<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
<title>Kartanews &#45; : Pertanian</title>
<link>https://kartanews.com/rss/category/pertanian</link>
<description>Kartanews &#45; : Pertanian</description>
<dc:language>en</dc:language>
<dc:rights>@PT Digitalindo Media Utama &#45; kartanews.com</dc:rights>

<item>
<title>Lakukan Panen Demonstration Plot (Demplot), Pemprov Kaltim Komitmen Jaga Ketahanan Pangan</title>
<link>https://kartanews.com/lakukan-panen-demonstration-plot-demplot-pemprov-kaltim-komitmen-jaga-ketahanan-pangan</link>
<guid>https://kartanews.com/lakukan-panen-demonstration-plot-demplot-pemprov-kaltim-komitmen-jaga-ketahanan-pangan</guid>
<description><![CDATA[ KUKAR – Pemprov Kaltim bersama Bank Indonesia Perwakilan Kaltim menggelar Panen Demonstration Plot (Demplot) Padi “LEISA” dan Aplikasi Digital Farming berbasis drone sprayer di Desa Sidomulyo, Anggana, Kutai Kartanegara, Kamis (10/9/2026) ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aa2680c6e9a3.jpg" length="610281" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 10 Sep 2026 16:18:23 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">KARTANEWS.COM, KUKAR</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> – Pemprov Kaltim bersama Bank Indonesia Perwakilan Kaltim menggelar Panen Demonstration Plot (Demplot) Padi “LEISA” dan Aplikasi Digital Farming berbasis drone sprayer di Desa Sidomulyo, Anggana, Kutai Kartanegara, Kamis (10/9/2026). Panen ini menegaskan bahwa pemrintah komitmen untuk memperkuat ketahanan pangan, mendongkrak produktivitas pertanian, serta menjaga stabilitas harga pangan daerah.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji dan dihadiri Kepala Perwakilan BI Kaltim Jajang Hermawan, jajaran OPD Kaltim dan Kukar, pembelajar Politani Samarinda, peneliti, hingga perwakilan kelompok tani.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Seno Aji menegaskan komitmen daerah untuk mencapai target swasembada beras pada akhir tahun 2026. Dari total 28.000 hektare sawah aktif, penyaluran kebutuhan beras lokal melonjak pesat dari 30 persen menjadi 58 persen berkat program intensifikasi dan ekstensifikasi lahan.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Artinya, kami sudah melakukan perbaikan intensifikasi lahan dan juga ekstensifikasi lahan. Kita melakukan cetak sawah, kita melakukan optimalisasi lahan yang dilakukan secara bersama-sama oleh TNI, Polri, dan seluruh masyarakat,” ujar Seno Aji.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Peningkatan produksi terlihat nyata dari penerapan metode demplot terintegrasi. Pada uji coba sebelumnya di Bukit Biru, produktivitas padi melonjak dari tiga ton menjadi hampir tujuh ton per hektar.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Dukungan BI melalui bantuan alsintan, dipadukan dengan kepakaran Politani dan Unmul dalam penerapan benih unggul varietas Inpari serta bioinvigorasi benih, terbukti memangkas biaya operasional.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Setelah dua kali dilakukan evaluasi dan analisa, ternyata memang ada penurunan biaya dari pupuk-pupuk kimia menjadi pupuk organik, kemudian juga terjadi penurunan hama,” jelasnya.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Atas keberhasilan tersebut, Seno Aji meminta metode demplot tidak berhenti sebagai proyek percontohan semata. Pemprov Kaltim mendorong replikasi teknologi ini secara masif di seluruh wilayah, termasuk program cetak sawah baru di Kabupaten Mahakam Ulu.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Kita melakukan replikasi secara massal. Mari kita bersama-sama memastikan hasil panen Kalimantan Timur setelah demplot ini disebarluaskan minimal 7 ton per hektare,” tegas Wagub.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Selain terobosan benih dan pupuk organik, Pemprov Kaltim mendorong modernisasi melalui pemanfaatan rice milling unit, traktor, Combine Harvester, hingga drone sprayer. Langkah mekanisasi ini diharapkan mampu mempermudah kerja petani sekaligus menarik minat generasi muda.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Petani kita akan sejahtera, petani kita akan berjaya. Kita ingin memastikan anak-anak petani bisa melanjutkan aktivitas pertaniannya. Sepuluh kabupaten/kota, kita pastikan semuanya bisa swasembada beras,” tutupnya.(Red/Tim) </span></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cuaca Panas Penyebab Kekeringan, DTPHP Berau Klaim Produksi Beras Menurun</title>
<link>https://kartanews.com/cuaca-panas-penyebab-kekeringan-dtphp-berau-klaim-produksi-beras-menurun</link>
<guid>https://kartanews.com/cuaca-panas-penyebab-kekeringan-dtphp-berau-klaim-produksi-beras-menurun</guid>
<description><![CDATA[ BERAU — Kemarau panjang dan cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mulai mengancam ketahanan pangan daerah ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a97aad09b945.jpg" length="414510" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 02 Sep 2026 12:53:38 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> — Kemarau panjang dan cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mulai mengancam ketahanan pangan daerah. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau mengonfirmasi bahwa realisasi produksi tiga komoditas strategis padi, jagung, dan cabai baru menyentuh angka 40 hingga 50 persen dari target tahunan hingga Agustus 2026.</p>
<p>Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, menjelaskan bahwa minimnya pasokan air dan suhu panas ekstrem menjadi pemicu utama anjloknya produktivitas sektor pertanian.</p>
<p>Padahal, idealnya capaian akumulasi produksi pada bulan kedelapan telah menembus angka 70 hingga 80 persen.</p>
<p>"Jadi kan prioritas strategis kita tiga ya, padi, jagung, sama cabai. Tiga-tiga ini menunjukkan penurunan, angkanya sampai bulan Agustus ini baru 40-50 persen. Padahal kan kita harusnya sudah 70-80an persen di bulan Agustus ini," ujar Lita.</p>
<p>Dampak kekeringan meluas di beberapa kawasan sentra pertanian dengan tingkat keparahan beragam. Wilayah Merancang mencatatkan dampak terparah karena sebagian tanaman dilaporkan mengalami kegagalan produksi total.</p>
<p>Sementara itu, kawasan Buyung-Buyung, Semurut, Labanan, dan Tasuk turut mengalami penurunan volume panen. Lita mencontohkan penyusutan hasil panen yang terjadi di lapangan secara drastis.</p>
<p> "Kalau biasanya Labanan itu empat sampai lima ton, sekarang mungkin sekitar tiga ton. Di Semurut yang biasanya dua sampai tiga ton, musim ini mungkin hanya sekitar satu ton, bahkan ada yang gagal," ungkapnya.</p>
<p>Menghadapi keterbatasan air, para petani mengambil langkah adaptasi berbeda di lapangan. Sebagian petani jagung memilih menunda masa tanam sembari menunggu datangnya curah hujan guna meminimalkan risiko kerugian modal.</p>
<p>Di sisi lain, petani cabai terus berupaya merawat tanaman yang masih produktif dengan melakukan penyiraman secara rutin. DTPHP Berau memperkirakan penurunan produksi pangan tahun ini akan semakin membesar jika kemarau terus berlangsung.(Rein) </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kado Kemerdekaan! Pemerintah Siapkan Bantuan Beras Gratis untuk 33 Juta Warga</title>
<link>https://kartanews.com/kado-kemerdekaan-pemerintah-siapkan-bantuan-beras-gratis-untuk-33-juta-warga</link>
<guid>https://kartanews.com/kado-kemerdekaan-pemerintah-siapkan-bantuan-beras-gratis-untuk-33-juta-warga</guid>
<description><![CDATA[ Kabar gembira menghampiri puluhan juta keluarga di seluruh Indonesia. Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan pangan beras tahap kedua alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a6eed9de2e81.jpg" length="108376" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 02 Aug 2026 15:13:34 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span><b><span;><span;>​</span;></span;></b></span><b><span;>KARTANEWS.COM</span;></b><span;> — Kabar gembira menghampiri puluhan juta keluarga di seluruh Indonesia. Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan pangan beras tahap kedua alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. </span;><br><br><span;>Penugasan yang diterbitkan per 30 Juli 2026 ini dirancang istimewa karena penyalurannya disentrakkan untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus. </span;><br><br><span;>​Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa bantuan pangan beras ini dihadirkan sebagai jaring pengaman sosial guna menjaga daya beli masyarakat, memperkuat stabilitas pangan nasional, dan memenuhi kebutuhan pokok keluarga. </span;><br><br><span;>"Sebanyak 33.244.408 penerima manfaat akan mendapatkan bantuan masing-masing 10 kilogram beras untuk periode alokasi tiga bulan, yang penyalurannya dapat dilakukan sekaligus dalam satu kali pembagian,"ucapnya menguti dari keterangan tertulis. </span;><br><br><span;>​Program prorakyat yang merupakan direktif langsung Presiden Prabowo Subianto ini menelan total anggaran sebesar Rp 17,52 triliun dengan total pasokan mencapai 997,2 ribu ton beras. Data penerima dipastikan menggunakan versi pembaruan terkini dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) per 10 Juli 2026 hasil kerja sama Bapanas, Kementerian Sosial, dan BPS. </span;><br><br><span;>​Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani, menjelaskan bahwa momen kemerdekaan dipilih agar masyarakat—khususnya kelompok desil 1 hingga 4—dapat merasakan langsung kehadiran negara di tengah suasana perayaan 17 Agustus. </span;><br><br><span;>Untuk memperlancar distribusi, Bapanas juga mengoptimalkan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang memiliki fasilitas memadai sebagai titik salur di tingkat tapak. </span;><br><br><span;>​Pemerintah daerah dan jajaran Bulog di seluruh wilayah diminta segera berkoordinasi serta melakukan uji kualitas beras sebelum pendistribusian dimulai. Wilayah dengan kendala geografis seperti Papua juga diinstruksikan untuk memprioritaskan pergerakan logistik lebih awal agar target penyaluran 100 persen tercapai. </span;><br><br><span;>"Sebagai komparasi, penyaluran tahap pertama pada Februari–Maret 2026 lalu telah sukses merealisasikan 99,7 persen bantuan, dan secara keseluruhan target alokasi bantuan pangan tahun 2026 ini ditingkatkan menjadi 5 bulan dibanding 4 bulan pada tahun sebelumnya,"pungkasnya.(Rein)</span;><br><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260802_150912_978.sdocx--></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Genjot Produksi Beras, Berau Ditunjuk Mewakili Kaltim dalam Gerakan Tanam 50 Ribu Hektare</title>
<link>https://kartanews.com/genjot-produksi-beras-berau-ditunjuk-mewakili-kaltim-dalam-gerakan-tanam-50-ribu-hektare</link>
<guid>https://kartanews.com/genjot-produksi-beras-berau-ditunjuk-mewakili-kaltim-dalam-gerakan-tanam-50-ribu-hektare</guid>
<description><![CDATA[ BERAU – Kabupaten Berau terpilih menjadi garda terdepan mewakili Provinsi Kalimantan Timur untuk program Gerakan Tanam Padi Serentak 50.000 Hektare demi mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202607/image_870x580_6a6c4ea8202c9.jpg" length="183297" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 31 Jul 2026 15:32:38 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b><span;>KARTANEWS.COM, BERAU</span;></b><span;> – Kabupaten Berau terpilih menjadi garda terdepan mewakili Provinsi Kalimantan Timur untuk program Gerakan Tanam Padi Serentak 50.000 Hektare demi mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional. Aksi kolaboratif ini dipusatkan pada kawasan Optimasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat di Kampung Melati Jaya, Kecamatan Gunung Tabur, Jumat (31/7/2026). </span;><br><br><b><span;>​</span;></b><span;>Gerakan yang diprakarsai oleh Kementerian Pertanian ini berlangsung secara serentak di berbagai wilayah Nusantara. Inisiatif tersebut dirancang untuk menggenjot produktivitas lahan lewat strategi Optimasi Lahan (Oplah) serta Cetak Sawah Rakyat guna memperluas area tanam, memperkuat ketahanan pangan, dan mengakselerasi swasembada beras nasional. </span;><br><br><span;>​Agenda strategis ini juga dihadiri Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementan M. Amin, Wakil Bupati Berau Gamalis, jajaran asisten Setda, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DPTHP) Berau Lita Handini, insan penyuluh, Brigade Pangan, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Berau, serta jajaran kelompok tani setempat.</span;><br><span;>​</span;><br><span;>Wakil Bupati Berau Gamalis menegaskan, aksi serentak ini menjadi bukti solidnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, tenaga penyuluh, Brigade Pangan, hingga para petani. Langkah ini dinilai sangat krusial dalam mendongkrak capaian hasil panen padi sawah di wilayah Kabupaten Berau.</span;><br><span;>​</span;><br><span;>"Aksi tanam serentak ini merupakan bagian dari agenda nasional. Berau merasa bangga ditunjuk mewakili Kaltim. Kami berharap tanaman ini dipelihara secara intensif agar mampu menghasilkan panen yang optimal," tutur Gamalis saat memberikan sambutan.</span;><br><span;>​</span;><br><span;>Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Berau berkomitmen penuh mendukung seluruh kebijakan strategis pertanian demi menyukseskan target ketahanan pangan nasional. Salah satu langkah konkretnya adalah pemanfaatan Optimasi Lahan (Oplah) guna memaksimalkan fungsi sawah eksisting agar lebih produktif saat panen.</span;><br><span;>​</span;><br><span;>Gamalis juga membeberkan bahwa sepanjang 2026, Berau memperoleh alokasi Cetak Sawah seluas 2.000 hektare. Saat ini prosesnya memasuki tahap survei, investigasi, dan desain (SID), sementara pengerjaan konstruksi akan berjalan pada tahun ini. Wilayah sasarannya mencakup Kecamatan Tabalar, Sambaliung, Gunung Tabur, Teluk Bayur, dan Segah.</span;><br><span;>​</span;><br><span;>"Lewat program ini, kita menargetkan luas baku sawah Berau yang saat ini 2.365 hektare dapat terus bertambah. Otomatis, cakupan tanam dan hasil panen beras pun akan meningkat drastis," jelasnya.</span;><br><span;>​</span;><br><span;>Pemkab Berau, lanjutnya, bakal terus memacu potensi sektor pertanian melalui kolaborasi erat bersama Kementan, penyuluh, Brigade Pangan, serta petani demi memberikan kontribusi nyata bagi kemandirian pangan nasional.</span;><br><span;>​</span;><br><span;>Sementara itu, Kepala DPTHP Berau Lita Handini menyatakan bahwa gerakan ini efektif memacu Luas Tambah Tanam (LTT) dan Indeks Pertanaman (IP) berkat kolaborasi Dinas Pertanian, BRMP Kaltim, PPL, Brigade Pangan, dan petani.</span;><br><span;>​</span;><br><span;>"Gerakan ini ditujukan untuk menambah area tanam sekaligus menggenjot produksi beras. Sinergi ini penting demi mempertahankan swasembada pangan," tegas Lita.</span;><br><span;>​</span;><br><span;>Ia optimistis program ini memperkuat benteng ketahanan pangan daerah sekaligus mewujudkan swasembada di Berau. Lita turut mengimbau para penyuluh terus mendampingi petani agar lahan pascapanen bisa langsung ditanami kembali. (Adv/Rein)</span;><br><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260731_152614_987.sdocx--></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sinergi Parisau Rest Area dan STI: Dorong Ekosistem Bisnis Kopi Liberika di Berau</title>
<link>https://kartanews.com/sinergi-parisau-rest-area-dan-sti-dorong-ekosistem-bisnis-kopi-liberika-di-berau</link>
<guid>https://kartanews.com/sinergi-parisau-rest-area-dan-sti-dorong-ekosistem-bisnis-kopi-liberika-di-berau</guid>
<description><![CDATA[ BERAU – Pemilik Parisau Rest Area Kampung Sembakungan, Abdul Rahman Ismail, berharap kegiatan Ngopi di Kebun yang diselenggarakan bersama Sekolah Tani Indonesia (STI) mampu menghadirkan semangat baru bagi para petani. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202607/image_870x580_6a65bd6b55eb8.jpg" length="97647" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Jul 2026 15:57:01 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b><span;>KARTANEWS.COM, BERAU</span;></b><span;> – Pemilik Parisau Rest Area Kampung Sembakungan, Abdul Rahman Ismail, berharap kegiatan </span;><i><span;>Ngopi di Kebun</span;></i><span;> yang diselenggarakan bersama Sekolah Tani Indonesia (STI) mampu menghadirkan semangat baru bagi para petani. Inisiatif ini difokuskan untuk mengembangkan budidaya tanaman kopi liberika di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.</span;><br><b><span;>​</span;></b><br><span;>Ia menilai langkah awal kolaborasi bersama STI telah berhasil memberikan pemahaman dasar kepada para peserta. Harapannya, informasi serta wawasan yang telah dibagikan dapat menjadi modal berharga bagi masyarakat luas untuk berpartisipasi aktif dalam membudidayakan kopi di berbagai wilayah di Berau.</span;><br><span;>​</span;><br><span;>"Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan lancar. Semoga apa yang sudah saya bagikan bisa menjadi motivasi tersendiri bagi masyarakat yang hadir dan mengikutinya," ujar Abdul Rahman kepada </span;><i><span;>Kartanews, </span;></i><span;>Sabtu (25/07/2026).</span;><br><br><span;>​Sementara itu, Ketua STI, Fatoni Putra, menyampaikan bahwa tahap awal untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai ekosistem bisnis kopi yang ideal telah berhasil dilalui. Pasca-kegiatan ini, pihak STI akan segera merumuskan langkah strategis berikutnya agar misi besar "Mengkopikan Berau" dapat terwujud secara nyata. </span;><br><br><span;>"Hari ini menjadi bagian dari sejarah baru, di mana tercipta potensi baru berupa kopi liberika Berau. Tadi seluruh pemangku kepentingan (</span;><i><span;>stakeholders</span;></i><span;>) turut hadir dalam acara tersebut. Semoga ini menjadi awal yang sangat baik bagi kemajuan pertanian lokal," ungkap Fatoni.</span;></p>
<p><br><span;>Tidak lupa, Fatoni juga memberikan seruan khusus kepada generasi muda di Kabupaten Berau untuk tidak ragu memulai dan menggeluti dunia pertanian. Menurutnya, sektor pertanian memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan di masa depan jika dikelola secara modern dan berkelanjutan.</span;><br><span;>​</span;><br><span;>"Saya mengajak seluruh pemuda di Berau untuk mari bertani, karena prospeknya sangat menjanjikan untuk masa depan kita," pungkasnya.</span;><br><span;>​</span;><br><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;>Melalui sinergi antara pelaku usaha lokal, komunitas petani, dan pemuda daerah, budidaya kopi liberika diharapkan tidak hanya menjadi komoditas baru unggulan, tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Berau secara berkelanjutan. (Rein)<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260726_154250_875.sdocx--></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>STI Gelar Sekolah Lapangan Agroforestri Kopi Liberika dan Kakao di Kabupaten Berau</title>
<link>https://kartanews.com/sti-gelar-sekolah-lapangan-agroforestri-kopi-liberika-dan-kakao-di-kabupaten-berau</link>
<guid>https://kartanews.com/sti-gelar-sekolah-lapangan-agroforestri-kopi-liberika-dan-kakao-di-kabupaten-berau</guid>
<description><![CDATA[ BERAU– Sekolah Tani Indonesia (STI) mengadakan Pelatihan dan Sekolah Lapangan bagi masyarakat Kabupaten Berau. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202607/image_870x580_6a6061d49fc7f.jpg" length="160285" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 14:28:12 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">KARTANEWS.COM, BERAU</span></span></span></span></b><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> – Sekolah Tani Indonesia (STI) mengadakan Pelatihan dan Sekolah Lapangan bagi masyarakat Kabupaten Berau. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan komoditas lokal berbasis agroforestri, khususnya kopi liberika dan kakou yang kini tengah gencar dibudidayakan di Bumi Batiwakkal. </span></span></span></span><br><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">​Bertempat di Rest Area Parisau, Kampung Sembakungan, pelatihan ini berlangsung selama lima hari, yakni pada 21–25 Juli 2026. Selama kegiatan, peserta dibimbing secara mendalam untuk memahami berbagai aspek pengembangan tanaman kopi maupun kakao. </span></span></span></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Melalui pelatihan ini, warga yang berpartisipasi diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan keterampilannya dalam mengembakan kedua komditas tersebut. </span></span></span></span><br><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">​Ketua STI, Fatoni Putra, menyampaikan bahwa menyediakan pemandu para peserta untuk memahami ekosistem bisnis kopi dan kakao. Dengan pemahaman tersebut, para petani diharapkan sudah mengetahui langkah-langkah strategi yang harus dilakukan saat membudidayakan kedua komoditas tersebut</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“</span></span></span></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Sekolah Tani Indonesia fokus menyampaikan ekosistem bisnisnya sekaligus mendorong pengembangan kakao dan kopi di Berau melalui sistem agroforestri,” ujar Fatoni, (21/07/2026). </span></span></span></span><br><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">​Sistem agroforestri sendiri merupakan metode pengelolaan lahan yang memadukan kegiatan pertanian dan kehutanan dalam satu kawasan. Secara sederhana, sistem ini menggabungkan penanaman pohon kayu keras dengan tanaman pangan atau musiman. </span></span></span></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Metode ini juga dapat dikombinasikan dengan sektor peternakan ( </span></span></span></span><i><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">agrosilvopastura</span></span></span></span></i><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> ) dan perikanan ( </span></span></span></span><i><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">agrosilvofishery</span></span></span></span></i><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> )</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Fatoni</span></span></span></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">juga menambahkan, termasuk telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait langkah pascapelatihan agar terdapat pendampingan yang konkret dan berkelanjutan bagi para petani</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“</span></span></span></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kami membuat kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Daerah Berau, KPHP Kabupaten Berau, dan Balai Perhutanan Sosial Provinsi Kalimantan Timur. Seluruh pihak siap mendukung penuh STI dalam upaya pengembangan kakao dan kopi,” tutupnya.(Rein)</span></span></span></span><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260722_142123_321.sdocx--></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Genjot Sektor Perkebunan, Disbun Berau Kolaborasi dengan STI Bina Petani Kopi&#45;Kakao</title>
<link>https://kartanews.com/genjot-sektor-perkebunan-disbun-berau-kolaborasi-dengan-sti-bina-petani-kopi-kakao</link>
<guid>https://kartanews.com/genjot-sektor-perkebunan-disbun-berau-kolaborasi-dengan-sti-bina-petani-kopi-kakao</guid>
<description><![CDATA[ BERAU – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau tengah menjajaki kolaborasi dengan Yayasan Sekolah Tani Indonesia (STI). Langkah ini dilakukan sebagai upaya bersama dalam pembinaan serta pengembangan komoditas perkebunan, dengan fokus utama pada sektor kopi dan kakao dari hulu hingga ke hilir. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202607/image_870x580_6a586feec0556.jpg" length="71468" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 13:46:56 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>KARTANEWS.COM</b><span;>, </span;><b><span;>BERAU</span;></b><span;> – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau tengah menjajaki kolaborasi dengan Yayasan Sekolah Tani Indonesia (STI). Langkah ini dilakukan sebagai upaya bersama dalam pembinaan serta pengembangan komoditas perkebunan, dengan fokus utama pada sektor kopi dan kakao dari hulu hingga ke hilir. </span;><br><br><span;>​Sekretaris Disbun Berau, Mansur Tanca, menyatakan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat saling mendukung program kerja kedua belah pihak. Terlebih, STI juga direncanakan akan membantu memfasilitasi akses pasar (</span;><i><span;>market access</span;></i><span;>) bagi para petani. </span;><br><br><span;>​"Kerja sama ini tidak bersifat kontrak langsung, melainkan berupa kolaborasi kegiatan yang saling mendukung. Kami berupaya mematangkan draf kegiatan agar tahu persis di mana titik masuknya dan bentuk kemitraan yang diinginkan. Ini penting agar hasil panen petani nantinya memiliki pasar yang jelas," ujarnya, Kamis (16/7/2026). </span;><br><br><span;>​Pihak Dinas Perkebunan juga menekankan pentingnya keselarasan kurikulum pembelajaran yang dibawa oleh pihak yayasan agar tetap sejalan dengan pedoman baku dari Direktorat Jenderal Perkebunan, guna menghindari adanya penyimpangan materi di lapangan. </span;><br><br><span;>Saat ini, STI sendiri sedang fokus pada pembangunan infrastruktur dan area pembelajaran yang direncanakan mulai berjalan pada bulan depan.</span;><br><span;>​</span;><br><span;>Di sisi lain, terkait program bantuan sektor perkebunan, Disbun pada tahun ini mendapatkan alokasi bantuan dari Kementerian Pertanian masing-masing seluas 200 hektare untuk komoditas kakao dan kelapa dalam. </span;><br><br><span;>​Mengenai komitmen penyediaan bibit kelapa dalam yang sempat dipertanyakan, Sekretaris Disbun menegaskan bahwa prosesnya sudah ditindaklanjuti. </span;><br><br><span;>​"Kami sudah menindaklanjuti hal tersebut. Identifikasi lokasi, calon petani, dan calon lahan semuanya sudah selesai. Data tersebut juga telah kami kirim dan serahkan ke Balai Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPTP) provinsi. Saat ini statusnya sedang dalam proses verifikasi," pungkasnya. </span;><br><br><span;>​Melalui bantuan ini, pemerintah berharap dapat meremajakan lahan perkebunan rakyat yang sudah tua sekaligus memperluas potensi komoditas unggulan di Kabupaten Berau. </span;><strong>(REIN/daa)</strong><br><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260716_134259_090.sdocx--></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Berau Gelar Penanaman Padi, Program Cetak Sawah 2026 Kembali Dimulai</title>
<link>https://kartanews.com/polres-berau-gelar-penanaman-padi-program-cetak-sawah-2026-kembali-dimulai</link>
<guid>https://kartanews.com/polres-berau-gelar-penanaman-padi-program-cetak-sawah-2026-kembali-dimulai</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202607/image_870x580_6a4b40167bb19.jpg" length="119885" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 13:34:16 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">KARTANEWS.COM, BERAU</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> – Komitmen untuk memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Berau terus digalakkan. Kali ini, Polsek Tabalar turun langsung sepanjang pemeliharaan penanaman padi perdana dalam program Cetak Sawah Rakyat Tahun Anggaran 2026.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kegiatan ini dipusatkan di Kampung Semurut, Kecamatan Tabalar. Ini menandai langkah awal pengelolaan lahan pertanian potensial seluas 140 hektare, yang nantinya diharapkan mampu mendongkrak produktivitas sektor pertanian di wilayah Bumi Batiwakkal. </span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kasi Humas Polres Berau, AKP Suradi menegaskan bahwa kehadiran personel Polsek Tabalar di lapangan bukan sekedar rutinitas, melainkan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program-program strategi pemerintah yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">​“Polri berkomitmen penuh mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk di sektor pertanian. Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk pelayanan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan kondusif, aman, dan terjamin,” ujarnya.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">​Sebagai bentuk dimulainya program, dilakukan proses penanaman padi secara simbolis yang diikuti dengan pembacaan doa, berbagai jajaran pejabat yang hadir, serta penyerahan simbolis surat lahan sawah langsung kepada masyarakat setempat. </span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">​AKP Suradi menambahkan, keberhasilan program padat karya dan ketahanan pangan ini sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara pemerintah, TNI, Polri, dan elemen masyarakat.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“​Target utama meningkatkan hasil produksi padi daerah, serta membuka peluang ekonomi baru bagi para petani lokal,” tuturnya. </span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Hingga seluruh rangkaian acara selesai, situasi di lokasi yang dilaporkan berjalan aman, tertib, dan lancar. Langkah pengamanan proaktif dari aparat kepolisian ini pun mendapat respon positif dan apresiasi dari warga yang hadir. </span></span><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">(REIN/daa) </span></span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Disbun Kaltim Nilai Penerapan B50 Sawit Akan Bawa Sinyal Positif Bagi Petani</title>
<link>https://kartanews.com/disbun-kaltim-nilai-penerapan-b50-sawit-bakal-bawa-sinyal-positif-bagi-petani</link>
<guid>https://kartanews.com/disbun-kaltim-nilai-penerapan-b50-sawit-bakal-bawa-sinyal-positif-bagi-petani</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202607/image_870x580_6a476a5fe9af9.jpg" length="72871" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 03 Jul 2026 15:58:23 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, KALTIM</strong> – Rencana penerapan bahan bakar biodiesel dengan campuran 50 persen atau B50 yang mulai diberlakukan pada 1 Juli 2026 diproyeksikan mampu meningkatkan penyerapan hasil kelapa sawit rakyat di Kalimantan Timur.</p>
<p>Pemerintah Provinsi Kaltim menilai kebijakan tersebut berpotensi memberikan dampak positif bagi sektor perkebunan sekaligus menjaga stabilitas harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani.</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir, mengatakan luas perkebunan kelapa sawit rakyat di Kaltim mencapai sekitar 225 ribu hektare dengan produksi sekitar 741 ribu ton TBS per tahun.</p>
<p>Menurutnya, potensi tersebut akan semakin optimal dengan dukungan 108 pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di Kalimantan Timur untuk mengolah <em>crude palm oil (CPO)</em> sebagai bahan baku biodiesel.</p>
<p>"Bagaimanapun juga, kebijakan ini akan memberikan dampak positif terhadap sektor perkebunan, terutama dari sisi peningkatan pemanfaatan hasil kelapa sawit," ujarnya di Samarinda belum lama ini.</p>
<p>Meski demikian, Muzakkir mengatakan implementasi B50 masih menunggu tahapan pelaksanaan dan mekanisme distribusi yang telah disiapkan pemerintah bersama pihak swasta.</p>
<p>"Kita tunggu seperti apa tahapan implementasinya. Untuk pengolahan dan distribusi tentu mengacu pada sistem yang sudah dibangun. Pemerintah pada prinsipnya memberikan dukungan sesuai program dan kewenangan yang dimiliki, sementara pelaksanaannya juga melibatkan pihak swasta," katanya.</p>
<p>Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan perlindungan harga TBS di tingkat petani tetap menjadi perhatian. Penetapan harga acuan TBS terus dilakukan secara berkala agar petani memperoleh harga yang wajar.</p>
<p>Saat ini, harga TBS di Kalimantan Timur berada di kisaran Rp3.400 per kilogram. Pemerintah berharap harga tersebut dapat tetap terjaga, bahkan berpotensi meningkat seiring bertambahnya kebutuhan bahan baku minyak sawit untuk mendukung implementasi program B50. <strong>(REIN/daa)</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harga TBS Sawit Akhir Juni Kembali Naik, Ini Penjelasannya!</title>
<link>https://kartanews.com/harga-tbs-sawit-akhir-juni-kembali-naik-ini-penjelasannya</link>
<guid>https://kartanews.com/harga-tbs-sawit-akhir-juni-kembali-naik-ini-penjelasannya</guid>
<description><![CDATA[ KALTIM - Kabar baik kembali membahas petani kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Timur. Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode 16–30 Juni 2026 mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d21d51a546d.jpg" length="88412" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Jul 2026 14:22:03 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">KARTANEWS.COM, KALTIM</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> - Kabar baik kembali membahas petani kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Timur. Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode 16–30 Juni 2026 mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir, mengatakan kenaikan harga TBS pekan ini didorong oleh menguatnya harga <em>Crude Palm Oil (CPO) </em>di pasar global serta meningkatnya permintaan.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Harga rata-rata tertimbang CPO ditetapkan sebesar Rp14.726,84 per kilogram, sedangkan harga kernel mencapai Rp13.204,23 per kilogram,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (2/7/2026).</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Muzakkir kenyamanan, harga TBS berdasarkan umur tanaman dimulai dari tanaman berumur tiga tahun sebesar Rp3.046,74 per kilogram. Untuk umur empat tahun sebesar Rp3.143,80 per kilogram, umur lima tahun Rp3.230,72 per kilogram, dan umur enam tahun Rp3.301,57 per kilogram.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Selanjutnya TBS dari tanaman berumur tujuh tahun dihargai Rp3.349,33 per kilogram, umur delapan tahun Rp3.403,35 per kilogram, dan umur sembilan tahun Rp3.444,98 per kilogram. Sementara itu, tanaman berumur 10 hingga 20 tahun memperoleh harga tertinggi, yakni Rp3.469,60 per kilogram.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Sedangkan harga TBS untuk tanaman berumur 21 tahun ditetapkan sebesar Rp3.419,39 per kilogram, umur 22 tahun Rp3.350,87 per kilogram, umur 23 tahun Rp3.276,94 per kilogram, umur 24 tahun Rp3.240,04 per kilogram, dan umur 25 tahun Rp3.209,73 per kilogram.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Menurut Muzakkir, daftar harga tersebut merupakan standar harga bagi petani kelapa sawit yang telah dimulai dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit (PKS) di Kalimantan Timur, khususnya petani plasma.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Ia berharap kemitraan antara kelompok tani dan perusahaan pengelola pabrik kelapa sawit dapat menjaga stabilitas harga TBS di tingkat petani sehingga tidak lagi dipermainkan oleh tengkulak. </span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Dengan demikian, kesejahteraan petani kelapa sawit di Kalimantan Timur diharapkan terus meningkat” pungkasnya. </span></span><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">(PEMPROV KALTIM/daa)</span></span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kaltim Siapkan 13.000 Hektar Lahan Pertanian Berkelanjutan di 5 Kabupaten</title>
<link>https://kartanews.com/kaltim-siapkan-13000-hektar-lahan-pertanian-berkelanjutan-di-5-kabupaten</link>
<guid>https://kartanews.com/kaltim-siapkan-13000-hektar-lahan-pertanian-berkelanjutan-di-5-kabupaten</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3a51b8b5533.jpg" length="594665" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 17:26:00 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, KALTIM</strong> – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong perluasan dan perlindungan lahan pertanian sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan serta mendukung swasembada beras di daerah.</p>
<p>Kepala Dinas Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Fahmi, mengatakan pada tahun 2025 lalu program cetak sawah baru yang penyelesaiannya berakhir pada 21 Maret 2026 telah mencapai kurang lebih 1.000 hektare. Lahan sawah baru tersebut tersebar di empat kabupaten, yakni Berau, Kutai Timur, Paser, dan Mahakam Ulu.</p>
<p>Sementara itu, untuk tahun 2026, saat ini tengah berlangsung konstruksi cetak sawah seluas kurang lebih 2.000 hektar di empat kabupaten yang sama. Selain itu, Pemprov Kaltim juga tengah mengusulkan tambahan cetak sawah seluas 13.000 hektare yang saat ini masih dalam proses penyusunan dokumen survei, investigasi, dan desain (SID).</p>
<p>Usulan lahan seluas 13.000 hektar tersebut tersebar di Kabupaten Paser sekitar 4.000 hektar, Berau 4.000 hektar, serta Kutai Kartanegara, Kutai Barat, dan Kutai Timur dengan luas total sekitar 5.000 hektar.</p>
<p>Menurut Fahmi, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendapatkan lahan-lahan yang nantinya dapat dilindungi sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di kabupaten/kota maupun Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) dalam tata ruang provinsi.</p>
<p>“Ini upaya kita untuk mendapatkan lahan-lahan yang kelak bisa dilindungi, baik sebagai LP2B kabupaten/kota maupun KP2B dalam tata ruang provinsi,” jelasnya pada dialog mengukur inovasi, mendengar nurani petani dan Penas KTNA, Selasa (23/6/2026)</p>
<p>Selain penetapan LP2B, pemerintah juga menyiapkan lahan cadangan dan infrastruktur pendukung. Di sisi lain, upaya perlindungan lahan pertanian juga dilakukan melalui penyusunan peraturan gubernur (pergub) yang akan memberikan insentif kepada petani yang mempertahankan sawah mereka agar tetap produktif.</p>
<p>Tidak hanya itu, Pemprov Kaltim juga berupaya memanfaatkan lahan pascatambang untuk pertanian. Namun, Fahmi mengakui pemanfaatan lahan pascatambang membutuhkan penanganan yang serius karena kondisi tanah umumnya sudah rusak dan bersifat asam.</p>
<p>“Lahan paska tambang tentu akan kita usahakan untuk dimanfaatkan. Namun sebagaimana diketahui, ketika top soil sudah rusak, maka usahanya harus lebih keras. Selain pemupukan, kita juga harus melakukan pembenahan tanah agar lahan tersebut tidak asam,” ungkapnya.</p>
<p>Ia menambahkan, kondisi lahan di Kaltim pada umumnya memang cenderung asam, terlebih jika sebelumnya telah digunakan untuk kegiatan penambangan. Oleh karena itu, lahan-lahan tersebut harus dinetralkan terlebih dahulu sebelum dimanfaatkan untuk budidaya pertanian.</p>
<p>Di samping pengembangan sawah, Kaltim juga memiliki potensi besar pada komoditas padi ladang, terutama di wilayah Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan kawasan dataran tinggi lainnya. Potensi tersebut akan terus digali agar padi ladang lokal bisa dikembangkan menjadi varietas unggul yang dapat dilepas secara resmi melalui penerbitan dan dibudidayakan lebih luas.</p>
<p>“Kita juga punya potensi padi ladang yang luar biasa, terutama di Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan dataran tinggi. Potensi ini akan kita gali betul-betul agar bisa menjadi varietas yang dilepas oleh kementerian, sehingga dapat dikembangkan lebih luas,” tutupnya.<strong>(Rdk) </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BPS Catat Sektor Pertanian Kaltim Meningkat Signifikan</title>
<link>https://kartanews.com/bps-catat-sektor-pertanian-kaltim-meningkat-signifikan</link>
<guid>https://kartanews.com/bps-catat-sektor-pertanian-kaltim-meningkat-signifikan</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a365783cbf64.jpg" length="166122" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 17:01:13 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, INDONESIA</strong> – Sektor pertanian Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan performa impresif sepanjang tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim melaporkan terjadinya kenaikan signifikan yang kompak pada tiga indikator utama, yakni luas panen, total produksi padi, hingga produksi beras siap konsumsi untuk masyarakat.</p>
<p>​Berdasarkan laporan Ringkasan Eksekutif BPS Kaltim yang dirilis pada 5 Juni 2026, realisasi luas panen padi di Bumi Etam sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 66,51 ribu hektare.</p>
<p>Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 5,51 persen atau bertambah sekitar 3,47 ribu hektare dibandingkan capaian tahun 2024 yang tercatat sebesar 63,04 ribu hektare. Pada tahun 2025, puncak panen bergeser ke bulan Maret dengan luasan 16,28 ribu hektare, berbeda dari tahun sebelumnya yang memuncak pada bulan September.</p>
<p>​Sejalan dengan perluasan area panen, produksi Gabah Kering Giling (GKG) turut melonjak tajam sebesar 8,50 persen. Total produksi padi Kaltim selama tahun 2025 sukses menyentuh angka 270,87 ribu ton GKG, naik sekitar 21,23 ribu ton dibandingkan tahun 2024 yang melansir 249,64 ribu ton GKG. BPS mencatat produksi bulanan tertinggi pada tahun 2025 terjadi di bulan September dengan raihan 67,68 ribu ton GKG.</p>
<p>​Jika dikonversikan menjadi beras untuk kebutuhan konsumsi pangan penduduk, produksi pangan pokok Kaltim ini mencapai 157,55 ribu ton beras. Volume tersebut mencerminkan adanya pertumbuhan positif sebesar 12,34 ribu ton atau naik 8,50 persen dari pasokan beras tahun 2024 yang berada di angka 145,21 ribu ton.</p>
<p>​Secara pemetaan wilayah, kontribusi terbesar masih didominasi oleh daerah sentra pertanian. Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sukses mempertahankan status sebagai tiga wilayah dengan total produksi GKG tertinggi di Kaltim. </p>
<p>Sebaliknya, wilayah perkotaan dan pedalaman, seperti Kota Bontang, Kota Balikpapan, dan Kabupaten Mahakam Ulu mencatatkan angka produksi terendah.</p>
<p>​Meski akumulasi tahunan naik, BPS mengevaluasi adanya penurunan kinerja pada subround September–Desember 2025 akibat menyusutnya luas lahan dan produktivitas di wilayah Berau serta PPU. </p>
<p>Namun, penurunan tersebut berhasil ditutupi oleh lonjakan produksi yang masif pada subround Januari–April 2025 yang melesat hingga 39,76 persen.</p>
<p>​Tren positif ini diproyeksikan terus berlanjut ke awal tahun depan. BPS Kaltim memperkirakan potensi produksi beras pada triwulan pertama (Januari–Maret 2026) mampu menembus 57,67 ribu ton, atau melonjak 19,08 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. <strong>(REIN/daa)</strong></p>
<p><em>Sumber : BPS Kaltim</em></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejar Swasembada Beras, Kutai Timur Gencar Cetak Ratusan Hektare Sawa Baru</title>
<link>https://kartanews.com/kejar-swasembada-beras-kutai-timur-gencar-cetak-ratusan-hektare-sawa-baru</link>
<guid>https://kartanews.com/kejar-swasembada-beras-kutai-timur-gencar-cetak-ratusan-hektare-sawa-baru</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1a90431ed44.jpg" length="72303" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 May 2026 15:23:16 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, KUTIM</strong> – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mulai menunjukkan langkah serius menuju kemandirian pangan melalui program cetak sawah rakyat. Hingga akhir tahun lalu, sekitar 400 hektare sawah baru berhasil dibuka dari target awal 1.106 hektare yang dijalankan sejak tahun sebelumnya.</p>
<p>​Program tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk mengejar swasembada beras sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar Kalimantan Timur.</p>
<p>​Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kutai Timur melalui Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, Bohari, mengatakan capaian tersebut menjadi dasar penting dalam pengembangan pertanian pangan di wilayah Kutim.</p>
<p>​“Hingga akhir tahun lalu sudah tercetak kurang lebih 400 hektare. Memang ada beberapa kendala teknis di lapangan sehingga program dilanjutkan kembali tahun ini,” ujar Bohari, dalam pernyataan resmi dikutip Kamis (28/5/2026).</p>
<p>​Saat ini, program cetak sawah kembali dilanjutkan dengan target tambahan hampir 600 hektare. Bohari menyebut kontrak pekerjaan telah ditandatangani sekitar dua pekan lalu dan kini memasuki tahap awal pelaksanaan atau MC 0.</p>
<p>​“Yang dilanjutkan hampir 600 hektare. Kontraknya sekitar tiga bulan dan diusahakan selesai dalam waktu tersebut,” katanya.</p>
<p>​Lahan sawah baru tersebut tersebar di sejumlah kawasan potensial pertanian, seperti Bengalon, Busang, Sandaran, Susuk, Kaubun hingga Kombeng. Program ini mendapat dukungan pendanaan dari APBN dan skema tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, termasuk pendampingan lintas sektor bersama TNI.</p>
<p>​Meski demikian, Bohari mengakui tidak seluruh target awal dapat direalisasikan karena sebagian lahan terkendala persoalan perizinan dan kondisi topografi yang kurang mendukung untuk dijadikan sawah produktif. Oleh sebab itu, setiap lokasi terlebih dahulu melalui tahapan survei investigasi dan desain sebelum pengerjaan dilakukan.</p>
<p>​Selain melanjutkan program yang berjalan, DTPHP Kutim juga telah mengusulkan tambahan hampir 700 hektare sawah baru untuk tahun mendatang. Usulan tersebut kini telah memasuki tahap verifikasi.</p>
<p>​Menurut Bohari, keberhasilan program cetak sawah menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, mengingat Kutai Timur selama ini masih sangat bergantung pada pasokan beras dari luar wilayah.</p>
<p>​“Kalau program ini berjalan konsisten setiap tahun dan petani langsung menanam setelah lahan dibuka, maka perlahan target swasembada bisa dicapai,” ujarnya.</p>
<p>​Di tengah maraknya alih fungsi lahan dan tingginya minat masyarakat terhadap sektor perkebunan sawit, pemerintah daerah tetap optimistis sektor pertanian pangan memiliki prospek yang menjanjikan.</p>
<p>​Bohari menjelaskan produktivitas sawah di Kutim rata-rata mampu menghasilkan lebih dari 3,5 ton gabah per hektare dalam satu musim tanam. Bahkan di wilayah Kaubun, hasil panen pernah mendekati 6 ton per hektare.</p>
<p>​Jika petani mampu melakukan dua kali musim tanam dalam setahun, maka satu hektare sawah diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 7 ton gabah. Dengan asumsi harga beras Rp12 ribu per kilogram, nilai ekonomi sektor pertanian dinilai masih cukup kompetitif dibandingkan perkebunan rakyat.</p>
<p>​Namun menurutnya, tantangan terbesar pertanian padi tidak hanya terletak pada produksi, tetapi juga kepastian pasar dan penyerapan hasil panen petani.</p>
<p>​“Kadang petani selesai panen, gabahnya belum tersalurkan. Ini yang harus kita kawal bersama agar petani tetap semangat menanam,” katanya.</p>
<p>​Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah mulai mendorong penguatan hilirisasi pangan melalui rencana pembangunan gudang atau fasilitas Bulog di Kutai Timur. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani lokal.</p>
<p>​Seiring meningkatnya produksi pangan, beras lokal Kutim juga mulai menunjukkan perkembangan positif. Beras produksi Kaubun dan sejumlah desa lainnya kini mulai dipasarkan hingga ke luar daerah sebagai tanda mulai bangkitnya sektor pangan di Kutai Timur. <strong>(REIN/daa) </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Krisis Dunia Jadi Berkah, Pendapatan Petani Perkebunan Meningkat</title>
<link>https://kartanews.com/krisis-dunia-jadi-berkah-pendapatan-petani-perkebunan-meningkat</link>
<guid>https://kartanews.com/krisis-dunia-jadi-berkah-pendapatan-petani-perkebunan-meningkat</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d21d51a546d.jpg" length="88412" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 16:29:16 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, MAKASSAR</strong> — Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menilai dinamika geopolitik global yang kian memanas justru membawa dampak positif bagi sektor perkebunan Indonesia, terutama bagi petani sawit dan komoditas lainnya seperti kakao dan kelapa.</p>
<p>Amran menyebut lonjakan harga <em>crude palm oil (CPO)</em> serta komoditas perkebunan lainnya telah meningkatkan pendapatan petani di berbagai daerah. </p>
<p>Kenaikan harga tersebut dirasakan langsung di lapangan, bahkan dalam beberapa kasus mengalami peningkatan signifikan.</p>
<p>“Harga komoditas seperti <em>CPO</em>, kakao, dan kelapa, saat ini sedang bagus. Hal ini berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” ujarnya saat meninjau Gudang Bulog Panaikang di Makassar, Minggu (5/4/2026).</p>
<p>Amran mencontohkan harga kelapa yang mengalami lonjakan tajam, dari sebelumnya sekitar Rp600 menjadi Rp6.000 per butir di wilayah Maluku Utara. Kondisi ini, mencerminkan meningkatnya pendapatan petani di tengah situasi global yang tidak menentu.</p>
<p>Ia juga menyoroti adanya peningkatan kemampuan ekonomi petani yang terlihat dari aspek sosial, salah satunya meningkatnya jumlah petani yang mampu menunaikan ibadah haji maupun umrah.</p>
<p>Dari sisi produksi, kenaikan harga komoditas mendorong petani untuk lebih intensif merawat tanaman. Perbaikan penggunaan pupuk dan pengelolaan kebun dilakukan untuk memaksimalkan hasil panen di tengah harga jual yang menguntungkan.</p>
<p>Menurut Amran, kondisi global ini juga berdampak pada percepatan kebijakan hilirisasi energi nasional, termasuk pengembangan bahan bakar berbasis etanol.</p>
<p>Indonesia bahkan disebut telah mulai memproduksi kendaraan berbahan bakar etanol yang diekspor ke Brasil.</p>
<p>Kepala Bapanas ini juga menyebutkan bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik global turut memicu kenaikan harga energi dunia, sehingga mendorong permintaan terhadap komoditas alternatif seperti <em>CPO</em> untuk biodiesel. Dampaknya, harga komoditas perkebunan Indonesia ikut terdongkrak dan memberikan keuntungan bagi petani.</p>
<p>“Dari balik tekanan global, ada peluang yang bisa dimanfaatkan, terutama untuk memperkuat sektor pertanian dan energi nasional,” pungkasnya. (AUNI/daa*)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bulog Kaltim&#45;Kaltara Salurkan Bantuan Pangan ke 323 Ribu Keluarga</title>
<link>https://kartanews.com/bulog-kaltim-kaltara-salurkan-bantuan-pangan-ke-323-ribu-keluarga</link>
<guid>https://kartanews.com/bulog-kaltim-kaltara-salurkan-bantuan-pangan-ke-323-ribu-keluarga</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Rein | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c77b3e78ddd.jpg" length="120304" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 14:55:36 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM, KALTIM</b></span><span style="font-size: 17px;" ;=""> – Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara) resmi memulai penyaluran bantuan pangan secara masif. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Program ini menyasar sebanyak 323.824 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di seluruh pelosok wilayah Kaltimtara.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Langkah ini diambil sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat, terutama bagi kelompok ekonomi rentan di tengah dinamika harga pasar.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​"Bantuan pangan berupa beras dan minyak menyasar 323.824 KPM," ujar perwakilan Bulog Kaltimtara sebagaimana dikutip dari Antara, Jumat (27/3/2026).</span><br><span style="font-size: 22px;" ;=""><b>​</b></span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Pihak Bulog menekankan pentingnya akurasi data agar bantuan ini tepat sasaran. Masyarakat pun diimbau untuk berperan aktif dalam melakukan pengawasan mandiri terhadap proses distribusi di lingkungan masing-masing.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​“Masyarakat bisa menyampaikan jika ada ketidaksesuaian data agar bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak,” tambahnya.</span><br><span style="font-size: 22px;" ;=""><b>​</b></span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Selain berfungsi sebagai jaring pengaman sosial, penyaluran cadangan pangan ini memiliki misi strategis untuk mengendalikan laju inflasi di daerah. Dengan masuknya pasokan bantuan ke masyarakat, tekanan terhadap permintaan pasar diharapkan dapat berkurang.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​“Penyaluran bantuan ini diharapkan tidak hanya memperkuat daya beli masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga menjaga stabilitas harga beras dan minyak goreng di pasaran,” pungkasnya.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Pihak Bulog memastikan stok cadangan pangan di gudang-gudang wilayah Kaltim dan Kaltara dalam kondisi aman untuk mencukupi kebutuhan seluruh KPM hingga periode penyaluran berakhir.</span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260328_145301_576.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tak Sekadar Primadona Hidangan, Tape Ketan Bawa Manfaat untuk Tubuh saat Hari Lebaran</title>
<link>https://kartanews.com/tak-sekadar-primadona-hidangan-tape-ketan-bawa-manfaat-untuk-tubuh-saat-hari-lebaran</link>
<guid>https://kartanews.com/tak-sekadar-primadona-hidangan-tape-ketan-bawa-manfaat-untuk-tubuh-saat-hari-lebaran</guid>
<description><![CDATA[ Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c771a878849.jpg" length="78046" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 14:18:26 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, INDONESIA </strong>- Idulfitri di Indonesia tidak hanya identik dengan hidangan utama seperti ketupat, opor ayam, dan rendang. Dari balik ragam makanan bersantan yang kaya rempah, terdapat satu sajian pelengkap yang hampir selalu hadir di meja tamu, yakni tape ketan. </p>
<p>Kudapan tradisional hasil fermentasi ini dikenal luas karena cita rasanya yang khas perpaduan manis, sedikit asam, serta sensasi segar yang menjadikannya favorit sebagai penutup hidangan Lebaran.</p>
<p>Tape ketan umumnya hadir dalam dua varian populer, yaitu tape ketan putih atau hijau yang sering diberi pewarna alami dari daun pandan atau suji, serta tape ketan hitam yang memiliki karakter rasa lebih kuat. </p>
<p>Teksturnya yang lembut dengan cairan manis hasil fermentasi menjadikan tape sebagai sajian yang tidak hanya lezat, tetapi juga menyegarkan setelah menyantap makanan berat.</p>
<p>Tidak hanya sekadar hidangan pelengkap, tape ketan juga memiliki nilai budaya yang kuat di berbagai daerah di Indonesia. Beberapa wilayah, tape bahkan menjadi sajian wajib saat momen spesial, termasuk hari raya keagamaan, sebagai simbol kebersamaan dan tradisi turun-temurun.</p>
<p><strong>Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatan</strong></p>
<p>Dari balik rasanya yang nikmat, tape ketan ternyata menyimpan sejumlah manfaat bagi kesehatan. Proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme alami menghasilkan kandungan probiotik yang baik untuk sistem pencernaan. </p>
<p>Bakteri baiknya dapat membantu menjaga keseimbangan flora usus serta mendukung penyerapan nutrisi secara optimal.</p>
<p>Selain itu, tape juga mengandung vitamin B1 (tiamin) yang berperan penting dalam metabolisme energi dan menjaga daya tahan tubuh. Konsumsi tape dalam jumlah wajar dapat membantu meningkatkan stamina, terutama setelah menjalani aktivitas padat selama perayaan Lebaran.</p>
<p>Khusus untuk tape ketan hitam, kandungan zat besinya relatif lebih tinggi dibandingkan tape ketan putih. Zat besi ini berperan dalam pembentukan sel darah merah, sehingga dapat membantu mencegah anemia. </p>
<p>Sementara itu, efek hangat yang dirasakan setelah mengonsumsi tape juga diyakini dapat membantu melancarkan peredaran darah.</p>
<p>Meski demikian, konsumsi tape tetap perlu diperhatikan, terutama karena kandungan alkohol alami dalam jumlah kecil akibat proses fermentasi.</p>
<p><strong>Proses Pembuatan yang Mengandalkan Ketelitian</strong></p>
<p>Pembuatan tape ketan dikenal sebagai proses yang membutuhkan ketelatenan, terutama dalam menjaga kebersihan dan suhu selama fermentasi. Kesalahan kecil, seperti penggunaan alat yang tidak steril atau penaburan ragi saat ketan masih hangat, dapat menyebabkan hasil tape menjadi pahit atau gagal terbentuk.</p>
<p>Proses awal dimulai dari pencucian dan perendaman beras ketan selama beberapa jam hingga teksturnya cukup lunak. </p>
<p>Setelah itu, ketan dikukus dalam dua tahap agar matang sempurna. Pada tahap ini, sebagian pembuat juga menambahkan pewarna alami seperti air daun pandan untuk menghasilkan tampilan hijau yang khas.</p>
<p>Setelah matang, ketan harus didinginkan hingga mencapai suhu ruang. Tahap ini menjadi kunci keberhasilan fermentasi. Ragi yang telah dihaluskan kemudian ditaburkan secara merata, sebelum ketan disimpan dalam wadah tertutup atau dibungkus daun pisang.</p>
<p>Proses fermentasi berlangsung selama dua hingga tiga hari di tempat yang bersih dan tidak terkena sinar matahari langsung. Selama periode inilah, mikroorganisme akan mengubah pati menjadi gula, menghasilkan rasa manis alami serta cairan khas tape.</p>
<p><strong>Kreasi Penyajian yang Beragam</strong></p>
<p>Dalam tradisi Lebaran, tape ketan dapat disajikan dalam berbagai cara. Penyajian paling sederhana adalah langsung disajikan dalam kondisi dingin, yang memberikan sensasi segar saat disantap.</p>
<p>Di beberapa daerah, tape kerap dipadukan dengan emping. Kombinasi rasa manis-asam dari tape dengan tekstur renyah dan sedikit pahit dari emping menciptakan keseimbangan rasa yang unik.</p>
<p>Selain itu, tape juga sering dijadikan bahan tambahan dalam berbagai minuman tradisional, seperti es campur atau es lilin. </p>
<p>Perpaduan tape dengan santan, sirup, dan es serut juga dapat memberikan cita rasa yang semakin kaya dan menyegarkan, terutama saat dinikmati di tengah suasana hangat kebersamaan Lebaran.</p>
<p><strong>Tetap Relevan di Tengah Modernisasi</strong></p>
<p>Maraknya makanan modern, tape ketan tetap mempertahankan eksistensinya sebagai bagian dari kuliner tradisional yang dicintai masyarakat. </p>
<p>Kesederhanaan bahan dan prosesnya justru menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus mencerminkan kekayaan budaya lokal.</p>
<p>Kehadiran tape ketan di meja Lebaran bukan sekadar pelengkap hidangan, tetapi juga menjadi simbol kehangatan, tradisi, dan kebersamaan yang terus terjaga dari generasi ke generasi.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kue Kering Lebaran Beserta Resepnya, Tradisi Manis yang Selalu Hadir di Meja Tamu</title>
<link>https://kartanews.com/kue-kering-lebaran-beserta-resepnya-tradisi-manis-yang-selalu-hadir-di-meja-tamu</link>
<guid>https://kartanews.com/kue-kering-lebaran-beserta-resepnya-tradisi-manis-yang-selalu-hadir-di-meja-tamu</guid>
<description><![CDATA[ Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b3a43459af6.jpg" length="127605" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 13:50:38 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, INDONESIA </strong>- Lebaran identik dengan suasana hangat, silaturahmi, serta hidangan khas yang disajikan untuk menyambut tamu. Salah satu sajian yang hampir selalu hadir di setiap rumah adalah kue kering. Toples berisi aneka kue biasanya tertata rapi di meja tamu sebagai suguhan bagi keluarga maupun kerabat yang datang berkunjung saat Hari Raya Idulfitri.</p>
<p>Tradisi menyajikan kue kering saat Lebaran telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Kehadirannya bukan hanya sekadar camilan, tetapi juga simbol keramahan tuan rumah dalam menyambut tamu yang datang bersilaturahmi setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.</p>
<p>Kue kering dipilih sebagai hidangan Lebaran karena memiliki daya tahan yang cukup lama dibandingkan kue basah. </p>
<p>Dengan penyimpanan yang tepat, kue kering dapat bertahan hingga berminggu-minggu sehingga tetap tersedia bagi tamu yang datang secara bergantian selama masa perayaan Idulfitri.</p>
<p>Di antara banyak jenis kue kering yang ada, terdapat tiga jenis yang hampir selalu menjadi primadona di meja tamu saat Lebaran, yakni nastar, kastengel, dan putri salju. Ketiganya dikenal luas oleh masyarakat dan hampir selalu hadir dalam setiap perayaan hari raya.</p>
<p>Nastar dikenal dengan bentuk bulat kecil berisi selai nanas yang memiliki perpaduan rasa manis dan sedikit asam. Teksturnya yang lembut membuat kue ini menjadi favorit banyak orang dari berbagai kalangan usia.</p>
<p>Sementara itu kastengel menjadi pilihan bagi pecinta rasa gurih. Kue ini memiliki bentuk memanjang dengan taburan keju di bagian atas yang memberikan cita rasa asin dan gurih yang khas.</p>
<p>Adapun putri salju terkenal dengan balutan gula halus yang menyelimuti permukaan kue. Ketika digigit, gula halus tersebut akan memberikan sensasi lembut dan manis yang menjadi ciri khas kue ini.</p>
<p>Selain membeli di toko, banyak keluarga juga memilih membuat kue kering sendiri di rumah menjelang Lebaran. Kegiatan ini kerap menjadi tradisi keluarga yang menghadirkan suasana kebersamaan, sekaligus menghadirkan aroma khas mentega dan kue yang dipanggang di rumah.</p>
<p>Berikut bahan-bahan yang umumnya digunakan untuk membuat nastar klasik.</p>
<p><strong>Bahan Adonan Nastar:</strong></p>
<p>• 250 gram mentega atau campuran margarin dan butter</p>
<p>• 50 gram gula halus</p>
<p>• 2 butir kuning telur</p>
<p>• 350 gram tepung terigu protein rendah</p>
<p>• 2 sendok makan susu bubuk</p>
<p><strong>Bahan Selai Nanas:</strong></p>
<p>• 1 buah nanas madu yang telah diparut</p>
<p>• 100 gram gula pasir</p>
<p>• Sedikit kayu manis</p>
<p><strong>Bahan Olesan:</strong></p>
<p>• 2 butir kuning telur</p>
<p>• 1 sendok makan minyak goreng</p>
<p>Proses pembuatannya dimulai dengan memasak nanas parut hingga airnya menyusut, setelah itu ditambahkan gula dan kayu manis, lalu dimasak hingga teksturnya mengental dan mudah dibentuk menjadi bulatan kecil sebagai isian nastar.</p>
<p>Adonan kue kemudian dibuat dengan mencampurkan mentega, gula halus, dan kuning telur hingga rata, tepung terigu dan susu bubuk dimasukkan secara bertahap hingga adonan dapat dibentuk. </p>
<p>Selanjutnya adonan dipipihkan, diisi selai nanas, lalu dibulatkan kembali sebelum dipanggang hingga matang berwarna keemasan.</p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x_69b3a56e8b917.jpg" alt=""></p>
<p>Selain nastar, kastengel juga menjadi kue kering yang tidak pernah absen saat Lebaran. Berikut bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kastengel.</p>
<p><strong>Bahan Kastengel:</strong></p>
<p>• 200 gram butter atau margarin</p>
<p>• 1 butir kuning telur</p>
<p>• 250 gram tepung terigu</p>
<p>• 150 gram keju edam atau cheddar tua yang diparut halus</p>
<p><strong>Bahan Taburan:</strong></p>
<p>• Keju cheddar parut</p>
<p>• Kuning telur untuk olesan</p>
<p>Adonan kastengel dibuat dengan mencampurkan butter dan kuning telur hingga rata, setelah itu ditambahkan keju parut dan tepung terigu hingga adonan siap digilas. </p>
<p>Adonan kemudian dipotong memanjang, diolesi kuning telur, dan ditaburi keju sebelum dipanggang hingga berwarna kuning kecokelatan.</p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x_69b3a584a599d.jpg" alt=""></p>
<p>Terakhir kue putri salju juga menjadi salah satu kue kering yang hampir selalu hadir di meja tamu saat Lebaran. Kue ini memiliki bentuk bulan sabit dan dilapisi gula halus yang memberikan sensasi manis lembut ketika disantap.</p>
<p><strong>Bahan Putri Salju:</strong></p>
<p>• 250 gram margarin atau butter</p>
<p>• 50 gram gula halus</p>
<p>• 2 butir kuning telur</p>
<p>• 350 gram tepung terigu protein rendah</p>
<p>• 50 gram tepung maizena</p>
<p>• 2 sendok makan susu bubuk</p>
<p>• 100 gram keju parut (opsional untuk rasa lebih gurih)</p>
<p><strong>Bahan Taburan:</strong></p>
<p>• 150 gram gula halus</p>
<p>• 50 gram gula donat atau icing sugar</p>
<p>Kocok margarin, gula halus, dan kuning telur hingga tercampur rata lalu masukkan tepung terigu, tepung maizena, susu bubuk, serta keju parut, lalu aduk hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk.</p>
<p>Gilas adonan hingga ketebalan sekitar 0,5 cm lalu cetak berbentuk bulan sabit kemudian panggang dalam oven dengan suhu sekitar 150°C hingga matang.</p>
<p>Setelah kue dingin, gulingkan ke dalam campuran gula halus hingga seluruh permukaannya tertutup.</p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x_69b3a5a63745b.jpg" alt=""></p>
<p>Agar kue kering tetap renyah dan tahan lama, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Kue harus benar-benar dingin sebelum dimasukkan ke dalam toples agar tidak menimbulkan uap air yang dapat membuat kue cepat lembek atau berjamur.</p>
<p>Selain itu, penggunaan toples kedap udara juga penting untuk menjaga tekstur kue tetap renyah dan dapat bertahan cukup lama dan tetap nikmat disajikan selama masa Lebaran.</p>
<p>Nastar, kastengel, dan putri salju telah menjadi bagian dari tradisi Lebaran yang menghadirkan suasana hangat serta mempererat silaturahmi di tengah masyarakat.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Targetkan 34.000 Ton di Pertengahan Tahun, Bulog Datangkan 17.000 Ton Beras ke Kaltim</title>
<link>https://kartanews.com/targetkan-34000-ton-di-pertengahan-tahun-bulog-datangkan-17000-ton-beras-ke-kaltim</link>
<guid>https://kartanews.com/targetkan-34000-ton-di-pertengahan-tahun-bulog-datangkan-17000-ton-beras-ke-kaltim</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Rein | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b10e3145a26.jpg" length="113163" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 14:40:17 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM</b></span><span style="font-size: 17px;" ;="">, </span><span style="font-size: 17px;" ;="">​</span><span style="font-size: 17px;" ;=""><b>BALIKPAPAN</b></span><span style="font-size: 17px;" ;=""> – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim–Kaltara) memastikan persediaan beras untuk wilayah Kaltim berada dalam posisi aman. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Stok yang ada saat ini diproyeksikan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga melewati masa perayaan Idulfitri 1447 Hijriah mendatang.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Langkah ini diambil untuk meredam kekhawatiran publik terkait potensi kenaikan permintaan yang biasanya memicu fluktuasi harga pangan menjelang hari besar keagamaan.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;=""><em>Manager Supply Chain</em> dan Pelayanan Publik (SCPP) Bulog Kaltimtara, Mardi Harianto menjelaskan bahwa dengan tambahan tersebut, total stok beras di Kaltim diprediksi akan menyentuh angka 34.000 ton pada pertengahan tahun ini. Langkah ini diambil untuk menjamin ketahanan pangan tetap melimpah melampaui masa Lebaran.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Alhamdulillah, untuk stok beras insyaallah cukup. Stok yang ada di Bulog saat ini sekitar 17.676 ton dan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan, bahkan bisa lebih," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (11/3/2026).</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Lebih lanjut, Mardi menjelaskan selain memanfaatkan stok yang ada, Bulog juga tengah melakukan pengadaan tambahan dari daerah produsen, seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Saat ini sekitar 17.000 ton beras sedang dalam proses pengiriman menuju Kalimantan Timur. Dengan tambahan tersebut, diperkirakan stok beras di pertengahan tahun dapat mencapai sekitar 34.000 ton.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Di sisi lain, Mardi menyebut bahwa Bulog juga akan menambah cadangan melalui pengadaan gabah dari petani lokal yang kemudian digiling bekerja sama dengan mitra di kabupaten/kota. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Hasil beras tersebut selanjutnya akan diserap oleh Bulog dan disimpan di gudang-gudang yang tersebar di wilayah Kaltim. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Untuk stok beras di Kaltim dan Kaltara saat ini dalam kondisi aman," tegasnya. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Selain beras, Bulog Kanwil Kaltimtara juga memastikan ketersediaan berbagai komoditas pangan lainnya dalam posisi aman. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Berdasarkan data terbaru, stok pangan yang tersimpan mencakup 566 ton beras premium, 118 ton gula, serta 194 ton jagung. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng, tersedia sekitar 175 ribu liter Minyakita dan 122 ribu liter minyak goreng merek lainnya.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Mardi Harianto menegaskan bahwa pasokan protein juga terjaga dengan ketersediaan daging sapi mencapai 14.110 ton.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;=""> "Untuk menghadapi hari raya dan Idulfitri, insyaallah stok pangan di Kaltim sangat mencukupi," tandasnya.</span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260311_143819_517.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Stok Pangan Aman, Pemprov Kaltim Waspadai Kenaikan Harga Cabai dan Daging Jelang Lebaran</title>
<link>https://kartanews.com/stok-pangan-aman-pemprov-kaltim-waspadai-kenaikan-harga-cabai-dan-daging-jelang-lebaran</link>
<guid>https://kartanews.com/stok-pangan-aman-pemprov-kaltim-waspadai-kenaikan-harga-cabai-dan-daging-jelang-lebaran</guid>
<description><![CDATA[ Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ae5f5389695.jpg" length="112453" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 13:49:56 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, SAMARINDA</strong> – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah berada dalam kondisi aman.</p>
<p>Meski demikian, pemerintah daerah tetap mewaspadai potensi kenaikan harga pada beberapa komoditas strategis di pasar.</p>
<p>Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih mengatakan hasil pemantauan harga hingga awal Maret 2026 menunjukkan sebagian besar bahan pokok masih berada pada level yang relatif terkendali.</p>
<p>“Secara umum kondisi terkendali. Namun, perhatian khusus diberikan pada komoditas yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) atau harga acuan pemerintah,” ujarnya, dikutip dari Antara, Senin (9/3/2026).</p>
<p>Berdasarkan hasil monitoring pasar pada 5 Maret 2026, harga beras medium di Kaltim tercatat sekitar Rp15.459 per kilogram, sedangkan beras premium berada di kisaran Rp16.623 per kilogram.</p>
<p>Sementara itu, gula pasir diperdagangkan pada kisaran Rp18.842 per kilogram. Untuk minyak goreng curah, harga rata-rata masih bertahan di sekitar Rp17.714 per liter.</p>
<p>Cabai rawit merah tercatat menjadi komoditas dengan lonjakan harga paling signifikan, mencapai Rp74.625 per kilogram dan cabai merah keriting berada di kisaran Rp46.625 per kilogram dan bawang merah sekitar Rp44.983 per kilogram.</p>
<p>Komoditas protein hewani juga masih berada pada level tinggi dengan harga daging sapi rata-rata mencapai Rp158.565 per kilogram di sejumlah pasar tradisional.</p>
<p>Berbeda dengan komoditas lainnya, harga daging ayam ras justru menunjukkan sedikit penurunan.</p>
<p>Kondisi ini dinilai dapat membantu menyeimbangkan pengeluaran rumah tangga masyarakat menjelang meningkatnya konsumsi pada masa Ramadan dan Lebaran.</p>
<p>Menurut Heni, perbedaan harga antarwilayah di Kalimantan Timur masih menjadi persoalan yang perlu diatasi secara bertahap. </p>
<p>Faktor geografis, biaya distribusi, serta keterbatasan infrastruktur logistik membuat harga komoditas tertentu berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.</p>
<p>Selain itu, ketergantungan pasokan dari luar daerah juga turut memengaruhi stabilitas harga di pasar lokal. Sejumlah komoditas seperti cabai dan daging sapi masih banyak didatangkan dari provinsi lain, termasuk Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.</p>
<p>Untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang puncak permintaan Lebaran, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memperkuat pengawasan pasar dan distribusi barang.</p>
<p>Langkah yang dilakukan antara lain pemantauan harga secara rutin, koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, hingga pelaksanaan operasi pasar murah guna menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat</p>
<p>“Stabilitas harga pangan sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat. Karena itu pemerintah terus berupaya memastikan distribusi lancar dan stok tersedia hingga ke daerah-daerah,” pungkas Heni.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadapi Konflik Global, Kementan Pastikan Produksi Pangan Terus Digenjot Setiap Bulan</title>
<link>https://kartanews.com/hadapi-konflik-global-kementan-pastikan-produksi-pangan-terus-digenjot-setiap-bulan</link>
<guid>https://kartanews.com/hadapi-konflik-global-kementan-pastikan-produksi-pangan-terus-digenjot-setiap-bulan</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Rein | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69abb33cc20eb.jpg" length="89247" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 13:11:18 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM, JAKARTA</b></span><span style="font-size: 17px;" ;=""> - </span><span style="font-size: 17px;" ;="">Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI), Amran Sulaiman menyampaikan dalam menghadapi dampak eskalasi perang timur tengah saat ini, pihaknya memastikan persediaan cadangan pangan nasional aman, hingga 324 hari kedepan.  </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Ia memaparkan secara terperinci, untuk cadangan stok di bulog yakni senilai 3,7 juta ton, sementara di Horaka ada 12 juta ton cadangan, kemudian Standing Crop 10 hingga 11 juta ton persediaan.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Totalnya bisa 324 hari kedepan," ucapnya kepada awak media, jumat (06/03/2026).</span><br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Amran melanjutkan, kendati persedian yang telah dikalkulasi telah ditetap dalam rentan waktu yang lama, namun ia menegaskan proses produksi pangan tetap berjalan sebagaimana mestinya.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Bukan 324 hari stop, tapi kita juga produksi terus menerus setiap bulan," jelasnya.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Ia menyampaikan target setiap bulan untuk memastikan persedian pangan tidak kekurangan, juga telah ditetapkan. Ini katanya, mengantisipasi hal-hal diluar prediksi. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Mengingat eskalasi timur tengah tidak dapat diprediksi kapan berakhir, maka produksi pangan tentu tetap harus digencarkan.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Setiap bulannya kita dapat menghasilkan 2,7 juta sampe 5,7 juta," pungkasnya.</span><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260307_130515_543.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harga Pangan Melonjak Drastis Selama Ramadan, Cek Sekarang !</title>
<link>https://kartanews.com/harga-pangan-melonjak-drastis-selama-ramadan-cek-sekarang</link>
<guid>https://kartanews.com/harga-pangan-melonjak-drastis-selama-ramadan-cek-sekarang</guid>
<description><![CDATA[ Penulis Rein | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a8fe9da001a.jpg" length="130557" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 11:55:45 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><strong>KARTANEWS.COM, INDONESIA </strong>—  </span><span style="font-size: 17px;" ;="">​Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat kenaikan rata-rata harga pangan pada Kamis (5/3/2026). </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Komoditas beras mengalami kenaikan di seluruh lini, dengan lonjakan tertinggi pada beras kualitas bawah I sebesar 10,03% (Rp15.900/kg). </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Sektor bumbu dapur juga mengalami volatilitas tinggi, dimana cabai rawit merah meroket hampir 20% ke angka Rp90.600/kg, sementara cabai rawit hijau justru anjlok 24,7%. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Di sisi lain, harga daging sapi dan telur ayam ras terpantau mengalami penurunan, memberikan sedikit ruang napas bagi konsumen di tengah naiknya harga minyak goreng dan gula pasir premium.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Bumbu dapur mengalami pergerakan harga yang kontras; bawang merah ukuran sedang melonjak 10,73% ke harga Rp49.550/kg, sementara bawang putih tetap stabil di level Rp40.750/kg. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Di sektor protein, daging ayam ras naik tipis menjadi Rp42.700/kg, namun harga telur ayam dan daging sapi justru mengalami koreksi turun, dengan harga daging sapi kualitas 2 mencapai Rp129.050/kg. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Sementara itu, komoditas pemanis dan minyak goreng menunjukkan tren penguatan harga, di mana minyak goreng curah tercatat naik 5,79% menjadi Rp20.100/liter.</span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260305_115112_012.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ragam Kuliner Khas Berau, Pilihan Menu Berbuka Puasa Sarat Cita Rasa Lokal</title>
<link>https://kartanews.com/ragam-kuliner-khas-berau-pilihan-menu-berbuka-puasa-sarat-cita-rasa-lokal</link>
<guid>https://kartanews.com/ragam-kuliner-khas-berau-pilihan-menu-berbuka-puasa-sarat-cita-rasa-lokal</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Mursyidah Auni | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a40b4a5dee7.jpg" length="402281" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 01 Mar 2026 17:48:28 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> – Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner tradisional yang merefleksikan perpaduan budaya pesisir dan pedalaman.</p>
<p>Keunikan kulinernya menghadirkan ragam hidangan dengan karakter rasa manis dan gurih yang dinilai sesuai sebagai menu berbuka puasa.</p>
<p>Saat Ramadan, masyarakat umumnya mencari sajian yang mampu mengembalikan energi secara bertahap serta tetap nyaman bagi pencernaan. </p>
<p>Kuliner khas Berau menawarkan alternatif menu berbuka yang tidak hanya lezat, tetapi juga mengandung nilai tradisi dan kearifan lokal.</p>
<p>Berikut sejumlah rekomendasi kuliner khas Berau yang cocok disajikan saat berbuka puasa:</p>
<p><strong>1. Sangko (Kue Tradisional Manis)</strong></p>
<p>Sangko merupakan kue tradisional berbahan dasar tepung ketan dan gula merah yang diolah dengan cara dikukus. Teksturnya kenyal dengan rasa manis yang khas dan tidak berlebihan. </p>
<p>Kandungan karbohidrat dari ketan serta gula merah menjadikan kue ini efektif membantu memulihkan energi setelah seharian berpuasa. Sangko umumnya dinikmati dalam kondisi hangat dan dipadukan dengan teh tawar sebagai pelengkap.</p>
<p><strong>2. Bubur Ancur Paddas</strong></p>
<p>Hidangan ini berasal dari tradisi masyarakat lokal, khususnya suku Banua. Istilah “paddas” merujuk pada kekayaan rempah yang digunakan, bukan rasa pedas dari cabai. </p>
<p>Bubur Ancur Paddas disajikan dengan campuran beras yang dimasak hingga lembut bersama sayuran, jagung, dan bumbu tradisional. </p>
<p>Rasanya gurih dengan aroma rempah yang kuat serta tekstur yang halus, sehingga relatif ringan di lambung dan sesuai sebagai menu pembuka berbuka puasa.</p>
<p><strong>3. Tehe-Tehe (Nasi Ketan dalam Cangkang Bulu Babi)</strong></p>
<p>Tehe-Tehe merupakan kuliner khas pesisir yang mencerminkan kedekatan masyarakat Berau dengan sumber daya laut. Hidangan ini dibuat dari beras ketan yang dicampur santan, kemudian dimasak menggunakan cangkang bulu babi yang telah dibersihkan. </p>
<p>Prosesnya memungkinkan sari laut meresap ke dalam ketan, menghasilkan cita rasa gurih yang khas. Meski tergolong unik, sajian ini menjadi simbol kekayaan tradisi maritim daerah.</p>
<p><strong>4. Udang Singgang</strong></p>
<p>Sebagai daerah dengan potensi perikanan yang besar, Berau memiliki berbagai olahan hasil laut, salah satunya Udang Singgang. Udang segar, terutama dari perairan Sungai Kelay dan Segah, dipanggang atau dibakar dengan bumbu sederhana untuk mempertahankan rasa alaminya. </p>
<p>Metode pengolahan ini menghasilkan perpaduan rasa manis alami dengan aroma asap yang khas. Kandungan protein yang tinggi menjadikan hidangan ini sesuai sebagai lauk utama saat berbuka.</p>
<p>Keberagaman kuliner tidak hanya memperkaya pilihan menu berbuka puasa, tetapi juga memperkuat identitas budaya masyarakat Berau. Berkembangnya kuliner modern, sajian tradisional tetap menjadi bagian penting dalam tradisi Ramadan, menghadirkan cita rasa yang menenangkan sekaligus menjaga nilai kebersamaan.</p>
<p>Dengan karakter rasa yang seimbang dan relatif ramah di pencernaan, kuliner khas Berau menjadi alternatif menu berbuka puasa yang layak diperkenalkan lebih luas sebagai bagian dari kekayaan gastronomi daerah.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>18 Petani Muda Indonesia Ikuti Program Magang Pertanian Modern di Jepang</title>
<link>https://kartanews.com/18-petani-muda-indonesia-ikuti-program-magang-pertanian-modern-di-jepang</link>
<guid>https://kartanews.com/18-petani-muda-indonesia-ikuti-program-magang-pertanian-modern-di-jepang</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Mursyidah Auni | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202602/image_870x580_699d5b3409a24.jpg" length="128083" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 16:03:39 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, JEPANG</strong> – Sebanyak 18 petani muda Indonesia mengikuti Indonesian Young Farm Leaders Training Program in Japan (IYFLTPJ) Batch ke-41, program pelatihan dan magang pertanian modern di Jepang yang berlangsung kurang lebih satu tahun.</p>
<p>Program ini merupakan kerja sama antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan Pemerintah Jepang melalui Japan Agricultural Exchange Council (JAEC) dan Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) Jepang. </p>
<p>Kolaborasi tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas generasi muda pertanian Indonesia dalam penerapan teknologi modern dan penguatan manajemen agribisnis.</p>
<p>Selama menjalani program, para peserta tinggal bersama petani tuan rumah di Jepang dan mengikuti pelatihan praktik lapangan (on the job training), pembelajaran akademis, pelatihan pengoperasian mesin pertanian yang difasilitasi MAFF, serta kunjungan studi ke berbagai prefektur.</p>
<p>Koordinator Program JAEC, Zuhaira Dzaatul Himmah, mengungkapkan bahwa pada tahap awal para peserta menghadapi tantangan, terutama dalam hal komunikasi dan adaptasi budaya.</p>
<p>“Pada awal kedatangan, para peserta memang menghadapi kendala bahasa dan perbedaan budaya kerja. Namun, mereka mampu beradaptasi dengan baik dan menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik dari sisi keterampilan teknis maupun manajerial,” ujarnya, dikutip dari kompas.com, Selasa (23/2/2026).</p>
<p>Ia menambahkan bahwa pembelajaran langsung di lapangan menjadi pengalaman berharga bagi para peserta dalam memahami sistem pertanian Jepang yang dikenal efisien dan berbasis teknologi.</p>
<p>Program IYFLTPJ telah berlangsung lebih dari 40 tahun dan menjadi salah satu bentuk kerja sama pengembangan sumber daya manusia pertanian antara Indonesia dan Jepang. </p>
<p>Berdasarkan siaran pers KBRI Tokyo tertanggal 20 Februari 2026, lebih dari 650 petani muda Indonesia telah mengikuti program tersebut dan kini tergabung dalam Ikatan Alumni Magang Jepang (IKAMAJA).</p>
<p>Para alumni tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian nasional. Sebagian di antaranya berperan sebagai pembina di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S), serta menjadi penggerak organisasi petani mandiri.</p>
<p>Dalam rangkaian kegiatan program, Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung, menerima kunjungan 18 peserta IYFLTPJ Batch ke-41 di KBRI Tokyo pada Kamis (19/2/2026).</p>
<p>“Melalui program ini, para petani muda Indonesia diharapkan dapat mengembangkan praktik pertanian modern yang telah dipelajari di Jepang untuk diterapkan di tanah air, termasuk dalam peningkatan produksi hasil pertanian berkualitas tinggi serta penguatan agribisnis,” katanya.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya peran para peserta sebagai pemimpin pertanian dan agen perubahan di daerah masing-masing.</p>
<p>“Para peserta diharapkan menjadi motor penggerak transformasi pertanian di Indonesia, sehingga mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, dan membuka peluang ekspor komoditas pertanian ke pasar internasional, termasuk Jepang,” tandasnya.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Produksi Beras Nasional 2025 Meningkat Signifikan, BPS Catat Tembus 34,69 Juta Ton</title>
<link>https://kartanews.com/produksi-beras-nasional-2025-meningkat-signifikan-bps-catat-tembus-3469-juta-ton</link>
<guid>https://kartanews.com/produksi-beras-nasional-2025-meningkat-signifikan-bps-catat-tembus-3469-juta-ton</guid>
<description><![CDATA[ Oleh: Mursyidah Auni ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202602/image_870x580_69831469a4fe8.jpg" length="157030" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 17:42:20 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, INDONESIA</strong> – Kinerja sektor pertanian nasional menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 34,69 juta ton. Angka meningkat sebesar 13,29 persen dibandingkan capaian produksi beras pada tahun sebelumnya.</p>
<p>Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa kenaikan produksi beras ini sejalan dengan meningkatnya produksi padi nasional yang ditopang oleh produktivitas dan perluasan luas panen.</p>
<p>“Produksi beras sepanjang Januari sampai Desember 2025 tercatat sebesar 34,69 juta ton. Angka ini meningkat sekitar 4,07 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” ujarnya dalam rilis resmi BPS, Senin (2/2/2026).</p>
<p>Ateng menjelaskan, capaian angka tetap produksi beras tersebut relatif konsisten dengan proyeksi lembaga internasional. Sebelumnya, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) serta Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memperkirakan produksi beras Indonesia berada di kisaran 34,6 juta ton pada 2025.</p>
<p>Dari sisi hulu, produksi padi nasional juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sepanjang Januari–Desember 2025, produksi padi mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling (GKG), naik sekitar 7,06 juta ton GKG atau 13,29 persen dibandingkan tahun 2024.</p>
<p>“Produksi padi pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,44 juta ton GKG, meningkat lebih dari 22 persen dibandingkan Desember tahun sebelumnya. Secara kumulatif, produksi padi sepanjang 2025 mencapai 60,21 juta ton GKG,” jelas Ateng.</p>
<p>Ia menambahkan, peningkatan produksi padi nasional tidak terlepas dari membaiknya produktivitas. Sepanjang 2025, rata-rata produktivitas padi dalam kualitas gabah kering panen (GKP) tercatat sebesar 63,55 kuintal per hektare, sedangkan dalam kualitas gabah kering giling (GKG) mencapai 53,18 kuintal per hektare.</p>
<p>Selain produktivitas, faktor perluasan luas panen juga berkontribusi terhadap peningkatan produksi. BPS mencatat luas panen padi sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 11,32 juta hektare atau meningkat sekitar 12,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>Memasuki awal tahun 2026, BPS juga mencatat potensi produksi padi yang masih menjanjikan. Pada periode Januari–Maret 2026, potensi produksi padi diperkirakan mencapai 17,65 juta ton GKG, meningkat sekitar 15,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara potensi produksi beras pada periode yang sama diproyeksikan mencapai 10,16 juta ton atau naik sekitar 15,79 persen.</p>
<p>“Angka Januari hingga Maret 2026 masih bersifat potensi dan dapat berubah, tergantung kondisi di lapangan seperti cuaca, serangan hama, banjir, kekeringan, maupun pergeseran waktu panen,” ungkapnya.</p>
<p>Secara spasial, potensi panen padi pada awal 2026 diperkirakan terkonsentrasi di wilayah sentra produksi nasional, antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten, serta sejumlah provinsi di Sumatra, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Barat.</p>
<p>Capaian produksi beras tahun 2025 ini dinilai menjadi indikator membaiknya kinerja sektor pertanian nasional. </p>
<p>Pemerintah berharap peningkatan produksi yang ditopang oleh produktivitas dan luas panen tersebut dapat memperkuat ketahanan pangan nasional, menjaga stabilitas pasokan beras, serta mendukung keberlanjutan pembangunan pertanian di tengah tantangan iklim dan dinamika global.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BPS Prediksi Lonjakan Inflasi Ramadan 2026 Terjadi di Bulan Maret</title>
<link>https://kartanews.com/bps-prediksi-lonjakan-inflasi-ramadan-2026-terjadi-di-bulan-maret</link>
<guid>https://kartanews.com/bps-prediksi-lonjakan-inflasi-ramadan-2026-terjadi-di-bulan-maret</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202601/image_870x580_697c6e3bac299.jpg" length="130522" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 16:40:52 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, JAKARTA</strong> — Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan tekanan inflasi tertinggi selama periode Ramadan 2026 akan terjadi pada Maret. Pola tersebut dinilai konsisten dengan tren inflasi musiman yang tercatat dalam beberapa tahun terakhir.</p>
<p>Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Puji Ismartini, menjelaskan bahwa waktu dimulainya Ramadan memiliki pengaruh signifikan terhadap distribusi inflasi bulanan. </p>
<p>Menurutnya, apabila Ramadan dimulai di awal bulan, lonjakan harga cenderung terkonsentrasi dalam satu periode. Sebaliknya, jika dimulai di pertengahan bulan, tekanan inflasi akan terbagi ke dua bulan berbeda.</p>
<p>“Ketika Ramadan tidak berlangsung satu bulan penuh dalam satu periode kalender, biasanya puncak inflasi justru bergeser ke bulan berikutnya. Pola ini terlihat konsisten dalam data lima tahun terakhir,” ujarnya.</p>
<p>BPS mencatat, pada Ramadan 2023 yang dimulai pada 23 Maret, kenaikan harga mulai terlihat pada Maret namun mencapai puncaknya pada April 2023. </p>
<p>Sementara itu, pada 2025 ketika Ramadan dimulai pada 1 Maret, inflasi bulanan pada Maret melonjak hingga 1,65 persen, menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.</p>
<p>“Inflasi tersebut relatif tinggi karena seluruh periode Ramadan berlangsung dalam satu bulan penuh,” kata Puji.</p>
<p>Dengan mempertimbangkan pola historis tersebut, BPS menilai pembacaan inflasi Ramadan 2026 perlu dilakukan secara hati-hati, terutama karena awal puasa jatuh di pertengahan Februari. Kondisi ini berpotensi membuat tekanan harga meningkat secara bertahap dan mencapai puncaknya pada Maret.</p>
<p>Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, mengingatkan bahwa inflasi menjelang Idulfitri merupakan fenomena yang berulang setiap tahun. Namun, ia menegaskan lonjakan harga yang terlalu tinggi tidak dapat dibenarkan.</p>
<p>“Setiap menjelang Lebaran memang selalu ada kenaikan harga. Tapi kalau lonjakannya tidak wajar, itu yang harus dicegah,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Tomsi, inflasi bulanan dalam kondisi normal berada di kisaran 0,3 persen. Namun, pada periode Lebaran 2025, inflasi tercatat melonjak hingga sekitar 1,6 persen, atau lebih dari lima kali lipat dari kondisi normal.</p>
<p>Ia menilai lonjakan tersebut terjadi hampir di seluruh kelompok komoditas, dengan beberapa harga pangan bahkan meningkat hingga tiga sampai empat kali lipat. Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah diminta lebih aktif melakukan pengendalian harga menjelang dan selama Ramadan.</p>
<p> “Pengendalian inflasi akan terus dilakukan, terutama pada periode rawan seperti Ramadan dan Idulfitri,” tegasnya.</p>
<p>BPS mencatat, sejumlah komoditas pangan secara konsisten menjadi penyumbang inflasi pada awal Ramadan, antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, beras, minyak goreng, dan cabai rawit. Komoditas-komoditas tersebut dinilai perlu mendapat perhatian khusus melalui penguatan distribusi dan pengawasan stok.</p>
<p>Di sisi lain, beberapa bahan pangan justru berpotensi memberikan andil deflasi, seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan tomat, terutama ketika pasokan melimpah. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Ramadan, Satgas Pangan Sentil Pelaku Usaha Pangan yang Nakal</title>
<link>https://kartanews.com/jelang-ramadan-satgas-pangan-sentil-pelaku-usaha-pangan-yang-nakal</link>
<guid>https://kartanews.com/jelang-ramadan-satgas-pangan-sentil-pelaku-usaha-pangan-yang-nakal</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202601/image_870x580_697481d2c2300.jpg" length="165684" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 16:25:13 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, JAKARTA</strong> – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menindak tegas berbagai praktik kejahatan di sektor pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Penindakan dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok sekaligus melindungi hak masyarakat atas pangan yang aman dan terjangkau.</p>
<p>Kepala Satgas Pangan, Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak menyatakan, aparat tidak akan mentolerir praktik penimbunan, pengoplosan, repacking, penyelundupan, hingga manipulasi distribusi pangan yang berpotensi merugikan masyarakat luas.</p>
<p>“Pelanggaran di sektor pangan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Karena itu, negara harus hadir dan memastikan hukum ditegakkan,” ujarnya dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, Sabtu (24/1/2026).</p>
<p>Ade Safri menjelaskan, Satgas Pangan akan memperkuat pengawasan dari hulu hingga hilir untuk mendeteksi potensi tindak pidana. </p>
<p>Sejumlah pelanggaran yang menjadi perhatian antara lain penimbunan bahan pokok penting untuk kepentingan spekulatif, pengoplosan dan pengemasan ulang produk pangan, peredaran barang tanpa izin edar, serta penyelundupan melalui jalur tidak resmi.</p>
<p>Menurutnya, pendekatan persuasif dan preventif tetap dikedepankan. Namun, apabila pelanggaran terus dilakukan, penegakan hukum akan menjadi langkah akhir yang tidak bisa dihindari.</p>
<p>“Jika imbauan dan langkah pencegahan tidak diindahkan, maka penegakan hukum menjadi opsi terakhir. Kami pastikan proses hukum akan berjalan tegas dan profesional,” tuturnya.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa praktik kejahatan pangan tidak hanya melanggar ketentuan hukum, tetapi juga berdampak pada nilai kemanusiaan dan keadilan sosial, terutama menjelang bulan suci Ramadan.</p>
<p>“Pangan adalah kebutuhan dasar. Ketika ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan dengan cara melanggar hukum, itu berarti merugikan rakyat banyak,” terangnya.</p>
<p>Andi Amran menegaskan tidak ada alasan bagi pelaku usaha untuk menaikkan harga atau melakukan pelanggaran distribusi, mengingat kondisi pasokan pangan nasional dinilai dalam keadaan aman. </p>
<p>Pemerintah mencatat stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 3,3 juta ton dan diproyeksikan meningkat hingga 5–6 juta ton pada periode Mei hingga Juli 2026.</p>
<p>Selain itu, pemerintah telah menyiapkan sekitar 1,5 juta ton beras melalui program SPHP untuk mendukung operasi pasar dan pasar murah. Kondisi harga beras global yang cenderung menurun juga menjadi salah satu indikator kuat bahwa lonjakan harga di dalam negeri tidak memiliki dasar yang kuat. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Andi Amran Tegaskan Harga Pangan Tidak Boleh Melampaui Ketentuan HET Jelang Ramadan</title>
<link>https://kartanews.com/andi-amran-tegaskan-harga-pangan-tidak-boleh-melampaui-ketentuan-hetjelang-ramadan</link>
<guid>https://kartanews.com/andi-amran-tegaskan-harga-pangan-tidak-boleh-melampaui-ketentuan-hetjelang-ramadan</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202601/image_870x580_6973303882555.jpg" length="95715" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 16:27:09 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, JAKARTA</strong> – Pemerintah memperkuat pengawasan harga pangan serta menggencarkan intervensi pasar guna menjaga stabilitas inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Langkah tersebut memastikan jangkauan harga bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan usaha pelaku pangan, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).</p>
<p>Upaya ini merupakan koordinasi lintas kementerian, lembaga, asosiasi pelaku usaha, dan aparat penegak hukum untuk menjaga kestabilan harga komoditas pangan pokok strategis yang kerap mengalami tekanan pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).</p>
<p>Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga harga pangan agar tetap sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan yang telah ditetapkan.</p>
<p>“Pemerintah fokus memastikan harga pangan tetap stabil dan terjangkau. Dengan ketersediaan stok yang memadai, tidak ada alasan harga pangan melonjak, khususnya menjelang Ramadan,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).</p>
<p>Selain pengawasan harga di sepanjang rantai pasok, pemerintah juga melanjutkan berbagai program intervensi pasar, seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program tersebut dinilai efektif menjaga daya beli masyarakat, sekaligus membantu pelaku usaha kecil tetap beroperasi dalam kondisi harga yang wajar.</p>
<p>Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa inflasi pangan pada periode Ramadan dan Idulfitri dalam beberapa tahun terakhir masih berada dalam batas yang terkendali. Inflasi pangan bulanan selama lima tahun terakhir tercatat tetap berada di bawah ambang kewajaran, meski sempat mengalami fluktuasi pada tahun-tahun tertentu.</p>
<p>Pada akhir 2025, inflasi pangan tercatat sebesar 2,74 persen. Pemerintah menilai angka tersebut masih dapat ditekan melalui kombinasi penguatan pengawasan harga dan percepatan program stabilisasi pasokan.</p>
<p>Andi Amran menjelaskan bahwa ketersediaan stok pangan nasional saat ini berada dalam kondisi aman. Stok beras nasional, misalnya, tercatat mencapai 3,3 juta ton, tertinggi sepanjang akhir tahun. </p>
<p>Komoditas lain seperti minyak goreng, telur, bawang merah, dan daging ayam juga dinilai mencukupi hingga Idulfitri.</p>
<p>“Dengan stok yang kuat, stabilitas harga menjadi kunci. Pemerintah ingin memastikan keseimbangan, agar produsen dan pelaku usaha tetap berusaha dengan baik, sementara masyarakat mendapatkan harga yang terjangkau,” jelasnya.</p>
<p>Pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha pangan dan UMKM, untuk berperan aktif menjaga stabilitas harga sesuai ketentuan yang berlaku untuk menciptakan iklim usaha yang sehat, memperkuat ketahanan pangan, serta menjaga inflasi tetap terkendali selama Ramadan dan Idulfitri. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Udah Musim Durian? Ayo Kenali Ragam Varietas Unggulan Beserta Karakter Rasanya</title>
<link>https://kartanews.com/udah-musim-durian-ayo-kenali-ragam-varietas-unggulan-beserta-karakter-rasanya</link>
<guid>https://kartanews.com/udah-musim-durian-ayo-kenali-ragam-varietas-unggulan-beserta-karakter-rasanya</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202601/image_870x580_696f3bb40f346.jpg" length="98952" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 16:25:20 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, INDONESIA </strong>- Durian dikenal luas sebagai “King of Fruit” di kawasan Asia Tenggara. Buah tropis bercita rasa dan aroma kuat ini selalu dinantikan kehadirannya setiap musim panen tiba. Meski demikian, bagi sebagian masyarakat terutama penikmat pemula memilih durian yang sesuai selera kerap menjadi tantangan, mengingat setiap varietas memiliki karakter rasa, tekstur, dan aroma yang berbeda.</p>
<p>Selain sebagai buah konsumsi, durian juga memiliki nilai strategis dalam sektor hortikultura nasional. Komoditas ini menjadi sumber pendapatan musiman bagi petani di berbagai daerah, sekaligus berkontribusi terhadap pergerakan ekonomi lokal ketika puncak panen berlangsung. </p>
<p>Di sejumlah wilayah sentra durian, musim panen kerap dimanfaatkan sebagai momentum perdagangan langsung dari petani ke konsumen, sehingga kualitas buah lebih terjaga dan rantai distribusi dapat dipersingkat.</p>
<p><strong>Pola Musim Durian di Indonesia</strong></p>
<p>Secara umum, durian di Indonesia berbuah dua kali dalam setahun. Namun, waktu panen sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim, terutama curah hujan. Puncak utama musim durian biasanya terjadi pada periode November hingga Februari. Sementara itu, di beberapa wilayah seperti Sumatera dan Jawa, terdapat musim panen tambahan atau musim gadu yang berlangsung sekitar Juni hingga Agustus.</p>
<p>Secara agronomis, kualitas dan karakter rasa durian juga ditentukan oleh faktor lingkungan, antara lain jenis tanah, intensitas hujan, usia pohon, serta ketinggian lokasi tanam. Faktor-faktor tersebut menyebabkan durian dari varietas yang sama dapat memiliki perbedaan cita rasa antarwilayah. Kondisi ini pula yang menjadikan durian lokal dari daerah tertentu memiliki penggemar tersendiri.</p>
<p><strong>Ragam Varietas Durian dan Karakter Rasanya</strong></p>
<p>Berbagai varietas durian unggulan kini banyak beredar di pasar lokal hingga internasional, masing-masing dengan keunikan rasa dan tekstur.</p>
<p>Durian Musang King atau Mao Shan Wang yang berasal dari Malaysia dikenal sebagai varietas premium. Daging buahnya berwarna kuning pekat menyerupai kunyit, dengan tekstur sangat lembut dan minim serat. Cita rasanya merupakan perpaduan manis kuat dengan sentuhan pahit elegan di akhir. Ciri khas varietas ini adalah pola menyerupai bintang di bagian bawah buah.</p>
<p>Durian Montong, varietas asal Thailand, menjadi salah satu jenis paling populer di Indonesia. Ukuran buahnya besar dengan daging tebal berwarna kuning pucat hingga krem. Teksturnya padat dan berserat halus, sementara rasanya dominan manis dengan aroma yang relatif tidak terlalu menyengat, sehingga cocok bagi penikmat pemula.</p>
<p>Durian Bawor berasal dari Banyumas, Jawa Tengah, dan kerap dijuluki sebagai Montong-nya Indonesia. Varietas ini memiliki daging berwarna oranye kemerahan, tebal, dengan biji cenderung kecil. Rasanya manis legit dengan sedikit sensasi pahit yang lebih terasa akibat proses fermentasi alami.</p>
<p>Sementara itu, durian Petruk merupakan varietas lokal dari Jepara yang dikenal dengan aroma tajam dan kuat. Daging buahnya berwarna kuning kecokelatan, bertekstur agak lembek dan berserat. Rasa manisnya cukup menonjol dan menjadi ciri khas durian tradisional nusantara.</p>
<p>Durian Black Thorn atau Duri Hitam dikenal sebagai pesaing Musang King di kelas premium. Dagingnya berwarna oranye terang hingga kemerahan, dengan tekstur sangat creamy menyerupai mentega. Rasa manisnya intens, gurih, dan memiliki aroma harum, sehingga harganya relatif lebih tinggi di pasaran.</p>
<p><strong>Preferensi Konsumen dan Pasar</strong></p>
<p>Dari sisi preferensi, durian dengan rasa manis dominan seperti Montong umumnya lebih diminati oleh penikmat pemula. Sementara itu, varietas dengan karakter pahit-manis yang kuat, seperti Musang King dan Black Thorn, cenderung digemari oleh penikmat durian berpengalaman. </p>
<p>Adapun durian lokal seperti Bawor dan Petruk tetap memiliki pangsa pasar tersendiri, terutama bagi konsumen yang menyukai aroma tajam dan cita rasa khas durian Indonesia.</p>
<p>Dari aspek perdagangan, harga durian sangat dipengaruhi oleh musim panen, ukuran buah, serta kualitas daging. Pada puncak musim, pasokan yang melimpah cenderung menekan harga, sedangkan di luar musim, durian berkualitas tinggi dapat dipasarkan dengan nilai yang lebih mahal, khususnya untuk varietas unggulan.</p>
<p>Untuk memperoleh durian dengan kualitas optimal, terdapat sejumlah indikator yang dapat diperhatikan. Tangkai buah yang masih lembap dan segar menandakan durian baru jatuh dari pohon. Aroma yang kuat namun segar menunjukkan tingkat kematangan yang tepat. </p>
<p>Selain itu, bunyi berat saat buah diketuk menandakan daging sudah empuk dan terlepas dari dinding kulit, sedangkan duri yang pendek dan jarang umumnya menunjukkan daging buah yang lebih tebal.</p>
<p>Namun, durian ternyata mengandung kalori, gula, dan kalium yang cukup tinggi. Oleh karena itu, konsumsinya disarankan secara bijak, terutama bagi penderita diabetes, hipertensi, maupun masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sagu, Sorgum, dan Mocaf: Wajah Baru Pangan Lokal Indonesia</title>
<link>https://kartanews.com/sagu-sorgum-dan-mocaf-wajah-baru-pangan-lokal-indonesia</link>
<guid>https://kartanews.com/sagu-sorgum-dan-mocaf-wajah-baru-pangan-lokal-indonesia</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202601/image_870x580_6966184119e2a.jpg" length="127735" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 18:04:57 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, INDONESIA</strong> – Pangan lokal Indonesia kini tidak lagi diposisikan sekadar sebagai alternatif, melainkan mulai menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional dan diversifikasi konsumsi masyarakat. </p>
<p>Di tengah tingginya ketergantungan terhadap beras dan gandum impor, pemerintah bersama sektor swasta terus mendorong pengembangan dan pemanfaatan komoditas pangan asli Nusantara.</p>
<p>Sejumlah komoditas pangan lokal menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan, baik dari sisi produksi, inovasi olahan, maupun penetrasi pasar. Salah satunya adalah sagu. </p>
<p>Indonesia tercatat memiliki cadangan sagu terbesar di dunia dengan luas mencapai sekitar 5,5 juta hektare, terutama di Papua, Maluku, dan Riau. Saat ini, sagu tidak hanya dikonsumsi secara tradisional tetapi telah diolah menjadi produk modern seperti mie sagu dan beras analog.</p>
<p>Selain sagu, sorgum juga mulai menjadi perhatian nasional. Tanaman ini dikenal tahan terhadap kondisi iklim ekstrem dan kekeringan, sehingga dinilai cocok dikembangkan sebagai substitusi gandum. Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi pusat pengembangan sorgum nasional. Pemerintah menargetkan pengembangan sorgum hingga ribuan hektare sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan jangka panjang.</p>
<p>Komoditas porang juga mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Tanaman umbi ini mengandung glukomanan tinggi yang menjadi bahan baku produk pangan sehat seperti shirataki. Produk olahan porang telah menembus pasar ekspor, terutama ke Jepang dan China, seiring meningkatnya permintaan pangan rendah kalori.</p>
<p>Sementara itu, singkong terus diarahkan menjadi bahan pangan strategis melalui pengembangan tepung mocaf (Modified Cassava Flour). Melalui berbagai program, termasuk Food Estate, singkong dioptimalkan sebagai pengganti terigu karena kualitasnya yang semakin mendekati gandum impor.</p>
<p>Badan Pangan Nasional (NFA) mencatat, pengembangan pangan lokal sejalan dengan strategi diversifikasi pangan nasional. Melalui peningkatan skor Pola Pangan Harapan (PPH), pemerintah berupaya menekan konsumsi beras per kapita dan meningkatkan konsumsi umbi-umbian serta sumber karbohidrat lokal lainnya.</p>
<p>Tren gaya hidup sehat turut menjadi pendorong utama. Permintaan produk bebas gluten di perkotaan meningkat, mendorong tepung lokal seperti tepung garut, tepung jagung, dan mocaf semakin banyak tersedia di pasar modern. </p>
<p>Selain itu, hilirisasi produk pangan lokal juga semakin berkembang, ditandai dengan hadirnya mie jagung, mie sagu, hingga beras analog dengan indeks glikemik lebih rendah.</p>
<p>Dalam peta jalan diversifikasi pangan 2020–2024, NFA menetapkan enam komoditas utama pengganti nasi, yakni singkong, talas, sagu, jagung, ubi jalar, dan kentang. </p>
<p>Singkong yang sebelumnya dianggap sebagai “makanan kelas dua” kini diolah menjadi berbagai produk inovatif seperti tiwul instan dan gula singkong yang mampu menjangkau pasar nasional hingga ekspor. Ubi jalar bahkan telah berhasil menembus pasar Jepang melalui produk olahan bernilai tambah.</p>
<p>Meski menunjukkan perkembangan positif, pangan lokal masih menghadapi sejumlah tantangan. Stigma sosial terhadap konsumsi non-beras masih kuat di sebagian masyarakat. Selain itu, rantai pasok pangan lokal dinilai belum seefisien beras yang telah lama mendapat subsidi, serta keterbatasan teknologi pengolahan di sejumlah daerah yang memengaruhi konsistensi kualitas produk.</p>
<p>Namun demikian, dukungan pemerintah melalui pelatihan, bantuan peralatan, serta penguatan UMKM pangan lokal terus digencarkan. Inovasi teknologi, perubahan pola pikir masyarakat, serta kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas dinilai menjadi kunci keberhasilan diversifikasi pangan ke depan.</p>
<p>Dengan pengelolaan yang tepat dan hilirisasi berkelanjutan, pangan lokal Indonesia diyakini memiliki potensi ekonomi yang besar sekaligus mampu memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Presiden Prabowo Apresiasi Petani dan Mentan Amran, Indonesia Capai Swasembada Pangan Terbaik Sepanjang Sejarah</title>
<link>https://kartanews.com/presiden-prabowo-apresiasi-petani-dan-mentan-amran-indonesia-capai-swasembada-pangan-terbaik-sepanjang-sejarah</link>
<guid>https://kartanews.com/presiden-prabowo-apresiasi-petani-dan-mentan-amran-indonesia-capai-swasembada-pangan-terbaik-sepanjang-sejarah</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202601/image_870x580_6961fe478c411.jpg" length="82610" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 15:24:55 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, KARAWANG</strong> – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh petani Indonesia serta Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman atas keberhasilan mewujudkan swasembada pangan nasional dalam waktu satu tahun. Capaian tersebut dinilai sebagai yang tercepat dalam sejarah Indonesia dan melampaui target awal pemerintah.</p>
<p>Penghargaan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Panen Raya Nasional sekaligus Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Di hadapan ribuan petani dan jajaran pemerintah, Presiden menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif dan keberpihakan nyata negara kepada sektor pertanian.</p>
<p>“Izinkan saya mengikuti naluri dan kebiasaan saya sejak muda, menyampaikan hormat kepada saudara-saudara semua yang telah berjuang dan mengabdi, sehingga bangsa ini mampu mencapai swasembada pangan,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, Sabtu (10/1/2025).</p>
<p>Presiden mengungkapkan bahwa saat dilantik, pemerintah menargetkan swasembada pangan dapat tercapai dalam empat tahun. Namun, soliditas kerja antara pemerintah pusat, kementerian teknis, dan petani di lapangan mampu mempercepat pencapaian tersebut.</p>
<p>“Saya menargetkan swasembada empat tahun, tetapi dalam satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri dan tidak lagi bergantung pada bangsa lain. Ini adalah bukti kerja keras, persatuan, dan keberanian mengambil keputusan,” ungkapnya.</p>
<p>Presiden Prabowo menekankan bahwa petani merupakan pilar utama ketahanan dan kedaulatan bangsa. Ia mengingatkan peran historis petani sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini.</p>
<p>“Tidak ada negara yang benar-benar merdeka jika pangannya bergantung pada negara lain. Sejak dulu, petani selalu hadir menjaga bangsa ini,” tuturnya.</p>
<p>Keberhasilan swasembada pangan nasional diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Kerangka Sampel Area (KSA) November 2025 yang memproyeksikan produksi beras nasional mencapai 34,71 juta ton, melebihi kebutuhan konsumsi domestik. </p>
<p>Capaian ini juga sejalan dengan laporan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) yang menempatkan Indonesia pupuksebagai produsen beras terbesar di kawasan ASEAN.</p>
<p>Pemerintah menilai capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan strategis yang berpihak kepada petani, antara lain penyederhanaan regulasi , penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen, modernisasi alat dan mesin pertanian, pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi, hingga kebijakan penyerapan gabah langsung oleh Perum BULOG dengan harga Rp6.500 per kilogram untuk seluruh kualitas.</p>
<p>Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan bukanlah titik akhir, melainkan fondasi untuk memperkuat sektor pangan nasional secara berkelanjutan.</p>
<p>“Ini bukan akhir, ini awal. Setelah beras, kita akan dorong swasembada komoditas lain dan memperkuat sektor peternakan serta perikanan agar rakyat mendapatkan pangan dan protein yang cukup serta terjangkau,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa capaian swasembada pangan merupakan hasil kerja bersama seluruh petani Indonesia dengan dukungan penuh pemerintah.</p>
<p>“Atas nama petani Indonesia, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden. Harga gabah meningkat, pupuk tersedia dan terjangkau. Swasembada ini adalah hasil kerja kolektif petani di seluruh Indonesia,” tandasnya. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Panen Raya di Gunung Tabur, Jagung Jadi Andalan Swasembada Pangan Berau</title>
<link>https://kartanews.com/panen-raya-di-gunung-tabur-jagung-jadi-andalan-swasembada-pangan-berau</link>
<guid>https://kartanews.com/panen-raya-di-gunung-tabur-jagung-jadi-andalan-swasembada-pangan-berau</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202601/image_870x580_6960a75f9b632.jpg" length="104276" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 14:59:49 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> — Upaya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan di Kabupaten Berau terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor, Wakil Bupati, Gamalis bersama Polres Berau menggelar Panen Raya Serentak dan Penanaman Jagung Kuartal I di lahan kebun jagung binaan Polres Berau, Kampung Tasuk, Kecamatan Gunung Tabur, Kamis (8/1/2026).</p>
<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Swasembada Pangan Nasional, khususnya pada pengembangan komoditas jagung. Sebelumnya, berdasarkan data evaluasi Polres Berau per 30 Desember 2025, total produksi jagung di wilayah hukum Polres Berau mencapai 4.339,4 ton sepanjang tahun 2025.</p>
<p>Wakil Bupati Berau, Gamalis, menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mendorong peningkatan produksi pangan daerah. Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah dan aparat keamanan menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.</p>
<p>“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani,” ujarnya.</p>
<p>Dirinya menambahkan bahwa jagung merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Berau, terutama di wilayah Kampung Tasuk. Dengan dukungan berbagai pihak, kawasan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi sentra produksi jagung yang mampu menopang kebutuhan pangan daerah.</p>
<p>“Potensi jagung di wilayah ini cukup besar. Jika dikelola secara optimal, bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga berdampak pada peningkatan pendapatan petani,” katanya.</p>
<p>Ia juga menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Berau mendukung penuh program nasional swasembada pangan, termasuk pengembangan komoditas lokal yang berkelanjutan. Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemenuhan pangan bergizi, termasuk mendukung program Makan Bergizi Gratis di masa mendatang.</p>
<p>Sementara itu, Kabag Ops SDM Polres Berau, AKP Herman, menyampaikan bahwa Polri berkomitmen mengambil peran aktif dalam mendukung ketahanan pangan. Melalui pemanfaatan lahan produktif dan pendampingan kepada masyarakat, Polres Berau mendorong pengembangan budidaya jagung di berbagai wilayah.</p>
<p>“Kami ingin menjadi bagian dari solusi dalam penguatan ketahanan pangan. Sinergi ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada secara produktif,” ujarnya.</p>
<p>Pelaksanaan swasembada ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur kepolisian, pemerintah daerah, kementerian terkait, asosiasi usaha, hingga sektor swasta dan para petani. Melalui kerja sama yang berkelanjutan, pemerintah daerah berharap produksi jagung di Kabupaten Berau dapat terus meningkat dan mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BPS: Produksi Jagung Nasional 2025 Naik 6,44 Persen, Tembus 16,11 Juta Ton</title>
<link>https://kartanews.com/bps-produksi-jagung-nasional-2025-naik-644-persen-tembus-1611-juta-ton</link>
<guid>https://kartanews.com/bps-produksi-jagung-nasional-2025-naik-644-persen-tembus-1611-juta-ton</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202601/image_870x580_695f959997622.jpg" length="116095" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 19:32:13 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, JAKARTA</strong> — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 16,11 juta ton. Angka tersebut meningkat 6,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini menyatakan, kenaikan tersebut menunjukkan kinerja produksi jagung nasional yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Secara kumulatif, produksi jagung pada 2025 bertambah hampir satu juta ton.</p>
<p>“Produksi jagung nasional sepanjang Januari hingga Desember 2025 meningkat sekitar 0,97 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” ujar Pudji dikutip pada laman resmi Kementerian Pertanian, Kamis (8/1/2026).</p>
<p>BPS juga mencatat produksi jagung pada November 2025 berada pada level yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada bulan tersebut, produksi jagung diperkirakan mencapai 1,03 juta ton, sedangkan pada November 2024 tercatat sebesar 0,98 juta ton.</p>
<p>“Capaian produksi pada November 2025 lebih tinggi dibandingkan November tahun sebelumnya, yang menunjukkan tren produksi jagung yang relatif positif,” kata Pudji.</p>
<p>Untuk periode ke depan, BPS memproyeksikan produksi jagung nasional masih berada pada kondisi yang cukup stabil. Potensi produksi pada akhir 2025 hingga awal 2026 diperkirakan mengalami peningkatan.</p>
<p>“Potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada Desember 2025 hingga Februari 2026 diperkirakan sebesar 4,22 juta ton atau meningkat 0,03 juta ton atau 0,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” jelasnya.</p>
<p>Dari sisi luas panen, hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) menunjukkan luas panen jagung pipilan pada November 2025 mencapai 0,16 juta hektare, meningkat dibandingkan November 2024 yang seluas 0,14 juta hektare. Sementara itu, potensi luas panen pada Desember 2025 hingga Februari 2026 diperkirakan mencapai 0,70 juta hektare.</p>
<p>Meski demikian, potensi luas panen jagung pipilan pada periode Desember 2025 hingga Februari 2026 tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 0,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>“Secara kumulatif, potensi luas panen jagung pipilan sepanjang Januari hingga Desember 2025 diperkirakan seluas 2,72 juta hektare atau meningkat 0,17 juta hektare atau 6,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Pudji.</p>
<p>Ia menambahkan, angka potensi luas panen tersebut telah mencakup tanaman jagung yang dipanen tidak untuk dipipil, seperti jagung muda maupun jagung untuk hijauan pakan ternak.</p>
<p>“Angka potensi ini masih dapat berubah bergantung pada kondisi pertanaman di lapangan, antara lain serangan hama, banjir, kekeringan, waktu panen oleh petani, serta faktor teknis lainnya,” pungkasnya. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Berau Perkuat Ketahanan Pangan, Produksi Jagung Tembus 4.339 Ton Sepanjang 2025</title>
<link>https://kartanews.com/polres-berau-perkuat-ketahanan-pangan-produksi-jagung-tembus-4339-ton-sepanjang-2025</link>
<guid>https://kartanews.com/polres-berau-perkuat-ketahanan-pangan-produksi-jagung-tembus-4339-ton-sepanjang-2025</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202512/image_870x580_6954ea2c26313.jpg" length="119473" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 17:25:46 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> – Kepolisian Resor (Polres) Berau terus memperkuat perannya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pengembangan komoditas jagung di wilayah Kabupaten Berau. Berdasarkan data evaluasi per 30 Desember 2025, total produksi jagung di wilayah hukum Polres Berau mencapai 4.339,4 ton sepanjang tahun 2025.</p>
<p>Capaian tersebut merupakan hasil pengelolaan lahan pertanian yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari kelompok tani masyarakat, kemitraan dengan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan sistem tumpang sari, hingga pemanfaatan lahan pondok pesantren.</p>
<p>Kapolres Berau, AKBP Ridho Tri Putranto, menyampaikan bahwa program ketahanan pangan merupakan bagian dari upaya Polri untuk hadir dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.</p>
<p>“Polres Berau tidak hanya berfokus pada tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif mendukung ketahanan pangan sebagai salah satu pilar ketahanan nasional. Program penanaman jagung ini adalah wujud nyata komitmen tersebut,” ujarnya, dalam keterangan resminya saat press rilis akhir tahun 2025, Rabu (31/12/2025).</p>
<p>Dari sisi luasan, total lahan tanam jagung yang telah direalisasikan mencapai 1.003,25 hektare dari potensi lahan tersedia seluas 1.455 hektare, sebagaimana data Dinas Pertanian Kabupaten Berau. </p>
<p>Sementara itu, luas lahan yang berhasil dipanen sepanjang 2025 tercatat 855 hektare dengan kontribusi produksi berasal dari pola tanam monokultur maupun tumpang sari bersama perusahaan mitra, baik yang tergabung dalam GAPKI maupun non-GAPKI.</p>
<p>Dalam mendukung stabilitas harga dan distribusi hasil panen, Perum Bulog Kabupaten Berau telah menyerap jagung petani sebanyak 131,45 ton selama tahun 2025. Penyerapan tertinggi terjadi pada bulan Oktober dengan volume mencapai 71,55 ton. </p>
<p>Adapun harga pembelian yang berlaku saat ini, Bulog menetapkan harga Rp6.400 per kilogram untuk jagung dengan kadar air 14–16 persen dan Rp5.500 per kilogram untuk kadar air 17–20 persen. Sementara itu, harga di tingkat tengkulak berkisar Rp7.000 per kilogram untuk kadar air 14 persen dan Rp6.000 per kilogram untuk kadar air 18 persen.</p>
<p>Meski mencatatkan hasil positif, pelaksanaan program ketahanan pangan di lapangan tidak terlepas dari sejumlah kendala, seperti bencana banjir di beberapa wilayah, kondisi tanah yang keras dan berbatu, serta gangguan hama hewan yang memengaruhi produktivitas tanaman.</p>
<p>Menanggapi tantangan tersebut, Kapolres Berau menyiapkan berbagai langkah strategis dan inovatif. Upaya tersebut meliputi pendampingan intensif kepada petani melalui kerja sama dengan Dinas Pertanian dalam penyediaan benih unggul dan penyuluhan, dukungan permodalan bagi kelompok tani untuk kegiatan pembersihan lahan dan pengadaan bibit, serta fasilitasi teknologi pascapanen.</p>
<p>Selain itu, Polres Berau juga berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk pengadaan mesin pengering (dryer) dan solar dryer di setiap kecamatan guna menjaga mutu hasil panen. Peran Bhabinkamtibmas turut dioptimalkan melalui pengecekan rutin dan pendampingan lahan jagung di wilayah binaan masing-masing.</p>
<p>Melalui rangkaian langkah tersebut, Polres Berau optimistis program ketahanan pangan ini tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat di seluruh 13 kecamatan se-Kabupaten Berau. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pasokan Telur Ayam Nasional Dipastikan Aman hingga Lebaran 2026</title>
<link>https://kartanews.com/pasokan-telur-ayam-nasional-dipastikan-aman-hingga-lebaran-2026</link>
<guid>https://kartanews.com/pasokan-telur-ayam-nasional-dipastikan-aman-hingga-lebaran-2026</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202512/image_870x580_694e6b790519a.jpg" length="68972" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 19:03:40 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, JAKARTA</strong> – Pemerintah memastikan ketersediaan telur ayam ras secara nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi hingga Hari Raya Idulfitri 2026. Produksi telur dalam negeri dinilai mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, termasuk untuk mendukung program prioritas pemerintah.</p>
<p>Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa secara nasional stok telur ayam ras berada pada level surplus sehingga tidak terdapat potensi kekurangan pasokan dalam waktu dekat.</p>
<p>“Stok telur secara nasional sangat mencukupi. Produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk selama Ramadhan dan Lebaran. Dari sisi ketersediaan, tidak ada masalah,” ujarnya, Rabu (24/12/2025), dikutip dari laman resmi Bapanas.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa fluktuasi harga telur ayam ras yang terjadi di sejumlah daerah lebih dipengaruhi oleh faktor musiman, terutama meningkatnya permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa kenaikan harga tersebut bukan disebabkan oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>“Kalau dilihat, program MBG memang ada pengaruh, tetapi masih sangat kecil. Yang lebih dominan adalah peningkatan permintaan menjelang Nataru,” jelasnya.</p>
<p>Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional, kebutuhan konsumsi telur ayam ras sepanjang tahun diperkirakan mencapai 6,487 juta ton. Dari jumlah tersebut, kebutuhan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program MBG hanya sekitar 1,96 persen atau setara 127,3 ribu ton. Sementara produksi telur nasional diproyeksikan mencapai 6,561 juta ton atau masih berada di atas kebutuhan.</p>
<p>Selain itu, stok akhir tahun telur ayam ras secara nasional diperkirakan mengalami peningkatan signifikan. Bapanas memproyeksikan stok akhir 2025 mencapai 74,5 ribu ton, naik tajam dibandingkan stok akhir 2024 yang tercatat sekitar 29,3 ribu ton.</p>
<p>Meski pasokan dinilai aman, pemerintah tetap mewaspadai pergerakan harga di tingkat konsumen. Ketut menyampaikan bahwa pemerintah terus berkoordinasi dengan para peternak agar harga di tingkat produsen tetap berada pada kisaran yang telah disepakati.</p>
<p>“Di tingkat peternak, harga kami jaga di kisaran Rp22.000 sampai Rp25.000 per kilogram. Dengan harga tersebut, seharusnya pedagang masih bisa menjual ke konsumen sesuai Harga Acuan Penjualan Rp30.000 per kilogram,” katanya.</p>
<p>Data Panel Harga Pangan Bapanas menunjukkan bahwa rerata harga telur ayam ras di tingkat konsumen mulai mengalami penurunan tipis dalam sepekan terakhir. Per 24 Desember, rerata harga nasional tercatat sebesar Rp31.595 per kilogram, turun dibandingkan pekan sebelumnya. Provinsi Bali tercatat memiliki harga terendah dengan rerata Rp27.635 per kilogram.</p>
<p>Dalam kesempatan terpisah, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan lengah dalam menjaga stabilitas harga telur ayam ras di pasaran.</p>
<p>“Telur stoknya cukup, bahkan lebih dari cukup. Tidak boleh ada kenaikan harga. Kalau terjadi kenaikan, akan kita tindak. Karena stok nasional kita aman,” tegasnya saat meninjau Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, sebagaimana dikutip dari laman resmi Bapanas, Jumat (26/12/2025).</p>
<p>Pemerintah memastikan pemantauan pasokan dan harga telur ayam ras akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadapi Nataru, Bapanas Tekankan Kepatuhan HET dan HAP untuk Jaga Stabilitas Pangan</title>
<link>https://kartanews.com/hadapi-nataru-bapanas-tekankan-kepatuhan-het-dan-hap-untuk-jaga-stabilitas-pangan</link>
<guid>https://kartanews.com/hadapi-nataru-bapanas-tekankan-kepatuhan-het-dan-hap-untuk-jaga-stabilitas-pangan</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202512/image_870x580_694796b78aa31.jpg" length="102043" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Dec 2025 14:42:36 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, JAKARTA</strong> – Menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan pentingnya kepatuhan seluruh pelaku usaha pangan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen. Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.</p>
<p>Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat pengawasan distribusi dan harga pangan di lapangan. Ia meminta pelaku usaha, asosiasi, hingga distributor untuk menjalankan ketentuan harga yang telah ditetapkan, terutama pada momentum meningkatnya kebutuhan masyarakat jelang Nataru.</p>
<p>“Pemerintah berharap seluruh pelaku usaha dapat mematuhi ketentuan HET dan HAP yang berlaku. Stok pangan nasional saat ini dalam kondisi sangat mencukupi, sehingga tidak ada alasan untuk terjadi lonjakan harga di tingkat konsumen,” ujar Amran saat Rapat Koordinasi Pengendalian Stabilitas Pangan HBKN 2025, Kamis (18/12/2025), sebagaimana dikutip dari laman resmi Bapanas.</p>
<p>Amran menambahkan, pemerintah bersama Satgas Pangan akan terus melakukan pemantauan guna memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap terkendali. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari perlindungan daya beli masyarakat.</p>
<p>Dari sisi ketersediaan, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi beras nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 34,79 juta ton, meningkat 13,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog diproyeksikan mencapai 3,7 juta ton hingga akhir 2025.</p>
<p>Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas protein hewani. Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional per Desember 2025, produksi daging ayam ras diperkirakan surplus sebesar 147,9 ribu ton, sementara telur ayam ras surplus sekitar 45,2 ribu ton dibandingkan kebutuhan konsumsi nasional.</p>
<p>Kepala Bapanas juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menata rantai distribusi pangan agar berjalan lebih adil dan efisien, termasuk menindak praktik-praktik yang berpotensi merugikan masyarakat.</p>
<p>“Pemerintah akan terus melakukan penertiban terhadap pelanggaran di sektor pangan, baik terkait distribusi maupun perizinan. Langkah ini penting agar tata kelola pangan semakin tertib dan kepercayaan publik tetap terjaga,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, berdasarkan Panel Harga Pangan, harga beras secara nasional menunjukkan tren stabil. Per 17 Desember 2025, rata-rata harga beras medium tercatat sebesar Rp13.559 per kilogram, sementara beras premium berada di kisaran Rp15.572 per kilogram. Kedua komoditas tersebut mengalami penurunan tipis dibandingkan pekan sebelumnya. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mentan Amran Geram, Cabut 190 Izin Distributor dan Pengecer Pupuk</title>
<link>https://kartanews.com/mentan-amran-geram-cabut-190-izin-distributor-dan-pengecer-pupuk</link>
<guid>https://kartanews.com/mentan-amran-geram-cabut-190-izin-distributor-dan-pengecer-pupuk</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202512/image_870x580_693a9f468e119.jpg" length="71691" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 18:40:32 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, INDONESIA</strong> – Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia mengambil langkah tegas dengan mencabut izin usaha terhadap 190 distributor dan pengecer pupuk yang terbukti menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. </p>
<p>Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengumumkan pencabutan izin usaha terhadap 190 distributor dan pengecer pupuk di berbagai wilayah, termasuk Lampung, Maluku, dan Sulawesi yang terbukti melanggar ketentuan HET pasca-penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20%.</p>
<p>Langkah ini merupakan hasil dari sidak yang dilakukan Kementan bekerja sama dengan aparat dan didukung penuh oleh PT Pupuk Indonesia sebagai produsen dan penyedia utama pupuk bersubsidi.</p>
<p>"Hari ini melalui Pupuk Indonesia, kita cabut izin 190 pengecer dan distributor yang terbukti tidak menurunkan harga pupuk sesuai pengumuman pemerintah. Tidak ada lagi toleransi bagi yang bermain-main dengan kebijakan ini, tidak akan dikasih kesempatan lagi. Kami tidak ampuni," tegas Menteri Amran Sulaiman, dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, pada Kamis (11/12/2025).</p>
<p>Program subsidi pemerintah mencakup berbagai jenis pupuk yang dianggap esensial bagi peningkatan hasil produksi pertanian. Jenis pupuk yang berada dalam pengaturan HET dan mendapatkan pengawasan distribusi meliputi Urea, NPK, SP-36, ZA, serta pupuk organik atau Ponska.</p>
<p>Penjualan pupuk bersubsidi di atas HET secara langsung menyalahi tujuan pemberian subsidi. Kenaikan biaya input pertanian tersebut berpotensi menimbulkan sejumlah dampak, seperti menurunnya minat petani untuk melakukan penanaman akibat tingginya biaya produksi dan pengurangan dosis pemupukan karena harga yang tidak terjangkau.</p>
<p>Mentan Amran menjelaskan bahwa subsidi pupuk diberikan agar harga jual di tingkat pengecer bisa terjangkau, sehingga biaya produksi petani tetap efisien dan termotivasi untuk meningkatkan produksi pangan di Indonesia.</p>
<p>Sebagai langkah lanjutan, Kementan akan melibatkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih untuk turut serta dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Keterlibatan Kopdes diharapkan dapat memotong rantai pasok yang panjang dan meminimalisir praktik spekulasi harga.</p>
<p>Menteri Pertanian menegaskan penerapan kebijakan ini untuk memastikan perlindungan terhadap petani sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional serta menjamin distribusi pupuk bersubsidi berlangsung secara adil dan sesuai peruntukannya. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aturan Baru MinyaKita Terbit Desember, Distribusi melalui BUMN</title>
<link>https://kartanews.com/aturan-baru-minyakita-terbit-desember-distribusi-melalui-bumn</link>
<guid>https://kartanews.com/aturan-baru-minyakita-terbit-desember-distribusi-melalui-bumn</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202512/image_870x580_6933f6721a904.jpg" length="103361" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 17:25:44 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, INDONESIA</strong> – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengambil langkah tegas untuk menekan harga minyak goreng kemasan rakyat, MinyaKita, agar kembali sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. </p>
<p>Pemerintah akan menyiapkan revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2024 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat. Dilansir dari detik.com, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso sebelumnya telah menyampaikan bahwa distribusi penyaluran Minyakita akan diubah dengan melibatkan BUMN Pangan.</p>
<p>MinyaKita diwajibkan menyalurkan minimal 35 persen produksi melalui dua BUMN pangan, yaitu Perum Bulog dan ID Food. Langkah ini dirancang untuk memperkuat rantai distribusi sekaligus memastikan penyebaran MinyaKita lebih merata, terutama ke pasar tradisional dan wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).</p>
<p>Targetnya, revisi Permendag tersebut diteken sebelum momentum Nataru 2025-2026. Dengan begitu, Budi Santoso berharap distribusi Minyakita menjadi lebih baik. Pemerintah juga berharap dampak stabilisasi harga dapat terlihat secara penuh pada awal 2026, seiring distribusi melalui BUMN mulai berjalan konsisten.</p>
<p>Selama ini, harga MinyaKita di sejumlah daerah tercatat jauh melampaui HET, bahkan mencapai Rp35.000 hingga Rp50.000 per liter di beberapa wilayah Indonesia Timur akibat kendala distribusi dan praktik penjualan di atas HET oleh pengecer.</p>
<p>Selain penguatan distribusi, beleid baru ini juga mengatur:</p>
<ul>
<li>Pemberian insentif Domestic Market Obligation (DMO) yang lebih terarah bagi produsen.</li>
<li>Pengetatan sanksi bagi pelaku usaha yang menimbun atau menjual MinyaKita di atas HET, baik secara online maupun offline. (AUNI)</li>
</ul>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp65.400/Kg, Telur Ayam Ras Ikut Naik di Awal Desember</title>
<link>https://kartanews.com/harga-cabai-rawit-merah-tembus-rp65400kg-telur-ayam-ras-ikut-naik-di-awal-desember</link>
<guid>https://kartanews.com/harga-cabai-rawit-merah-tembus-rp65400kg-telur-ayam-ras-ikut-naik-di-awal-desember</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202512/image_870x580_6933ee0c6995e.jpg" length="142037" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 16:49:42 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, INDONESIA</strong> – Harga sejumlah komoditas pangan pokok kembali menunjukkan tren kenaikan di awal Desember. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat, harga cabai rawit merah menembus Rp65.400 per kilogram (kg) secara nasional menjadi komoditas dengan lonjakan tertinggi pada awal bulan ini.</p>
<p>Tidak hanya cabai, harga telur ayam ras juga turut naik dan kini berada di kisaran Rp32.250 per kg. Kedua komoditas ini diketahui sangat sensitif terhadap perubahan pasokan dan permintaan sehingga kenaikan harganya langsung terasa oleh konsumen rumah tangga.</p>
<p>Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai rawit merah, tetapi juga merata pada beberapa jenis cabai lainnya, antara lain:</p>
<p>- Cabai merah keriting: Rp65.750/kg</p>
<p>- Cabai merah besar: Rp59.200/kg</p>
<p>- Cabai rawit hijau: Rp52.400/kg</p>
<p>Tren ini diperkirakan berkaitan dengan menurunnya pasokan dari sentra produksi akibat faktor cuaca, distribusi yang tersendat, serta meningkatnya permintaan memasuki musim liburan Nataru.</p>
<p>Di sisi lain, sejumlah komoditas protein hewani juga menunjukkan variasi harga:</p>
<p>- Daging ayam ras: Rp40.300/kg</p>
<p>- Daging sapi kualitas I: Rp140.850/kg</p>
<p>- Daging sapi kualitas II: Rp132.800/kg</p>
<p>Kenaikan harga pangan strategis ini menjadi perhatian jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), periode yang biasanya disertai peningkatan konsumsi. Pemerintah pusat dan daerah harus melakukan pemantauan rutin serta memperkuat langkah stabilisasi, termasuk menjaga kelancaran distribusi dan memastikan stok dari produsen tetap terjaga.</p>
<p>PIHPS menegaskan bahwa harga yang dirilis merupakan rata-rata nasional, sehingga dapat berbeda dengan harga yang berlaku di pasar tradisional dan ritel di masing-masing daerah. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Komisi II DPRD Berau Dorong Inventarisasi Lahan Masyarakat di Kawasan Hutan</title>
<link>https://kartanews.com/komisi-ii-dprd-berau-dorong-inventarisasi-lahan-masyarakat-di-kawasan-hutan</link>
<guid>https://kartanews.com/komisi-ii-dprd-berau-dorong-inventarisasi-lahan-masyarakat-di-kawasan-hutan</guid>
<description><![CDATA[ KARTANEWS.COM, BERAU – Komisi II DPRD Kabupaten Berau menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada selasa (15/07/2025), guna membahas persoalan lahan perkebunan masyarakat yang terindikasi masuk dalam kawasan hutan sesuai kebijakan Perpres Nomor 5 Tahun 2025. Rapat tersebut melibatkan berbagai pihak... ]]></description>
<enclosure url="uploads/2025/07/Gambar-WhatsApp-2025-07-17-pukul-19.48.47_0a0f8de9.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 20 Jul 2025 12:07:30 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>KARTANEWS.COM, BERAU – Komisi II DPRD Kabupaten Berau menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada selasa (15/07/2025), guna membahas persoalan lahan perkebunan masyarakat yang terindikasi masuk dalam kawasan hutan sesuai kebijakan Perpres Nomor 5 Tahun 2025. Rapat tersebut melibatkan berbagai pihak dari instansi teknis, camat, kepala kampung, serta OPD terkait lainnya.</p>

<p>Sebelumnya, kebijakan tersebut menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, khususnya para petani dan pekebun. Beberapa warga mengaku khawatir setelah munculnya patok atau plang pada lahan yang selama ini dikelola secara turun-temurun. Banyak dari mereka tidak mengetahui bahwa lahan tersebut masuk dalam peta kawasan hutan.</p>

<p>Kondisi ini menjadi sorotan khusus dalam rapat. Komisi II menyampaikan sejumlah rekomendasi penting guna melindungi kepentingan dan keberlangsungan masyarakat sekaligus menghormati kebijakan nasional.</p>

<p>Komisi II menyarankan agar pihak teknis memperkuat sosialisasi terkait batas-batas kawasan hutan di wilayah masyarakat. Salah satu langkah konkret yang disampaikan adalah pemasangan patok atau plang permanen di lokasi kawasan hutan agar dapat dikenali oleh masyarakat secara langsung di lapangan. Pemasangan plang ini juga harus dilakukan secara transparan dan melibatkan pemerintah setempat.</p>

<p>Anggota komisi II DPRD Berau, Sutami menegaskan pentingnya langkah ini agar masyarakat tidak dirugikan akibat minimnya informasi yang selama ini terjadi di lapangan.</p>

<p>"Kita mendorong agar sosialisasi diperkuat dan plang batas kawasan hutan dipasang secara jelas dan melibatkan pemerintah kampung. Jangan sampai masyarakat baru tahu saat lahannya sudah dipasangi patok, ini bisa menimbulkan keresahan dan konflik," tegasnya.</p>

<p>Selain itu, DPRD juga mendorong pemerintah Kabupaten Berau untuk segera membentuk tim inventarisasi atau pendataan terhadap lahan-lahan yang telah digunakan masyarakat secara turun-temurun. Langkah ini dinilai penting sebagai dasar mencari solusi yang adil dan tidak merugikan masyarakat khususnya petani dan pekebun.</p>

<p>"Kami ingin semua pihak duduk bersama dan menyusun langkah inventarisasi yang melibatkan masyarakat. Jangan sampai ada yang merasa kehilangan hak atas tanah yang sudah mereka kelola sejak lama," terangnya.</p>

<p>Dengan pendekatan ini, DPRD berharap penertiban kawasan hutan dapat dilakukan tanpa menimbulkan konflik dan kesenjangan sosial. Selain melindungi hutan sebagai aset negara, kebijakan ini juga harus menjamin kepastian hukum dan rasa aman bagi masyarakat kabupaten Berau ke depannya. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sentuhan Ayah di Hari Pertama Sekolah, DPPKBP3A Dorong Peran Ayah dalam Pendidikan Anak</title>
<link>https://kartanews.com/sentuhan-ayah-di-hari-pertama-sekolah-dppkbp3a-dorong-peran-ayah-dalam-pendidikan-anak</link>
<guid>https://kartanews.com/sentuhan-ayah-di-hari-pertama-sekolah-dppkbp3a-dorong-peran-ayah-dalam-pendidikan-anak</guid>
<description><![CDATA[ KARTANEWS.COM, BERAU – Hari pertama masuk sekolah menjadi momen spesial bagi banyak anak. Namun tahun ini, momen itu menjadi lebih bermakna di kabupaten Berau berkat inisiatif dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) yang menind... ]]></description>
<enclosure url="uploads/2025/07/01hm3r54dgd73chszfadg1z1b9.webp" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 14 Jul 2025 12:22:00 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>KARTANEWS.COM, BERAU – Hari pertama masuk sekolah menjadi momen spesial bagi banyak anak. Namun tahun ini, momen itu menjadi lebih bermakna di kabupaten Berau berkat inisiatif dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) yang menindaklanjuti surat dari Kemenduk Bangga/BKKBN perwakilan provinsi Kalimantan Timur pada (8/7/2025). Melalui program bertajuk "Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI)", DPPKBP3A ingin mengajak para ayah untuk terlibat lebih aktif dalam pendidikan dan pengasuhan anak sejak langkah pertama mereka di tahun ajaran baru.</p>

<p>Adapun himbauan pelaksanaan kegiatan "Hari Pertama Sekolah Bersama Ayah" yang bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru 2025/2026 sebagai berikut:</p>

<p>1. Menghimbau pelaksanaan "Hari Pertama Sekolah Bersama Ayah" di OPD masing-masing khususnya pada hari pertama masuk sekolah. 2. Kepada ASN laki-laki yang memiliki anak usia sekolah untuk berpartisipasi dalam gerakan ini 3. Akan ada penghargaan kepada 10 (sepuluh) ayah teladan yang melakukan dokumentasi kegiatan, baik foto/vidio terbaik dan mengunggah ke platform instagram dengan menggunakan tagar #GATI dan #sekolahbersamaayah serta menandai akun instagram @dppkbpppa_berau.</p>

<p>Kepala DPPKBP3A Berau, Rabiatul Islamiah menyampaikan bahwa selama ini peran pendidikan anak lebih sering dianggap sebagai tugas ibu sementara ayah identik dengan pencari nafkah.</p>

<p>“Padahal tidak demikian seharusnya. Ayah juga punya peran penting dalam manajemen pengasuhan anak, termasuk mengambil keputusan bagaimana arah pendidikan anak ke depannya,” ujarnya.</p>

<p>Program ini mengajak para ayah untuk tidak hanya mengantar anaknya ke sekolah tetapi juga mengabadikan momen tersebut dalam bentuk video dan mengunggahnya ke media sosial. Meski hadiah yang ditawarkan sederhana, namun apresiasi dari pihak DPPKBP3A menjadi nilai yang lebih besar dari sekadar materi.</p>

<p>“Kami mendorong nilai kebersamaan dan keterlibatan emosional ayah dalam mendampingi anak. Itu yang ingin kami bangun,” jelasnya.</p>

<p>Respon dari masyarakat pun sangat positif. Sejak hari pertama sekolah dimulai, akun instagram DPPKBP3A dibanjiri video kiriman para ayah yang turut serta dalam program ini. Masyarakat menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang saat menggandeng tangan kecil anak-anaknya menuju gerbang sekolah.</p>

<p>Program ini diharapkan mampu membuka ruang kesadaran bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab ibu. Dalam keluarga, ayah adalah pemimpin yang memiliki andil besar dalam arah tumbuh kembang anak sementara ibu berperan sebagai pencatat dan pengelola harian.</p>

<p>“Ini bukan soal siapa yang lebih penting, tapi bagaimana keduanya saling melengkapi,” terangnya.</p>

<p>Beberapa hari ke depan, video-video terbaik akan dinilai dan diberi apresiasi oleh pihak DPPKBP3A. Namun lebih dari itu, momen sederhana ini menjadi pengingat kuat bahwa langkah kecil seorang ayah di pagi hari, bisa menjadi bekal besar dalam perjalanan masa depan anak-anaknya. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Kirim Kontingen ke PEDA KTNA XI Kalimantan Timur</title>
<link>https://kartanews.com/berau-kirim-kontingen-ke-peda-ktna-xi-kalimantan-timur-demi-pertanian-dan-perikanan-modern</link>
<guid>https://kartanews.com/berau-kirim-kontingen-ke-peda-ktna-xi-kalimantan-timur-demi-pertanian-dan-perikanan-modern</guid>
<description><![CDATA[ KARTANEWS.COM, BERAU – Kabupaten Berau menunjukkan komitmennya dalam modernisasi sektor pertanian dan perikanan dengan mengirimkan kontingen khusus ke Pekan Daerah (PEDA) XI Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Kalimantan Timur. Acara yang rencananya berlangsung di Kabupaten Kutai Barat ini... ]]></description>
<enclosure url="uploads/2025/06/Gambar-WhatsApp-2025-06-19-pukul-21.03.26_f2c33717.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Jun 2025 16:13:25 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>KARTANEWS.COM, BERAU – Kabupaten Berau menunjukkan komitmennya dalam modernisasi sektor pertanian dan perikanan dengan mengirimkan kontingen khusus ke Pekan Daerah (PEDA) XI Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Kalimantan Timur. Acara yang rencananya berlangsung di Kabupaten Kutai Barat ini menjadi platform strategis bagi Berau untuk menyerap inovasi dan memperkuat kapasitas petani serta nelayannya.</p>

<p>Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menekankan bahwa partisipasi Berau di PEDA KTNA ini lebih dari sekadar kehadiran. Ini adalah simbol dari potensi besar daerah dan kesiapan untuk bersaing di tingkat provinsi.</p>

<p>“Pemerintah dan masyarakat Berau mengucapkan selamat kepada kontingen, keikutsertaan mereka adalah kebanggaan dan cerminan Berau di Kalimantan Timur,” ujarnya.</p>

<p>Ia menyoroti PEDA KTNA sebagai forum penting untuk menguatkan organisasi petani-nelayan, memperluas jejaring, serta menjadi wadah berbagi pengetahuan dan teknologi terkini. Menurutnya, ajang ini krusial untuk meningkatkan kapasitas para pelaku utama di sektor pertanian dan perikanan.</p>

<p>“Ini adalah kesempatan penting untuk menambah pengetahuan, menyerap inovasi, dan memotivasi petani serta nelayan demi membangun sektor yang maju, mandiri, dan modern,” tegasnya.</p>

<p>Dirinya juga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan melalui optimalisasi sektor hilir sumber daya alam dan pertanian secara luas dengan tetap mempertahankan kearifan lokal.</p>

<p>“Kami telah meluncurkan berbagai inisiatif pemberdayaan sebagai bukti komitmen kuat kami untuk mengembangkan sektor pertanian dan perikanan. Ini adalah bidang prioritas utama bagi daerah,” terangnya.</p>

<p>Kepada kontingen, ia berpesan agar mereka tidak hanya menampilkan keunggulan daerah tetapi juga aktif berjejaring dan menyerap praktik-praktik terbaik yang bisa diimplementasikan di Kabupaten Berau.</p>

<p>“Saya berharap para peserta dapat membawa pulang pengalaman, informasi, dan inovasi berharga untuk dikembangkan di desa,” harapnya.</p>

<p>“Tunjukkan bahwa petani dan nelayan Berau adaptif dan bersemangat dalam berinovasi,” tandasnya. (J)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kolaborasi Berau dan YKAN, Mengubah Kakao Menjadi Komoditas Premium dengan Pendekatan Berkelanjutan</title>
<link>https://kartanews.com/kolaborasi-berau-dan-ykan-mengubah-kakao-menjadi-komoditas-premium-dengan-pendekatan-berkelanjutan</link>
<guid>https://kartanews.com/kolaborasi-berau-dan-ykan-mengubah-kakao-menjadi-komoditas-premium-dengan-pendekatan-berkelanjutan</guid>
<description><![CDATA[ KARTANEWS.COM, JAKARTA – Kabupaten Berau, yang terletak di Kalimantan Timur, dimana sekitar 75 persen dari total luas wilayah daratannya seluas 2,2 juta hektar masih berupa hutan alam ini, terus berupaya mempertahankan kekayaan alamnya melalui berbagai inisiatif pelestarian dan pemberdayaan masyar... ]]></description>
<enclosure url="uploads/2025/03/Gambar-WhatsApp-2025-03-14-pukul-03.59.16_f3b0bef7.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 14 Mar 2025 07:45:13 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, </strong><strong>JAKARTA</strong> – Kabupaten Berau, yang terletak di Kalimantan Timur, dimana sekitar 75 persen dari total luas wilayah daratannya seluas 2,2 juta hektar masih berupa hutan alam ini, terus berupaya mempertahankan kekayaan alamnya melalui berbagai inisiatif pelestarian dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah penerapan perhutanan sosial yang memungkinkan masyarakat setempat mengelola hutan secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.</p>

<p>Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengungkapkan bahwa pembangunan di masa lalu cenderung mengutamakan konversi lahan hutan alam menjadi area yang lebih produktif secara ekonomi, seperti perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri. Namun, kini paradigma tersebut telah berubah dengan pengelolaan perhutanan sosial yang lebih berorientasi pada kelestarian dan kesejahteraan masyarakat.</p>

<p>“Terkini, kami menjadi percontohan dalam pengelolaan perhutanan sosial di Kalimantan Timur. Kami berhasil menyusun dokumen Pembangunan Kawasan Terintegrasi (Integrated Area Development/IAD) yang pertama di Kalimantan Timur untuk mengoptimalkan pemanfaatan 98 ribu hektare perhutanan sosial di Berau,” terangnya dalam acara Thought Leaders Forum yang diselenggarakan oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) di Jakarta pada Rabu(12/3/2025).</p>

<p>[caption id="attachment_1595" align="aligncenter" width="696"]<img class="size-large wp-image-1595" src="https://kartanews.com/wp-content/uploads/2025/03/Gambar-WhatsApp-2025-03-14-pukul-03.59.15_eda6a3fe-1024x683.jpg" alt="" width="696" height="464" />                                                             Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas[/caption]</p>

<p>Dikatakannya Konsep Pembangunan Kawasan Terintegrasi ini mengedepankan prinsip pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan, tidak hanya menjaga keutuhan hutan tetapi juga mengupayakan agar manfaat ekonominya dapat dirasakan oleh masyarakat setempat. Salah satu contoh sukses pemanfaatan lahan hutan adalah pengembangan komoditas kakao oleh masyarakat di beberapa wilayah kampung, termasuk Kampung Merasa.</p>

<p>Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Berau, Lita Handini menjelaskan bahwa Pemkab Berau terus mengupayakan berbagai strategi untuk mengembangkan produksi kakao. Strategi tersebut meliputi kemitraan multipihak, pemetaan kawasan, peningkatan kualitas dan kuantitas produksi, serta pemberian akses permodalan dan pemasaran melalui berbagai skema kemitraan.</p>

<p>“Kami juga mendukung hilirisasi produk kakao, promosi, serta pendampingan intensif kepada petani. Tujuannya agar kakao Berau dapat bersaing di pasar nasional bahkan internasional,” ujarnya.</p>

<p>Salah satu kisah sukses datang dari Kampung Merasa. Irmaya Banaweng, seorang petani kakao dari Kampung Merasa mengungkapkan bahwa usaha perkebunan kakao telah dimulai sejak tahun 1980-an dan terus berkembang dengan adanya pendampingan dari pemerintah serta YKAN.</p>

<p>“Pelatihan Internal Controlling System (ICS) yang diadakan oleh YKAN memberikan banyak pengetahuan tentang berbagai jenis dan kualitas kakao yang diinginkan pasar. Dari biji kakao basah, biji kakao kering asalan, hingga yang termahal dan dicari yaitu biji kakao fermentasi,” tuturnya.</p>

<p>Pelatihan ini juga mencakup pengolahan biji kakao fermentasi menjadi produk makanan dan minuman yang dikerjakan oleh kelompok perempuan di Kampung Merasa. Selain itu, standar budidaya terus disusun guna meningkatkan kualitas kakao hingga dapat menembus pasar premium.</p>

<p>Pada tahun 2021, kakao fermentasi dari Kampung Merasa mendapat pengakuan nasional sebagai salah satu dari delapan kakao fermentasi berkarakter unik dan spesifik dalam seleksi nasional menuju Cocoa of Excellence di Paris, Prancis. Dua tahun kemudian, Single Origin Cokelat Kampung Merasa 74% resmi diluncurkan bersama Pipiltin Cocoa, sebuah produsen cokelat artisan terkemuka di Indonesia.</p>

<p>Direktur Eksekutif YKAN, Herlina Hartanto menyatakan bahwa Kampung Merasa merupakan contoh nyata bagaimana pelestarian alam dapat berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.</p>

<p>“Melalui perhutanan sosial, kami mendampingi desa-desa dalam memetakan potensi yang mereka miliki. Selanjutnya, mereka kami dampingi dalam mengembangkan sumber mata pencaharian yang ramah lingkungan sehingga kesejahteraan terpenuhi dan alam tetap terjaga,” ungkapnya.</p>

<p>Ruslandi, Direktur Program Teresterial YKAN menambahkan bahwa penerapan ICS di Kampung Merasa memungkinkan masyarakat menerapkan praktik Good Agriculture Practice (GAP) melalui sistem agroforestri, di mana kakao ditanam berdampingan dengan tanaman kehutanan. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menjaga kelestarian alam, melindungi petani dari paparan bahan kimia, dan menghasilkan produk berkualitas tinggi.</p>

<p>“Tujuan utama kami adalah membantu kelompok petani kakao agar memiliki mata pencaharian melalui pengelolaan hutan secara berkelanjutan, mendukung perempuan dalam mencapai kemandirian dan kewirausahaan yang berkelanjutan, serta menjaga hutan agar tetap lestari dan mengurangi emisi gas rumah kaca,” jelasnya.</p>

<p>Upaya Berau dalam mengembangkan kakao berkelanjutan tak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi petani, tetapi juga turut menjaga kelestarian hutan alam yang menjadi kekayaan utama kabupaten tersebut. Dengan harga kakao yang tengah mencapai rekor tertinggi, ini menjadi momentum penting bagi petani kakao di Berau untuk terus meningkatkan kualitas produksi mereka dan mencapai kesejahteraan yang lebih baik. (DAA)</p>

<p>&nbsp; <p data-sourcepos="7:1-7:11"></p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bhabinkamtibmas Sido Bangen Garda Terdepan Ketahanan Pangan, Wujudkan Asta Cita Presiden</title>
<link>https://kartanews.com/bhabinkamtibmas-sido-bangen-garda-terdepan-ketahanan-pangan-wujudkan-asta-cita-presiden</link>
<guid>https://kartanews.com/bhabinkamtibmas-sido-bangen-garda-terdepan-ketahanan-pangan-wujudkan-asta-cita-presiden</guid>
<description><![CDATA[ KARTANEWS.COM, BERAU – Di tengah komitmen pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui program Asta Cita, Bhabinkamtibmas turut serta berperan aktif. Salah satu contohnya adalah Aipda Heri Susanto, Bhabinkamtibmas Kampung Sido Bangen, Polsek Kelay, Polres Berau yang secara konsist... ]]></description>
<enclosure url="uploads/2025/02/Gambar-WhatsApp-2025-02-17-pukul-14.02.29_09748de2.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 17 Feb 2025 10:59:39 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>KARTANEWS.COM, BERAU – Di tengah komitmen pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui program Asta Cita, Bhabinkamtibmas turut serta berperan aktif. Salah satu contohnya adalah Aipda Heri Susanto, Bhabinkamtibmas Kampung Sido Bangen, Polsek Kelay, Polres Berau yang secara konsisten melakukan pengecekan dan pendampingan terhadap lahan pertanian warga sebagai bagian dari upaya mendukung kemandirian pangan masyarakat.</p>

<p>Saat ini, Aipda Heri Susanto menyambangi lahan seluas 2.000 m² di RT 001 Kampung Sido Bangen yang dikelola oleh Mukahar. Lahan tersebut ditanami berbagai jenis tanaman pangan bergizi, seperti jagung, terong, kacang panjang, kacang tanah, dan ubi rambat.</p>

<p>Ia mengatakan kegiatan ini bukan sekadar seremonial melainkan wujud nyata dari peran Polri sebagai penggerak ketahanan pangan di tingkat desa, sejalan dengan arahan pimpinan dalam mendukung program pemerintah pusat.</p>

<p>"Kami tidak hanya melakukan pengecekan, tapi juga memberikan pendampingan intensif agar tanaman tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang melimpah," tuturnya.</p>

<p>"Keterlibatan kami di sektor pertanian adalah bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah binaan kami,” lanjutnya.</p>

<p>[caption id="attachment_1447" align="alignnone" width="696"]     <img class="wp-image-1447 size-large" src="https://kartanews.com/wp-content/uploads/2025/02/Gambar-WhatsApp-2025-02-17-pukul-14.02.07_efcdacc4-1024x768.jpg" alt="" width="696" height="522" />         Bhabinkamtibmas Kampung Sido Bangen, Aipda Heri Susanto[/caption]</p>

<p>Dirinya juga aktif memberikan edukasi kepada warga mengenai teknik budidaya tanaman yang baik dan berkelanjutan. Tujuannya adalah agar masyarakat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari tetapi juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan pendapatan melalui hasil pertanian.</p>

<p>Kapolsek Kelay, melalui Bhabinkamtibmas menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program ketahanan pangan sebagai implementasi nyata dari Program Asta Cita Presiden RI.</p>

<p>“Kami akan terus bersinergi dengan masyarakat untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayah hukum Polsek Kelay," tegasnya.</p>

<p>Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Kampung Sido Bangen dapat merasakan manfaat langsung dari hasil pertanian yang beragam dan bergizi, sekaligus berkontribusi pada kemandirian pangan di tingkat lokal. (DAA)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Berau Perkuat Ketahanan Pangan, Kapolres Pimpin Langsung Panen Jagung di Sei Bebanir Bangun</title>
<link>https://kartanews.com/polres-berau-perkuat-ketahanan-pangan-kapolres-pimpin-langsung-panen-jagung-di-sei-bebanir-bangun</link>
<guid>https://kartanews.com/polres-berau-perkuat-ketahanan-pangan-kapolres-pimpin-langsung-panen-jagung-di-sei-bebanir-bangun</guid>
<description><![CDATA[ KARTANEWS.COM, BERAU – Dalam upaya mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta memperkuat ketahanan pangan nasional, Kepolisian Resor (Polres) Berau menggelar panen jagung di Kampung Sei Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung pada Selasa (4/2/2025). Kapolres Berau, AKBP Khairul Bas... ]]></description>
<enclosure url="uploads/2025/02/Gambar-WhatsApp-2025-02-05-pukul-13.54.41_a907360e.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 09 Feb 2025 17:26:47 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>KARTANEWS.COM, BERAU – Dalam upaya mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta memperkuat ketahanan pangan nasional, Kepolisian Resor (Polres) Berau menggelar panen jagung di Kampung Sei Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung pada Selasa (4/2/2025).</p>

<p>Kapolres Berau, AKBP Khairul Basyar memimpin langsung kegiatan tersebut dengan didampingi oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Berau, di antaranya Kabag SDM, Kompol Kaharuddin dan Kabag Ops, Kompol Agung Widodo. Hadir pula Kapolsek Sambaliung, AKP Amin Maulani bersama jajaran personel Polres Berau serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti panen raya ini.</p>

<p>Dalam sambutannya, AKBP Khairul Basyar menegaskan bahwa program panen jagung ini merupakan bentuk nyata kontribusi Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait kedaulatan pangan. Ia menekankan pentingnya peran sektor pertanian dalam menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>

<p>“Kami ingin mendorong masyarakat agar semakin bersemangat dalam mengembangkan sektor pertanian. Ketahanan pangan yang kuat akan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat dan kestabilan ekonomi daerah,” ungkapnya.</p>

<p>[caption id="attachment_1372" align="alignnone" width="696"]<img class="size-large wp-image-1372" src="https://kartanews.com/wp-content/uploads/2025/02/Gambar-WhatsApp-2025-02-05-pukul-13.54.42_ca672391-1024x768.jpg" alt="" width="696" height="522" />                  Kapolres Berau, AKBP Khairul Basyar saat melakukan panen[/caption]</p>

<p>Panen ini dilakukan di lahan seluas 10 hektar yang dikelola oleh para petani setempat. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas pemanfaatan lahan produktif dalam memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Berau.</p>

<p>Selain sebagai ajang panen raya, kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara Polri dan masyarakat dalam membangun sektor pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan. AKBP Khairul Basyar menegaskan komitmen Polres Berau dalam terus mendukung inisiatif-inisiatif yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pertanian.</p>

<p>“Kami siap berkontribusi dalam segala bentuk program yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, termasuk di sektor pertanian. Ini adalah langkah bersama untuk memastikan pangan tetap tersedia dan kesejahteraan petani semakin meningkat,” terangnya.</p>

<p>Sebagai penutup, kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara jajaran Polres Berau dan masyarakat sebagai simbol kebersamaan serta komitmen dalam mewujudkan ketahanan pangan yang lebih kuat di Kabupaten Berau. (DAA)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Berau Luncurkan Program Ketahanan Pangan, Tanam Jagung di Kampung Sei Bebanir Bangun</title>
<link>https://kartanews.com/polres-berau-luncurkan-program-ketahanan-pangan-tanam-jagung-di-kampung-sei-bebanir-bangun</link>
<guid>https://kartanews.com/polres-berau-luncurkan-program-ketahanan-pangan-tanam-jagung-di-kampung-sei-bebanir-bangun</guid>
<description><![CDATA[ KARTANEWS.COM, SAMBALIUNG – Polres Berau bersama Forkopimda Kabupaten Berau secara simbolis menandai dimulainya program ketahanan pangan dengan melakukan penanaman jagung di Kampung Sei Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung pada Rabu (20/11/2024). Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Polri da... ]]></description>
<enclosure url="uploads/2024/11/Gambar-WhatsApp-2024-11-21-pukul-11.37.55_fa209a9e.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 Nov 2024 10:46:37 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>KARTANEWS.COM, SAMBALIUNG – Polres Berau bersama Forkopimda Kabupaten Berau secara simbolis menandai dimulainya program ketahanan pangan dengan melakukan penanaman jagung di Kampung Sei Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung pada Rabu (20/11/2024). Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung upaya pemerintah untuk mencapai kemandirian pangan nasional, sebagaimana tertuang dalam visi Asta Cita Presiden.</p>

<p>Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said yang mewakili Pjs. Bupati, serta Kapolres Berau, Kepala Kejaksaan Negeri Berau, dan Kodim 0902/BRU.</p>

<p>Kapolres Berau, AKBP Khairul Basyar dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan sebuah aksi nyata untuk mengatasi tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks.</p>

<p>“Penanaman jagung hari ini adalah langkah awal yang strategis. Kami berharap ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan lahan yang ada guna mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal,” tegasnya.</p>

<p>Senada dengan Kapolres, Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polri. Sebagaimana ketahanan pangan adalah fondasi dari kesejahteraan masyarakat.</p>

<p>“Kerjasama lintas sektoral seperti ini sangat penting untuk mencapai tujuan bersama, yakni mewujudkan Berau yang mandiri dan sejahtera,” ujarnya.</p>

<p><img class="alignnone wp-image-1124 size-large" src="https://kartanews.com/wp-content/uploads/2024/11/Gambar-WhatsApp-2024-11-21-pukul-11.37.55_92c3faec-1024x682.jpg" alt="" width="696" height="464" /></p>

<p>Kegiatan penanaman jagung ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perikanan, Junaidi. Menurutnya, program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan produksi pangan lokal.</p>

<p>“Kami akan terus memberikan dukungan penuh terhadap program ini, termasuk penyediaan bibit unggul dan pendampingan teknis kepada petani,” ungkapnya.</p>

<p>Acara penanaman jagung berlangsung lancar dan penuh semangat. Para pejabat yang hadir secara bergantian menanam bibit jagung sebagai simbol kebersamaan dalam mewujudkan Berau yang mandiri pangan. Setelah penanaman, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan.</p>

<p>Kapolsek Sambaliung, AKP Amin Maulani yang memimpin pengamanan kegiatan ini mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus mendukung program ketahanan pangan ini.</p>

<p>“Kami siap mengamankan setiap kegiatan yang berkaitan dengan ketahanan pangan, guna menciptakan situasi yang kondusif bagi petani untuk beraktivitas,” ujarnya.</p>

<p>Polres Berau berharap program penanaman jagung ini dapat menjadi pilot project yang sukses dan menginspirasi daerah-daerah lain.</p>

<p>“Kami optimistis, dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, Polri, dan masyarakat, kita dapat mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Berau,” pungkas Kapolres. (DAA)</p>

<p>&nbsp;</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Berau Rayakan Hari Pangan Sedunia dengan Festival Kuliner</title>
<link>https://kartanews.com/pemkab-berau-rayakan-hari-pangan-sedunia-dengan-festival-kuliner</link>
<guid>https://kartanews.com/pemkab-berau-rayakan-hari-pangan-sedunia-dengan-festival-kuliner</guid>
<description><![CDATA[ KARTANEWS.COM, TANJUNG REDEB – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pangan menyelenggarakan Festival Kuliner Pangan Lokal di Halaman Kantor Dinas Pangan dan Halaman Lapangan batiwakkal pada Senin (14/10/2024). Festival yang berlangsung meriah ini ... ]]></description>
<enclosure url="uploads/2024/10/Gambar-WhatsApp-2024-10-14-pukul-20.42.31_f574d17f.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 14 Oct 2024 16:28:29 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>KARTANEWS.COM, TANJUNG REDEB – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pangan menyelenggarakan Festival Kuliner Pangan Lokal di Halaman Kantor Dinas Pangan dan Halaman Lapangan batiwakkal pada Senin (14/10/2024).</p>

<p>Festival yang berlangsung meriah ini menyajikan beragam kegiatan edukatif dan menarik, mulai dari gerakan pangan murah yang memberikan akses masyarakat terhadap komoditas pangan pokok dengan harga terjangkau hingga kompetisi kreasi menu bergizi seimbang (B2SA) yang diikuti oleh sejumlah kelompok masyarakat.</p>

<p>Plt Asisten II, Mustakim Suharjana menuturkan pentingnya transformasi pola konsumsi masyarakat menuju pola yang lebih sehat dan berkelanjutan dengan mengurangi konsumsi makanan olahan yang tinggi kandungan bahan kimia dan pengawet</p>

<p>“Kita perlu mengedukasi masyarakat, terutama ibu rumah tangga untuk mengadopsi gaya hidup sehat dengan mengkonsumsi berbagai makanan bergizi, seperti sayur, buah, dan makanan alami lainnya,” tegasnya.</p>

<p>Dirinya berharap festival pangan ini dapat menjadi momentum yang tepat untuk mengajak masyarakat kembali ke makanan alami yang kaya akan nutrisi dan lebih baik bagi kesehatan jangka panjang.</p>

<p>Kepala Dinas Pangan Berau, Rahmadi Pasarakan mengatakan bahwa bazar pangan lokal yang digelar dalam acara ini turut memperkaya pengalaman pengunjung dengan menampilkan beragam produk olahan pangan khas Berau.</p>

<p>“Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, festival ini juga diharapkan dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengembangan sektor pariwisata,” pungkasnya. (DAA)</p>]]> </content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>