepastian arah kebijakan nasional, meski belum dapat dimaknai sebagai keputusan politik final.</p>
<p>Selain itu, dukungan dini dari partai-partai koalisi dipandang dapat memberikan sinyal stabilitas kepada pelaku usaha dan investor, terutama terkait kesinambungan kebijakan ekonomi dan pembangunan nasional.</p>
<p>Meski demikian, pengamat menilai dinamika politik menuju Pemilu 2029 masih akan berkembang. </p>
<p>Dukungan terhadap wacana dua periode kepemimpinan Presiden Prabowo dinilai tetap akan dipengaruhi oleh kinerja pemerintahan dalam beberapa tahun ke depan, khususnya dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat reformasi birokrasi.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Panaskan Mesin di Muswil ke X, DPW PPP Kaltim Ancang  Ancang Ubah Gaya Politik, Sasar Pemilih Gen Z</title>
<link>https://kartanews.com/panaskan-mesin-di-muswil-ke-x-dpw-ppp-kaltim-ancang-ancang-ubah-gaya-politik-sasar-pemilih-gen-z</link>
<guid>https://kartanews.com/panaskan-mesin-di-muswil-ke-x-dpw-ppp-kaltim-ancang-ancang-ubah-gaya-politik-sasar-pemilih-gen-z</guid>
<description><![CDATA[ Oleh : Rein ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202602/image_870x580_698614d843c77.jpg" length="49159" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 00:23:49 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><strong>KARTANEWS.COM</strong>, </span><span style="font-size: 17px;" ;=""><b>KALTIM</b></span><span style="font-size: 17px;" ;=""> - </span><span style="font-size: 17px;" ;="">Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Kalimantan Timur, resmi menggelar </span><span style="font-size: 17px;" ;="">Musyawarah Wilayah (Muswil) ke X di Hotel Aston Samarinda pada Rabu (4/2/2026). </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Muswil tersebut dinilai krusial sebab menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi dan menata ulang segenap kekuatan partai yang berlambang Ka'bah itu, di Bumi Etam.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Ketua DPW PPP Kaltim, Gamalis menyampaikan bahwa Muswil kali ini diharapkan mampu membawa angin segar bagi internal partai, agar dapat meningkatkan pengaruhnya lebih besar terhadap perkembangan Kaltim. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Ia menuturkan Partai PPP telah memposisikan diri sejak lama sebagai partai Islam</span><span style="font-size: 17px;" ;=""> yang teguh memperjuangkan nilai-nilai keislaman dalam bingkai NKRI.</span></p>
<p><span style="font-size: 17px;" ;="">Terlebih lagi, PPP telah konsisten memperjuangkan nilai-nilai keislaman berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">“Musyawarah Wilayah ke-10 ini tentu sebuah momentum yang sangat penting dan menentukan. Bukan sekadar agenda rutin, tetapi forum strategis untuk bersama-sama menilai perjalanan perjuangan partai,” ujar Gamalis.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Selain menjadi ajang konsolidasi politik bagi partai, Gamalis juga menyampaikan, bahwa PPP sudah saat melakukan pendekatan politik yang berbeda di era sekarang. </span></p>
<p><span style="font-size: 17px;" ;="">Mengingat banyaknya pemilih muda yang memiliki wawasan lebih modern. Oleh karena itu, dia menilai perlu adanya gaya politik modern ala kaum muda.</span><br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Dirinya menghimbau seluruh kader aktif menjadikan media sosial sebagai media komunikasi politik modern, agar dapat memperluas jangkauan pengaruh partai di tengah perubahan perilaku pemilih.</span><br> <br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Terutama Gen Z, jumlahnya sangat besar. Kalau kita tidak menyesuaikan diri, kita akan terus tertinggal," tuturnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 17px;" ;="">"Sudah saatnya PPP meninggalkan pola lama lalu beralih ke partai yang lebih dekat dengan anak muda,” tambahnya.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Mengenai dirinya digadang-gadang bakal dicalonkan kembali untuk memimpin PPP Kaltim, ia mengatakan bahwa menyerahkan sepenuhnya kepada formatur Muswil.</span><br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">“Sekarang formatur yang bekerja. Kalau mereka meminta saya kembali memimpin, insyaAllah saya siap,” pungkasnya.</span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260207_001600_712.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sikap Politik Jokowi Jelang Pemilu 2029 Dinilai Perkuat Posisi PSI</title>
<link>https://kartanews.com/sikap-politik-jokowi-jelang-pemilu-2029-dinilai-perkuat-posisi-psi</link>
<guid>https://kartanews.com/sikap-politik-jokowi-jelang-pemilu-2029-dinilai-perkuat-posisi-psi</guid>
<description><![CDATA[ Oleh: Mursyidah Auni ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202602/image_870x580_6981b612400b2.jpg" length="77538" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 16:48:41 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, JAKARTA</strong> – Pernyataan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo yang menyatakan kesiapannya terjun langsung ke lapangan untuk membantu kemenangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Pemilu 2029 memunculkan beragam respons dari kalangan pengamat politik. </p>
<p>Langkah tersebut dinilai menunjukkan keinginan Jokowi untuk tetap memainkan peran aktif dalam dinamika politik nasional pasca-masa jabatannya.</p>
<p>Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai keterlibatan Jokowi tidak dapat dilihat semata sebagai aktivitas kampanye. </p>
<p>Menurutnya, sikap tersebut berkaitan erat dengan strategi elektoral dan upaya menjaga posisi tawar politik Jokowi di tengah konstelasi kekuasaan menuju 2029.</p>
<p>“Pernyataan itu menunjukkan bahwa Jokowi masih ingin mengambil peran dalam arena politik. Ini bukan hanya soal memenangkan partai tertentu, tetapi juga bagaimana menjaga pengaruh politik setelah tidak lagi menjabat presiden,” ujarnya, dikutip dari Inilah.com, Selasa (3/2/2026).</p>
<p><strong>PSI Diuntungkan Figur Jokowi</strong></p>
<p>Arifki menjelaskan, PSI berpotensi memperoleh keuntungan signifikan dari keterlibatan Jokowi. Meski tidak lagi berada di kursi kekuasaan, Jokowi masih memiliki tingkat pengenalan publik dan daya tarik elektoral yang kuat.</p>
<p>Keberadaan Jokowi dapat membantu PSI menjangkau segmen pemilih yang lebih luas serta mempercepat konsolidasi dukungan di tingkat nasional.</p>
<p>“Dalam konteks PSI, Jokowi merupakan figur simbolik yang bisa meningkatkan visibilitas partai dan membuka ruang komunikasi dengan pemilih yang selama ini belum terjangkau,” ujarnya.</p>
<p><strong>Ruang Politik Pasca-Kekuasaan</strong></p>
<p>Arifki juga menilai bahwa keterkaitan Jokowi dengan PSI juga mencerminkan kebutuhan Jokowi untuk tetap berada dalam orbit politik nasional. PSI dinilai dapat menjadi saluran politik yang relatif fleksibel bagi Jokowi tanpa harus terikat pada partai besar yang sudah mapan.</p>
<p>“Ini relasi yang saling menguntungkan. Partai membutuhkan figur dengan daya tarik nasional, sementara figur membutuhkan kendaraan politik agar tetap relevan,” ungkapnya.</p>
<p>Fenomena tersebut, menurutnya, lazim terjadi dalam politik Indonesia, di mana mantan presiden masih memainkan peran informal sebagai simbol pengaruh, sebagaimana yang pernah terjadi pada Susilo Bambang Yudhoyono di Partai Demokrat atau Megawati Soekarnoputri di PDI Perjuangan.</p>
<p>Meski demikian, Arifki mengingatkan bahwa dukungan tokoh besar tidak otomatis menjamin kemenangan elektoral. </p>
<p>Sejarah pemilu menunjukkan bahwa figur hanya berfungsi sebagai pemantik awal, sementara keberhasilan akhir sangat bergantung pada kinerja organisasi partai.</p>
<p>“Kerja struktur, kekuatan jaringan di daerah, serta konsistensi agenda politik tetap menjadi faktor penentu. Figur bisa membuka peluang, tetapi partai yang harus mengelolanya secara berkelanjutan,” jelasnya.</p>
<p>Ia menilai wacana Jokowi “turun gunung” dapat menjadi ujian sejauh mana PSI mampu memanfaatkan momentum menjadi kekuatan politik yang nyata, baik untuk lolos ke parlemen maupun memperluas basis dukungan.</p>
<p>“Pada akhirnya, semua kembali ke PSI. Apakah momentum ini bisa diterjemahkan menjadi kerja politik yang konkret dan berkelanjutan,” tutupnya.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mayoritas Masyarakat Tegas Menolak Pilkada Lewat DPRD</title>
<link>https://kartanews.com/mayoritas-masyarakat-tegas-menolak-pilkada-lewat-dprd</link>
<guid>https://kartanews.com/mayoritas-masyarakat-tegas-menolak-pilkada-lewat-dprd</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202601/image_870x580_6968bd0717e76.jpg" length="83124" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 16:04:07 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, INDONESIA</strong> – Wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mendapat penolakan luas dari masyarakat. Berbagai hasil survei terbaru menunjukkan publik masih menghendaki Pilkada dilakukan secara langsung oleh rakyat.</p>
<p>Sejumlah lembaga survei nasional yang merilis temuannya pada Januari 2026 mencatat kecenderungan yang sama: Pilkada langsung dinilai paling sesuai dengan prinsip demokrasi di Indonesia.</p>
<p>Hasil jajak pendapat Litbang Kompas mencatat sebanyak 77,3 persen responden menilai Pilkada langsung sebagai sistem terbaik untuk memilih kepala daerah. Sementara itu, hanya 5,6 persen responden yang menyatakan setuju jika pemilihan dikembalikan ke DPRD.</p>
<p>Temuan serupa disampaikan LSI Denny JA. Dalam surveinya, 66,1 persen responden secara tegas menolak Pilkada melalui DPRD. Penolakan tersebut tercatat merata, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan.</p>
<p>Sementara itu, Populi Center mencatat angka penolakan yang lebih tinggi khusus pada pemilihan gubernur. Sebanyak 89,6 persen responden menyatakan ingin tetap memilih gubernur secara langsung.</p>
<p>Kuatnya penolakan masyarakat terhadap Pilkada tidak langsung didorong oleh sejumlah faktor mendasar. Pilkada langsung dinilai sebagai perwujudan kedaulatan rakyat yang lahir dari semangat Reformasi, di mana masyarakat dapat menentukan sendiri pemimpin daerahnya.</p>
<p>Selain itu, kualitas kepemimpinan menjadi pertimbangan penting. Dalam salah satu survei, sekitar 35,5 persen responden menyatakan ingin memastikan sendiri sosok kepala daerah yang akan memimpin wilayah mereka, tanpa perantara elite politik.</p>
<p>Faktor lain yang tak kalah dominan adalah rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap DPRD. Hanya sekitar 19 persen masyarakat yang menyatakan percaya bahwa DPRD dapat memilih kepala daerah secara jujur dan benar-benar mewakili aspirasi rakyat. Kekhawatiran terhadap praktik politik transaksional menjadi alasan utama sikap skeptis tersebut.</p>
<p>Kalangan akademisi dan pengamat politik menilai, mengembalikan Pilkada ke DPRD berpotensi menjadi langkah mundur dalam praktik demokrasi lokal. Pilkada langsung dianggap telah memperkuat partisipasi politik warga selama lebih dari dua dekade terakhir.</p>
<p>Secara konstitusional, Pasal 18 Undang-Undang Dasar 1945 memang menyebutkan kepala daerah dipilih secara “demokratis”, yang membuka ruang tafsir baik secara langsung maupun melalui perwakilan. Namun, legitimasi politik kepala daerah yang dipilih langsung oleh rakyat dinilai jauh lebih kuat dalam membangun akuntabilitas dan keseimbangan kekuasaan di daerah.</p>
<p>Meski sebagian kalangan partai politik mengangkat isu tingginya biaya politik dan maraknya praktik politik uang sebagai alasan evaluasi Pilkada langsung, mayoritas masyarakat menilai solusi seharusnya ditempuh melalui pembenahan sistem.</p>
<p>Perbaikan rekrutmen kader partai, transparansi pendanaan politik, serta pengawasan pemilu dinilai lebih tepat dibandingkan dengan mengurangi hak rakyat untuk memilih pemimpinnya secara langsung. Gelombang penolakan publik ini menjadi sinyal kuat bahwa wacana Pilkada melalui DPRD berpotensi menghadapi resistensi besar jika tetap dipaksakan. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pilkada Tidak Langsung: Antara Rasionalitas Politik dan Kemunduran Demokrasi</title>
<link>https://kartanews.com/pilkada-tidak-langsung-antara-rasionalitas-politik-dan-kemunduran-demokrasi</link>
<guid>https://kartanews.com/pilkada-tidak-langsung-antara-rasionalitas-politik-dan-kemunduran-demokrasi</guid>
<description><![CDATA[ Wacana pilkada tidak langsung menjanjikan efisiensi, tetapi berisiko menggerus kedaulatan rakyat dan menguatkan oligarki jika sistem politik tak dibenahi. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202601/image_870x580_695bc6a4d7236.jpg" length="122612" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 22:12:55 +0800</pubDate>
<dc:creator>Irla Hadratan Iman</dc:creator>
<media:keywords>Pilkada TIdak Langsung, Demokrasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>Wacana pengembalian mekanisme pilkada tidak langsung kembali mengemuka di tengah kelelahan publik terhadap praktik demokrasi elektoral yang kian mahal, riuh, dan sarat problem. Pilkada langsung, yang sejak awal diposisikan sebagai instrumen pendalaman demokrasi lokal, justru dinilai gagal memenuhi janji dasarnya: melahirkan pemimpin berkualitas, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan publik. Biaya politik yang membengkak, politik uang yang semakin vulgar, hingga polarisasi sosial di akar rumput menjadi alasan utama munculnya gagasan bahwa pemilihan kepala daerah sebaiknya kembali diserahkan kepada DPRD. Namun, pertanyaannya bukan sekadar soal efisiensi, melainkan soal arah demokrasi itu sendiri.<o:p></o:p></p>
<p data-start="794" data-end="1405">Secara faktual, ongkos pilkada langsung memang tidak kecil. Setiap siklus pemilihan menguras anggaran negara dan daerah hingga triliunan rupiah. Belum lagi biaya yang harus ditanggung kandidat, yang kerap mendorong mereka mencari “balik modal” ketika berkuasa. Dalam konteks ini, pilkada tidak langsung sering dipromosikan sebagai solusi rasional: lebih murah, lebih cepat, dan dianggap mampu meminimalkan konflik horizontal di masyarakat. Argumen ini terdengar masuk akal di atas kertas. Namun sejarah politik Indonesia menunjukkan bahwa rasionalitas prosedural tidak selalu sejalan dengan substansi demokrasi.<o:p></o:p></p>
<p data-start="1407" data-end="1996">Pengalaman sebelum era pilkada langsung memperlihatkan bagaimana DPRD kerap menjadi arena transaksi elite. Pemilihan kepala daerah tidak jarang ditentukan oleh kompromi politik tertutup, lobi kekuasaan, dan kepentingan partai, bukan oleh aspirasi publik. Risiko ini tetap relevan hari ini, bahkan bisa semakin besar di tengah lemahnya institusionalisasi partai politik. Ketika partai lebih berfungsi sebagai kendaraan elektoral ketimbang institusi kaderisasi, menyerahkan sepenuhnya pilkada kepada DPRD berpotensi memperkuat oligarki lokal dan menjauhkan kepala daerah dari kontrol rakyat.<o:p></o:p></p>
<p data-start="1998" data-end="2508">Di titik inilah dilema demokrasi muncul. Pilkada langsung memang tidak steril dari cacat, tetapi ia memberi ruang partisipasi dan legitimasi yang tidak bisa digantikan oleh mekanisme perwakilan semata. Kepala daerah yang dipilih langsung memiliki ikatan mandat dengan warga, setidaknya secara normatif lebih mudah dimintai pertanggungjawaban politik. Menghapus mekanisme ini berarti memutus satu jalur penting akuntabilitas publik, sekaligus mempersempit makna kedaulatan rakyat dalam demokrasi lokal.<o:p></o:p></p>
<p data-start="2510" data-end="3027">Pendukung pilkada tidak langsung sering berargumen bahwa demokrasi tidak identik dengan pemilihan langsung. Secara teoritis, klaim ini benar. Banyak negara demokratis menerapkan mekanisme tidak langsung dalam berbagai level kekuasaan. Namun perbandingan tersebut kerap mengabaikan konteks. Demokrasi perwakilan hanya bekerja efektif ketika partai politik kuat, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik. Tanpa prasyarat itu, pilkada tidak langsung berisiko menjadi demokrasi prosedural yang kehilangan roh.<o:p></o:p></p>
<p data-start="3029" data-end="3449">Persoalan utama pilkada langsung sejatinya bukan terletak pada mekanismenya, melainkan pada ekosistem politik yang menyelubunginya. Regulasi pendanaan politik yang longgar, penegakan hukum pemilu yang inkonsisten, serta budaya politik transaksional menjadi akar masalah yang tak kunjung disentuh secara serius. Mengganti sistem pemilihan tanpa membenahi akar persoalan ibarat memindahkan masalah, bukan menyelesaikannya.<o:p></o:p></p>
<p data-start="3451" data-end="4029">Karena itu, perdebatan pilkada tidak langsung seharusnya tidak disederhanakan menjadi pilihan hitam-putih antara menerima atau menolak. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah: demokrasi lokal seperti apa yang ingin dibangun? Jika tujuannya hanya efisiensi anggaran dan stabilitas jangka pendek, maka pilkada tidak langsung mungkin tampak menggoda. Namun jika demokrasi dipahami sebagai proses pendewasaan politik warga, partisipasi publik, dan kontrol terhadap kekuasaan, maka kemunduran mekanisme partisipatif justru berisiko membawa konsekuensi jangka panjang yang lebih mahal.<o:p></o:p></p>
<p><span style="font-size: 11.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Calibri',sans-serif; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;">Pada akhirnya, demokrasi memang tidak pernah murah dan tidak selalu rapi. Ia menuntut kesabaran, pembenahan institusi, dan keberanian menghadapi ketidaksempurnaan. Pilkada langsung perlu diperbaiki, bukan ditinggalkan. Reformasi pendanaan politik, penguatan partai, dan penegakan hukum yang tegas adalah pekerjaan rumah yang jauh lebih berat, tetapi juga lebih jujur. Menyerah pada pilkada tidak langsung tanpa prasyarat yang memadai berpotensi menjadi jalan pintas yang justru membawa demokrasi lokal mundur selangkah ke belakang.</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kebijakan Publik: Sah secara Politik, Rapuh secara Sosial</title>
<link>https://kartanews.com/kebijakan-publik-sah-secara-politik-rapuh-secara-sosial</link>
<guid>https://kartanews.com/kebijakan-publik-sah-secara-politik-rapuh-secara-sosial</guid>
<description><![CDATA[ Kebijakan publik kerap sah secara politik, namun rapuh secara sosial. Tanpa partisipasi bermakna dan kebijakan berbasis data, demokrasi berisiko menjadi prosedur kosong. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202601/image_870x580_695bc22955405.jpg" length="118114" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 21:50:49 +0800</pubDate>
<dc:creator>Irla Hadratan Iman</dc:creator>
<media:keywords>Kebijakan Publik, Demokrasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam negara demokrasi, kebijakan publik kerap diklaim sebagai wujud kehendak rakyat, tetapi realitas di lapangan sering menunjukkan sebaliknya. Banyak kebijakan lahir melalui prosedur yang sah dibahas di parlemen, disahkan lewat regulasi, dan diumumkan secara resmi namun gagal menjawab persoalan mendasar masyarakat. Pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja, misalnya, menampilkan wajah demokrasi prosedural yang lengkap, tetapi menyisakan polemik berkepanjangan karena minimnya partisipasi publik yang bermakna dan lemahnya komunikasi kebijakan. Gelombang penolakan dari buruh, akademisi, hingga masyarakat sipil menunjukkan bahwa legalitas formal tidak otomatis berbanding lurus dengan legitimasi sosial.<o:p></o:p></p>
<p data-start="988" data-end="1587">Fenomena serupa tampak dalam berbagai kebijakan pembangunan infrastruktur. Di sejumlah daerah, proyek strategis nasional berjalan cepat atas nama pertumbuhan ekonomi, tetapi mengabaikan kesiapan sosial dan dampak lingkungan. Kasus relokasi warga akibat pembangunan bendungan atau kawasan industri kerap memperlihatkan ketimpangan relasi antara negara dan warga. Ganti rugi yang tidak sebanding, proses konsultasi yang terbatas, hingga hilangnya mata pencaharian lokal mempertegas bahwa kebijakan publik sering kali lebih berpihak pada target proyek daripada keberlanjutan hidup masyarakat terdampak.<o:p></o:p></p>
<p data-start="1589" data-end="2140">Dalam sektor perlindungan sosial, kebijakan bantuan sosial juga menghadapi persoalan serupa. Program bantuan tunai yang dirancang untuk meredam dampak krisis ekonomi tidak jarang tersandung masalah data. Banyak warga miskin tercecer karena tidak tercatat, sementara penerima yang relatif mampu justru masih mendapatkan bantuan. Persoalan data terpadu kesejahteraan sosial yang berulang ini menegaskan bahwa kebijakan berbasis angka tanpa verifikasi lapangan berisiko menciptakan ketidakadilan baru. Negara hadir, tetapi tidak sepenuhnya tepat sasaran.<o:p></o:p></p>
<p data-start="2142" data-end="2634">Kebijakan pendidikan pun tak luput dari kritik. Penerapan sistem zonasi sekolah, misalnya, digagas dengan tujuan mulia untuk pemerataan akses pendidikan. Namun, implementasinya di banyak daerah menunjukkan ketidaksiapan infrastruktur dan kualitas sekolah yang belum merata. Alih-alih mengurangi kesenjangan, kebijakan ini justru memicu keresahan orang tua dan praktik manipulasi alamat. Lagi-lagi, kebijakan yang baik secara konsep terjebak pada pelaksanaan yang abai terhadap konteks sosial.<o:p></o:p></p>
<p data-start="2636" data-end="3060">Contoh-contoh tersebut memperlihatkan pola yang sama: kebijakan publik dirumuskan dengan logika administratif dan politik, tetapi kurang diuji melalui dialog sosial yang jujur. Partisipasi publik sering dipersempit menjadi formalitas konsultasi, bukan ruang deliberasi yang setara. Kritik dianggap gangguan, bukan sumber koreksi. Akibatnya, kebijakan kehilangan daya ikat sosial dan berumur pendek karena terus dipersoalkan.<o:p></o:p></p>
<p data-start="3062" data-end="3564">Membingkai ulang kebijakan publik menjadi keharusan jika demokrasi tidak ingin terjebak sebagai prosedur kosong. Kebijakan harus kembali diposisikan sebagai alat pemecahan masalah publik, bukan sekadar pencapaian politik atau target pembangunan. Demokrasi diuji bukan saat kebijakan disahkan, melainkan ketika ia dijalankan dan dirasakan adil oleh warganya. Tanpa koreksi serius, kebijakan publik akan terus sah secara politik, tetapi rapuh secara sosial—dan demokrasi pun perlahan kehilangan maknanya.<o:p></o:p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menguatkan Kebijakan UMKM Kutai Timur di Tengah Tantangan Digital dan Akses Pasar</title>
<link>https://kartanews.com/menguatkan-kebijakan-umkm-kutai-timur-di-tengah-tantangan-digital-dan-akses-pasar</link>
<guid>https://kartanews.com/menguatkan-kebijakan-umkm-kutai-timur-di-tengah-tantangan-digital-dan-akses-pasar</guid>
<description><![CDATA[ Kutai Timur memiliki kesempatan besar untuk menjadikan UMKM sebagai fondasi ekonomi yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202512/image_870x580_694f79e66554f.jpg" length="146407" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 14:19:21 +0800</pubDate>
<dc:creator>Mansur46</dc:creator>
<media:keywords>Kebijakan Publik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Times New Roman',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">UMKM telah lama menjadi tulang punggung ekonomi lokal di banyak daerah, termasuk Kabupaten Kutai Timur. Namun dalam beberapa tahun terakhir, dinamika pasar, perubahan perilaku konsumen, serta tuntutan digitalisasi menempatkan UMKM Kutim pada persimpangan: tetap bertahan sebagai pelaku ekonomi tradisional, atau bertransformasi menjadi usaha yang adaptif, inovatif, dan kompetitif.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Times New Roman',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sebenarnya telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk memperkuat sektor ini. Peraturan Bupati Nomor 32 Tahun 2022 tentang Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro memberikan landasan hukum yang cukup kuat dalam pengembangan UMKM. Selain itu, berbagai program—mulai dari pelatihan digital marketing, pendampingan usaha, hingga rencana penyediaan pusat produk UMKM—menunjukkan bahwa perhatian pemerintah tidak kecil.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Times New Roman',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Namun, persoalan utama bukan pada ketersediaan kebijakan, melainkan <b>implementasi dan pemerataan dampaknya</b>. Banyak pelaku UMKM di Kutim menghadapi kendala literasi digital yang rendah, kesulitan mengakses pembiayaan, lemahnya kualitas kemasan, hingga keterbatasan jaringan pemasaran. Ini membuat sebagian UMKM tertinggal meski telah ada program yang ditujukan untuk mereka.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Times New Roman',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Digitalisasi menjadi tantangan sekaligus peluang. Tanpa kemampuan memanfaatkan media sosial, marketplace, atau sistem pembayaran digital, UMKM akan kesulitan memperluas pasar, apalagi bersaing dengan produk dari luar daerah. Di sisi lain, semakin banyak UMKM yang mulai memahami pentingnya branding dan pemasaran digital—namun mereka tetap membutuhkan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Times New Roman',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Sementara itu, akses pasar juga menjadi isu krusial. Banyak produk UMKM Kutim sebenarnya memiliki potensi besar—mulai dari olahan makanan lokal, kerajinan tangan, hingga produk berbasis sumber daya alam daerah. Akan tetapi, minimnya kanal distribusi, belum terpenuhinya standar mutu, dan terbatasnya jejaring kemitraan membuat UMKM belum mampu menembus pasar yang lebih luas.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Times New Roman',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Dari sudut pandang kebijakan publik, pemerintah daerah perlu melakukan <b>segmentasi program</b> agar pendampingan sesuai dengan tingkat perkembangan UMKM: pemula, berkembang, dan naik kelas. Selain itu, penguatan ekosistem melalui regulasi pelaksana Perbup 32/2022 perlu segera dituntaskan agar pemberdayaan UMKM tidak berjalan parsial.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Times New Roman',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Pemerintah juga perlu memperbanyak kolaborasi—baik dengan perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga keuangan, maupun platform digital—untuk mempercepat transfer keterampilan sekaligus membuka akses pasar dan modal. Dengan cara ini, UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga memiliki peluang tumbuh dan berkontribusi lebih besar terhadap ekonomi daerah.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Times New Roman',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Pada akhirnya, UMKM Kutai Timur membutuhkan kebijakan yang tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi juga terasa manfaatnya di tingkat pelaku. Jika kebijakan dan implementasi berjalan seiring, maka Kutai Timur memiliki kesempatan besar untuk menjadikan UMKM sebagai fondasi ekonomi yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan.<o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPC PPP Berau Perkuat Jaringan Kepemimpinan Lewat Pendidikan Politik 2025</title>
<link>https://kartanews.com/dpc-ppp-berau-perkuat-jaringan-kepemimpinan-lewat-pendidikan-politik-2025</link>
<guid>https://kartanews.com/dpc-ppp-berau-perkuat-jaringan-kepemimpinan-lewat-pendidikan-politik-2025</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202511/image_870x580_6924328d13b57.jpg" length="96683" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 18:27:46 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> — Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Berau mulai menggerakkan kadernya untuk mendorong peningkatan kualitas politik yang diwujudkan melalui penyelenggaraan Pendidikan Politik dengan tema "Leadership" yang berlangsung di hotel Bumi Segah, pada Minggu (23/11/2025).</p>
<p>Pendidikan ini sebagai pintu masuk untuk membangun kapasitas kader sekaligus memperluas pemahaman politik secara berjenjang, membekali kader dengan pengetahuan serta keterampilan dasar yang esensial dalam kehidupan politik dan membuka ruang belajar bagi kader muda yang mulai mengambil peran dalam dinamika politik, baik di tingkat daerah maupun kecamatan.</p>
<p>Ketua DPC PPP Berau, Saga, menjelaskan bahwa urgensi kegiatan ini semakin besar karena partai membutuhkan kader yang mampu memahami arah kerja politik secara benar, terukur, terarah dan berorientasi pada pelayanan publik. </p>
<p>Saga menegaskan bahwa pendidikan politik bukan sekadar bentuk komitmen partai, tetapi juga menjadi proses pembekalan mendalam untuk menyiapkan kader yang matang secara pemikiran dan memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.</p>
<p>“Pendidikan ini bukan sekadar ajang politik tetapi kesempatan bagi kader untuk memahami lebih dalam bagaimana mereka bekerja dan berkontribusi, apa peran mereka, dan hal-hal mendasar yang perlu diketahui sebelum terjun ke masyarakat,” ujarnya, saat dikonfirmasi melalui via telepon pada Senin, (24/11/2025).</p>
<p>Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat dimanfaatkan kader sebagai ruang refleksi dan penguatan kapasitas diri. Menurutnya, kader harus mampu membawa perubahan konkret, baik dalam menyampaikan aspirasi masyarakat maupun dalam menjalankan fungsi politik di wilayah masing-masing.</p>
<p>“Kita ingin kader lebih percaya diri, lebih sistematis bekerja, dan mampu menjalankan tugas pengorganisasian secara disiplin. Output-nya bukan hanya pengetahuan, tapi perubahan cara kerja yang berdampak,” tambahnya.</p>
<p>Saga, mengungkapkan bahwa kegiatan ini juga memperoleh dukungan penuh dari Ketua DPW PPP Kalimantan Timur, Gamalis. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menyelaraskan pembinaan kader di Berau dengan kebijakan provinsi. Gamalis bahkan berpartisipasi sebagai narasumber untuk menyampaikan materi strategi dan manajemen politik.</p>
<p>“Ketua DPW PPP Kalimantan Timur memberikan atensi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Beliau mengharapkan pembinaan kader di wilayah harus terus diperkuat dan diimplementasikan secara berkelanjutan,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris DPC PPP Berau, Kahar, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menyasar kader lama, tetapi juga memberikan ruang terbuka bagi kader generasi muda Berau untuk memahami politik secara lebih sehat dan positif. </p>
<p>“Kita ingin anak-anak muda melihat politik sebagai cara untuk memperbaiki keadaan, bukan sesuatu yang harus dihindari. Politik itu wadah kontribusi untuk masyarakat,” ujarnya kepada wartawan kartanews pada Senin, (24/11/2025).</p>
<p>Kahar menambahkan bahwa penting bagi pemuda memiliki wawasan politik yang luas dan terbuka, agar mampu melihat bagaimana keputusan politik berdampak pada kehidupan sehari-hari.</p>
<p>“Kita juga ingin mengedukasi mengenai politik bagi bagi kader muda dan pemuda di luar sana. Mereka harus berani terlibat, berani bertanya, dan berani mengambil peran. Pemuda adalah sumber gagasan baru, dan PPP Berau membuka ruang itu seluas-luasnya,” tambahnya.</p>
<p>Terkait target jangka panjang, Kahar menyampaikan bahwa DPC PPP Berau telah menyiapkan agenda lanjutan berupa pendidikan wawasan politik yang lebih luas, pendalaman struktural partai dan politik, kegiatan sosial untuk masyarakat, serta penguatan kapasitas PAC dan kader muda.</p>
<p>Program ini juga akan melibatkan organisasi kepemudaan PPP seperti GPK, AMK, dan Gema PPP sebagai bagian dari proses regenerasi. Seluruh agenda tersebut disusun agar pembinaan kader semakin berkembang dan tidak berhenti pada satu kegiatan saja, serta dampaknya dapat dirasakan secara luas dan nyata oleh masyarakat luas.</p>
<p>“Kami ingin setiap kader betul-betul menerapkan apa yang mereka dapatkan di setiap kegiatan partai. Kalau semua kader meningkat kapasitasnya, maka pelayanan politik kita kepada masyarakat juga akan semakin baik,” ungkapnya.</p>
<p>Melalui Pendidikan Politik 2025 ini, PPP Berau menegaskan kembali komitmennya untuk menjadi partai yang membina kader secara serius, membuka ruang bagi pemuda, serta memperkuat peran dan kontribusi partai sebagai saluran aspirasi masyarakat di Kabupaten Berau. (AUNI)</p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menakar Ulang Pengetahuan Geopolitik di Tengah Kabut Disinformasi</title>
<link>https://kartanews.com/menakar-ulang-pengetahuan-geopolitik-di-tengah-kabut-disinformasi</link>
<guid>https://kartanews.com/menakar-ulang-pengetahuan-geopolitik-di-tengah-kabut-disinformasi</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah hiruk-pikuk dunia digital, banyak orang sibuk mengikuti isu global tanpa benar-benar memahami maknanya. Padahal, di balik setiap berita internasional, ada arah kekuasaan yang perlahan membentuk masa depan bangsa. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202510/image_870x580_69007ff4ce607.jpg" length="87142" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 16:32:52 +0800</pubDate>
<dc:creator>Irla Hadratan Iman</dc:creator>
<media:keywords>Geopolitik, Pengetahuan Geopolitik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Di tengah derasnya informasi digital, peta dunia tak lagi sekadar hiasan di ruang kelas. Geopolitik kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat — mempengaruhi harga bahan pokok, energi, hingga arah kebijakan negara. Namun, kesadaran geopolitik di Indonesia masih minim. Banyak warga yang belum paham bagaimana dinamika global mempengaruhi isi dompet dan kehidupan mereka sehari-hari.</span></span></p>
<p></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kita sering terbuai oleh semangat nasionalisme instan yang hanya hidup di layar ponsel. Mengibarkan bendera virtual memang mudah, tapi membaca arah kepentingan global membutuhkan nalar yang tajam. Ketika Amerika dan Tiongkok bersaing dalam perang ekonomi, sebagian besar masyarakat menilainya hanya sekedar rebutan pasar. Padahal, di baliknya tersembunyi perebutan kendali politik, teknologi, dan sumber daya yang juga menekan posisi negara-negara berkembang seperti Indonesia.</span></span></p>
<p></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Rendahnya pemahaman geopolitik membuat masyarakat rentan termakan berita bohong dan propaganda. Narasi populis yang disebar lewat media sosial cepat diterima tanpa proses berpikir kritis. Begitu ada isu luar negeri yang bersentuhan dengan kepentingan nasional, respon publik sering meledak secara emosional, bukan rasional. Padahal, inti dari memahami geopolitik bukanlah tentang mencari kawan atau lawan, melainkan tentang mencari posisi suatu bangsa di tengah-tengah pusaran kepentingan global.</span></span></p>
<p></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kondisi ini kian terasa di kalangan muda. Banyak anak muda yang fasih bicara tren luar negeri, tapi gagap menjelaskan strategi geopolitik negaranya. Hal ini tidak sepenuhnya kesalahan mereka. Dunia pendidikan pun jarang membangkitkan kesadaran geopolitik secara serius. Sekolah dan universitas lebih fokus pada angka dan prestasi akademik, bukan pada pembentukan daya nalar global yang kritis dan reflektif.</span></span></p>
<p></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Padahal, generasi muda adalah penentu masa depan bangsa. Mereka akan menghadapi tantangan geopolitik yang jauh lebih rumit, mulai dari perang data, krisis energi, hingga pertarungan pengaruh di kawasan Indo-Pasifik. Tanpa memahami geopolitik, mereka dengan mudah terseret arus opini global yang tampak menarik namun penuh dengan jebakan.</span></span></p>
<p></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Sudah waktunya pengetahuan geopolitik keluar dari ruang seminar dan buku tebal. Ia harus hidup di ruang publik: dalam pemberitaan, diskusi kampus, hingga diskusi warung kopi. Literasi geopolitik bukan wacana elit, tapi kebutuhan rakyat. Sebab bangsa yang tidak paham arah geopolitiknya akan mudah disetir oleh kekuatan asing. Sebaliknya, bangsa yang memahami letak pijaknya akan lebih siap menghadapi badai global.</span></span></p>
<p></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Melek geopolitik berarti sadar bahwa setiap berita, kebijakan, dan konflik internasional dapat berdampak pada kita. Di zaman ketika kabar palsu bisa jadi alat perang, kesadaran geopolitik adalah hal pertama yang harus dimiliki bangsa ini.</span></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Putusan MK Final, Sri Juniarsih&#45;Gamalis Resmi Pimpin Berau 2025&#45;2030</title>
<link>https://kartanews.com/putusan-mk-final-sri-juniarsih-gamalis-resmi-pimpin-berau-2025-2030</link>
<guid>https://kartanews.com/putusan-mk-final-sri-juniarsih-gamalis-resmi-pimpin-berau-2025-2030</guid>
<description><![CDATA[ KARTANEWS.COM, BERAU – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (PHPUKada) Berau yang diajukan oleh Paslon Nomor Urut 1 Madri Pani dan Agus Wahyudi. Putusan ini secara resmi menetapkan Paslon Nomor Urut 2 Sri Juniarsih dan Gamalis sebagai Bupati d... ]]></description>
<enclosure url="uploads/2025/02/Gambar-WhatsApp-2025-02-26-pukul-11.34.15_f104acfc.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Feb 2025 06:47:53 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>KARTANEWS.COM, BERAU – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (PHPUKada) Berau yang diajukan oleh Paslon Nomor Urut 1 Madri Pani dan Agus Wahyudi. Putusan ini secara resmi menetapkan Paslon Nomor Urut 2 Sri Juniarsih dan Gamalis sebagai Bupati dan Wakil Bupati Berau terpilih untuk periode 2025-2030.</p>

<p>Sidang pleno terbuka yang dipimpin oleh Hakim Konstitusi Saldi Isra memutuskan bahwa dalil-dalil yang diajukan oleh pemohon tidak memiliki dasar hukum yang kuat.</p>

<p>“Intinya apa yang didalilkan tidak berdasar menurut hukum," tegas Saldi Isra pada Senin (24/2/2025).</p>

<p>MK menilai bahwa bukti-bukti yang diajukan tidak cukup kuat untuk membuktikan pelanggaran yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) yang dapat mempengaruhi hasil Pilkada.</p>

<p>Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau menyatakan bahwa dengan adanya putusan MK ini, tahapan Pilkada Berau 2024 telah selesai. KPU Berau pun menggelar rapat pleno terbuka Penetapan Pasangan Calon Terpilih Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Berau Tahun 2024 pada Rabu(26/2/2025) pagi di Ballroom Tokyo Bumi Segah Hotel.</p>

<p>"Berdasarkan ini, kami menetapkan Pasangan Sri Juniarsih dan Gamalis resmi menjadi Bupati dan Wakil Bupati Berau periode 2025-2030," jelasnya.</p>

<p>Menanggapi putusan MK, Wakil Bupati Berau, Gamalis mengungkapkan rasa syukur atas hasil pemilihan dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim sukses, relawan, serta masyarakat Kabupaten Berau yang telah memberikan dukungan.</p>

<p>"Ini adalah kemenangan bersama seluruh rakyat Berau. Kedepannya kami akan terus bekerja keras untuk mewujudkan Berau yang lebih maju dan sejahtera," tuturnya.</p>

<p>Ia pun menegaskan bahwa setelah kontestasi politik berakhir, seluruh elemen masyarakat harus kembali bersatu dan menjaga kondusifitas daerah.</p>

<p>Dengan ditolaknya permohonan PHPUKada oleh MK, Sri Juniarsih dan Gamalis siap untuk memimpin Kabupaten Berau selama lima tahun ke depan. Putusan ini sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian proses Pilkada Berau 2024. (DAA)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pjs Bupati Berau Tekankan Netralitas ASN Jelang Pilkada 2024</title>
<link>https://kartanews.com/pjs-bupati-berau-tekankan-netralitas-asn-jelang-pilkada-2024</link>
<guid>https://kartanews.com/pjs-bupati-berau-tekankan-netralitas-asn-jelang-pilkada-2024</guid>
<description><![CDATA[ KARTANEWS.COM, TANJUNG REDEB – Mengawali bulan Oktober di 2024 ini, Pjs. Bupati Berau, Sufian Agus bersilaturahmi ke beberapa OPD yang ada di Kabupaten Berau, yakni diantaranya Inspektorat, DPMK, Dinas Pertanahan, Dinas Kominfo dan Disdukcapil. Dalam kunjungan tersebut, Sufian Agus menegaskan pent... ]]></description>
<enclosure url="uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-01-at-16.37.02.jpeg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 01 Oct 2024 11:42:20 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>KARTANEWS.COM, TANJUNG REDEB – Mengawali bulan Oktober di 2024 ini, Pjs. Bupati Berau, Sufian Agus bersilaturahmi ke beberapa OPD yang ada di Kabupaten Berau, yakni diantaranya Inspektorat, DPMK, Dinas Pertanahan, Dinas Kominfo dan Disdukcapil.</p>

<p>Dalam kunjungan tersebut, Sufian Agus menegaskan pentingnya netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).</p>

<p>“Kunjungan ini bukan hanya untuk menjalin silaturahmi, tetapi juga sebagai upaya untuk mengingatkan seluruh OPD terkait netralitas ASN yang wajib dijaga dalam Pilkada,” ujarnya.</p>

<p>Dirinya menyadari bahwa ASN memiliki hak suara yang dilindungi, namun dia mengingatkan agar pilihan tersebut hanya disampaikan secara pribadi ketika melakukan pencoblosan.</p>

<p>“Tidak perlu mengungkapkan secara terbuka siapa yang dipilih, cukup menjadi rahasia pribadi saja,” tuturnya.</p>

<p>Selain itu, ia juga meminta agar para pimpinan OPD turut menjadi perpanjangan tangan dalam menyampaikan pesan terkait netralitas ASN kepada seluruh jajaran di bawah mereka.</p>

<p>“Saya berharap kepala OPD bisa menyampaikan hal ini kepada jajaran mereka juga orang-orang terdekatnya,” pintanya.</p>

<p>Sufian Agus juga berencana untuk segera mengeluarkan Surat Edaran (SE) sebagai bentuk penegasan mengenai netralitas ASN. Edaran tersebut akan ditujukan kepada seluruh OPD, sekretariat daerah, kecamatan, hingga tingkat kepala kampung.</p>

<p>“Dalam waktu dekat, saya akan menerbitkan SE yang menegaskan netralitas ASN dan ini akan disampaikan ke seluruh lapisan birokrasi, mulai dari OPD hingga ke kampung,” jelasnya.</p>

<p>Terkait dengan pengamanan Pilkada, ia menegaskan bahwa tugas tersebut sepenuhnya akan diserahkan kepada aparat keamanan. Namun, ia juga menyoroti pentingnya pengamanan distribusi logistik Pilkada, terutama di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di berbagai wilayah dengan kondisi geografis yang menantang dan cuaca yang tidak selalu bersahabat.</p>

<p>“Kita akan pastikan pengangkutan dan pengamanan logistik Pilkada berjalan aman. Namun, tantangan geografis dan cuaca perlu menjadi perhatian khusus,” terangnya.</p>

<p>Dirinya juga menegaskan bahwa ASN tidak diperkenankan menghadiri kampanye dalam bentuk apapun. Hal ini sebagaimana telah diatur dalam regulasi yang berlaku dan harus diikuti demi menjaga netralitas ASN.</p>

<p>“ASN dilarang hadir di kampanye, apapun bentuknya. Jika ingin mengetahui visi dan misi calon, cukup menunggu debat resmi,” tegasnya.</p>

<p>“Aturan terkait netralitas ASN sudah sangat jelas. Kita harus benar-benar menjaga netralitas ini demi kelancaran Pilkada,” tutupnya. (DAA)</p>]]> </content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>