<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
<title>Kartanews &#45; : Pariwisata</title>
<link>https://kartanews.com/rss/category/pariwisata</link>
<description>Kartanews &#45; : Pariwisata</description>
<dc:language>en</dc:language>
<dc:rights>@PT Digitalindo Media Utama &#45; kartanews.com</dc:rights>

<item>
<title>Berau Simpan Geopark Langka Berstandar Dunia, 4 Rute Geotrail Siap Dihadirkan</title>
<link>https://kartanews.com/berau-simpan-geopark-langka-berstandar-dunia-4-rute-geotrail-siap-dihadirkan</link>
<guid>https://kartanews.com/berau-simpan-geopark-langka-berstandar-dunia-4-rute-geotrail-siap-dihadirkan</guid>
<description><![CDATA[ BERAU — Pemerintah Kabupaten Berau menggandeng Pusat Studi Pariwisata (Puspar) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Pengelolaan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Wilayah Kabupaten Berau Tahun 2026–2030 ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aabd05478dc8.jpg" length="96449" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 15:08:17 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-path-to-node="3"><b data-path-to-node="3" data-index-in-node="0"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">KARTANEWS.COM, BERAU</span></span></b><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> — Pemerintah Kabupaten Berau menggandeng Pusat Studi Pariwisata (Puspar) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Pengelolaan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Wilayah Kabupaten Berau Tahun 2026–2030. Penyusunan dokumen ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan arah pengelolaan kawasan berbasis warisan bumi dan pembangunan berkelanjutan.</span></span></p>
<p data-path-to-node="4"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Ketua Tim Kajian Peneliti Puspar UGM, Destha Titi Raharjana, menjelaskan bahwa RAD memuat peta 15 geosite unggulan yang tersebar di 12 kecamatan, lengkap dengan rancangan tata kelola kawasan. Dokumen ini dirancang sebagai pedoman operasional bagi perangkat daerah dan pemangku kepentingan.</span></span></p>
<p data-path-to-node="5" id="p-rc_9cb4fb478060f228-24"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">"</span></span><span class="citation-213"></span><span class="citation-213 citation-214 citation-end-214"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kabupaten Berau kini berada di titik balik transisi dari era ekstraktif menuju era pembangunan berkelanjutan. Maksud dari penyusunan RAD ini adalah menyediakan pedoman operasional bagi perangkat daerah dan </span></span><sup _ngcontent-ng-c557919041="" class="superscript embedded" data-turn-source-index="1"><!----></sup></span><span class="citation-213 citation-end-213"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">pemangku kepentingan,” ujar Destha, Selasa (22/9/20</span></span><sup _ngcontent-ng-c557919041="" class="superscript embedded" data-turn-source-index="2"><!----></sup></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> 26).</span></span><sources-carousel-inline ng-version="0.0.0-PLACEHOLDER" _nghost-ng-c2458750183=""><!----><!----><!----><!----><!----></sources-carousel-inline></p>
<p data-path-to-node="6"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Ia menambahkan, pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat memerlukan kesiapan infrastruktur dasar, penguatan kelembagaan lokal, serta keterlibatan aktif masyarakat adat. Arah pengembangan kawasan ini diusung melalui tema </span></span><i data-path-to-node="6" data-index-in-node="225"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">'Menjelajahi Keajaiban Biokarst dan Bentang Alam Bahari Berau'</span></span></i><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> .</span></span></p>
<p data-path-to-node="7"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Melalui penguatan tim teknis, pelibatan masyarakat adat, dan optimalisasi pilar geopark, kami optimistis Berau siap menjadi destinasi geowisata kelas dunia yang kompetitif, berkualitas, dan berkelanjutan,” tegasnya. </span></span></p>
<h3 data-path-to-node="8"><strong><span style="font-size: 10pt;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Pemetaan Warisan Geologi dan Skema </span></span><i data-path-to-node="8" data-index-in-node="35"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Geotrail</span></span></i></span></strong></h3>
<p data-path-to-node="9"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kajian Puspar UGM mengidentifikasi kekayaan geologi Berau yang meliputi jejak samudra purba, evolusi Cekungan Berau, manifestasi hidrotermal, proses geomorfologi aktif, hingga bentang alam karst tropis dan </span></span><i data-path-to-node="9" data-index-in-node="206"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">danau laut</span></span></i><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Peneliti Puspar UGM, menilai kawasan ini memiliki nilai ilmiah tinggi dan keragaman warisan geologi berstandar global.</span></span></p>
<p data-path-to-node="10"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Berau menyimpan kekayaan warisan geologi berstandar global yang sangat langka dan memiliki nilai ilmiah yang tinggi,” jelasnya</span></span></p>
<p data-path-to-node="11"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Guna menerjemahkan potensi tersebut ke dalam pengalaman wisata terstruktur, tim peneliti merancang empat skema perjalanan terpadu ( </span></span><i data-path-to-node="11" data-index-in-node="132"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">geotrail</span></span></i><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> ). Skema tersebut dirancang berdasarkan tema perjalanan, keterhubungan antardestinasi, durasi, aksesibilitas, serta karakteristik wisatawan.</span></span></p>
<p data-path-to-node="11"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Rute singkat ditawarkan dalam skema satu hari bertema  </span></span><i data-path-to-node="11" data-index-in-node="335"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Samudera Kuno &amp; Hidrotermal</span></span></i><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> , sementara rute panjang disiapkan untuk empat hari tiga malam yang fokus pada lanskap karst dan budaya masyarakat Dayak Lebo melalui pendekatan </span></span><i data-path-to-node="11" data-index-in-node="511"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">geowisata berbasis komunitas</span></span></i><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> .</span></span></p>
<p data-path-to-node="12"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Peneliti Puspar UGM, Wijaya, menyampaikan bahwa kekayaan geologi ini juga ditopang oleh keanekaragaman hayati yang berlimpah.</span></span></p>
<p data-path-to-node="13"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Kawasan geosite kita merupakan wilayah dengan ekosistem yang lengkap dan langka, mulai dari hutan hujan tropis, hutan lindung karst dataran tinggi, ekosistem air tawar, pesisir dan pulau, hingga fenomena air laut-tawar di Labuan Cermin,” terangnya</span></span></p>
<h3 data-path-to-node="14"><strong><span style="font-size: 10pt;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Mengantisipasi Tantangan Ekologis</span></span></span></strong></h3>
<p data-path-to-node="15"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Di balik potensi besar tersebut, peneliti Puspar UGM mencatat sejumlah tantangan ekologis yang harus diantisipasi dalam pelaksanaan RAD. Beberapa ancaman utama yang diidentifikasi meliputi alih fungsi lahan untuk sektor perkebunan dan pertambangan, tekanan </span></span><i data-path-to-node="15" data-index-in-node="255"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">pariwisata berlebihan</span></span></i><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> di sejumlah geosite populer, serta potensi bencana kebakaran hutan dan lahan.</span></span></p>
<p data-path-to-node="16"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Oleh karena itu, penerapan daya dukung kawasan serta pengelolaan berbasis konservasi menjadi fondasi penting untuk menjaga kelestarian geologi dan keanekaragaman hayati Berau. Langkah ini diharapkan dapat mendorong Berau menjadi destinasi geowisata berkualitas tanpa mengabaikan nilai-nilai alam dan budaya lokal. (Rein)</span></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Erau 2026: Bepelas I Jadi Simbol Kedekatan Raja dan Rakyat di Tenggarong</title>
<link>https://kartanews.com/erau-2026-bepelas-i-jadi-simbol-kedekatan-raja-dan-rakyat-di-tenggarong</link>
<guid>https://kartanews.com/erau-2026-bepelas-i-jadi-simbol-kedekatan-raja-dan-rakyat-di-tenggarong</guid>
<description><![CDATA[ KUKAR – Rangkaian Festival Erau Adat Kutai 2026 di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, berlanjut pada Minggu (20/9/2026) malam melalui prosesi Bepelas I sebagai salah satu rangkaian adat yang sakral. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202609/image_870x580_6ab147eac101c.jpg" length="137085" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 23:15:28 +0800</pubDate>
<dc:creator>Irla Hadratan Iman</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, KUKAR –</strong> Rangkaian Festival Erau Adat Kutai 2026 di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, berlanjut pada Minggu (20/9/2026) malam melalui prosesi Bepelas I sebagai salah satu rangkaian adat yang sakral.</p>
<p>Mengusung tema “Raja Menunggal Bersama Rakyat, Raja Menjamu Rakyatnya”, pelaksanaan Erau tahun ini tidak hanya menjadi momentum pelestarian adat dan budaya Kutai, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara Kesultanan, pemerintah, dan masyarakat.</p>
<p>Prosesi Bepelas I dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, jajaran Forkopimda Kukar, kepala organisasi perangkat daerah, tokoh masyarakat serta sejumlah undangan lainnya.</p>
<p>Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan rangkaian Erau 2026 telah diawali dengan pembukaan pada pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian adat pada malam harinya.</p>
<p>“Acara hari ini karena tadi pagi pembukaan, kemudian ini berkas pertama dan alhamdulillah Sultan, Ayanda Sultan dalam keadaan sehat walafiat,” ujar Seno Aji.</p>
<p>Menurut Seno Aji, pemerintah provinsi berharap Erau tidak berhenti sebagai agenda budaya daerah, tetapi dapat berkembang menjadi panggung kebudayaan berskala nasional.</p>
<p>“Dan mudah-mudahan kita berharap Erau ini menjadi panggung nasional,” katanya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan harapan agar keterlibatan pemerintah pusat semakin kuat, termasuk kehadiran Menteri Pariwisata dan Menteri Kebudayaan pada acara penutupan Erau.</p>
<p>“Kami berharap nanti pada saat penutupan, Menteri Pariwisata dan Menteri Kebudayaan hadir. Ini yang kita sedang dorong supaya adat istiadat budaya Erau ini benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia, sehingga menjadi festival budaya nasional ke depan,” ujar Seno.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan Bepelas malam pertama merupakan bagian penting dalam rangkaian Erau Adat Kutai.</p>
<p>Ia menyebut pelaksanaan Bepelas I turut dihadiri Wakil Gubernur Kaltim, jajaran Forkopimda Kukar, kepala perangkat daerah hingga tokoh masyarakat.</p>
<p>“Kita sangat senang tradisi ini tetap terus bisa dijaga, dan mudah-mudahan ini memberi semangat tersendiri untuk kita melestarikan adat budaya di Tanah Kutai,” kata Aulia.</p>
<p>Menurutnya, semangat pelestarian budaya juga diwujudkan dengan melibatkan generasi muda, termasuk anak-anak sekolah dalam rangkaian kegiatan Erau.</p>
<p>Hal tersebut, kata Aulia, sejalan dengan semangat tema Erau 2026 yang menempatkan hubungan antara raja dan rakyat sebagai bagian penting dalam pelaksanaan pesta adat.</p>
<p>“Kita juga sesuai dengan tema yang kita berikan, ‘Raja Merawat Rakyatnya’, salah satu implementasinya adalah kita menghadirkan anak-anak sekolah. Mereka menikmati sajian dari proses sakral pada malam hari ini,” ujarnya.</p>
<p>Aulia menambahkan, anak-anak yang hadir juga mendapatkan jamuan makanan sebagai bagian dari kegiatan tersebut.</p>
<p>“Kita juga memberikan mereka makan dan lain sebagainya. Dan ini merupakan bentuk dari keseriusan kita untuk melestarikan adat budaya yang ada di Kutai Kartanegara,” katanya.</p>
<p>Erau Adat Kutai 2026 sendiri berlangsung pada 20 hingga 27 September 2026. Tahun ini, Erau masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN), sebuah agenda pariwisata nasional, sehingga penyelenggara mendorong agar tradisi Kutai semakin dikenal di tingkat nasional.</p>
<p>Sejumlah prosesi adat menjadi bagian dari rangkaian Erau, mulai dari Menjamu Benua, Mendirikan Tiang Ayu, Beluluh, Bepelas, hingga prosesi puncak yang dilanjutkan dengan Belimbur.</p>
<p>Dengan tema “Raja Menunggal Bersama Rakyat, Raja Menjamu Rakyatnya”, Erau 2026 menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyaksikan sekaligus terlibat dalam pelestarian tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.</p>
<p>Bagi Pemkab Kukar, keberlangsungan Erau tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan sebuah pesta adat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Kutai agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (Irla)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Segar Wisata Berau: Batiwakkal Punch Siap Goda Wisatawan Lewat Sensasi Rasa</title>
<link>https://kartanews.com/angin-segar-wisata-berau-batiwakkal-punch-siap-goda-wisatawan-lewat-sensasi-rasa</link>
<guid>https://kartanews.com/angin-segar-wisata-berau-batiwakkal-punch-siap-goda-wisatawan-lewat-sensasi-rasa</guid>
<description><![CDATA[ Hotel Mercure Berau bersiap meluncurkan racikan minuman segar otentik bertajuk Batiwakkal Punch. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a9f89a251a5e.jpg" length="47811" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 11:57:35 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">KARTANEWS.COM</span></span></span></span></span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> – Menikmati kekayaan alam dan kebudayaan Kabupaten Berau kini tak lagi sebatas menelusuri jejak sejarah ataupun mengungkap pesona destinasi wisatanya. Melalui sentuhan kreasi kuliner terbaru, keindahan Tanah Batiwakkal kini dapat dirasakan langsung lewat seteguk kesegaran yang memikat cita rasa.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Hotel Mercure Berau bersiap meluncurkan racikan minuman segar otentik bertajuk Batiwakkal Punch. Lebih dari sekadar pemuas dahaga, kreasi inovatif ini diproyeksikan menjadi ikon kuliner khas baru yang membawa nilai filosofis kuat.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Bahkan, sajian ini diproyeksikan untuk didaftarkan hak patennya sebagai bentuk perlindungan kekayaan intelektual daerah.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Merangkum Kekayaan Berau dalam Segelas Sajian</span></span></span></span></span></span></strong></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Batiwakkal Punch dirancang untuk menghadirkan narasi visual sekaligus pengalaman rasa yang elegan. Setiap elemen bahannya merangkum keunikan alam dan akar tradisi Berau secara harmonis. </span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Perpaduan manis dan segar dari air jeruk serta jus nanas merepresentasikan kehangatan sinar matahari pagi yang menyinari pesisir kepulauan menggambarkan keceriaan wisatawan di atas pasir putih.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Sentuhan asam bersih dari perasan jeruk nipis yang dipadu bubble air soda menghadirkan kesegaran yang intens, menceritakan kejernihan laut Berau hingga ke dasar terumbu karangnya.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202609/image_870x_6a9f8986cee9c.jpg" alt=""></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Ditambah lagi aroma khas bergamot dari teh Earl Grey menyisipkan dimensi rasa yang tenang, berkarakter, dan anggun. Sentuhan ini terinspirasi dari tradisi Kesultanan Berau yang mengakar kuat.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Selain itu aksen visual gradasi warna merah merona dari sirup ceri menyerupai indahnya kekayaan hayati bawah laut Berau, mulai dari koral cerah hingga eksotisme lanskap laut lepas.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Mendorong Ekonomi Kreatif dan Perlindungan Identitas Lokal</span></span></span></span></span></span></strong></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kehadiran Batiwakkal Punch menjadi angin segar bagi penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalimantan Timur. Peluncurannya yang dijadwalkan dalam waktu dekat diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Inisiatif untuk mematenkan kreasi ini menegaskan komitmen dalam menjaga keotentikan resep dan identitas lokal. Langkah tersebut tidak hanya melindungi hak cipta karya kuliner, tetapi juga menaikkan kelas narasi lokal agar mampu bersaing di panggung yang lebih luas.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Pada akhirnya, Batiwakkal Punch hadir sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan daerah. Minuman ini menjadi ajakan hangat bagi setiap penikmatnya untuk merayakan, menjaga, serta mengenang pesona bahari dan kebudayaan Berau yang abadi. (Rein)</span></span></span></span></span></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Generasi Muda Dumaring Selami Kearifan Lokal Lewat Belajar dari Maestro</title>
<link>https://kartanews.com/generasi-muda-dumaring-selami-kearifan-lokal-lewat-belajar-dari-maestro</link>
<guid>https://kartanews.com/generasi-muda-dumaring-selami-kearifan-lokal-lewat-belajar-dari-maestro</guid>
<description><![CDATA[ BERAU — Di tengah rindangnya Hutan Adat Patiraja, langkah-langkah kaki muda berderak menimpa dedaunan kering. Mereka melangkah bersama para tetua kampung yang usianya rata-rata telah melewati kepala enam. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a9cf5fae607c.jpg" length="61753" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 12:54:36 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">KARTANEWS.COM, BERAU</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> — Di tengah rindangnya Hutan Adat Patiraja, langkah-langkah kaki muda berderak menimpa dedaunan kering. Mereka melangkah bersama para tetua kampung yang usianya rata-rata telah melewati kepala enam.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Pada hari itu, tidak ada papan tulis maupun ruang kelas kaku. Yang ada hanyalah riak udara, pepohonan tinggi, serta petunjuk dari tangan-tangan terampil para maestro adat Dumaring yang sedang mewariskan warisan ilmu leluhur kepada generasi penerus.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Pemandangan tersebut merupakan bagian dari program Belajar dari Maestro, sebuah terobosan dalam rangkaian Festival Rindu Dumaring 2026. Melalui program ini, konservasi hutan dan pelestarian budaya tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan berkelindan menjadi satu napas.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Koordinator Program Kolaborasi Konservasi Mangrove Dumaring, Nandang Mulyana, mengungkapkan bahwa logika yang dibangun di Dumaring sengaja membalik pakem konservasi arus utama.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Jika konservasi biasanya dipenuhi rentetan larangan (simpan, pelajari, manfaatkan), maka di Dumaring jalurnya diawali dari pemanfaatan (gunakan, pelajari, simpan).</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Kalau di mana-mana konservasi yang mengandung larangan, kami di sini justru mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya alam secara bijak. Ketika masyarakat sudah merasa butuh dan merasakan manfaatnya, secara alami mereka akan menjaga hutan itu,” tutur Nandang.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Dalam program ini, sekitar 60 anak muda dari tingkat SD hingga pemuda kampung diajak mendalami lima klaster seni dan kearifan lokal: menyumpit, membuat seruling, seni bela diri Bakuntau, meramu obat herbal tradisional, dan menganyam rotan.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Prosesnya tidak instan. Sebelum praktik dimulai, peserta diajak melintasi Hutan Adat Patiraja untuk mengenali tanaman dan mengambil bahan baku secara langsung bersama para maestro.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Masing-masing tradisi menyimpan filosofi menjaga alam. Pada kelas menyumpit, misalnya, anak-anak muda tidak sekadar diajari teknik memagari sasaran. Mereka juga dibekali celana adat yang diwariskan secara turun-temurun.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Ada aturan ketat yang tidak boleh menyumpit binatang yang sedang minum, makan, atau sedang hamil.Ratusan tahun masyarakat Dayak menyumpit, populasi satwa tetap terjaga karena ada etika konservasi berkelanjutan di dalamnya,” jelas Nandang.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Pentingnya regenerasi ini kian terasa mengingat para pemilik keahlian tersebut kini semakin sepuh. Tanpa adanya intervensi, pengetahuan langka ini akan berisiko dalam dekade mendatang.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Uniknya, semangat mempelajari budaya Dumaring ini tidak hanya datang dari pemuda etnis Dayak Baloi, tetapi juga melebur bersama anak-anak muda dari etnis Timor, Sulawesi, hingga Jawa yang bermukim di Kampung Dumaring.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Guna menyambung lidah para maestro yang kerap canggung mengajar, panitia menerjunkan fasilitator budaya sebagai penjelas dan pembimbing.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Untuk menjaga nyala semangat belajar ini agar tidak padam seusai festival, sebuah wadah permanen tengah disiapkan, salah satunya Perguruan Bakuntau bertajuk Lilingai Jiwata Dumaring serta sanggar seni bersama PKK setempat.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Inisiatif kolaboratif yang dirancang oleh Aksenta (PT Gagas Dinamika Aksenta) dan didukung oleh KLK Group ini diharapkan menjadi modal panjang bagi kemandirian warga, baik dari sisi pelestarian identitas maupun potensi ekonomi berbasis pariwisata budaya di masa depan.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Bagi Nandang, kelangsungan anak muda dengan akar budayanya adalah kunci utama. Menutup perbincangan, ia melayangkan pesan hangat untuk para generasi muda yang terlibat.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">"Jangan setengah-setengah dalam belajar. Keterampilan yang sangat spesifik dan berbasis kearifan lokal ini justru akan semakin langka dan berharga di masa depan. Ilmu itu tidak berat dibawa ke mana-mana. Jika ditekuni sampai ahli, ia akan menjadi nilai hidup yang menyimpulkan," simpulnya.(Rein) </span></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Helo East Festival 2026 Angkat Kekayaan Budaya Kaltim Lewat Seni dan Kreativitas Generasi Muda</title>
<link>https://kartanews.com/helo-east-festival-2026-angkat-kekayaan-budaya-kaltim-lewat-seni-dan-kreativitas-generasi-muda</link>
<guid>https://kartanews.com/helo-east-festival-2026-angkat-kekayaan-budaya-kaltim-lewat-seni-dan-kreativitas-generasi-muda</guid>
<description><![CDATA[ SAMARINDA — Helo East Festival 2026 digelar di Temindung Creative Hub Samarinda pada 22–23 Agustus 2026 ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a904f31f2ec2.jpg" length="128705" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Aug 2026 22:53:39 +0800</pubDate>
<dc:creator>Irla Hadratan Iman</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">KARTANEWS.COM, SAMARINDA —</span></span></span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Helo East Festival 2026 digelar di Temindung Creative Hub Samarinda pada 22–23 Agustus 2026 sebagai ruang pertemuan bagi komunitas budaya, pelaku seni, pelajar, dan masyarakat untuk mengenal sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Kalimantan Timur melalui seni, kreativitas, dan kolaborasi generasi muda.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Festival tersebut menjadi bagian dari program Kementerian Kebudayaan yang diinisiasi oleh Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifudian, Kegiatan ini diarahkan untuk membuka ruang bagi komunitas dan pegiat budaya dalam memperkenalkan warisan budaya daerah kepada masyarakat, khususnya generasi muda.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Ketua Helo Kaltim, Nazwa Rizli Ananda, mengatakan pelestarian budaya membutuhkan pendekatan yang mampu mengikuti perkembangan zaman agar tetap dekat dengan kehidupan generasi muda.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Menurutnya, budaya tidak cukup hanya dilestarikan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga perlu diberi ruang untuk berkembang melalui kreativitas dan keterlibatan generasi penerus.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Budaya tidak hanya perlu dijaga, tetapi juga perlu diberikan ruang agar dapat terus dikenal dan dikembangkan oleh generasi berikutnya. Melalui Helo East Festival, kami ingin menghadirkan pengalaman budaya yang lebih dekat, terbuka, dan relevan bagi anak muda,” kata Nazwa.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Helo East Festival 2026 berlangsung selama dua hari dengan mengangkat dua tema. Pada tanggal 22 Agustus, kegiatan mengusung tema “Jejak Budaya, Ruang Berkarya”, sedangkan pada tanggal 23 Agustus mengangkat tema “Simfoni Benua Etam: Merajut Warisan, Menggema untuk Masa Depan.”</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Sejumlah kegiatan seni dan budaya disiapkan untuk memberikan pengalaman langsung pengunjung kepada. Rangkaian acara di antaranya talkshow dan diskusi interaktif yang menghadirkan pegiat musik tradisional, musisi muda Kalimantan Timur, pegiat lingkungan, serta pemerhati budaya.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Selain diskusi, pengunjung juga dapat mengikuti Workshop Eco Craft Nusantara dan menyaksikan sejumlah pertunjukan seni tradisional. Pertunjukan tari Topeng khas Kutai dan musik Sape' menjadi bagian dari agenda yang memperkenalkan kesenian khas Kalimantan Timur kepada masyarakat.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kehadiran musisi lokal turut melengkapi rangkaian acara. Konsep festival tidak hanya menempatkan budaya sebagai tontonan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk berinteraksi secara langsung dengan berbagai bentuk warisan budaya.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Salah satunya melalui pameran alat musik tradisional yang dapat dimainkan oleh pengunjung. Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman budaya yang lebih interaktif, terutama bagi kalangan anak muda.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Festival juga menghadirkan sejumlah tenant UMKM yang bergerak di bidang budaya, kuliner tradisional, dan kerajinan tangan. Kehadiran pelaku UMKM tersebut sekaligus menampilkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kreativitas dan ekonomi masyarakat.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Pada hari terakhir pelaksanaan, Helo East Festival 2026 secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda yang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Samarinda, Barlin Hady Kesuma.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Rangkaian festival kemudian ditutup pada malam hari oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Kaltimtara, Lestari.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Lebih dari 70 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut. Peserta berasal dari berbagai unsur, di antaranya komunitas pemuda, mahasiswa, dan pegiat budaya.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Melalui penyelenggaraan Helo East Festival 2026, penyelenggara berharap kekayaan budaya Kalimantan Timur tidak hanya dikenal sebagai warisan daerah, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk menghasilkan karya-karya baru tanpa meninggalkan nilai dan identitas budaya lokal.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Festival tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya ruang kolaborasi antara komunitas, pelaku seni, generasi muda, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan budaya Kalimantan Timur di tengah perkembangan zaman. (Irla)</span></span></span></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bukan Cuma Lautnya yang Indah, Ada Wajah Baru Berau yang Siap Curi Perhatian Nasional</title>
<link>https://kartanews.com/bukan-cuma-lautnya-yang-indah-ada-wajah-baru-berau-yang-siap-curi-perhatian-nasional</link>
<guid>https://kartanews.com/bukan-cuma-lautnya-yang-indah-ada-wajah-baru-berau-yang-siap-curi-perhatian-nasional</guid>
<description><![CDATA[ JAKARTA— Pemerintah Kabupaten Berau terus berupaya memperkuat daya tarik pariwisata daerah melalui sentuhan seni dan kebudayaan lokal ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a6ee0db6a8e7.jpg" length="555189" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 02 Aug 2026 14:19:13 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b><span;>KARTANEWS.COM, JAKARTA</span;></b><span;>— Pemerintah Kabupaten Berau terus berupaya memperkuat daya tarik pariwisata daerah melalui sentuhan seni dan kebudayaan lokal. Strategi kali ini ditandai dengan peluncuran program </span;><b><span;>"</span;></b><span;>Dalling dan Batik untuk Derawan, Maratua, dan Budaya" yang digelar di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Kamis (30/7/2026). </span;><br><span;></span;></p>
<p><span;>Inisiatif ini digagas oleh Ikatan Pencinta Batik Nusantara (IPBN) berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan RI beserta sejumlah mitra.</span;></p>
<p><span;> Program tersebut menggabungkan tiga pilar utama, yaitu pengembangan motif Batik Derawan-Maratua, revitalisasi Tari Dalling milik masyarakat Suku Bajau, serta pemberdayaan generasi muda melalui pendidikan budaya dan ekonomi kreatif. </span;><br><br><span;>Dalam proses revitalisasinya, Tari Dalling mendapatkan sentuhan penyempurnaan pada koreografi, aransemen musik, dan tata busana, yang dipadukan dengan pemanfaatan media digital serta kampanye media sosial agar tarian tradisi ini kian diminati generasi muda. </span;><br><br><span;>​Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, yang turut tampil sebagai peraga model batik dalam acara peluncuran tersebut, menilai pengembangan kebudayaan menjadi langkah penting untuk melengkapi citra Berau yang selama ini identik dengan wisata bahari. </span;><br><br><span;>"Tentu kekayaan seni dan tradisi yang dimiliki Berau memiliki potensi besar untuk menjadi identitas sekaligus sumber nilai tambah bagi pembangunan daerah," ujar Bupati Sri. </span;><br><br><span;>Menurutnya, sektor pariwisata akan semakin kuat jika berjalan beriringan dengan pelestarian budaya daerah. Kehadiran Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling diharapkan menjadi representasi baru yang memperkenalkan identitas Berau ke tingkat nasional hingga internasional. </span;><br><br><span;>​Sri Juniarsih menegaskan bahwa komitmen pemerintah daerah adalah menjadikan kebudayaan sebagai salah satu pilar pembangunan guna meningkatkan daya saing pelaku ekonomi kreatif dan memberi nilai tambah bagi masyarakat pesisir. </span;><br><br><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;>"Ke depan, karya seni ini diharapkan tidak sekadar menjadi hiburan yang memanjakan mata, tetapi benar-benar melekat sebagai ciri khas dan identitas budaya Kabupaten Berau,"pungkasnya.(Adv/Rein)<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260802_141622_525.sdocx--></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terapi Senja di Tepian Teratai: Tempat Warga Berau Melepas Penat dan Merajut Inspirasi</title>
<link>https://kartanews.com/terapi-senja-di-tepian-teratai-tempat-warga-berau-melepas-penat-dan-merajut-inspirasi</link>
<guid>https://kartanews.com/terapi-senja-di-tepian-teratai-tempat-warga-berau-melepas-penat-dan-merajut-inspirasi</guid>
<description><![CDATA[ BERAU — Sinar matahari perlahan menyurut di ufuk barat saat jarum jam menunjuk angka 17.00 WITA. Cahaya keemasan senja merayap lembut, menyapu sepanjang Tepian Teratai di Jalan Pulau Derawan, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202607/image_870x580_6a61e76fdbfd7.jpg" length="59395" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Jul 2026 18:09:25 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b><span;>KARTANEWS.COM, BERAU</span;></b><span;> — Sinar matahari perlahan menyurut di ufuk barat saat jarum jam menunjuk angka 17.00 WITA. Cahaya keemasan senja merayap lembut, menyapu sepanjang Tepian Teratai di Jalan Pulau Derawan, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. </span;><br><br><span;>Tempat ini bukan sekadar bantaran sungai biasa; bagi warga setempat, lokasi ini adalah oasis penyejuk jiwa di kala malam mulai menjemput kawasan pesisir tersebut. </span;><br><br><span;>​Setiap harinya, dari petang hingga pertengahan malam, Tepian Teratai selalu hidup dengan riuk-pikuk yang hangat. Ada warga yang datang sekadar duduk berjejer di sepanjang pinggiran benteng sungai, menikmati angin sore yang berembus pelan. </span;><br><br><span;>Suasana kian semarak dengan hadirnya puluhan deretan pedagang UMKM lokal yang menjajakan aneka jajanan khas, mulai dari camilan hangat hingga minuman segar yang memanjakan lidah para pengunjung. </span;><br><br><span;>​Bagi Rahmat, seorang karyawan perusahaan swasta di Berau, Tepian Teratai adalah tempat pelarian utama dari padatnya ritme kerja harian. Sebagai seorang perantau yang kerap dilanda rasa rindu akan kampung halaman, duduk diam menatap aliran Sungai Segah menjadi penawar paling ampuh setelah seharian berkutat dengan tumpukan tugas di kantor. </span;><br><br><span;>"Pulang kerja kalau lagi banyak pikiran atau sumpek, ya pasti ke tepian dulu untuk menghilangkan penat," ujar Rahmat sembari menatap jauh ke arah dermaga, (23/07/2026).</span;></p>
<p><span;>​Ia mengakui bahwa kawasan ini menyimpan sihir tersendiri untuk memulihkan energi yang terkuras. Arus sungai yang beradu lembut dengan lambung kapal-kapal yang hilir mudik membawa berbagai macam muatan menciptakan harmoni alami. </span;><br><br><span;>Suara desiran air dan deburan gelombang kecil seolah-olah menjadi alunan nada yang menari-nari di telinga—sebuah bentuk terapi suara alami yang sangat ampuh menyembuhkan kepenatan jiwa. </span;><br><br><span;>"Bagi saya, Tepian ini sudah seperti rumah kedua. Saat lagi susah atau banyak masalah kita ke sini. Bahkan kalau lagi senang habis gajian, merayakannya pun tetap ke sini," tambah Rahmat dengan terkekeh pelan. </span;><br><br><span;>​Kisah serupa juga datang dari Tina, pengunjung setia lainnya. Bagi Tina, Jumat sore adalah momen sakral untuk memanjakan diri sendiri. Begitu jam kantor usai di pukul 17.00 WITA, ia hampir selalu menyempatkan diri singgah di Tepian Teratai. Berbekal segelas kopi hangat di genggaman, ia memilih duduk menyendiri sembari memandang hamparan luas Sungai Segah.</span;><br><span;>​</span;><br><span;>Bagi Tina, duduk melamun di sepanjang bantaran sungai memberikan ruang yang cukup bagi pikirannya untuk bernapas lega. Dari keheningan sore dan riak air sungai yang memantulkan sinar matahari terbenam, ia sering kali menemukan ide-ide baru, inspirasi segar, bahkan cara pandang baru tentang arti kehidupan di kala gundah. </span;><br><br><span;>"Kalau lagi galau pasti ke sini, bukan cuma saat pulang kerja saja," tuturnya riang dengan raut wajah yang memancarkan ketenangan. </span;><br><br><span;>​Tepian Teratai pada akhirnya bukan sekadar destinasi wisata kuliner murah meriah atau tempat nongkrong biasa. Di antara remang cahaya lampu jalan, hembusan angin malam, dan lalu lalang kapal di Sungai Segah, tempat ini menyimpan ribuan riak cerita warga Berau, tentang mereka yang mencari ketenangan, merajut kembali harapan, serta merayakan arti kehidupan di sudut kota. (Rein)</span;><br><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260723_180317_734.sdocx--></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bidik Generasi Muda, Disbudpar Berau Gencar Edukasi Pelajar Terkait Geopark Sangkulirang&#45;Mangkalihat</title>
<link>https://kartanews.com/bidik-generasi-muda-disbudpar-berau-gencar-edukasi-pelajar-terkait-geopark-sangkulirang-mangkalihat</link>
<guid>https://kartanews.com/bidik-generasi-muda-disbudpar-berau-gencar-edukasi-pelajar-terkait-geopark-sangkulirang-mangkalihat</guid>
<description><![CDATA[ BERAU – Perjuangan membawa Geopark Sangkulirang-Mangkalihat meraih predikat sebagai Geopark Nasional yang terus digalakkan melalui berbagai lini ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202607/image_870x580_6a59d3c0a41b8.jpg" length="153821" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Jul 2026 15:00:58 +0800</pubDate>
<dc:creator>Jurnalis Karta News</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTNEWS.COM, BERAU</strong> – Perjuangan untuk membawa Geopark Sangkulirang-Mangkalihat meraih predikat sebagai Geopark Nasional terus digalakkan lewat berbagai lini. Tidak hanya berkutat pada pemenuhan berkas administrasi dan proses verifikasi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau kini mulai bergerak ke ruang-ruang kelas untuk mempersiapkan generasi muda sebagai garda penjaga kekayaan alam dan budaya daerah.</p>
<p>​Melalui rangkaian sosialisasi di berbagai sekolah, Disbudpar berupaya menanamkan pemahaman mendalam mengenai konsep geopark. Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan siswa untuk ikut melestarikan warisan geologi, keanekaragaman hayati, serta kekayaan budaya yang tersebar di Berau.</p>
<p>​Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, menegaskan bahwa edukasi sejak dini merupakan investasi strategis. Dengan mengenalkan potensi daerah sejak bangku sekolah, rasa memiliki (sense of belonging) generasi muda terhadap kawasan karismatik Sangkulirang-Mangkalihat akan terpupuk kuat.</p>
<p>​"Anak-anak harus mengenal geopark sejak dini. Merekalah yang nantinya akan tumbuh menjadi pelindung sekaligus promotor utama kekayaan yang dimiliki Berau," ujar Yudha, (17/07/2026) </p>
<p>​Yudha menambahkan, sejauh ini masih ada miskonsepsi di tengah masyarakat yang menganggap geopark semata-mata sebagai tempat wisata biasa. Padahal, esensi sejati dari geopark adalah sebuah kawasan terpadu yang menyatukan nilai geologi, biodiversitas, dan warisan budaya dalam satu bingkai konservasi yang berkelanjutan.</p>
<p>​Kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sendiri memiliki bentang alam yang luas, melintasi wilayah Kabupaten Berau dan Kutai Timur. Secara keseluruhan, terdapat 26 geosite yang terdata, di mana 15 titik terletak di Berau dan 11 titik lainnya berada di Kutai Timur.</p>
<p>​Saat menyambangi SMP Negeri 3 Tanjung Redeb dalam agenda sosialisasi terbarunya, para pelajar tampak antusias diperkenalkan dengan deretan geosite unggulan daerah mereka.</p>
<p>Beberapa di antaranya meliputi keunikan Labuan Cermin, misteri Goa Merabu, keajaiban Danau Kakaban, pesona Maratua, Air Panas Asin Pemapak, Air Terjun Bidadari, Hutan Dumaring, hingga jejak sejarah di Keraton dan Museum Gunung Tabur.</p>
<p>​Di kesempatan yang sama, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Disbudpar Berau, Asri Toldo, menguraikan bahwa pondasi utama geopark berdiri di atas tiga pilar penting: keragaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity).</p>
<p>​Menurut Asri, ketiga pilar ini saling berkelindan dan wajib dijaga kelestariannya karena menjadi identitas daerah sekaligus modal berharga untuk sektor pariwisata dan edukasi masa depan.</p>
<p>​"Geopark bukan sekadar tempat untuk menikmati keindahan alam, melainkan sebuah ruang untuk memahami, menjaga, dan mewariskan nilai-nilai luhur tersebut kepada generasi mendatang," urai Asri.</p>
<p>​Melalui gerakan edukasi ini, Disbudpar menaruh harapan besar agar para pelajar mampu bertransformasi menjadi "duta kecil" bagi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. </p>
<p>"Merekalah yang nantinya diharapkan aktif mengampanyekan gerakan peduli lingkungan sekaligus memperkenalkan potensi wisata Berau ke panggung yang lebih luas, " pungkasnya. (Rein/daa) </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Intip Keunikan Tanjung Sinondok, Saksi Bisu Samudra Purba di Berau yang Dilirik Tim Geopark</title>
<link>https://kartanews.com/intip-keunikan-tanjung-sinondok-saksi-bisu-samudra-purba-di-berau-yang-dilirik-tim-geopark</link>
<guid>https://kartanews.com/intip-keunikan-tanjung-sinondok-saksi-bisu-samudra-purba-di-berau-yang-dilirik-tim-geopark</guid>
<description><![CDATA[ BERAU – Perpaduan epik antara pantai pasir putih, hutan primer yang rimbun, vegetasi mangrove, gugusan pulau kecil, hingga pesona terumbu karang mengukuhkan Geosite Kompleks Batuan Pra-Tersier Tanjung Sinondok sebagai salah satu surga geologi paling istimewa di Kalimantan Timur. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202607/image_870x580_6a5080678945f.jpg" length="684501" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 13:18:57 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b><span;>​</span;></b><b><span;>KARTANEWS.COM, BERAU</span;></b><span;> – Perpaduan epik antara pantai pasir putih, hutan primer yang rimbun, vegetasi mangrove, gugusan pulau kecil, hingga pesona terumbu karang mengukuhkan Geosite Kompleks Batuan Pra-Tersier Tanjung Sinondok sebagai salah satu surga geologi paling istimewa di Kalimantan Timur.</span;><br><span;>​</span;><br><span;>Terletak di Kampung Teluk Sumbang, Kabupaten Berau, kawasan ini tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyimpan rekam jejak bentukan bumi yang telah berusia jutaan tahun. </span;><br><br><span;>Potensi luar biasa inilah yang menarik perhatian Tim Penilai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Mereka turun langsung melakukan verifikasi lapangan ke Geosite Tanjung Sinondok pada Kamis (9/7/2026) untuk membedah kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, hingga warisan budaya lokal yang tersimpan di sana. </span;><br><br><span;>Salah satu magnet utama Tanjung Sinondok yang bikin takjub adalah munculnya mata air tawar langsung dari pori-pori batuan di bawah laut. Fenomena alam langka ini diyakini bakal menjadi daya tarik magis bagi para pencinta wisata berbasis edukasi.</span;><br><span;></span;></p>
<p><span;>Secara ilmiah, kawasan ini merupakan singkapan batuan ofiolit yang terbentuk di dasar samudra sekitar 130–90 juta tahun lalu. Kehadiran batuan ini menjadi bukti autentik bahwa pulau Kalimantan dulunya merupakan bagian dari dasar samudra purba.</span;><br><span;>​</span;><br><span;>Karena nilai ilmiahnya yang sangat tinggi, pemerintah melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 187.K/GL.01/MEM.G/2024 telah resmi menetapkan kawasan ini sebagai Situs Warisan Geologi (</span;><i><span;>Geoheritage</span;></i><span;>).</span;><br><b><span;></span;></b></p>
<p><b><span;>Kolaborasi Geologi, Mitos Dayak Basap, dan Raflesia</span;></b><br><span;></span;></p>
<p><span;>​Kepala Kampung Teluk Sumbang, Badrie Husni Setiawan mengungkapkan bahwa daya tarik Tanjung Sinondok tidak melulu soal batu purba, melainkan juga kekayaan budaya dan hayati yang melekat kuat.</span;><br><span;></span;></p>
<p><span;>"Di sini ada Batu Kaparai atau Batu Padi yang erat dengan cerita rakyat masyarakat Dayak Basap mengenai simbol kesuburan padi. Selain itu, alamnya masih sangat asri, bahkan saat ini di Gunung Hantu sedang ada bunga Rafflesia yang mekar," ungkapnya.</span;></p>
<p><span;>Melihat potensi multisektor tersebut, anggota panel asesor, Prof. Mega Fatimah Rosana, mendorong agar narasi </span;><i><span;>folklore</span;></i><span;> (cerita rakyat) dan tradisi lokal diintegrasikan ke dalam materi edukasi </span;><i><span;>geosite</span;></i><span;>.</span;><br><span;>​</span;><br><span;>Menurutnya, ramuan yang memadukan warisan geologi, kekuatan budaya, dan kekayaan alam hayati akan menjadi modal kuat untuk menyulap Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai destinasi eduwisata unggulan kelas dunia. </span;><strong>(REIN/daa)</strong><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260710_131402_676.sdocx--></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Disbudpar Berau Minta Seluruh Kampung Tetapkan Jadwal Pelaksaan Event Permanen</title>
<link>https://kartanews.com/disbudpar-berau-minta-seluruh-kampung-tetapkan-jadwal-pelaksaan-event-permanent</link>
<guid>https://kartanews.com/disbudpar-berau-minta-seluruh-kampung-tetapkan-jadwal-pelaksaan-event-permanent</guid>
<description><![CDATA[ BERAU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau mengambil langkah strategi demi mendongkrak sektor wisatawan daerah. Seluruh pemerintah kampung dan kelurahan kini diinstruksikan untuk mengunci dan menetapkan jadwal kegiatan adat di wilayah masing-masing jauh-jauh hari. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202607/image_870x580_6a48cb0e94e5d.jpg" length="426642" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 16:55:40 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">KARTANEWS.COM, BERAU</span></span></b><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">– Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau mengambil langkah strategis demi mendongkrak sektor pelancong daerah. Seluruh pemerintah kampung dan kelurahan kini diinstruksikan untuk mengunci dan menetapkan jadwal kegiatan adat di wilayah masing-masing jauh-jauh hari.</span></span><br><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Upaya ini dinilai sangat krusial demi menyusun Kalender Acara (Kalender Wisata) Kabupaten Berau secara utuh selama satu tahun penuh.</span></span><br><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa menegaskan bahwa kebijakan tersebut diambil untuk menyudahi pola lama, di</span></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">mana agenda kebudayaan tingkat kampung dan promosi pariwisata daerah sering kali berjalan sendiri-sendiri tanpa keterpaduan.</span></span><br><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">​"Ke depan, kami berinisiatif memadukan kedua sektor ini. Kami meminta ketetapan jadwal dari setiap pemerintah kampung dan kelurahan yang memiliki agenda adat, sehingga kalender pariwisata dari Januari hingga Desember bisa terpetakan dengan jelas,” ujarnya.</span></span><br><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Guna memuluskan rencana tersebut, Disbudpar Berau dalam waktu dekat akan berkoordinasi langsung dengan para kepala kampung (kakam) dan lurah yang wilayahnya rutin menyelenggarakan ritual budaya.</span></span><br><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Beberapa agenda besar yang penanggalannya wajib dikunci antara lain ritual Abutta Banua, festival budaya di Maratua, hingga upacara adat Bekudung Betiung.</span></span><br><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Menurut Yudha, kepastian jadwal sejak awal akan memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk melancarkan promosi pariwisata secara masif dan terukur kepada wisatawan sebelum tahun berjalan dimulai.</span></span><br><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Hal ini diharapkan mampu menarik minat investor domestik maupun mancanegara secara lebih efektif karena mereka dapat merencanakan liburan dengan matang.</span></span><br><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">​Selain mendongkrak angka kunjungan turis, program ini juga berorientasi pada penguatan ekonomi lokal dari tingkat bawah. Disbudpar berkomitmen untuk menyaring agenda-agenda yang paling potensial.</span></span><br><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Kita akan menginventarisasi juga acara mana saja yang berpotensi harus dilaksanakan secara rutin setiap tahun dan dapat membantu meningkatkan pendapatan kampung,” pungkasnya. <strong>(REIN/daa)</strong></span></span><br><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260704_165232_413.sdocx--></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Maratua Musik Festival Resmi 2026 Dibuka, Pemkab Berau Harap Citra Maratua Makin Menguat</title>
<link>https://kartanews.com/maratua-musik-festival-resmi-2026-dibuka-pemkab-berau-harap-citra-maratua-makin-menguat</link>
<guid>https://kartanews.com/maratua-musik-festival-resmi-2026-dibuka-pemkab-berau-harap-citra-maratua-makin-menguat</guid>
<description><![CDATA[ BERAU – Maratua Music Festival (M2F) 2026 resmi dibuka dengan meriah di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Selasa (30/6/2026) malam. Festival yang menjadi salah satu agenda unggulan pariwisata Berau ini menghadirkan kolaborasi budaya, seni, musik, serta promosi potensi wisata yang memukau masyarakat, wisatawan, dan tamu undangan yang hadir. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202607/image_870x580_6a476c3b027b5.jpg" length="127851" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 03 Jul 2026 16:06:15 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> – Maratua Music Festival (M2F) 2026 resmi dibuka dengan meriah di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Selasa (30/6/2026) malam. Festival yang menjadi salah satu agenda unggulan pariwisata Berau ini menghadirkan kolaborasi budaya, seni, musik, serta promosi potensi wisata yang memukau masyarakat, wisatawan, dan tamu undangan yang hadir.</p>
<p>Pembukaan acara diawali dengan rangkaian seremoni, mulai dari pemutaran video pembuka, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, hingga sambutan dari perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau serta Camat Maratua.</p>
<p>Suasana semakin semarak saat seluruh tamu undangan mengikuti sesi foto bersama sebagai simbol dimulainya festival tahunan tersebut.</p>
<p>Mewakili Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau, Kepala Bidang Bina Pemasaran dan Kerja Sama, Endah Puspitasari menyampaikan bahwa Maratua Music Festival bukan sekadar hiburan, melainkan sarana strategis untuk mempromosikan pariwisata, budaya, serta menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.</p>
<p>Sementara itu, Camat Maratua, Ashari, S.E., mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, Maratua Music Festival menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi Pulau Maratua kepada wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara.</p>
<p>"Maratua memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Melalui festival ini kami ingin menunjukkan bahwa Maratua bukan hanya destinasi wisata bahari kelas dunia, tetapi juga memiliki seni dan budaya yang patut dibanggakan. Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat," ujarnya.</p>
<p>Direktur Mata Sanggam Production, Morten, selaku penyelenggara acara mengatakan pihaknya berkomitmen menghadirkan festival yang menggabungkan unsur hiburan, budaya, dan promosi pariwisata dalam satu kemasan yang menarik.</p>
<p>"Maratua Music Festival 2026 kami hadirkan bukan hanya sebagai pertunjukan musik, tetapi juga sebagai ruang promosi budaya lokal dan potensi wisata Kabupaten Berau. Kami ingin setiap pengunjung mendapatkan pengalaman yang berkesan sekaligus mengenal lebih dekat keindahan alam dan kearifan budaya Maratua," katanya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Berau, Pemerintah Kecamatan Maratua, para sponsor, komunitas seni, serta masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya festival tersebut.</p>
<p>Usai seremoni pembukaan, panggung utama langsung diramaikan berbagai penampilan seni budaya khas Maratua. Pertunjukan Mak Igal dan Maratua Mak Dendang yang dibawakan para seniman lokal berhasil memikat perhatian penonton. Tarian tradisional serta alunan musik daerah yang ditampilkan semakin memperkuat identitas budaya masyarakat pesisir Pulau Maratua.</p>
<p>Gemerlap lampu panggung yang berpadu dengan panorama malam Pulau Maratua menciptakan suasana yang berbeda dibanding festival musik pada umumnya. Antusiasme masyarakat dan wisatawan terlihat dari ramainya area acara yang dipadati pengunjung hingga malam hari.</p>
<p>Maratua Music Festival 2026 digelar selama lima hari, mulai 30 Juni hingga 4 Juli 2026. Selain pertunjukan musik, festival ini juga menghadirkan berbagai kegiatan budaya, promosi destinasi wisata, pemberdayaan UMKM, serta aktivitas yang melibatkan masyarakat lokal.</p>
<p>Menambah kemeriahan festival, pada malam penutupan yang akan berlangsung pada 4 Juli 2026, panitia menghadirkan penampilan spesial dari Kehadiran dua penyanyi nasional tersebut diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan masyarakat yang ingin menikmati puncak perhelatan Maratua Music Festival 2026.</p>
<p>Melalui penyelenggaraan festival ini, Pulau Maratua kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di yang tidak hanya menawarkan keindahan alam bahari kelas dunia, tetapi juga kekayaan budaya yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat. Pemerintah Kabupaten Berau berharap kegiatan ini mampu memperkuat citra Maratua sebagai destinasi wisata berkelas nasional dan internasional. <strong>(RDK/daa)</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>AirAsia Bakal Kembali Membuka Rute Penerbangan dari Bandara Kalimarau Berau</title>
<link>https://kartanews.com/airasia-bakal-kembali-membuka-rute-penerbangan-dari-bandara-kalimarau-berau</link>
<guid>https://kartanews.com/airasia-bakal-kembali-membuka-rute-penerbangan-dari-bandara-kalimarau-berau</guid>
<description><![CDATA[ BERAU– Kabar gembira datang untuk masyarakat Berau dan Kalimantan Timur (Kaltim). Maskapai penerbangan bertarif rendah, AirAsia, dipastikan akan kembali beroperasi di Bandara Kalimarau mulai 2 Juli 2026 mendatang. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a43890f1e8b0.jpg" length="110910" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 17:13:29 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong>– Kabar gembira datang untuk masyarakat Berau dan Kalimantan Timur (Kaltim). Maskapai penerbangan bertarif rendah, AirAsia, dipastikan akan kembali beroperasi di Bandara Kalimarau mulai 2 Juli 2026 mendatang. </p>
<p>Kembalinya maskapai berlogo merah tersebut diprediksi akan memicu ledakan konektivitas udara yang sudah lama dinanti-nantikan oleh publik.</p>
<p>Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, langkah ini menjadi tonggak pedalam peta transportasi daerah.</p>
<p>"Kehadiran kembali AirAsia di Kalimarau adalah jawaban atas tingginya ekspektasi masyarakat. Ini bukan sekadar menambah jadwal penerbangan, tapi langkah strategis kami untuk memperkuat aksesibilitas, mendongkrak mobilitas warga, dan yang terpenting memberikan opsi perjalanan premium dengan harga yang tetap bersahabat," ujar Patah Atabri saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2026). </p>
<p>Rute ini diyakini tidak hanya menjadi jembatan udara biasa, melainkan magnet raksasa yang siap menyedot arus investasi, mempercepat perputaran roda perdagangan, hingga memicu lonjakan masif di sektor pariwisata Kabupaten Berau.</p>
<p>Patah Atabri optimis bahwa rute strategis ini akan memangkas jarak dan waktu bagi para pemburu keindahan alam. Destinasi wisata kelas dunia yang selama ini memerlukan perjalanan panjang, kini berada di depan mata.</p>
<p>Dengan adanya rute langsung dari Surabaya ini, akses menuju surga tropis seperti Kepulauan Derawan, Pulau Maratua, hingga keajaiban air dua rasa di Labuan Cermin akan menjadi jauh lebih mudah, cepat, dan terjangkau.</p>
<p>"Kami siap menyambut gelombang baru wisatawan, baik domestik maupun turis mancanegara yang ingin mengeksplorasi potensi luar biasa Berau," pungkasnya. <strong>(REIN/daa)</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Disbudpar Berau Yakin, Festival Bekudung Betiung Mampu Jadi Bagian Dari Event Nasional</title>
<link>https://kartanews.com/disbudpar-berau-yakin-festival-bekudung-betiung-mampu-jadi-bagian-dari-event-nasional</link>
<guid>https://kartanews.com/disbudpar-berau-yakin-festival-bekudung-betiung-mampu-jadi-bagian-dari-event-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Yuda Budi Santosa, menyampaikan bahwa setelah pelaksanaan Festival Budaya Bekudung Betiung usai, pihaknya akan segera melakukan pertemuan dengan pihak penyelenggara. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3dec7108a5c.jpg" length="180177" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 11:01:26 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">KARTANEWS.COM, BERAU</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Yuda Budi Santosa, menyampaikan bahwa setelah pelaksanaan Festival Budaya Bekudung Betiung usai, akan segera dilakukan pertemuan dengan pihak penyelenggara.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas rencana pengajuan festival ini agar masuk ke dalam kalender event nasional.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">​Yuda menilai bahwa Festival Budaya Bekudung Betiung di Kampung Tubit Dayak sudah sangat layak menjadi ajang nasional yang patut disaksikan oleh masyarakat luas.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">​"Setelah melihat pelaksanaan pembukaan tadi, saya menilai event ini sudah layak untuk masuk dalam kalender nasional," ujarnya, Kamis (25/06/2026).</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">​Ia menuturkan bahwa Festival Bekudung Betiung sebenarnya telah memenuhi berbagai aspek yang menjadi kriteria penilaian untuk masuk ke dalam kalender event nasional. Namun, pihak penyelenggara masih perlu melengkapi data-data pendukung yang diperlukan.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">​"Ada beberapa aspek yang menjadi penilaian, sehingga data-datanya harus dikumpulkan secara lengkap. Oleh karena itu, kami akan segera berkumpul dengan pihak penyelenggara untuk membahas hal tersebut," tuturnya.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">​Selain itu, ia menekankan bahwa sarana dan prasarana memerlukan perhatian ekstra jika kegiatan ini nantinya ingin menarik kunjungan dari luar masyarakat daerah Berau. Oleh karena itu, Disbudpar Berau akan terus mendorong agar seluruh fasilitas pendukung dapat dikembangkan.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Yuda optimistis, jika festival ini telah menjadi bagian dari kalender nasional, maka akan lebih banyak turis mancanegara yang tertarik untuk berkunjung. Mengingat, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tidak hanya akan membantu dari sisi pembiayaan, tetapi juga dalam hal promosi agar wisatawan mancanegara tertarik untuk datang. </span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Kalau sudah dibantu oleh kementerian, sudah pasti akan jauh lebih baik, soal pasti tamu-tamu mancanegara akan diundang,” tutupnya. </span></span><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">(Rein/daa) </span></span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wabup Gamalis Optimistis Festival Bekudung Betiung Tumbit Dayak Bisa Tembus Karisma Event Nusantara</title>
<link>https://kartanews.com/wabup-gamalis-optimistis-festival-bekudung-betiung-tumbit-dayak-bisa-tembus-karisma-event-nusantara</link>
<guid>https://kartanews.com/wabup-gamalis-optimistis-festival-bekudung-betiung-tumbit-dayak-bisa-tembus-karisma-event-nusantara</guid>
<description><![CDATA[ Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan apresiasi atas kembali digelarnya festival budaya Bekudung Betiung di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, pada Kamis (25/6/2026). ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3cea6ee6a18.jpg" length="126931" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 16:43:49 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU </strong>– Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan apresiasi atas kembali digelarnya festival budaya Bekudung Betiung di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, pada Kamis (25/6/2026). Pesta budaya tahunan suku Dayak Ga'ay ini dinilai sukses mempertahankan eksistensinya sekaligus menarik antusiasme masyarakat.</p>
<p>​Dia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Berau mendukung penuh pelaksanaan Bekudung Betiung sebagai salah satu langkah konkret dalam menjaga, merawat, dan mempertahankan warisan leluhur agar tidak tergerus zaman.</p>
<p>​"Saya mendukung penuh acara Bekudung Betiung ini sebagai upaya nyata kita bersama dalam mempertahankan warisan budaya," ujar Gamalis saat memberikan sambutan. </p>
<p>​Ia juga memuji perkembangan kualitas penyelenggaraan festival yang dinilai kian maju dari tahun ke tahun. Menurutnya, konsistensi ini menjadi modal besar bagi sektor pariwisata Bumi Batiwakkal.</p>
<p>​"Ajang Bekudung Betiung ini sudah masuk kalender event tahunan daerah dan setiap pelaksanaannya selalu ramai. Saya rasa tradisinya cukup variatif, dan manajemen pengelolaannya (management event) sudah sangat profesional," ungkapnya.</p>
<p>​Melihat potensi besar dan kematangan konsep acara tersebut, Gamalis menargetkan agar festival budaya ini tidak hanya berskala regional, melainkan bisa naik kelas ke tingkat nasional dalam waktu dekat.</p>
<p>​"Mudah-mudahan ke depan Bekudung Betiung bisa masuk ke dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata," tuturnya optimistis.</p>
<p>​Di akhir penyampaiannya, Wakil Bupati mengajak seluruh masyarakat dan pengunjung yang hadir untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mempromosikan pariwisata Berau. Ia meminta warga aktif membagikan momen keseruan festival ke jejaring dunia maya.</p>
<p>​"Ayo bagi yang punya media sosial, mari kita foto atau video ramai-ramai lalu bagikan (share). Biar festival ini tersebar luas, tidak hanya di Kaltim atau Kalimantan, tapi juga bergaung di tingkat nasional," pungkasnya.<strong>(Rein) </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Maratua Musik Festival 2026, Usung Tema Musik, Budaya, dan Kelestarian Lingkungan</title>
<link>https://kartanews.com/maratua-musik-festival-2026-usung-tema-musik-budaya-dan-kelestarian-lingkungan</link>
<guid>https://kartanews.com/maratua-musik-festival-2026-usung-tema-musik-budaya-dan-kelestarian-lingkungan</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2be5bdc880d.jpg" length="127383" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 18:55:15 +0800</pubDate>
<dc:creator>Jurnalis Karta News</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau tengah mematangkan konsep pelaksanaan Maratua Musik Festival 2026. Memasukkan tahun kedua penyelenggaraan, Festival ini dirancang bukan sekadar ajang hiburan, melainkan sebuah kolaborasi besar yang menggabungkan unsur musik, seni budaya, dan kelestarian lingkungan.</p>
<p>​Kepala Disbudpar Berau, Yuda Budi Santosa, menjelaskan bahwa perpaduan berbagai unsur ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan sekaligus memberikan hiburan yang berkesan bagi masyarakat lokal, maupun Wisatawan di Pulau Maratua.</p>
<p>Selain itu, ia juga membeberkan, pada tahun ini tidak hanya menyuguhkan panggung musik dan pertunjukan seni budaya, festival ini juga akan diisi dengan berbagai kegiatan berdampak sosial dan ekologis dalam beberapa hari penyelenggaraan. </p>
<p>​"​Aksi Bersih-Bersih, gerakan peduli lingkungan di kawasan wisata Maratua. Penanaman pohon upaya penghijauan. Pelepasan Tukik, Aksi konservasi satwa dilindungi yang direncanakan bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan Bakar Ikan bersama upaya mengangkat potensi Maratua sebagai salah satu daerah penghasil ikan melimpah,"jelasnya, Jumat (12/06/2026) </p>
<p>​Selain fokus pada lingkungan, Disbudpar Berau juga memastikan festival ini membawa dampak ekonomi langsung bagi warga setempat. Pihak panitia akan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta jajaran resort di Maratua dengan menyediakan lapak dan meja pameran di area strategis festival.</p>
<p>​"Kami juga mengundang 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Berau untuk ikut berpartisipasi dan meramaikan agenda ini," ujar Yuda Budi Santosa saat melakukan Press Conference bersama awak media. </p>
<p>Walau menyadari tidak semua kecamatan dapat terlibat penuh, pihak Disbudpar tetap mengapresiasi dan mengharapkan partisipasi aktif agar gaung festival ini dirasakan secara merata di seluruh daerah Berau.</p>
<p>Sebagai informasi, pelaksanaan Maratua Musik Festival akan berlangsung pada tanggal 30 Juni hingga 4 July 2026. ​Melalui persiapan yang matang dari pihak internal Disbudpar beserta Event Organizer (EO) Mata Sanggam, Maratua Musik Festival diharapkan dapat berjalan sukses dan menjadi motor penggerak sektor pariwisata yang berkelanjutan di Kabupaten Berau.<strong>(Tim) </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>​Dobrak Isolasi Geografis, Pemkab Paser Resmikan Jembatan Permanen Sei Kasungai di Desa Terpencil</title>
<link>https://kartanews.com/dobrak-isolasi-geografis-pemkab-paser-resmikan-jembatan-permanen-sei-kasungai-di-desa-terpencil</link>
<guid>https://kartanews.com/dobrak-isolasi-geografis-pemkab-paser-resmikan-jembatan-permanen-sei-kasungai-di-desa-terpencil</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1e6bc4b0533.jpg" length="124928" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 13:37:16 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, PASER</strong> – Jarak geografis dan minimnya jumlah penduduk bukan lagi alasan untuk menomorduakan pembangunan. Komitmen tersebut dibuktikan oleh Pemerintah Kabupaten Paser lewat peresmian Jembatan Sei Kasungai permanen di Desa Rantau Buta, Kecamatan Batu Sopang, pada Senin (1/6/2026).</p>
<p>​Infrastruktur kokoh ini diresmikan langsung oleh Bupati Paser, Fahmi Fadli, dengan didampingi Wakil Bupati Ikhwan Antasari. Kehadiran jembatan baru tersebut sekaligus menjadi bukti konkret dari realisasi program strategis "Paser TUNTAS".</p>
<p>​"Pembangunan jembatan ini adalah bukti nyata perhatian penuh Pemkab Paser untuk setiap desa. Kami memegang teguh visi misi Paser TUNTAS hingga akhir jabatan. Sejauh apa pun desanya, kami akan tetap memberikan dukungan penuh terhadap pembangunannya," ungkapnya.</p>
<p>Selama bertahun-tahun, mobilitas warga setempat terikat pada keterbatasan jembatan gantung kayu yang lama. Kini, bentangan jembatan permanen sepanjang 80 meter dengan lebar 6 meter berdiri megah sebagai pengganti.</p>
<p>​Jembatan Sei Kasungai berfungsi sebagai urat nadi utama yang memotong isolasi wilayah. Infrastruktur ini menghubungkan langsung mobilitas masyarakat di dua desa, yaitu, ​Desa Rantau Buta dan ​Desa Rantau Layung. </p>
<p>​Hadirnya Jembatan Sei Kasungai tidak hanya menghubungkan Desa Rantau Buta dan Desa Rantau Layung secara fisik, tetapi juga memicu dampak berantai (<em>multiplier effect</em>) bagi kehidupan warga.</p>
<p>Akses pendidikan kini lebih dekat, layanan kesehatan darurat bisa dijangkau lebih cepat, dan urat nadi perekonomian melalui distribusi komoditas lokal dipastikan berjalan lebih lancar tanpa hambatan cuaca.</p>
<p>​Menariknya, pembangunan ini bukan proyek parsial. Jembatan ini terintegrasi langsung dengan proyek jalan multiyears (tahun jamak) lintas Sungai Terik – Rantau Buta – Rantau Layung. </p>
<p>Pemerintah bahkan telah menyiapkan penanganan jalan sepanjang 2,7 kilometer khusus untuk segmen Sungai Terik – Rantau Buta, yang masuk dalam prioritas mendesak.</p>
<p>​Mengingat besarnya nilai strategis dan anggaran yang digelontorkan, Bupati mengimbau warga untuk menumbuhkan rasa kepemilikan bersama (<em>sense of belonging</em>).</p>
<p>​"Kami ingatkan pada masyarakat bahwa jembatan ini dibangun untuk mendukung aktivitas masyarakat. Untuk itu, masyarakat juga memiliki peranan penting dalam menjaga dan merawat jembatan sebagai infrastruktur fasilitas umum," pungkasnya.<strong> (REIN/daa)</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dispar Kaltim Mulai Validasi Lapangan 10 Finalis Lomba Desa Wisata 2026, Ini 4 Aspek Penilaiannya!</title>
<link>https://kartanews.com/dispar-kaltim-mulai-validasi-lapangan-10-finalis-lomba-desa-wisata-2026-ini-4-aspek-penilaiannya</link>
<guid>https://kartanews.com/dispar-kaltim-mulai-validasi-lapangan-10-finalis-lomba-desa-wisata-2026-ini-4-aspek-penilaiannya</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cdf8e7856ec.jpg" length="439538" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 May 2026 14:15:30 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 15px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM, SAMARINDA</b></span><span style="font-size: 15px;" ;=""> – Proses penilaian Lomba Desa Wisata Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2026 kini memasuki tahapan krusial. Sebanyak 10 desa wisata terbaik perwakilan dari kabupaten dan kota se-Kaltim mulai menjalani sesi presentasi serta validasi data.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;=""><span style="font-size: 15px;" ;="">​Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menjelaskan bahwa tahapan validasi ini dilakukan untuk memastikan kesiapan masing-masing desa wisata, sekaligus mencocokkan data yang telah dikirimkan oleh para peserta dengan kondisi riil di lapangan.</span></span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​“Melalui tahapan ini kami ingin memastikan seluruh desa wisata finalis benar-benar memiliki kesiapan, inovasi, serta komitmen dalam mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat,” ujar Ririn di Samarinda, Jumat (22/5/2026), berdasarkan keterangan dari kanal resmi Pemprov Kaltim.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Ririn menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, Lomba Desa Wisata menjadi sarana pembinaan dan evaluasi berkala guna mendongkrak kualitas destinasi wisata digital maupun konvensional di tingkat desa.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Lebih lanjut, ia menilai pengembangan desa wisata memiliki peluang strategis dalam menggerakkan roda ekonomi warga sekaligus melestarikan identitas budaya lokal. </span></p>
<p><span style="font-size: 15px;" ;="">Terlebih, posisi Kaltim saat ini sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) diproyeksikan akan meningkatkan kunjungan wisatawan secara signifikan.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Di sisi lain, Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dispar Kaltim, Angit Ding, memaparkan bahwa tim juri melakukan penilaian secara komprehensif. Ada empat aspek utama yang menjadi fokus penilaian tim penilai.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​“Penilaian dilakukan menyeluruh, mulai dari daya tarik wisata, kelembagaan, kebersihan lingkungan, hingga keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan desa wisata. Validasi ini penting agar data yang disampaikan benar-benar akurat sesuai implementasi di lapangan,” pungkasnya.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Hasil dari tahapan presentasi dan validasi lapangan ini nantinya akan diakumulasikan menjadi dasar utama bagi tim penilai untuk menentukan pemenang dan menetapkan Desa Wisata Terbaik Tingkat Provinsi Kaltim Tahun 2026. </span><span style="font-size: 15px;" ;=""><b>(REIN/daa)</b></span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260523_141029_316.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Populasi Terancam Punah, Dispar Berau Ajak Wisatawan &amp;apos;Adopsi&amp;apos; Habitat Anggrek Tubaan</title>
<link>https://kartanews.com/populasi-terancam-punah-dispar-berau-ajak-wisatawan-adopsi-habitat-anggrek-tubaan</link>
<guid>https://kartanews.com/populasi-terancam-punah-dispar-berau-ajak-wisatawan-adopsi-habitat-anggrek-tubaan</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0689d61280e.jpg" length="90525" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 May 2026 10:52:43 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 15px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM, BERAU</b></span><span style="font-size: 15px;" ;=""> - Hutan Kampung Tubaan di Kabupaten Berau, diketahui menyimpan berbagai macam anggrek endemik yang dapat dikatakan langka. Pasalnya, untuk menemukan tumbuhan tersebut saat ini cukup sulit dilakukan.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Sekretaris Dinas Pariwisata Berau, Samsiah Nawir menyampaikan bahwa keberadaan tumbuhan yang indah itu sempat dieskpolitasi besar-besaran oleh masyarakat, lantaran tingginya permintaan pasar beberapa tahun lalu. </span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Alhasil, saat ini populasinya cukup berkurang dan membutuhkan upaya pengembalian, agar dapat tetap lestari.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;=""><span style="color: #444444;">“Saat pandemi kemarin, tren jual bunga sedang tinggi. Hutan Tubaan dirambah, anggreknya diambil dan dikeluarkan dari hutan untuk dijual. Padahal itu sangat mahal dan langka,” ujar Samsiah dalam keterangannya Kamis (14/5/2026).</span></span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;=""><span style="color: #444444;">Dirinya juga mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah mengajak masyarakat untuk kembali melestarikan tumbuhan tersebut dengan mengusung program wisata </span></span><span style="font-size: 15px;" ;=""><span style="color: #444444;">menanam kembali. Hal ini bertujuan agar anggrek-anggrek yang dulunya dijarah,  bisa tumbuh kembali pada habitatnya.</span></span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;=""><span style="color: #444444;">Cara ini meliputi beberapa hal, yakni apabila wisatawan berkunjung ke Tubaan, maka ada program edukasi dan proteksi yang bertujuan mengenalkan berbagai jenis anggrek serta memberi pemahaman akan pentingnya menjaga hutan.</span></span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;=""><span style="color: #444444;">Selain itu, walaupun wisatawan berkunjung ke hutan Tubaan untuk healing mencari ketenangan dan kesejukan alam, kedatangan mereka juga dapat bedampak karena berkontribusi untuk menjaga populasi anggrek dengan ikut menanam.</span></span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;=""><span style="color: #444444;">Apalagi ditambah peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan NGO yang memiliki peran penting dalam mengembangkan destinasi Hutan Tubaan, maka hal ini dinilai bisa mempercepat pemulihan habitat anggrek tersebut.</span></span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;=""><span style="color: #444444;">“Kami bekerja sama dengan teman-teman pecinta pariwisata dan NGO, seperti WWF untuk pendampingan SDM. Target kita adalah konsep edukasi, konservasi, dan perlindungan hutan yang mandiri," pungkasnya. <strong>(REIN/daa) </strong></span></span><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260515_104934_783.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Demi Kota Tua Teluk Bayur, Disbudbar Berau Bakal Surati Kedubes Belanda</title>
<link>https://kartanews.com/demi-kota-tua-teluk-bayur-disbudbar-berau-bakal-surati-kedubes-belanda</link>
<guid>https://kartanews.com/demi-kota-tua-teluk-bayur-disbudbar-berau-bakal-surati-kedubes-belanda</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fffea03aa73.jpg" length="91674" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 10 May 2026 11:48:25 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 15px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM, BERAU</b></span><span style="font-size: 15px;" ;=""> – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau berencana menyurati Kedutaan Besar Belanda untuk melengkapi arsip sejarah peninggalan era kolonial di Kota Tua Teluk Bayur. </span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Langkah ini diambil guna memperkuat nilai edukasi dan autentisitas kawasan tersebut sebagai salah satu destinasi unggulan di Kalimantan Timur.</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa menyatakan bahwa upaya melengkapi arsip ini sangat krusial bagi pengembangan wisata sejarah di Bumi Batiwakkal.</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">"Kami berencana bersurat ke Kedutaan Besar Belanda. Kami ingin meminjam atau mendapatkan salinan dokumen serta arsip asli terkait sejarah </span><span style="font-size: 15px;" ;=""><i>Steinkollen</i></span><span style="font-size: 15px;" ;=""> (perusahaan tambang batu bara Belanda) di Teluk Bayur," ujarnya saat meninjau fasilitas di kawasan Kota Tua, Jumat (8/5/2026).</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Yudha meyakini Belanda memiliki dokumentasi yang sangat detail, mulai dari foto-foto lama, daftar pejabat yang pernah bertugas, hingga peta asli pemukiman Teluk Bayur pada era kolonial. </span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Menurutnya, kehadiran Belanda di Teluk Bayur memiliki sisi sejarah yang unik karena didasari oleh kesepakatan resmi dengan Kesultanan Gunung Tabur.</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">"Kita ingin ceritanya lengkap, bagaimana awal mulanya mereka datang, hingga kerja sama dengan kesultanan yang memiliki bukti kesepakatan atau MoU. Jadi, kehadiran mereka bukan sekadar datang begitu saja," jelasnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 15px;" ;="">"Jika arsip ini berhasil kita dapatkan, edukasi sejarah di sini akan semakin kuat dan akurat," tambahnya.</span><br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Selain kearsipan, Disbudpar juga fokus pada pengembalian fungsi bangunan bersejarah. </span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Beberapa titik utama, seperti Gedung Kamar Bola (Museum Batu Bara), Museum Siraja, Lapangan </span><span style="font-size: 15px;" ;=""><i>Steinkollen</i></span><span style="font-size: 15px;" ;="">, serta sejumlah bangunan tua lainnya.</span><br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Pihaknya menegaskan bahwa progres pengembangan kawasan Kota Tua Teluk Bayur ini akan dipantau dan diperbarui secara berkala setiap bulannya sepanjang tahun 2026.</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">"Kami berupaya menuntaskan program ini agar 'ruh' dari destinasi wisata Kota Tua benar-benar terasa. Ini adalah sejarah nyata yang harus kita lestarikan untuk generasi mendatang," pungkasnya. </span><span style="font-size: 15px;" ;=""><b>(REIN/daa)</b></span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260510_113519_316.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bernuansa Nostalgia, Gedung Bioskop Tua Berau Siap Jadi Wadah Kreativitas Warga</title>
<link>https://kartanews.com/bernuansa-nostalgia-gedung-bioskop-tua-berau-siap-jadi-wadah-kreativitas-warga</link>
<guid>https://kartanews.com/bernuansa-nostalgia-gedung-bioskop-tua-berau-siap-jadi-wadah-kreativitas-warga</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fee0047ef92.jpg" length="97265" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 15:22:40 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 15px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM, BERAU</b></span><span style="font-size: 15px;" ;=""> – Kawasan Wisata Kota Tua di Kabupaten Berau dipastikan akan memiliki daya tarik baru. Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) berencana memfungsikan kembali gedung bioskop bersejarah sebagai pusat hiburan dan pelestarian budaya.</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah daerah terhadap aspirasi masyarakat yang merindukan pemanfaatan fasilitas bersejarah di kawasan tersebut agar tidak terbengkalai.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa, menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk mengembalikan nilai historis sekaligus fungsi bangunan seperti sedia kala. Hal itu ditegaskannya saat meninjau langsung kondisi gedung bersama pihak Kecamatan dan Kelurahan pada Sabtu (9/5/2026).</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​"Kita ingin mengembalikan sejarah dan fungsinya seperti dulu lagi. Hari ini kami meninjau langsung untuk melihat kesiapan operasionalnya," ujar Yudha.</span></p>
<p><span style="font-size: 15px;" ;="">Proses renovasi fisik gedung bioskop ini sebenarnya telah rampung pada Januari 2026 lalu. Proyek ini didanai melalui anggaran APBD 2025.</span></p>
<p><span style="font-size: 15px;" ;="">Meski sempat terkendala waktu pengerjaan yang singkat, saat ini gedung tersebut dipastikan dalam kondisi siap pakai.</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Untuk memastikan pengelolaan yang profesional, Disbudpar Berau berencana membuka peluang investasi bagi pihak ketiga.</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">"Kami akan membuat skenario penawaran kepada pihak swasta, baik dengan sistem kontrak kerja sama maupun bagi hasil. Fokus utamanya adalah fungsinya kembali menjadi bioskop," jelasnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 15px;" ;="">Walaupun diprioritaskan sebagai bioskop, Yudha memberikan ruang bagi masyarakat untuk memanfaatkan gedung tersebut sebagai wadah kegiatan produktif lainnya.</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Kendati demikian, ia memberikan catatan penting mengenai pelestarian bangunan. Sesuai amanat undang-undang, pihak mana pun dilarang keras mengubah bentuk asli atau merusak struktur bangunan bersejarah tersebut.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​"Gedung ini tidak boleh diubah bentuknya. Jika ada sekolah yang ingin pakai untuk pentas tari atau warga yang ingin menggelar acara dengan nuansa Kota Tua, silahkan koordinasi dengan kami," tambahnya.</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Kehadiran kembali bioskop ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana hiburan masyarakat, tetapi juga mampu memicu pergerakan roda ekonomi kreatif di sekitar kawasan lapangan bola dan museum yang menjadi jantung Wisata Kota Tua Berau.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Bagi komunitas atau pihak yang berminat menggunakan fasilitas ini, Disbudpar mengimbau untuk mengajukan surat permohonan resmi guna dikaji kesesuaiannya agar aset daerah tersebut tetap terjaga dengan baik. <strong>(REIN/daa)</strong></span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260509_151632_691.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Buka Peluang Kerja Baru, Disbudpar Berau Pacu Inovasi Desa Wisata melalui Kompetisi</title>
<link>https://kartanews.com/buka-peluang-kerja-baru-disbudpar-berau-pacu-inovasi-desa-wisata-melalui-kompetisi</link>
<guid>https://kartanews.com/buka-peluang-kerja-baru-disbudpar-berau-pacu-inovasi-desa-wisata-melalui-kompetisi</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc1f1932587.jpg" length="94129" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 13:14:05 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 15px;" ;="">​</span><span style="font-size: 15px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM, BERAU </b></span><span style="font-size: 15px;" ;="">– Lomba Desa Wisata (sebelumnya dikenal sebagai Lomba Pokdarwis) resmi dilaksanakan pada 5 hingga 6 Mei 2026, bertempat di Hotel Grand Parama, Tanjung Redeb.</span><br><span style="font-size: 17px;" ;=""><span style="font-size: 15px;" ;="">​</span></span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, menjelaskan bahwa giat ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan wadah edukasi bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di setiap wilayah untuk memperdalam pemahaman tata kelola destinasi.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​“Lomba ini menyesuaikan dengan petunjuk teknis (juknis) dari pusat dan provinsi. Dulu namanya Lomba Pokdarwis, sekarang kita fokus pada Lomba Desa Wisata,” ujar Samsiah saat dikonfirmasi pada Kamis (7/5/2026).</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Kata dia, Disbudpar sangat selektif dalam proses penilaian. Hal ini dikarenakan pemenang terpilih nantinya akan memikul tanggung jawab besar sebagai wakil Kabupaten Berau di tingkat provinsi hingga nasional.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​“Pemenang akan mengikuti ajang nasional yang kini disebut WIA (Wisata Indonesia Award)—dulu dikenal sebagai Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI),” ungkapnya.</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Ia membeberkan bahwa penguatan sektor pariwisata merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Berau dalam menghadapi transisi ekonomi. Apalagi Pemda telah memproyeksikan menjadi lokomotif baru pengganti sektor pertambangan di masa depan.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​“Ini adalah persiapan membuka lapangan pekerjaan baru setelah nanti ada transisi dari tambang," jelasnya.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Melalui lomba tersebut, setiap Pokdarwis diharapkan mampu melahirkan inovasi yang menciptakan simbiosis mutualisme bagi masyarakat sekitar nantinya. </span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Baginya, segala aspek yang dapat mendukung perkembangan jika dikembangan secara optimal, maka pariwisata memiliki efek domino <em>(multiplier effect)</em> yang kuat bagi ekonomi kerakyatan. </span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​"Sektor pariwisata bersifat berkelanjutan dan dampaknya langsung dirasakan warga lokal, seperti penyedia bahan pangan untuk rumah makan hingga pengelola </span><span style="font-size: 15px;" ;=""><i>homestay</i></span><span style="font-size: 15px;" ;="">,” pungkasnya. <strong>(REIN/daa)</strong></span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260507_131053_269.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diskan Berau Bakal Sulap Kampung Batu&#45;Batu Jadi Sentra Budidaya Nila dan Destinasi Wisata</title>
<link>https://kartanews.com/diskan-berau-bakal-sulap-kampung-batu-batu-jadi-sentra-budidaya-nila-dan-destinasi-wisata</link>
<guid>https://kartanews.com/diskan-berau-bakal-sulap-kampung-batu-batu-jadi-sentra-budidaya-nila-dan-destinasi-wisata</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f710a39f4e1.jpg" length="82267" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 03 May 2026 17:09:36 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 15px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM, BERAU</b></span><span style="font-size: 15px;" ;=""> <strong>–  </strong>Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau tengah mematangkan rencana besar untuk menjadikan Kampung Batu-Batu sebagai sentra budidaya ikan nila terpadu. </span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Proyek ini tidak hanya dirancang untuk memperkuat sektor perikanan, tetapi juga diproyeksikan menjadi destinasi wisata singgah unggulan bagi wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan menuju objek wisata dunia, Kepulauan Derawan.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Kepala Bidang Budidaya Diskan Berau, Budiono menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah dalam mewujudkan transformasi ekonomi daerah. </span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan visi-misi Bupati Berau, pemerintah daerah berkomitmen untuk mulai mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan dan beralih ke sektor yang lebih berkelanjutan seperti pariwisata dan perikanan.</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">“Harapannya, wisatawan dapat singgah di Batu-Batu. Ini adalah bagian dari strategi kami untuk menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi baru menggantikan sektor tambang,” ujar Budiono belum lama ini.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Keberhasilan rencana ini mengandalkan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Diskan Berau tidak bekerja sendiri, melainkan menggandeng pemerintah kampung, pihak swasta, hingga perusahaan besar di wilayah tersebut, termasuk PT Berau Coal. </span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung di kawasan tersebut.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Secara teknis, potensi lahan di Kampung Batu-Batu sangat menjanjikan. Hasil survei lapangan menunjukkan terdapat sekitar 30 hingga 40 kolam yang sudah memenuhi syarat untuk memulai budidaya skala besar. Selain kuantitas lahan, kualitas air di lokasi tersebut dinilai sangat ideal untuk pengembangan jenis ikan nila salina.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​“Nila salina memiliki daya tahan tinggi dan mampu hidup di perairan dengan salinitas atau kadar garam rendah. Hal ini sangat pas dengan karakteristik air di Batu-Batu,” tambah Budiono.</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Dengan adanya Kampung Nila ini, Kabupaten Berau diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang baru. </span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">"Wisatawan nantinya tidak hanya disuguhkan pemandangan alam, tetapi juga pengalaman wisata edukasi budidaya perikanan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal," pungkasnya. <strong>(REIN/daa)</strong></span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260503_170712_344.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bentuk Pengurus DPC PUTRI dan Gelar Workshop, Disbudpar Berau Fokus Benahi Standarisasi Wisata</title>
<link>https://kartanews.com/bentuk-pengurus-dpc-putri-dan-gelar-workshop-disbudpar-berau-fokus-benahi-standarisasi-wisata</link>
<guid>https://kartanews.com/bentuk-pengurus-dpc-putri-dan-gelar-workshop-disbudpar-berau-fokus-benahi-standarisasi-wisata</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f5a0a7dfb58.jpg" length="75671" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 02 May 2026 15:02:01 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 15px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM, BERAU</b></span><span style="font-size: 15px;" ;=""> – Kabupaten Berau resmi membentuk Dewan Pengurus Cabang (DPC) Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI). </span></p>
<p><span style="font-size: 15px;" ;="">Kehadiran organisasi ini bertujuan untuk menaungi serta memperkuat sinergi para pelaku usaha pariwisata di seluruh wilayah Bumi Batiwakkal.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Ketua PUTRI Kaltim, Dian Rosita menyampaikan bahwa usai pembentukan ini, fokus utama organisasi adalah meningkatkan kualitas destinasi wisata di Berau. </span></p>
<p><span style="font-size: 15px;" ;="">Menurutnya, PUTRI akan memposisikan diri sebagai penghubung strategis bagi para pengusaha pariwisata.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​"Pembentukan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas wisata yang ada di Berau. PUTRI akan menjadi jembatan bagi pelaku usaha untuk mengatasi berbagai kendala, baik terkait perizinan, perencanaan, maupun persoalan lainnya," ujar Dian.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Sementara itu, Kepala Disbudpar Berau, Yuda Budisantosa mengungkapkan bahwa kemitraan dengan PUTRI sangat krusial untuk mempercepat pembangunan sektor pariwisata.</span></p>
<p><span style="font-size: 15px;" ;="">Ia menilai PUTRI dapat menjadi mitra strategis dalam mengembangkan konsep ekowisata di Berau.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​"Kami ingin adanya akselerasi dalam pembangunan destinasi wisata. Kehadiran PUTRI diharapkan dapat membantu para pelaku usaha pariwisata secara teknis di lapangan," ungkapnya.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Selain pembentukan pengurus DPC PUTRI, Disbudpar Berau juga menggelar Workshop Standarisasi Usaha Pariwisata. </span></p>
<p><span style="font-size: 15px;" ;="">Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih adanya sejumlah destinasi wisata yang belum memiliki kelengkapan izin operasional.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Melalui workshop ini, para pelaku usaha diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya legalitas dan pemenuhan standar pelayanan.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​"Pemahaman akan standarisasi ini sangat perlu diberikan agar destinasi wisata kita dapat lebih berkembang, profesional, dan memiliki legalitas yang jelas," pungkasnya. <span style="text-decoration: underline;"><strong>(REIN/daa)</strong></span></span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260502_145354_191.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Telaga Biru Tulung Ni’Lenggo, Pesona Danau Toska di Jantung Wisata Alam Berau</title>
<link>https://kartanews.com/telaga-biru-tulung-nilenggo-pesona-danau-toska-di-jantung-wisata-alam-berau</link>
<guid>https://kartanews.com/telaga-biru-tulung-nilenggo-pesona-danau-toska-di-jantung-wisata-alam-berau</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d20e00b6933.jpg" length="177509" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 15:24:06 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> — Telaga Biru Tulung Ni’Lenggo menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.</p>
<p>Terletak di Desa Tulung Ni’Lenggo, Kecamatan Batu Putih, kawasan ini menawarkan panorama danau berwarna biru toska yang jernih, dikelilingi lanskap perbukitan dan hutan tropis yang masih asri.</p>
<p>Berjarak sekitar 100 kilometer dari ibu kota Kabupaten Berau, Tanjung Redeb, Telaga Biru dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih dua jam perjalanan darat.</p>
<p>Akses menuju lokasi relatif mudah dijangkau, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum yang dilanjutkan dengan ojek atau sewa kendaraan dari Kecamatan Batu Putih.</p>
<p>Secara alami, Telaga Biru terbentuk dari cekungan di antara perbukitan yang menampung air hujan. Keunikan dan daya tarik utama danau ini terletak pada kejernihan airnya yang memungkinkan dasar danau terlihat dengan jelas.</p>
<p>Warna biru toska yang khas diyakini berasal dari kandungan mineral alami yang terlarut di dalam air. Selain keindahan danau, kawasan ini juga didukung oleh vegetasi hijau yang rimbun di sekelilingnya.</p>
<p>Pepohonan yang tumbuh alami memberikan suasana teduh dan sejuk, menjadikan Telaga Biru sebagai tempat yang ideal untuk melepas penat dari aktivitas sehari-hari.</p>
<p>Keanekaragaman hayati di sekitar kawasan, seperti burung, kupu-kupu, serta ikan air tawar, turut menambah nilai ekowisata destinasi ini.</p>
<p>Beragam aktivitas wisata dapat dilakukan pengunjung, mulai dari berenang, bermain air, hingga memancing. Bagi wisatawan yang menyukai petualangan, area hutan di sekitar danau juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan trekking ringan sambil menikmati keindahan alam.</p>
<p>Keberadaan Telaga Biru Tulung Ni’Lenggo tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga berpotensi mendukung perekonomian masyarakat setempat melalui pengembangan sektor pariwisata berbasis alam.</p>
<p>Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, kawasan ini diharapkan dapat terus terjaga keasriannya sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.</p>
<p>Pesatnya perkembangan destinasi wisata modern, Telaga Biru Tulung Ni’Lenggo hadir sebagai pilihan tepat bagi wisatawan yang mencari ketenangan dan keindahan alam yang autentik.</p>
<p>Airnya yang jernih, warna danau yang memikat, serta suasana alami yang masih terjaga menjadikan tempat ini layak masuk dalam daftar kunjungan saat menjelajahi Berau.</p>
<p>Rasakan langsung kesegaran airnya, nikmati keheningan alamnya, dan temukan sisi lain keindahan Kalimantan Timur di Telaga Biru Tulung Ni’Lenggo surga kecil yang menanti untuk dijelajahi. (AUNI/daa*)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Biduk Biduk, Permata Wisata Pesisir Berau dengan Pesona Alam Karst dan Bahari</title>
<link>https://kartanews.com/biduk-biduk-permata-wisata-pesisir-berau-dengan-pesona-alam-karst-dan-bahari</link>
<guid>https://kartanews.com/biduk-biduk-permata-wisata-pesisir-berau-dengan-pesona-alam-karst-dan-bahari</guid>
<description><![CDATA[ Desa Wisata Biduk Biduk di Berau menawarkan pesona alam karst dan bahari, dengan ikon utama Danau Labuan Cermin serta pantai berpasir putih. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d091f8e431e.jpg" length="100532" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 12:22:37 +0800</pubDate>
<dc:creator>Jurnalis</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> — Desa Wisata Biduk Biduk yang terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan yang menyajikan keindahan alam, kekayaan budaya, serta ragam kuliner khas pesisir dalam satu kawasan.</p>
<p>Secara geografis, wilayah ini berada di pesisir selatan Kabupaten Berau, tepat di bagian timur Pulau Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Laut Sulawesi.</p>
<p>Letaknya yang berada di kawasan Bentang Alam Karst Mangkalihat menjadikan Biduk Biduk memiliki karakter lanskap yang unik dengan perpaduan antara kawasan karst dan pesisir.</p>
<p>Kondisi ini menghadirkan beragam potensi wisata, mulai dari wisata alam hingga wisata bahari yang memikat.</p>
<p>Salah satu destinasi unggulan di kawasan ini adalah Danau Labuan Cermin, yang dikenal luas sebagai danau dua rasa. Danau ini memiliki keunikan berupa dua lapisan air, yakni air tawar di bagian permukaan dan air asin di bagian bawah, yang tidak bercampur.</p>
<p>Kejernihan airnya yang hampir mencapai tingkat sempurna memungkinkan wisatawan menikmati panorama bawah air dengan jelas, mulai dari biota air, formasi batuan karst, hingga batang pohon yang menciptakan pemandangan alami yang eksotis.</p>
<p>Selain Danau Labuan Cermin, Biduk Biduk juga menawarkan wisata bahari seperti Pantai Biduk Biduk dan Pantai Bangkuduan yang menyuguhkan hamparan pasir putih serta air laut jernih dengan ombak yang relatif tenang.</p>
<p>Kondisi ini menjadikan kawasan tersebut cocok untuk aktivitas wisata keluarga maupun rekreasi santai.</p>
<p>Tidak hanya itu, kehidupan masyarakat yang erat dengan laut turut membentuk potensi wisata budaya yang menarik. Aktivitas memancing tradisional menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan langsung kehidupan masyarakat pesisir.</p>
<p>Dari sisi lain, wisata kuliner khas pesisir juga menjadi pelengkap pengalaman, dengan berbagai sajian hasil laut segar yang diolah dengan cita rasa lokal.</p>
<p>Secara keseluruhan, Desa Wisata Biduk Biduk menawarkan paket wisata lengkap yang mencakup keindahan alam, kearifan lokal, hingga pengalaman kuliner yang autentik.</p>
<p>Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada periode menjelang hingga saat musim kemarau, yakni sekitar bulan Juni hingga September, ketika cuaca cerah dan kondisi laut relatif tenang sehingga seluruh destinasi dapat dinikmati secara optimal.</p>
<p>Dengan segala keunggulan tersebut, Biduk Biduk menjadi salah satu destinasi yang layak masuk dalam daftar kunjungan wisata kamu di Kalimantan Timur.</p>
<p>Keindahan alam yang masih terjaga, budaya masyarakat yang ramah, serta pengalaman wisata yang beragam menjadikan kawasan ini sebagai pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati pesona pesisir dan keunikan alam tropis Indonesia.</p>
<p>Sebagai destinasi yang terus berkembang, Biduk Biduk tidak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga pengalaman yang berkesan.</p>
<p>Bagi wisatawan yang mencari ketenangan, petualangan, sekaligus keaslian budaya, Biduk Biduk adalah jawabannya.</p>
<p>Saatnya menjelajahi keindahan <em>"The Noise Of Borneo"</em> dan merasakan langsung pesona surga tersembunyi di ujung timur Borneo. (AUNI/daa*)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>​Sektor Pariwisata Berau Moncer Selama Libur Idul Fitri, Capai 92 Ribu Pengunjung</title>
<link>https://kartanews.com/sektor-pariwisata-berau-moncer-selama-libur-idul-fitri-capai-92-ribu-pengunjung</link>
<guid>https://kartanews.com/sektor-pariwisata-berau-moncer-selama-libur-idul-fitri-capai-92-ribu-pengunjung</guid>
<description><![CDATA[ Penulis : Rein | Editor : Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cdf8e7856ec.jpg" length="439538" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 13:08:50 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, merilisi data sementara jumlah pengunjung atau wisatawan yang datang ke Bumi Batiwakkal selama libur Hari Raya Idul Fitri sepekan yang lalu. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Sekretaris Dispar Berau, Samsiah Nawir menyebutkan dalam rentan waktu 10 hari, yakni berawal dari tanggal 20 maret hingga 29 Maret 2026, pihaknya mencatat ada 92.000 ribu lebih wisatawan datang mengunjungi Berau. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Dari jumlah total data tersebut, masing-masing diklasifikasikan berdasarkan wisatawan nusantara (Wisnus) dengan jumlah 91,708 dan Wisatawan mancanegara (Wisman) 213.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Alhamdulilah pengunjung ke berau luar biasa liburan kali ini," ungkapnya, Rabu (01/04/2026).</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Sementara itu, untuk destinasi wisata seperti Danau Labuan Cermin Kecamatan Biduk-Biduk, pihaknya mencatat ada 9.859 pengunjung, Danau Tulung Ni Lenggo Kecamatan Batu Putih mencapai 8.811 dan Wisman 2 orang.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Dari wilayah Pulau Derawan, Disbudpar mencatat ada 7.364 pengunjung, pulau Kakaban 587 wisnus dan 165 wisman.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Sekretaris Disbudpar mengatakan, data tersebut belum sepenuhanya mereka peroleh, sebab ada dari wilayah Tarakan yang langsung masuk ke pulau Derawan, sehingga untuk mendatanya memerlukan konfirmasi dari pihak pelabuhan dari kota tersebut.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Kami yakin lebih dari itu, soalnya ada yang dari tarakan dan itu belum terdata dari kami," pungkasnya.</span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260402_125936_206.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sutami: Terhubungnya Jembatan Nibung Bawa Berkah Wisata bagi Pesisir Selatan Berau</title>
<link>https://kartanews.com/sutami-terhubungnya-jembatan-nibung-bawa-berkah-wisata-bagi-pesisir-selatan-berau</link>
<guid>https://kartanews.com/sutami-terhubungnya-jembatan-nibung-bawa-berkah-wisata-bagi-pesisir-selatan-berau</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Rein | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69cb804a90127.jpg" length="459384" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 16:06:47 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM, BERAU</b></span><span style="font-size: 17px;" ;=""> – Pesona wisata pesisir selatan Kabupaten Berau kian tak terbendung. Lonjakan signifikan jumlah kunjungan wisatawan ke Kecamatan Biduk-Biduk selama masa libur Hari Raya Idul Fitri 2026 menjadi bukti nyata daya tarik wilayah tersebut.</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Fenomena ini mendapat perhatian dari Politisi Partai Gerindra Berau, </span><span style="font-size: 17px;" ;="">Sutami</span><span style="font-size: 17px;" ;="">. Ia menyoroti laporan mengenai banyaknya pengunjung yang kesulitan mendapatkan akomodasi akibat penginapan yang terisi penuh.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Menurut Sutami, kondisi ini merupakan sinyal positif bahwa ketertarikan masyarakat terhadap destinasi wisata di Biduk-Biduk, seperti Labuan Cermin dan Kaniungan, kini sudah semakin meluas hingga ke luar daerah.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​“Kabar bahwa beberapa pengunjung tidak memperoleh penginapan menandakan antusiasme masyarakat terhadap Biduk-Biduk sudah sangat tinggi,” tutur Sutami saat memberikan tanggapannya, belum lama ini.</span><br><span style="font-size: 22px;" ;=""><b>​</b></span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Sutami menilai, salah satu faktor kunci yang memicu 'tsunami' wisatawan tahun ini adalah semakin baiknya aksesibilitas menuju pesisir selatan. Terhubungnya infrastruktur strategis di wilayah perbatasan menjadi stimulus utama mobilitas warga.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​“Akses ke Biduk-Biduk saat ini sudah semakin mudah. Dua jembatan penting, yakni Jembatan Teluk Sumbang dan Jembatan Nibung di perbatasan Berau-Kutim, kini telah terhubung. Ini faktor utama meningkatnya jumlah wisatawan yang datang,” jelasnya.</span><br><span style="font-size: 22px;" ;=""><b>​</b></span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Meski akses jalan sudah membaik, Sutami mengingatkan pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk segera merespons lonjakan ini dengan pembenahan fasilitas di lokasi wisata. </span></p>
<p><span style="font-size: 17px;" ;="">Ia menekankan bahwa kenyamanan pengunjung adalah kunci keberlanjutan pariwisata Berau.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​“Ini perlu kita respon cepat dengan peningkatan sarana dan prasarana. Jangan sampai wisatawan kecewa karena fasilitas pendukung tidak siap menampung lonjakan massa,” ucap Sutami.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Ia berharap kedepannya, pengembangan sektor penginapan, fasilitas umum, hingga manajemen parkir di Biduk-Biduk dapat ditingkatkan agar sebanding dengan kemudahan akses transportasi yang telah dibangun pemerintah. </span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260331_160332_816.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Restoran Indonesia Masuk Asia’s 50 Best 2026</title>
<link>https://kartanews.com/dua-restoran-indonesia-masuk-asias-50-best-2026</link>
<guid>https://kartanews.com/dua-restoran-indonesia-masuk-asias-50-best-2026</guid>
<description><![CDATA[ Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c8d0bea8d6a.jpg" length="93535" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 15:12:39 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, JAKARTA</strong> — Kementerian Pariwisata menyambut capaian industri kuliner nasional setelah dua restoran Indonesia berhasil masuk dalam daftar Asia’s 50 Best Restaurants 2026.</p>
<p>Pencapaian ini dinilai memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata gastronomi di tingkat global.</p>
<p>Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, keberhasilan tersebut menjadi momentum penting dalam mempromosikan kekayaan kuliner Nusantara sebagai bagian dari pengalaman pariwisata yang berkualitas.</p>
<p>“Keberhasilan dua restoran Indonesia menembus daftar Asia’s 50 Best Restaurants 2026 serta penghargaan untuk chef pastry Indonesia merupakan pencapaian yang membanggakan. Ini menunjukkan gastronomi Nusantara memiliki daya saing global ketika dipadukan dengan inovasi dan kualitas,” ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat (27/3/2026).</p>
<p>Berdasarkan pengumuman resmi di Hong Kong pada 25 Maret 2026, restoran August dari Jakarta menempati peringkat ke-42, sementara Locavore NXT dari Ubud, Bali berada di posisi ke-44, keduanya menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>August yang dipimpin Chef Hans Christian dikenal mengusung konsep kuliner kontemporer dengan sentuhan cita rasa Indonesia, restoran ini juga mempertahankan posisinya sebagai salah satu yang terbaik di Tanah Air.</p>
<p>Selain itu, Chef Pastry August, Ardika Dwitama, turut meraih penghargaan <em>Asia’s Best Pastry Chef Award 2026</em>, sebagai pengakuan atas kreativitasnya dalam mengolah bahan lokal menjadi sajian <em>dessert</em> modern.</p>
<p>“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa talenta kuliner Indonesia mampu bersaing dan diakui di tingkat internasional,” kata Widiyanti.</p>
<p>Sementara itu, Locavore NXT menghadirkan konsep kuliner berkelanjutan dengan memanfaatkan bahan lokal secara selektif, pendekatan ini menjadikannya sebagai salah satu representasi kuat gastronomi progresif Indonesia.</p>
<p>Menurut Menteri Pariwisata, capaian ini juga mempertegas peran Bali, khususnya Ubud, sebagai pusat inovasi kuliner yang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan budaya, tetapi juga pengalaman bersantap berkelas dunia.</p>
<p>“Kuliner merupakan bagian penting dari pariwisata, Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai destinasi gastronomi unggulan,” ujarnya</p>
<p>Kementerian Pariwisata melalui program Wonderful Indonesia akan terus mendorong penguatan ekosistem wisata kuliner, mulai dari promosi berbasis kearifan lokal hingga peningkatan eksposur pelaku industri di pasar internasional</p>
<p>“Pencapaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku industri kuliner untuk terus mengangkat identitas lokal Indonesia ke panggung dunia,” tandasnya.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bukan Wisata Alamnya Saja, Museum Mulawarman Tawarkan Liburan Edukatif Sarat Sejarah Saat Lebaran</title>
<link>https://kartanews.com/bukan-wisata-alamnya-saja-museum-mulawarman-tawarkan-liburan-edukatif-sarat-sejarah-saat-lebaran</link>
<guid>https://kartanews.com/bukan-wisata-alamnya-saja-museum-mulawarman-tawarkan-liburan-edukatif-sarat-sejarah-saat-lebaran</guid>
<description><![CDATA[ Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c8c08dd1c42.jpg" length="104702" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 14:03:40 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>KARTANEWS.COM, KUTAI KARTANEGARA</b> — Periode libur Hari Raya Idulfitri dimanfaatkan masyarakat tidak hanya untuk berwisata, tetapi juga mengenal sejarah dan budaya.</p>
<p>Kondisi tersebut, turut mendorong lonjakan kunjungan di Museum Negeri Mulawarman, Kalimantan Timur.</p>
<p>Kepala Tata Usaha UPTD Museum Mulawarman, Sugiyono Ideal, mengatakan jumlah pengunjung mengalami peningkatan signifikan sejak hari pertama Lebaran, terutama dari kalangan keluarga yang memanfaatkan waktu libur untuk rekreasi edukatif.</p>
<p>“Sejak hari pertama Idulfitri, kunjungan meningkat cukup tajam, rata-rata pengunjung harian mencapai 500 hingga 700 orang, jauh lebih tinggi dibandingkan hari biasa,” ujarnya dikutip dari laman resmi Diskominfo Kaltim, Minggu (29/3/2026).</p>
<p>Untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat, pengelola museum melakukan berbagai pembenahan, di antaranya penataan ulang ruang pamer guna menghadirkan suasana yang lebih nyaman.</p>
<p>Bukan hanya itu, penyediaan kios informasi di sejumlah titik juga turut hadir untuk memudahkan pengunjung memahami koleksi.</p>
<p>Museum Mulawarman juga mulai mengoptimalkan layanan berbasis digital melalui peluncuran situs web resmi dan aplikasi telepon pintar yang memuat katalog koleksi serta informasi kegiatan.</p>
<p>“Pengembangan platform digital menjadi salah satu upaya kami untuk mendekatkan museum kepada masyarakat luas,” kata Sugiyono.</p>
<p>Museum ini menampilkan beragam koleksi unggulan yang menjadi daya tarik utama, mulai dari peninggalan Kesultanan Kutai, artefak kuno, patung, lukisan, hingga miniatur rumah adat dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur.</p>
<p>Secara keseluruhan, lebih dari 5.000 koleksi tersimpan di museum tersebut, mencakup berbagai kategori, seperti arkeologi, etnografi, seni, geologi, dan biologika, koleksi tersebut meliputi arca, prasasti, keramik, tekstil, hingga senjata tradisional dan alat musik daerah.</p>
<p>Sejumlah koleksi yang kerap menjadi perhatian pengunjung antara lain singgasana Raja Kutai, patung Lembuswana, serta berbagai peninggalan budaya khas Kalimantan dan keramik dari era Tiongkok kuno</p>
<p>Dengan meningkatnya kunjungan selama libur Lebaran, Museum Mulawarman diharapkan terus menjadi salah satu destinasi edukasi unggulan sekaligus sarana pelestarian sejarah dan budaya di Kalimantan Timur</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Ribu Kursi Kereta Api Masih Tersedia untuk Arus Balik Lebaran</title>
<link>https://kartanews.com/ratusan-ribu-kursi-kereta-api-masih-tersedia-untuk-arus-balik-lebaran</link>
<guid>https://kartanews.com/ratusan-ribu-kursi-kereta-api-masih-tersedia-untuk-arus-balik-lebaran</guid>
<description><![CDATA[ Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c7646c29165.jpg" length="136067" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 13:18:18 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, JAKARTA</strong>– PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat masih tersedia 168.816 kursi untuk perjalanan kereta api pada periode 27 Maret hingga 1 April 2026, yang bertepatan dengan masa arus balik Lebaran.</p>
<p>Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo mengatakan ketersediaan tiket pada periode tersebut relatif mencukupi, terutama untuk perjalanan arus balik.</p>
<p>“Secara umum, ketersediaan tiket kereta api masih cukup banyak, khususnya pada periode arus balik,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).</p>
<p>Dari total kursi yang tersedia, sebanyak 101.698 merupakan kelas eksekutif, 58.725 kursi kelas ekonomi komersial, serta 8.393 kursi ekonomi bersubsidi (PSO).</p>
<p>Untuk menarik minat masyarakat, KAI juga menghadirkan program Promo Silaturahmi berupa potongan harga hingga 20 persen khusus tiket kelas eksekutif. Program berlaku untuk keberangkatan 25 Maret hingga 1 April 2026.</p>
<p>Promo mencakup 61 perjalanan kereta api yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 5.378 penumpang telah memanfaatkan program diskon tersebut.</p>
<p>Sementara itu, volume penumpang pada masa arus balik terpantau lebih landai dibandingkan saat arus mudik.</p>
<p>Pada Jumat, jumlah penumpang yang berangkat tercatat mencapai 31.683 orang dan diperkirakan akan terus bergerak dinamis hingga awal April.</p>
<p>Secara keseluruhan, KAI mencatat total kapasitas kursi kereta api jarak jauh selama masa Angkutan Lebaran, yakni sejak 11 Maret hingga 1 April 2026, mencapai 1.083.674 kursi.</p>
<p>“Tingkat keterisian tempat duduk atau okupansi rata-rata hingga saat ini mencapai 81 persen,” tuturnya.</p>
<p>KAI mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemesanan tiket sesuai jadwal perjalanan yang diinginkan, mengingat pergerakan penumpang masih berpotensi meningkat menjelang puncak arus balik.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Efek Akses Jembatan Baru, Wisatawan Ke Biduk&#45;Biduk Mebludak di Hari Libur Idul Fitri</title>
<link>https://kartanews.com/effek-akses-jembatan-baru-wisatawan-ke-biduk-biduk-mebludak-di-hari-libur-idul-fitri</link>
<guid>https://kartanews.com/effek-akses-jembatan-baru-wisatawan-ke-biduk-biduk-mebludak-di-hari-libur-idul-fitri</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Rein | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c4bf132b4bb.jpg" length="177575" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 13:05:35 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 15px;" ;=""><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> - Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Syamsiah, mengakui tidak menyangka pengunjung Destinasi Wisata di Berau, jauh membludak saat liburan Hari Raya Idul Fitri 2026, khususnya di wilayah Biduk-Biduk. </span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Ia mengatakan fenomena ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan Pariwisata Bumi Batiwakkal, menyusul terbukanya beberapa akses menuju tempat tersebut, seperti Jembatan Nibung perbatasan Berau - Kutai Timur, serta jembatan Kampung Teluk Sumbang.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">"Kami sebenarnya memprediksi bakal ramai, namun tidak seramai ini," ucapnya kepada Kartanews.</span><br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Dari keterangan pihaknya yang berada di lapangan, para pengunjung tidak hanya didominasi wisatawan lokal Berau. Namun dari luar Berau, seperti Kutim, Bontang, bahkan wisatawan internasional juga tampak memadati tempat tersebut.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Ia mengatakan dari 78 <em>Resort, </em>penginapan umum, serta puluhan tenda yang disediakan oleh pihak pengelola, ludes dipenuhi oleh wisatawan.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">"78 <em>Resort </em>lalu tenda kurang lebih 13 itu semua penuh," jelasnya.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Menepis isu terkait pengunjung yang tidak terfasilitasi dengan baik karena tidak memperoleh penginapan, ia mengatakan bahwa saat ini pun banyak warga menjadikan rumahnya sebagai Homestay. Hal Ini bertujuan, apabila pengunjung ingin berwisata dan menggunakan rumah warga sebagai tempat menginap.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Selain itu, pihaknya sudah mengkordinasikan dengan seluruh jajaran tekait untuk mengarahkan pengunjung apabila tidak memperoleh penginapan di resort, maka rumah warga dapat menjadi solusi alternatif.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">"</span><span style="font-size: 15px;" ;="">Tinggal hubungi dimana ada lagi ke warga di situ, kalau penuh ada rumah warga sekarang dijadikan homestay. Sebenarnya isu tidak terfisilitasi dimedia sosial itu tidak benar," tegasnya.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Terlebih lagi, tidak semua yang berkunujung ke Biduk-biduk ingin berliburan secara terencana, sebab banyak yang ingin mengunjungi tempat tersebut namun hanya dengan waktu singkat. </span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Akan tetapi, karena perjalanan yang cukup panjang sehingga pengunjung diharuskan menginap.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">"Banyak yang datang ke sana itu <em>backpackeran </em>aja, ada juga yang baru pertama kali dan niatnya cuma liburan dalam waktu singkat, tapi kerena waktu perjalanannya panjang mau gak mau mereka menginap, padahal butuh persiapan," pungkasnya.</span><br><br><br><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260326_130047_543.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sambut Libur Lebaran, Ketua DPRD Berau Minta Pengelola Wisata Perketat Pengawasan</title>
<link>https://kartanews.com/sambut-libur-lebaran-ketua-dprd-berau-minta-pengelola-wisata-perketat-pengawasan</link>
<guid>https://kartanews.com/sambut-libur-lebaran-ketua-dprd-berau-minta-pengelola-wisata-perketat-pengawasan</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Rein | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bcc55c88acf.jpg" length="427929" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 11:57:47 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 15px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM, BERAU </b></span><span style="font-size: 15px;" ;="">– Menjelang momentum libur Lebaran yang diprediksi akan membawa lonjakan wisatawan, Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, memberikan saran kepada pihak terkait dan pengelola destinasi wisata di Kabupaten Berau. </span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Ia menekankan agar persiapan dilakukan secara matang guna menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Ia mengungkapkan bahwa tren kunjungan ke destinasi wisata di Berau selalu mengalami kenaikan signifikan setiap kali memasuki masa libur panjang. Oleh karena itu, kesiapan fisik lokasi dan personel di lapangan menjadi kunci utama.</span><br><span style="font-size: 19px;" ;=""><b>​</b></span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Dalam keterangannya, Dedi menegaskan bahwa pengawasan terhadap aktivitas wisatawan harus menjadi prioritas utama. Ia tidak ingin aturan keselamatan hanya menjadi pajangan tanpa implementasi yang kuat.</span></p>
<p><span style="font-size: 15px;" ;="">"Pengawasan ini menjadi prioritas. Tidak hanya sekadar aturan di atas kertas, tetapi harus benar-benar dijalankan secara maksimal di lapangan," ucapnya, Jumat (20/03/2026).</span><br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Ia menambahkan bahwa pengelola harus lebih proaktif dalam memantau setiap sudut area wisata, terutama di titik-titik yang memiliki risiko tinggi.</span><br><span style="font-size: 19px;" ;=""><b>​</b></span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Selain menyoroti peran pengelola, Ketua DPRD Berau ini juga menitipkan pesan penting bagi para pelancong. Menurutnya, keselamatan tidak akan terwujud tanpa kedisiplinan dari sisi pengunjung itu sendiri.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​"Wisatawan juga harus menaati semua aturan yang berlaku di lokasi wisata. Jangan mengabaikan rambu atau imbauan yang sudah dipasang pengelola," ujarnya.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Langkah antisipasi ini diharapkan dapat mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan. </span></p>
<p><span style="font-size: 15px;" ;="">Mengingat nama besar Berau sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur yang selalu menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.</span><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260320_115243_858.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kabar Gembira! Berau&#45;Tarakan Kini &amp;apos;Satu Kedipan Mata&amp;apos;, Sadewa Marine Hadirkan Speedboat Canggih Anti&#45;Oleng</title>
<link>https://kartanews.com/kabar-gembira-berau-tarakan-kini-satu-kedipan-mata-sadewa-marine-hadirkan-speedboat-canggih-anti-oleng</link>
<guid>https://kartanews.com/kabar-gembira-berau-tarakan-kini-satu-kedipan-mata-sadewa-marine-hadirkan-speedboat-canggih-anti-oleng</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Rein | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b8fa2d1e855.jpg" length="105745" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 14:53:30 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 15px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM, BERAU</b></span><span style="font-size: 15px;" ;=""> </span><span style="font-size: 15px;" ;=""> – Forum Komunitas Maritim Berau (FKMB) akhirnya melihat buah dari konsistensi mereka sejak tahun 2007. Akses transportasi laut yang menghubungkan Kabupaten Berau dan Kota Tarakan kini resmi dilayani oleh armada Sadewa Marine.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Ketua FKMB, Hasanul Batubara, mengenang bahwa rute ini lahir dari keprihatinan masyarakat yang selama ini harus ke Tarakan untuk urusan administratif seperti Imigrasi dan Bea Cukai. Meski sempat terdampak pandemi COVID-19, semangat membangun dunia maritim tidak surut.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​"Ibarat kapal, nakhodanya masih di atas. Haluan tetap menuju pelabuhan tujuan," tegas Hasanul. </span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Pengoperasian ini diharapkan menjadi tonggak baru kemajuan ekonomi regional, memudahkan mobilisasi masyarakat, serta mempererat hubungan lintas provinsi di Kalimantan.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Sementara itu, Owner Sadewa Marine Tarakan, Sri Eva, mengatakan pengoperasian armada ini bukan sekadar urusan bisnis, melainkan bentuk dedikasi untuk memudahkan mobilitas masyarakat.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">“Kami ingin membantu masyarakat Tarakan dan Berau. Perjalanan darat itu cukup merepotkan. Sebagai pengusaha transportasi laut, kami harus menyediakan akses yang lebih baik,” katanya, Selasa (17/03/2026).</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Salah satu keunggulan utama yang ditawarkan oleh Speedboat Sadewa adalah desain lambung kapal yang inovatif. Sri Eva menjamin penumpang akan tetap merasa nyaman meski kondisi cuaca sedang kurang bersahabat.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">“Sadewa punya cetakan dengan arsitek khusus untuk memecah ombak. Jadi walaupun ombak besar, kapal tetap nyaman dan aman. Kalau dulu mungkin oleng kanan-kiri, sekarang kita sudah inovasi,” jelasnya.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Lebih lanjut, Sri Eva berharap rute ini dapat memperkuat hubungan antara Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur, terutama di sektor pariwisata. Ia melihat potensi besar dari wisatawan, bahkan hingga mancanegara yang ingin mengunjungi destinasi populer seperti Derawan.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">“Kami ingin meningkatkan konektivitas. Banyak masyarakat dari Kaltara bahkan Malaysia yang berlibur ke Derawan di Kaltim. Kami ingin memfasilitasi itu agar ekonomi daerah pun ikut meningkat,” tegasnya.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Saat ini, kata dia, armada Sadewa melayani rute dari Tanjung Redeb menuju Tarakan dengan titik singgah di Tanjung Selor untuk menjemput penumpang.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">“Kehadiran layanan ini diharapkan menjadi tonggak baru kemajuan transportasi air di Bumi Batiwakkal,” pungkasnya. </span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260317_144926_166.sdocx--><span style="font-size: 15px;" ;=""></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengenal Danau Kakaban, Surga Tersembunyi Jutaan Ubur&#45;Ubur Tanpa Sengatan</title>
<link>https://kartanews.com/mengenal-danau-kakaban-surga-tersembunyi-jutaan-ubur-ubur-tanpa-sengatan</link>
<guid>https://kartanews.com/mengenal-danau-kakaban-surga-tersembunyi-jutaan-ubur-ubur-tanpa-sengatan</guid>
<description><![CDATA[ Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b647eb6461e.jpg" length="54784" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 15 Mar 2026 13:49:32 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> - Apakah kamu pernah membayangkan berenang di tengah ribuan ubur-ubur tanpa takut tersengat? Pengalaman langka itu ternyata bisa kamu temukan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.</p>
<p>Fenomena ini tepatnya berada di Danau Kakaban, sebuah danau purba yang berada di tengah Pulau Kakaban, Kepulauan Derawan.</p>
<p>Danau ini dikenal sebagai habitat jutaan ubur-ubur yang unik karena tidak memiliki sengatan berbahaya bagi manusia.</p>
<p>Berbeda dengan ubur-ubur pada umumnya yang dikenal memiliki sengatan cukup menyakitkan, ubur-ubur yang ada di Danau Kakaban justru berenang bebas di sekitar wisatawan tanpa menimbulkan rasa perih di kulit.</p>
<p>Kondisi inilah yang membuat danau tersebut menjadi salah satu destinasi wisata alam yang paling menarik di Berau.</p>
<p>Danau Kakaban terbentuk dari proses alam yang berlangsung sangat lama. Para peneliti memperkirakan danau ini terbentuk sekitar 11.000 hingga 19.000 tahun lalu ketika air laut terjebak di dalam cekungan pulau akibat pengangkatan terumbu karang.</p>
<p>Seiring waktu berjalan, cekungan berubah menjadi danau air payau yang terisolasi dari laut lepas.</p>
<p>Kondisi terisolasi itulah yang kemudian membentuk ekosistem unik di dalam danau, tanpa kehadiran predator alami, seperti penyu atau ikan laut tertentu dan ubur-ubur yang hidup di danau ini tidak lagi membutuhkan mekanisme pertahanan diri yang kuat.</p>
<p>Dalam proses evolusi yang berlangsung selama ribuan tahun, sel penyengat atau nematosit yang dimiliki ubur-ubur perlahan mengalami reduksi dan akibatnya, sengatan mereka tidak lagi terasa berbahaya bagi manusia.</p>
<p>Fenomena ini juga menjadikan Danau Kakaban sebagai salah satu lokasi langka di dunia yang memungkinkan manusia berenang bersama ubur-ubur tanpa risiko sengatan.</p>
<p>Selain di Kakaban, fenomena serupa hanya ditemukan di beberapa tempat di dunia, salah satunya di Palau, Mikronesia.</p>
<p>Menariknya, danau ini tidak hanya dihuni satu jenis ubur-ubur tetapi setidaknya terdapat empat spesies ubur-ubur yang hidup di dalam Danau Kakaban dengan karakteristik yang berbeda-beda.</p>
<p>Pertama adalah ubur-ubur terbalik atau <em>Cassiopea ornata, </em>spesies ini sering ditemukan berada di dasar danau dengan posisi tubuh terbalik, di mana tentakelnya menghadap ke atas untuk menangkap sinar matahari yang dibutuhkan oleh alga simbiotik di dalam tubuhnya untuk berfotosintesis.</p>
<p>Selain itu terdapat ubur-ubur bulan atau <em>Aurelia aurita</em> yang memiliki tubuh transparan dengan pola menyerupai daun semanggi pada bagian tudungnya, spesies ini dikenal dengan gerakannya yang lembut dan mudah dikenali oleh wisatawan.</p>
<p>Spesies lain yang cukup banyak terlihat adalah ubur-ubur totol atau Mastigias papua yang memiliki ciri bintik-bintik putih pada tubuhnya dan sering terlihat berenang di permukaan danau dalam jumlah yang besar.</p>
<p>Sementara itu terdapat pula ubur-ubur kotak kecil atau <em>Tripedalia cystophora</em> yang ukurannya sangat mungil sehingga sering kali tidak terlihat dengan jelas di dalam air.</p>
<p>Meski terlihat aman, ekosistem Danau Kakaban tergolong sangat rapuh sehingga tubuh ubur-ubur yang sebagian besar terdiri dari air membuat mereka sangat mudah rusak apabila terkena benturan atau perlakuan yang tidak tepat.</p>
<p>Karena itu wisatawan yang berenang di danau ini diwajibkan mengikuti sejumlah aturan. Salah satunya adalah larangan menggunakan fin atau kaki katak karena gerakan tersebut dapat melukai tubuh ubur-ubur.</p>
<p>Pengunjung juga tidak diperbolehkan mengangkat ubur-ubur keluar dari air, serta penggunaan tabir surya secara berlebihan juga tidak dianjurkan karena kandungan kimia di dalamnya dapat mencemari air danau yang tidak memiliki sirkulasi langsung dengan laut.</p>
<p>Untuk mencapai Pulau Kakaban, wisatawan dari luar Berau umumnya memulai perjalanan dari Bandara Kalimarau, lalu perjalanan dilanjutkan menuju Tanjung Batu sebelum menyeberang menggunakan speedboat menuju Kepulauan Derawan dan Pulau Kakaban.</p>
<p>Keunikan Danau Kakaban menjadikannya tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai salah satu laboratorium alam yang penting bagi penelitian mengenai evolusi dan adaptasi makhluk hidup di lingkungan yang terisolasi.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Berau Siap Sambut Wisatawan, Pulau Derawan hingga Labuan Cermin Masih Jadi Primadona</title>
<link>https://kartanews.com/berau-siap-sambut-wisatawan-pulau-derawan-hingga-labuan-cermin-masih-jadi-primadona</link>
<guid>https://kartanews.com/berau-siap-sambut-wisatawan-pulau-derawan-hingga-labuan-cermin-masih-jadi-primadona</guid>
<description><![CDATA[ Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b101da402e1.jpg" length="470725" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 13:49:37 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> - Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi potensi lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026.</p>
<p>Kepala Bidang Pengembangan Wisata Disbudpar Berau, Samsiah menyampaikan bahwa persiapan dilakukan melalui koordinasi dengan pengelola destinasi wisata, pemerintah kampung, pelaku usaha pariwisata, serta instansi terkait.</p>
<p>“Untuk persiapan destinasi yang ada di Berau, Disbudpar telah berkoordinasi dengan kepala kampung, pengelola daya tarik wisata, serta pelaku usaha pariwisata dengan menyampaikan surat imbauan terkait kesiapan destinasi menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (11/3/2026).</p>
<p>Selain itu, Disbudpar juga mengikuti rapat koordinasi yang dipimpin Kapolres Berau dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 serta pertemuan lanjutan bersama Kapolda Kalimantan Timur dan pemerintah provinsi untuk persiapan pelayanan prima, keamanan, dan kenyamanan bagi wisatawan.</p>
<p>Dari segi destinasi wisata, Samsiah menyampaikan bahwa sejumlah destinasi wisata unggulan di Kabupaten Berau diperkirakan kembali menjadi tujuan favorit wisatawan dan meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.</p>
<p>Hal tersebut didorong oleh tingginya minat masyarakat terhadap wisata domestik serta semakin luasnya promosi destinasi wisata Berau.</p>
<p>"Untuk destinasi wisata, kawasan kepulauan masih menjadi primadona, terutama Pulau Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki karena dikenal dengan keindahan alam bawah lautnya dan snorkeling nya," ungkapnya.</p>
<p>Selain itu, sejumlah destinasi lain juga diprediksi mengalami peningkatan kunjungan, seperti Air Panas Asin Pemapak, Danau Tulung Ni Lenggo, kawasan wisata pesisir Biduk-Biduk khususnya Labuan Cermin, Pulau Kaniyungan, hingga Teluk Sumbang.</p>
<p>Destinasi penyangga menuju kawasan strategis pariwisata nasional juga diperkirakan akan ramai dikunjungi, mulai dari wilayah Gunung Tabur hingga Tanjung Batu.</p>
<p>Sementara itu, wisata alam di wilayah pedalaman seperti Air Terjun Tambalang di Kecamatan Kelay serta sejumlah objek wisata di Kecamatan Segah juga diprediksi mengalami peningkatan kunjungan wisatawan tahun ini.</p>
<p>Kesiapan fasilitas pendukung juga menjadi perhatian, seperti area parkir, kebersihan lingkungan, toilet umum, ketersediaan air bersih, serta pusat informasi wisata. Di kawasan Tanjung Batu misalnya, telah tersedia fasilitas Tourist Information Center (TIC) untuk memberikan informasi kepada wisatawan.</p>
<p>“Kami telah mengimbau pengelola destinasi agar meningkatkan standar pelayanan serta menambah personel pengelola sehingga wisatawan mendapatkan pengalaman berwisata yang nyaman,” jelasnya.</p>
<p>Dalam mengantisipasi potensi risiko selama masa liburan, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait seperti BMKG, BPBD, Basarnas, dan PMI guna menyiapkan langkah-langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan wisata, cuaca ekstrem, maupun kondisi darurat lainnya.</p>
<p>Samsiah mengungkapkan, Disbudpar juga mendorong pengelola destinasi wisata untuk menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku serta menampilkan informasi SOP bagi pengunjung di setiap daya tarik wisata.</p>
<p>“Kami terus melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha pariwisata dan pengelola destinasi terkait penerapan SOP pelayanan dan keselamatan wisatawan agar aktivitas wisata tetap aman dan nyaman,” ujarnya.</p>
<p>Libur Lebaran juga diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi daerah, terutama bagi pelaku usaha di sektor pariwisata, transportasi, kuliner, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).</p>
<p>“Kami mendorong wisatawan untuk turut mendukung UMKM lokal dengan membeli produk-produk khas daerah sehingga manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.</p>
<p>Sebagai penutup, Samsiah mengimbau para wisatawan untuk menjaga kebersihan dan mematuhi aturan yang berlaku di setiap destinasi wisata serta turut menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak melakukan tindakan yang merusak kawasan wisata seperti vandalisme atau graffiti</p>
<p>“Kami mengimbau wisatawan untuk menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta bagi yang membawa anak-anak juga diharapkan dapat melakukan pengawasan dengan baik,” tutupnya.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sempat Ricuh! Pertemuan Tapal Batas Biatan Ilir&#45;Melawai di Kantor Bupati Berau Berakhir Tegas</title>
<link>https://kartanews.com/sempat-ricuh-pertemuan-tapal-batas-biatan-ilir-melawai-di-kantor-bupati-berau-berakhir-tegas</link>
<guid>https://kartanews.com/sempat-ricuh-pertemuan-tapal-batas-biatan-ilir-melawai-di-kantor-bupati-berau-berakhir-tegas</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Rein | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a7d5bb959b5.jpg" length="86790" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 14:50:42 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> - Jajaran Pemerintah Kampung Biatan Ilir bersama puluhan warganya kembali menuntut kejelasan terkait tapal batas wilayah yang menjadi sengketa dengan kampung Melawai di kantor Bupati Berau, Rabu (04/03/2026). </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Dalam pertemuan yang bertajuk "Samindal Kampung Biatan Ilir" tersebut, sempat terjadi keributan kecil lantaran ada ketidakpuasan pihak kampung dalam proses berjalanannya rapat bersama jajaran pemerintah daerah. Akan tetapi dapat diredakan oleh pihak keamanan.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Kepala Kampung Biatan Ilir, Abdul Hafid, mengatakan ada catatan penting yang disepakati bersama pemerintah daerah usai pertemuan tersebut. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Yang pertama masyarakat saya itu harus aman, yang kedua Pemda tetap mengurus dan berusaha menyelesaikan tapal batas tersebut," tutur hafid. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Ia melanjutkan pemda menyampaikan bahwa telah memiliki peta dan titik koordinat mengenai wilayah tersebut, sebagai bahan tindak lanjut yang akan mempercepat penentuan batas wilayah tersebut.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Pemda Berau dan Kutim, itu sama-sama turun kelapangan kita cek dimana titik koordinatnya. Saya yakin kalau sudah sama-sama sudah turun ke lapangan, pasti tidak ada konflik," ujarnya.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Ia juga menegaskan, pihaknya akan tetap bertahan di Kantor Bupati Berau hingga Pemerintah Daerah turun ke Biatan ilir untuk melakukan pemantauan lapangan untuk melihat kondisi rill lapangan. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Kami akan tetap bertahan di sini," pungkasnya.</span><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260304_144531_645.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tak Sekadar Sensasi, Munculnya Paus Orca di Maratua Bukti Kesehatan Ekosistem Laut Berau</title>
<link>https://kartanews.com/tak-sekadar-sensasi-munculnya-paus-orca-di-maratua-bukti-kesehatan-ekosistem-laut-berau</link>
<guid>https://kartanews.com/tak-sekadar-sensasi-munculnya-paus-orca-di-maratua-bukti-kesehatan-ekosistem-laut-berau</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Mursyidah Auni | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a107f905096.jpg" length="121759" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 10:59:10 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> – Kemunculan paus orca di perairan Kepulauan Maratua disambut Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau sebagai fenomena alam yang luar biasa sekaligus membanggakan. Fenomena ini dinilai menjadi indikator bahwa ekosistem laut Berau masih dalam kondisi relatif baik dan mendukung berbagai macam keberagaman hayati laut.</p>
<p>Kepala Bidang Pengembangan Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah, menegaskan kemunculan megafauna laut tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai euforia wisata, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen terhadap pengelolaan pariwisata yang keberlanjutan.</p>
<p>“Kemunculan paus orca ini kami sambut sebagai fenomena alam yang luar biasa. Ini menunjukkan ekosistem laut Berau masih terjaga. Namun, kami tidak melihatnya hanya sebagai atraksi wisata, melainkan sebagai penguat komitmen pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan,” ujarnya, kepada wartawan kartanews.com, Jumat (27/2/2026).</p>
<p>Terkait potensi pemanfaatan sebagai materi promosi wisata, Disbudpar menyatakan pada prinsipnya fenomena tersebut dapat menjadi bagian dari narasi promosi, namun dengan pendekatan yang bijak. Paus Orca tidak akan dijadikan atraksi utama untuk menarik wisatawan datang secara khusus memburu satwa tersebut.</p>
<p>Samsiah menjelaskan bahwa paus orca bukan satwa yang menetap permanen di suatu wilayah. Kemungkinan besar perairan Maratua hanya menjadi lintasan migrasi. Jika keberadaannya berlangsung lebih lama, hal tersebut dapat menjadi indikasi ketersediaan pakan yang melimpah di perairan Berau.</p>
<p>“Fenomena ini kami kemas sebagai bagian dari narasi besar bahwa Berau adalah destinasi bahari yang kaya biodiversitas dan dikelola secara bertanggung jawab, bukan sebagai komoditas atraksi reguler,” tegasnya.</p>
<p>Dalam hal promosi digital, Disbudpar mengapresiasi peran para kreator konten dan operator wisata yang telah membagikan dokumentasi kemunculan orca secara luas. Konten tersebut dinilai sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi pentahelix dalam mempromosikan pariwisata daerah.</p>
<p>“Kami bangga karena temuan ini diangkat oleh para content creator dan operator wisata melalui konten edukatif yang dibagikan ribuan orang. Tidak semua promosi harus dikerjakan langsung oleh Disbudpar. Ini bentuk kolaborasi,” tambah Samsiah.</p>
<p>Disbudpar secepatnya akan menyusun konten narasi edukatif mengenai cara berinteraksi yang benar dengan satwa laut, termasuk paus orca, guna meningkatkan kesadaran konservasi di kalangan wisatawan dan pelaku usaha wisata.</p>
<p>Secara global, wisata pengamatan satwa liar memiliki pasar tersendiri, khususnya wisatawan minat khusus <em>(special interest tourism).</em></p>
<p>Samsiah mengungkapkan fenomena kemunculan orca dinilai berpotensi meningkatkan eksposur destinasi Berau di tingkat nasional maupun internasional. Peningkatan kunjungan tetap harus berada dalam koridor daya dukung lingkungan.</p>
<p>“Maratua memiliki <em>branding</em> sebagai <em>Quality Tourism and Sustainable Tourism.</em> Jadi setiap potensi peningkatan kunjungan harus tetap memperhatikan aspek keberlanjutan,” jelasnya.</p>
<p>Kemunculan paus orca juga dinilai memperkuat <em>positioning</em> Berau sebagai destinasi bahari kelas dunia. Selama ini, daya tarik utama kawasan Kepulauan Derawan dan sekitarnya meliputi <em>snorkeling, diving, dan island hopping.</em></p>
<p>Dalam memastikan promosi tetap sejalan dengan prinsip konservasi, Samsiah menegaskan bahwa konservasi merupakan fondasi utama, sementara promosi adalah konsekuensi.</p>
<p>“Tidak ada promosi yang mendorong wisatawan untuk mendekat, mengejar, atau mengganggu satwa di habitat aslinya. Semua narasi harus selaras dengan regulasi perlindungan satwa liar dan prinsip ekowisata dan kami usahakan untuk antisipasi ini,” tegasnya.</p>
<p>Sebagai langkah preventif, Disbudpar juga akan menyampaikan imbauan kepada operator kapal wisata melalui media sosial.</p>
<p>Adapun imbauan tersebut, yaitu menjaga jarak aman 100–200 meter dari satwa, tidak melakukan pengejaran, tidak memberi pakan, serta menghindari kebisingan yang berlebih. Pedoman ini bertujuan menjaga keselamatan wisatawan sekaligus melindungi satwa di habitat alaminya.</p>
<p>Sementara itu, Akademisi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman sekaligus peneliti, Muchlis Efendi mengingatkan kepada nelayan di Maratua agar lebih berhati-hati dan segera menjauh jika bertemu paus orca.</p>
<p>"Biasanya bergerak di awal-awal tahun, seperti sebelumnya. Jangan percaya film yang menyatakan Orca tuh memang hewan cerdas bisa dilatih oleh manusia. Sementara aslinya habitatnya di alam liar. Hewan ini adalah puncak predator. Jadi, sedapat mungkin ya batasi lah jarak interaksi dengan mereka," ujarnya, dilansir dari detik.com, Jumat (27/2/2026).</p>
<p>Lebih lanjut, Disbudpar berau telah berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait fenomena ini. Berdasarkan penjelasan KKP, perairan Berau memang berada pada jalur migrasi berbagai biota laut besar serta memiliki karakteristik laut dalam yang produktif, sehingga memungkinkan menjadi lintasan paus orca.</p>
<p>Untuk memastikan momentum ini berdampak jangka panjang, Disbudpar juga telah merumuskan berbagai strategi kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi konservasi seperti WWF.</p>
<p>Strategi ini nantinya akan menjadi penguatan narasi Berau sebagai destinasi bahari berkelanjutan, peningkatan edukasi konservasi laut, serta pengembangan standar operasional wisata bahari berbasis konservasi.</p>
<p>“Momentum ini tidak boleh berhenti pada viralitas sesaat. Harus menjadi penguat branding Berau sebagai destinasi kelas dunia yang tidak hanya indah, tetapi juga bertanggung jawab dan berkelanjutan,” pungkasnya.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menikmati Pesona Bahari Berau, Ini Rekomendasi Hotel dan Resort Terbaik yang Wajib Kamu Ketahui</title>
<link>https://kartanews.com/menikmati-pesona-bahari-berau-ini-rekomendasi-hotel-dan-resort-terbaik-yang-wajib-kamu-ketahui</link>
<guid>https://kartanews.com/menikmati-pesona-bahari-berau-ini-rekomendasi-hotel-dan-resort-terbaik-yang-wajib-kamu-ketahui</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Mursyidah Auni | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202602/image_870x580_699d417ce3e30.jpg" length="356219" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 14:14:19 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> – Kabupaten Berau dikenal sebagai salah satu gerbang utama menuju surga bawah laut di Indonesia. Gugusan pulau eksotis, pantai berpasir putih, dan kekayaan biota laut menjadikan wilayah ini magnet wisata bahari kelas dunia.</p>
<p>Destinasi seperti Kepulauan Derawan, Maratua, Sangalaki, hingga Danau Labuan Cermin di Biduk-Biduk telah lama memikat wisatawan domestik maupun mancanegara.</p>
<p>Keindahan terumbu karang, kejernihan air laut, hingga pengalaman berenang bersama penyu hijau dan pari manta menjadi daya tarik utama. Selain itu, keunikan Danau Labuan Cermin dengan fenomena dua rasa air tawar di permukaan dan air asin di dasar menjadi pengalaman langka yang sulit ditemukan di tempat lain.</p>
<p>Untuk menunjang pengalaman wisata yang optimal, pemilihan akomodasi menjadi faktor penting. Berikut sejumlah rekomendasi hotel dan resort terbaik di Kabupaten Berau berdasarkan lokasi destinasi.</p>
<p><strong>Pulau Maratua: Eksklusivitas dan Panorama Laut Lepas</strong></p>
<p>Pulau Maratua dikenal sebagai destinasi premium dengan lanskap laut biru jernih dan konsep penginapan di atas air (water villa).</p>
<p>1. Arasatu Villas &amp; Sanctuary</p>
<p>Resort ini menjadi salah satu pilihan terfavorit di Maratua. Mengusung konsep vila modern di atas laut, Arasatu menawarkan privasi tinggi dengan akses langsung ke perairan jernih. Fasilitasnya dirancang untuk wisatawan yang menginginkan pengalaman relaksasi maksimal, termasuk pasangan yang berbulan madu.</p>
<p>2. Pratasaba Resort</p>
<p>Terletak di area yang relatif tenang, Pratasaba dikenal dengan suasana alami dan pelayanan yang ramah. Keunggulan resort ini adalah keberadaan terumbu karang yang dapat dinikmati langsung dari area dermaga, sehingga tamu dapat snorkeling tanpa perlu perjalanan jauh.</p>
<p>3. Noah Maratua Resort</p>
<p>Resort ini memiliki desain ikonik dengan panorama matahari terbenam yang memukau. Posisi bangunan yang menghadap laut lepas menjadikannya lokasi ideal untuk menikmati suasana senja khas Maratua.</p>
<p><strong>Pulau Derawan: Interaksi Langsung dengan Penyu</strong></p>
<p>Pulau Derawan menawarkan suasana yang lebih ramai dan akses mudah menuju berbagai spot penyelaman. Salah satu daya tarik utamanya adalah keberadaan penyu hijau yang kerap muncul di sekitar permukiman dan penginapan.</p>
<p>1. Derawan Fisheries Cottage</p>
<p>Penginapan ini populer karena memiliki balkon pribadi yang menghadap langsung ke laut. Tidak jarang penyu hijau terlihat berenang di sekitar cottage, sehingga tamu dapat menyaksikannya dari atas kamar.</p>
<p>2. Cucun Cottage</p>
<p>Cottage ini menawarkan suasana yang lebih privat dengan fasilitas memadai untuk wisatawan keluarga maupun rombongan kecil. Lokasinya strategis dan nyaman untuk menikmati suasana pulau.</p>
<p><strong>Biduk-Biduk: Akses Menuju Labuan Cermin dan Kaniungan</strong></p>
<p>Kecamatan Biduk-Biduk menjadi pintu masuk menuju Danau Labuan Cermin dan Pantai Kaniungan yang eksotis. Akomodasi di kawasan ini umumnya berupa cottage dan homestay dengan nuansa alami.</p>
<p>1. Raya Cottage</p>
<p>Menjadi salah satu penginapan yang banyak direkomendasikan, Raya Cottage menawarkan kamar yang bersih dan nyaman. Lokasinya dekat dengan titik keberangkatan menuju Labuan Cermin sehingga memudahkan mobilitas wisatawan.</p>
<p>2. Penginapan Biduk Clarisa</p>
<p>Homestay ini menghadirkan suasana hangat khas pesisir dengan fasilitas yang cukup lengkap. Cocok untuk keluarga yang ingin menikmati wisata alam dengan nuansa lebih santai.</p>
<p><strong>Tanjung Redeb: Transit Nyaman Sebelum Menyeberang</strong></p>
<p>Sebagian besar wisatawan biasanya bermalam terlebih dahulu di Tanjung Redeb sebelum melanjutkan perjalanan ke pulau-pulau. Kota ini menyediakan pilihan hotel dengan fasilitas lebih lengkap.</p>
<p>1. Mercure Berau</p>
<p>Sebagai hotel bintang empat, Mercure Berau menawarkan fasilitas modern seperti kolam renang, restoran, dan ruang pertemuan. Hotel ini menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang menginginkan kenyamanan setelah penerbangan panjang.</p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202602/image_870x_699d40aa4573a.jpg" alt=""></p>
<p>2. Bumi Segah Hotel</p>
<p>Hotel ini telah lama menjadi favorit karena lokasinya yang berada di tepi Sungai Segah. Selain strategis, kualitas hidangan yang disajikan juga dikenal baik.</p>
<p>3. Palmy Exclusive Hotel</p>
<p>Mengusung konsep modern minimalis, hotel ini memiliki fasilitas rooftop kitchen yang memungkinkan tamu menikmati pemandangan kota dari ketinggian.</p>
<p><strong>Tips Pemesanan Akomodasi</strong></p>
<p>Wisatawan disarankan melakukan pemesanan jauh hari, khususnya untuk resort populer di Maratua yang kerap penuh saat musim liburan. Beberapa resort juga menyediakan paket perjalanan lengkap termasuk makan dan layanan antar-jemput dari bandara. Pemesanan dapat dilakukan melalui berbagai platform perjalanan daring yang kerap menawarkan promo khusus untuk kawasan Berau.</p>
<p>Rencanakan akomodasi yang tepat, pengalaman menikmati pesona bahari Berau akan terasa lebih maksimal. Keindahan alam yang berpadu dengan kenyamanan penginapan menjadi kombinasi sempurna bagi siapa pun yang ingin menjelajahi surga tropis di Kalimantan Timur.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kinerja Pariwisata 2025 Lampaui Target, Kontribusi Ekonomi dan Serapan Tenaga Kerja Meningkat</title>
<link>https://kartanews.com/kinerja-pariwisata-2025-lampaui-target-kontribusi-ekonomi-dan-serapan-tenaga-kerja-meningkat</link>
<guid>https://kartanews.com/kinerja-pariwisata-2025-lampaui-target-kontribusi-ekonomi-dan-serapan-tenaga-kerja-meningkat</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Mursyidah Auni | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202602/image_870x580_6996b0730b096.jpg" length="105910" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 14:41:33 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, JAKARTA</strong> – Kementerian Pariwisata melaporkan capaian sektor pariwisata sepanjang 2025 melampaui sejumlah target strategis pemerintah dan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi serta perluasan kesempatan kerja.</p>
<p>Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana didampingi Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa menyampaikan bahwa indikator utama kinerja pariwisata tahun 2025 menunjukkan tren positif dan memperkuat posisi sektor ini sebagai salah satu penopang ekonomi nasional.</p>
<p>“Capaian tahun 2025 membuktikan bahwa kebijakan pembangunan pariwisata berjalan efektif dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian,” ujar Widiyanti dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata, dilansir dari situs resmi Kemenpar, Kamis (19/2/2026).</p>
<p>Pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,11 persen dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar Rp23.821 triliun, sektor pariwisata berkontribusi sebesar 3,97 persen.</p>
<p>Jika memperhitungkan dampak berganda terhadap sektor terkait, total kontribusinya diperkirakan mencapai 4,80 persen atau setara Rp946 triliun hingga Rp1.143 triliun.</p>
<p>Aktivitas pariwisata ditopang oleh empat lapangan usaha utama dengan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebagai penggerak utama. Sepanjang 2025, sektor ini tumbuh 7,41 persen dan menyumbang 0,24 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.</p>
<p>Selain itu, tiga sektor lain yang berkaitan erat dengan pariwisata juga mencatat pertumbuhan signifikan, yakni jasa lainnya tumbuh 9,93 persen, jasa perusahaan 9,10 persen, serta transportasi dan pergudangan 8,78 persen.</p>
<p>Widiyanti menyatakan optimisme bahwa sektor pariwisata akan terus memperbesar perannya dalam struktur ekonomi nasional seiring penguatan kualitas destinasi dan peningkatan konektivitas.</p>
<p>Dari sisi ketenagakerjaan, pariwisata tetap menjadi salah satu sektor dengan daya serap tenaga kerja terbesar. Data Sakernas BPS dan Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 25,91 juta tenaga kerja terserap di sektor ini sepanjang 2025, meningkat 3,64 persen dibandingkan 25,01 juta tenaga kerja pada 2024.</p>
<p>Kenaikan ini mencerminkan efek langsung pertumbuhan pariwisata terhadap penciptaan lapangan kerja, termasuk di sektor pendukung seperti UMKM, penyelenggaraan event, jasa kebersihan dan keamanan, pemasaran, hingga layanan berbasis digital.</p>
<p>Sementara itu, penguatan destinasi dan ekonomi daerah dilakukan melalui program Karisma Event Nusantara (KEN). Sepanjang 2025, sebanyak 99 event terselenggara di berbagai daerah. Jumlah tersebut meningkat menjadi 125 event yang telah dikurasi untuk pelaksanaan tahun 2026 di 38 provinsi.</p>
<p>Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa menegaskan bahwa event pariwisata tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai instrumen penggerak ekonomi lokal.</p>
<p>“Event memberikan dampak ekonomi langsung, membuka peluang usaha dan kerja, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengembangan destinasi,” ujarnya.</p>
<p>Dari sisi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), periode Januari–Desember 2025 mencatat 15,39 juta kunjungan dengan rata-rata pengeluaran per kedatangan (ASPA) sebesar 1.267 dolar AS. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025.</p>
<p>Perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) juga mencatatkan kinerja tertinggi sepanjang sejarah, dengan total 1,2 miliar perjalanan, melampaui target 1,08 miliar perjalanan. Adapun perjalanan wisatawan nasional (wisnas) ke luar negeri tercatat sebanyak 9,17 juta perjalanan.</p>
<p>Pertumbuhan kunjungan wisman yang lebih tinggi dibandingkan perjalanan wisnas menghasilkan surplus kunjungan sebesar 6,22 juta pada 2025, meningkat 25,93 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Surplus tersebut dinilai memperkuat kontribusi devisa sektor pariwisata terhadap neraca ekonomi nasional.</p>
<p>Memasuki 2026, pemerintah menargetkan kunjungan wisman sebesar 16 juta hingga 17,6 juta, serta 1,18 miliar perjalanan wisnus. Strategi pencapaian akan difokuskan pada peningkatan kualitas destinasi, penguatan konektivitas transportasi, pengembangan event unggulan, serta promosi berbasis pasar prioritas.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengenal Sape, Alat Musik Petik Khas Dayak yang Mendunia</title>
<link>https://kartanews.com/mengenal-sape-alat-musik-petik-khas-dayak-yang-mendunia</link>
<guid>https://kartanews.com/mengenal-sape-alat-musik-petik-khas-dayak-yang-mendunia</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Mursyidah Auni | Editor : Rein ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202602/image_870x580_698dcfd98cf66.jpg" length="116130" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 21:07:21 +0800</pubDate>
<dc:creator>Jurnalis</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, INDONESIA</strong> - Sape yang juga dikenal dengan sebutan sampe atau sapeq merupakan alat musik petik tradisional masyarakat Dayak di Kalimantan. Instrumen ini tidak hanya berfungsi sebagai pengiring hiburan, tetapi memiliki akar historis dan spiritual yang kuat dalam kehidupan sosial budaya suku Dayak, khususnya subetnis Kayan, Kenyah, dan Bahau.</p>
<p>Karakter suaranya yang lembut, meditatif, dan repetitif, sape kerap dijuluki sebagai “alat musik dari surga” oleh para pegiat seni karena nuansanya yang menenangkan dan reflektif.</p>
<p><strong>Jejak Sejarah dan Nilai Spiritual</strong></p>
<p>Dalam tradisi lisan masyarakat Dayak, sape diyakini berasal dari ilham spiritual. Salah satu legenda yang berkembang di kalangan Dayak Kenyah menyebutkan bahwa alat musik ini tercipta dari mimpi seorang lelaki yang mendengar alunan bunyi indah dari alam, baik dari dasar sungai maupun dari hutan.</p>
<p>Ia kemudian membuat instrumen dari kayu berbentuk menyerupai perahu dengan dawai dari serat pohon, mengikuti petunjuk dalam mimpinya. Sejak saat itu, sape dipercaya memiliki kekuatan untuk menenangkan jiwa dan mengiringi ritual penyembuhan.</p>
<p>Pada masa lalu, sape dimainkan dalam upacara adat, ritual pengobatan (belian), serta sebagai sarana komunikasi simbolik dengan roh alam. Permainannya bersifat repetitif dan hipnotik, selaras dengan fungsi ritual yang sakral.</p>
<p>Dalam beberapa komunitas, terdapat pula aturan adat yang membatasi siapa yang boleh memainkan sape, termasuk larangan bagi perempuan pada masa tertentu.</p>
<p><strong>Konstruksi dan Ciri Fisik</strong></p>
<p>Secara organologis, sape termasuk dalam kelompok kordofon (alat musik berdawai). Bentuknya memanjang dengan bagian tubuh menyerupai perahu atau badan manusia tanpa lubang suara di bagian depan, rongga resonansi biasanya berada di bagian belakang atau bawah badan instrumen.</p>
<p>Secara tradisional, sape dibuat dari satu balok kayu utuh yang dilubangi bagian tengahnya. Kayu yang umum digunakan antara lain kayu adau (nangka hutan) dan kayu marang, karena ringan serta memiliki kualitas resonansi yang baik.</p>
<p>Pada masa lalu, dawai dibuat dari serat pohon aren atau rotan yang dipilin. Seiring perkembangan zaman, bahan tersebut digantikan oleh kawat baja atau senar gitar untuk menghasilkan suara yang lebih kuat dan stabil.</p>
<p>Bagian fret atau penentu nada awalnya dibuat dari potongan kayu atau bambu kecil yang ditempel menggunakan lilin lebah hutan (kelulut), sehingga dapat digeser sesuai kebutuhan tangga nada.</p>
<p><strong>Transformasi ke Panggung Dunia</strong></p>
<p>Perkembangan sape tidak terlepas dari perubahan fungsi sosialnya. Jika dahulu digunakan terutama untuk ritual adat dan penyembuhan, kini sape tampil sebagai instrumen hiburan dan pertunjukan seni.</p>
<p>Jumlah dawai yang semula hanya dua atau tiga, kini dapat mencapai empat hingga delapan dawai pada sape modern. Bahkan, beberapa pengrajin menambahkan pickup elektrik sehingga lahir sape elektrik yang dapat tampil di panggung besar bersama instrumen modern lainnya.</p>
<p>Transformasi ini membuka ruang kolaborasi lintas genre, mulai dari musik pop, jazz, hingga world music. Sape kerap dipentaskan dalam festival budaya tingkat nasional dan internasional, memperkenalkan identitas Dayak ke panggung global.</p>
<p><strong>Makna Ornamen dan Identitas Budaya</strong></p>
<p>Hampir seluruh sape dihiasi ukiran khas Dayak yang sarat makna simbolik. Motif yang sering digunakan antara lain motif pakis, aso (naga anjing), serta ornamen geometris yang merepresentasikan hubungan manusia dengan alam dan leluhur.</p>
<p>Ukirannya bukan sekadar elemen estetika, tetapi menjadi penanda identitas budaya, status sosial, serta perlindungan spiritual bagi pemiliknya.</p>
<p>Keberadaan ornamen ini menegaskan bahwa sape bukan sekadar alat musik, melainkan karya seni ukir yang menyatu dengan nilai kosmologi masyarakat Dayak.</p>
<p><strong>Peran Maestro dan Upaya Pelestarian</strong></p>
<p>Popularitas sape di kancah nasional dan internasional tidak terlepas dari kontribusi para maestro, seperti Uyau Moris dan sejumlah seniman Dayak lainnya yang aktif memperkenalkan sape melalui rekaman dan pertunjukan lintas negara.</p>
<p>Berbagai sanggar seni dan komunitas budaya di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Sarawak (Malaysia) juga terus mengajarkan teknik bermain sape kepada generasi muda.</p>
<p>Dalam konteks pelestarian, sape kini diajarkan di sejumlah sekolah dan ditampilkan dalam agenda kebudayaan daerah. Pemerintah daerah bersama komunitas adat juga mendorong dokumentasi musik tradisional ini sebagai bagian dari warisan budaya takbenda.</p>
<p><strong>Warisan yang Terus Beradaptasi</strong></p>
<p>Keberlanjutan sape menunjukkan bahwa tradisi dapat beradaptasi tanpa kehilangan esensinya. Meskipun material, jumlah dawai, dan sistem penguat suara mengalami perubahan, karakter bunyi yang lembut dan kontemplatif tetap menjadi ciri khas utama.</p>
<p>Sape bukan sekadar instrumen musik, melainkan representasi identitas, spiritualitas, dan daya tahan budaya masyarakat Dayak. Dari rumah panjang di pedalaman Kalimantan hingga panggung internasional, alunan sape terus mengalir sebagai simbol harmoni antara manusia, alam, dan tradisi yang diwariskan lintas generasi.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Resmikan Rumah Pilah Sampah, Bupati Berau Fokus Benahi Infrastruktur Pariwisata</title>
<link>https://kartanews.com/resmikan-rumah-pilah-sampah-bupati-berau-fokus-benahi-infrastruktur-pariwisata</link>
<guid>https://kartanews.com/resmikan-rumah-pilah-sampah-bupati-berau-fokus-benahi-infrastruktur-pariwisata</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Rein | Editor : Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c14eecae93.jpg" length="102806" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 13:37:41 +0800</pubDate>
<dc:creator>Jurnalis Karta News</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> - Pemerintah Kabupaten Berau, meresmikan rumah pilah sampah atau Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang  pengelolaannya berbasiskan partisispasi masyarakat, Rabu (11/02/2026).</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">TPS3R tersebut, fokus pada pemilahan dan pengolahan sampah (organik/anorganik) dalam skala komunal untuk mendorong ekonomi sirkular, bukan sekadar membuang sampah. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menyampaikan, dengan terwujudnya bangunan pengelolaan sampah ini, tentu menjadi solusi penangan kebersiahan di Pulau Drawan, dalam menjaga estetika Destinasi Wisata andalan Bumi Batiwakkal tersebut.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Peresmian ini menandai peralihan dari budaya "ambil-pakai-buang" menuju pemilahan sampah mandiri dari rumah,"ucapnya.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Hal ini juga sebagai tanda bahwa Pemkab Berau benar-benar fokus untuk membenahi segala infrastruktur pariwisata, mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dan UMKM yang diiringi dengan pengembangan sektor pertanian, perkebunan, perikanan.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Kawasan pariwisata harus bersih dan dilengkapi tempat pembuangan sampah yang memadai dan memiliki  tempat pengelolaan sampah yang representatif,"tegas Bupati.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">TPS3R sendiri, merupakan fasilitas pengelolaan sampah berbasis komunal yang menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) guna mengurangi timbunan sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Melalui fasilitas ini, sampah dipilah sejak dari sumbernya, kemudian diolah sesuai jenisnya. Sampah organik dimanfaatkan menjadi kompos maupun pakan ternak berupa maggot, sementara sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang sehingga memiliki nilai ekonomi,  dan mengurangi  beban sampah yang diangkut ke TPA, menjaga kebersihan lingkungan, dan meningkatkan nilai ekonomis sampah.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Dengan adanya TPS3R ini, diharapkan pengelolaan sampah berbasis sumber dapat mulai diterapkan secara konsisten di tingkat rumah tangga, sehingga tidak hanya menekan volume sampah ke TPA, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat, memberdayakan warga sekitar, serta mendorong terciptanya nilai tambah ekonomi dari pengolahan sampah," pungkasnya.(*)</span><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260211_133148_053.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Labuan Cermin Keajaiban Danau Dua Rasa di Biduk&#45;Biduk Berau, Kalimantan Timur</title>
<link>https://kartanews.com/labuan-cermin-keajaiban-danau-dua-rasa-di-biduk-biduk-berau-kalimantan-timur</link>
<guid>https://kartanews.com/labuan-cermin-keajaiban-danau-dua-rasa-di-biduk-biduk-berau-kalimantan-timur</guid>
<description><![CDATA[ Oleh: Mursyidah Auni ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202602/image_870x580_698835fd3fe31.jpg" length="146429" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 08 Feb 2026 15:07:39 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> - Indonesia dikenal sebagai negeri yang dianugerahi kekayaan alam luar biasa. Dari ujung barat hingga timur Nusantara, bentang alamnya menghadirkan beragam lanskap yang tidak hanya indah, tetapi juga unik dan bernilai tinggi sebagai daya tarik wisata. Keindahan tersebut tidak hanya tercermin dari pantai dan pegunungan, tetapi juga dari danau-danau alami yang menyimpan fenomena langka. Salah satu di antaranya berada di Pulau Kalimantan, pulau besar yang dilintasi garis khatulistiwa dan dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia.</p>
<p>Di bagian timur Pulau Kalimantan, tepatnya di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, terdapat sebuah danau yang kerap disebut sebagai salah satu keajaiban alam Indonesia. Danau tersebut dikenal dengan nama Labuan Cermin. Bukan pantai, bukan pula kawasan pegunungan, Labuan Cermin merupakan danau alami yang memiliki keindahan sekaligus keunikan yang mampu membuat siapa saja terpesona sejak pandangan pertama.</p>
<p>Danau Labuan Cermin terletak di Desa Labuan Kelambu, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau. Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung harus menempuh perjalanan darat sekitar enam hingga tujuh jam dari Tanjung Redeb, ibu kota Kabupaten Berau. </p>
<p>Perjalanan panjang melewati jalur darat dengan pemandangan hutan dan perkampungan menjadi bagian dari pengalaman sebelum tiba di destinasi tersebut. Meski membutuhkan waktu dan tenaga, keindahan Labuan Cermin kerap disebut sebanding dengan usaha yang dilakukan untuk mencapainya.</p>
<p>Nama Labuan Cermin bukanlah tanpa alasan. Danau ini dikenal memiliki kejernihan air yang luar biasa, sehingga permukaannya memantulkan cahaya seperti cermin alami. Airnya yang sangat bening memungkinkan pengunjung melihat hingga ke dasar danau dengan jelas bahkan, perahu yang berada di atasnya tampak seolah melayang tanpa penyangga.</p>
<p>Keunikan utama Labuan Cermin terletak pada karakteristik airnya yang terbagi menjadi dua lapisan berbeda. Lapisan permukaan danau merupakan air tawar, sementara pada kedalaman tertentu terdapat lapisan air asin. Kedua jenis air tersebut tidak bercampur dan dipisahkan oleh batas alami yang secara ilmiah dikenal sebagai fenomena haloklin. Fenomena ini tergolong langka dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun peneliti.</p>
<p>Perbedaan lapisan air tersebut juga memunculkan ekosistem yang unik. Pada lapisan air tawar, hidup berbagai jenis ikan air tawar, sementara di lapisan air asin dapat ditemukan biota laut. Keberadaan dua ekosistem dalam satu badan air menjadikan Danau Labuan Cermin sebagai fenomena alam yang jarang ditemui di wilayah lain di Indonesia.</p>
<p>Selain kejernihan air, keindahan visual Danau Labuan Cermin semakin diperkuat oleh gradasi warna airnya. Perpaduan warna biru tua, biru muda, hingga hijau toska menciptakan panorama yang memanjakan mata. Lanskap alami di sekeliling danau yang masih didominasi hutan hijau menambah kesan asri dan menenangkan.</p>
<p>Beragam aktivitas wisata dapat dilakukan di kawasan Danau Labuan Cermin. Pengunjung dapat berenang dan merasakan langsung sensasi perbedaan karakter air, melakukan snorkeling untuk menikmati kejernihan dibawah permukaan, hingga berkano menyusuri danau dengan tenang. </p>
<p>Keindahan alam yang disuguhkan menjadikan lokasi ini juga sebagai destinasi favorit bagi wisatawan yang gemar fotografi.</p>
<p>Untuk mendapatkan pencahayaan terbaik, waktu kunjungan yang disarankan adalah saat matahari berada tepat di atas, yakni sekitar pukul 10.00 hingga 12.00 WITA. Pada waktu tersebut, cahaya matahari menembus permukaan air secara optimal sehingga kejernihan dan warna alami danau terlihat lebih maksimal.</p>
<p>Sebagai destinasi wisata alam, Danau Labuan Cermin memerlukan perhatian khusus dalam hal pelestarian. Pengunjung diimbau untuk menjaga kebersihan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak ekosistem danau. </p>
<p>Upaya menjaga kelestarian lingkungan menjadi penting agar keindahan dan keunikan Danau Labuan Cermin tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.</p>
<p>Keberadaan Danau Labuan Cermin menjadi bukti bahwa Kalimantan Timur tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki potensi wisata alam yang bernilai tinggi. Keunikan dan keindahan yang dimilikinya, Labuan Cermin layak menjadi salah satu ikon wisata alam Indonesia yang patut dibanggakan dan dilestarikan.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Karst Sangkulirang–Mangkalihat Berau Diusulkan Jadi Geopark Dunia, Simpan Warisan Alam dan Peradaban Tertua</title>
<link>https://kartanews.com/karst-sangkulirangmangkalihat-berau-diusulkan-jadi-geopark-dunia-simpan-warisan-alam-dan-peradaban-tertua</link>
<guid>https://kartanews.com/karst-sangkulirangmangkalihat-berau-diusulkan-jadi-geopark-dunia-simpan-warisan-alam-dan-peradaban-tertua</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202601/image_870x580_697c6ea9f0f48.jpg" length="73717" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 16:36:37 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> — Kawasan Karst Sangkulirang–Mangkalihat di Kalimantan Timur kian menguat sebagai salah satu bentang alam karst paling penting di Indonesia, baik dari sisi geologi, ekologi, maupun sejarah peradaban manusia. </p>
<p>Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) terus mendorong kawasan ini untuk ditetapkan sebagai Taman Bumi (Geopark), hingga ke tingkat pengakuan internasional melalui UNESCO Global Geopark.</p>
<p>Membentang seluas sekitar 1,8 juta hektare dari Kabupaten Berau hingga Kabupaten Kutai Timur, Karst Sangkulirang–Mangkalihat tercatat sebagai ekosistem karst terbesar di Kalimantan. </p>
<p>Kawasan ini menyimpan lanskap batu gamping yang menyatu dengan hutan tropis, sistem gua, sungai bawah tanah, serta jejak budaya manusia purba yang bernilai tinggi.</p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202601/image_870x_697c6edc34e7c.jpg" alt=""></p>
<p>Upaya pengusulan geopark telah dimulai sejak 2019, ditandai dengan inventarisasi keragaman geologi sebagai dasar penetapan kawasan. Pendampingan teknis dilakukan oleh YKAN bersama pemerintah daerah untuk memastikan setiap aspek geologi, ekologi, dan budaya terdokumentasi secara ilmiah.</p>
<p>Proses tersebut membuahkan hasil pada 2024, ketika Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan keputusan penetapan 26 situs warisan geologi (geosite) di kawasan karst tersebut. Dari jumlah itu, 15 situs berada di Kabupaten Berau dan 11 situs lainnya di Kabupaten Kutai Timur.</p>
<p>Selain kekayaan geologi, kawasan ini juga dikenal sebagai salah satu situs arkeologi terpenting di dunia. Penelitian lintas negara menemukan lebih dari 2.300 lukisan cadas di dinding gua, yang didominasi cap telapak tangan, figur hewan, dan gambar perahu. </p>
<p>Hasil penanggalan menunjukkan sebagian lukisan tersebut berusia lebih dari 40.000 tahun, menjadikannya salah satu karya seni figuratif tertua yang pernah ditemukan.</p>
<p>Temuan ilmiah lain yang menarik perhatian dunia adalah kerangka manusia purba Liang Tebo. Mengutip jurnal Nature, tim arkeolog dari BRIN dan Griffith University Australia, menyimpulkan bahwa individu berusia sekitar 31.000 tahun tersebut mengalami amputasi kaki kiri saat masih hidup dan bertahan selama bertahun-tahun setelahnya.</p>
<p>Dari sisi ekologis, Karst Sangkulirang–Mangkalihat memiliki peran strategis sebagai daerah tangkapan air dan hulu sedikitnya lima sungai besar di Kalimantan Timur. </p>
<p>Struktur karst berfungsi sebagai penyimpan air alami, sekaligus berkontribusi sebagai penyerap karbon yang penting dalam mitigasi perubahan iklim.</p>
<p>Keanekaragaman hayati di kawasan ini juga sangat tinggi. Data konservasi mencatat lebih dari 120 spesies burung hidup di kawasan karst tersebut, termasuk burung walet yang menghasilkan sarang bernilai ekonomi bagi masyarakat setempat.</p>
<p>Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyatakan optimismenya agar Karst Sangkulirang–Mangkalihat dapat masuk dalam daftar Taman Bumi Nasional pada tahun ini, sebelum diajukan sebagai UNESCO Global Geopark, mengikuti jejak belasan geopark Indonesia yang telah lebih dulu diakui dunia.</p>
<p>Lebih dari sekadar bentang alam, Karst Sangkulirang–Mangkalihat merupakan arsip alam dan budaya yang merekam perjalanan panjang manusia dan lingkungannya. </p>
<p>Upaya pelestarian kawasan ini dipandang sebagai tanggung jawab bersama, tidak hanya untuk kepentingan lokal dan nasional, tetapi juga sebagai warisan berharga bagi peradaban dunia. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fenomena Tornado Barakuda Maratua Perkuat Posisi Berau sebagai Destinasi Wisata Bahari Dunia</title>
<link>https://kartanews.com/fenomena-tornado-barakuda-maratua-perkuat-posisi-berau-sebagai-destinasi-wisata-bahari-dunia</link>
<guid>https://kartanews.com/fenomena-tornado-barakuda-maratua-perkuat-posisi-berau-sebagai-destinasi-wisata-bahari-dunia</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202601/image_870x580_6961fd99c8ebf.jpg" length="123034" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 15:21:19 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> – Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia. Pulau Maratua yang selama ini dikenal luas sebagai “Maladewa-nya Indonesia” kini diarahkan memiliki ikon baru berupa fenomena koloni ikan barakuda raksasa atau yang dikenal di kalangan penyelam internasional sebagai Tornado Barracuda.</p>
<p>Fenomena tersebut ditemukan di salah satu titik selam unggulan Maratua yang dikenal dengan sebutan Big Fish Country, kawasan perairan di sekitar kanal alami yang menghubungkan laguna pulau dengan laut lepas. Lokasi tersebut merupakan habitat ribuan ikan barakuda yang berenang membentuk formasi melingkar besar dari kedalaman hingga mendekati permukaan laut.</p>
<p>Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menyebutkan bahwa fenomena barakuda di Maratua merupakan potensi wisata laut yang sangat langka dan memiliki daya tarik internasional, terutama bagi wisatawan minat khusus seperti penyelam profesional.</p>
<p>“Ini bukan sekadar wisata bahari biasa. Fenomena barakuda di Maratua adalah kekayaan alam yang jarang ditemukan dan harus dijaga bersama. Inilah yang membedakan Berau dengan daerah lain,” ujarnya, saat pertemuan bersama seluruh OPD, Rabu (7/1/2026). </p>
<p>Lebih lanjut, dirinya menegaskan Pemerintah Kabupaten Berau serta seluruh stakeholder harus secara aktif  melakukan promosi Maratua di berbagai forum nasional maupun internasional. Promosi tersebut diharapkan tidak hanya menonjolkan keindahan pantai dan laguna, tetapi juga kekayaan bawah laut yang menjadi keunggulan kompetitif Berau.</p>
<p>“Kami ingin semua gencar mempromosikan Pulau Maratua, baik melalui event pariwisata, pameran, media digital, di TV nasional hingga jejaring internasional. Fokus kita sekarang adalah wisata berkualitas, salah satunya dengan mengangkat fenomena barakuda yang menjadi daya tarik unik dan tidak dimiliki semua daerah,” tegasnya.</p>
<p>Keunikan Maratua terletak pada skala dan konsistensi kemunculan koloni barakuda. Jika di sejumlah perairan Indonesia barakuda hanya terlihat dalam kelompok kecil dan musiman, di Maratua koloni ini dapat disaksikan dalam jumlah besar dengan visibilitas perairan yang relatif jernih sepanjang tahun.</p>
<p>Jenis barakuda yang mendominasi perairan Maratua adalah Chevron Barracuda (Sphyraena qenie), spesies pelagis yang dikenal hidup berkelompok dan membentuk formasi besar sebagai bagian dari mekanisme pertahanan sekaligus strategi berburu.</p>
<p>Kondisi geografis Maratua yang berbentuk atol dengan kanal-kanal sempit menciptakan arus laut yang kuat dan kaya nutrisi. Arus ini membawa plankton dan ikan-ikan kecil yang menjadi sumber makanan alami bagi barakuda dan biota laut besar lainnya.</p>
<p><strong>Daya Tarik Wisata Selam Kelas Dunia</strong></p>
<p>Berbagai kalangan penyelam lokal maupun mancanegara, Maratua telah lama masuk dalam peta destinasi selam dunia. Fenomena Silver Tornado dari kilauan ribuan tubuh barakuda yang memantulkan cahaya matahari di bawah laut, menjadi pengalaman visual yang disebut-sebut setara dengan lokasi-lokasi selam terkenal di Maladewa dan Mikronesia.</p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202601/image_870x_6961fddf54bb0.jpg" alt=""></p>
<p>Menariknya, koloni barakuda di Maratua dikenal relatif tidak agresif terhadap manusia, selama penyelam menjaga jarak aman dan mengikuti prosedur selam yang benar. Hal ini menjadikan lokasi tersebut ramah bagi wisatawan sekaligus aman untuk kegiatan dokumentasi bawah laut.</p>
<p><strong>Arah Pengembangan: Konservasi dan Branding</strong></p>
<p>Pemerintah Kabupaten Berau menilai potensi ini harus dikelola secara berkelanjutan. Pengembangan wisata barakuda di Maratua tidak hanya diarahkan pada peningkatan kunjungan, tetapi juga pada penguatan konservasi laut.</p>
<p>Bupati Sri Juniarsih menegaskan bahwa promosi besar-besaran harus berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem. Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen memastikan aktivitas wisata tidak merusak habitat alami barakuda.</p>
<p>Beberapa langkah strategis yang menjadi perhatian pemerintah daerah meliputi perlindungan zona selam dari aktivitas penangkapan ikan ilegal, peningkatan kapasitas pemandu selam lokal, serta penguatan promosi Maratua sebagai destinasi wisata minat khusus.</p>
<p>Selain itu, pengembangan infrastruktur pendukung seperti akses transportasi menuju Maratua dan peningkatan fasilitas bandara juga menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing pariwisata Berau di tingkat nasional maupun global.</p>
<p><strong>Magnet Devisa Berkelanjutan</strong></p>
<p>Dengan menjadikan barakuda sebagai ikon baru Maratua, Berau dinilai berada di jalur yang tepat untuk membangun pariwisata berkualitas sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut.</p>
<p>Bupati Berau juga  mengungkapkan fenomena Barakuda di Maratua bukan hanya atraksi visual, tetapi juga simbol keseimbangan alam yang jika dikelola dengan baik, dapat menjadi sumber kesejahteraan berkelanjutan bagi masyarakat Berau dan Kalimantan Timur. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kunjungan Wisata Selama Nataru di Berau Tembus 35 Ribu Orang</title>
<link>https://kartanews.com/kunjungan-wisata-selama-nataru-di-berau-tembus-35-ribu-orang</link>
<guid>https://kartanews.com/kunjungan-wisata-selama-nataru-di-berau-tembus-35-ribu-orang</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202511/image_870x580_692c005da0c81.jpg" length="119314" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 19:00:33 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> – Arus kunjungan wisatawan ke Kabupaten Berau selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, total kunjungan wisatawan ke berbagai objek wisata di Berau mencapai 35.305 orang.</p>
<p>Destinasi Air Panas Asin Pemapak tercatat sebagai objek wisata dengan jumlah pengunjung tertinggi, yakni sebanyak 10.127 orang, seluruhnya berasal dari wisatawan nusantara. Selanjutnya, Telaga Biru Nek Lenggo dikunjungi sebanyak 8.238 orang, disusul Labuan Cermin dengan 7.166 pengunjung, termasuk empat wisatawan mancanegara.</p>
<p>Sementara itu, kawasan wisata bahari Pulau Derawan mencatat kunjungan sebanyak 8.440 orang, terdiri atas 8.223 wisatawan nusantara dan 217 wisatawan mancanegara. </p>
<p>Adapun Pulau Maratua menerima 1.050 pengunjung dengan komposisi 882 wisatawan nusantara dan 168 wisatawan asing. Destinasi lainnya, Tepian Ahmad Yani (Kapal Susur Sungai), mencatat kunjungan sebanyak 284 orang selama periode libur akhir tahun.</p>
<p>Secara kumulatif, jumlah wisatawan nusantara mencapai 35.305 orang, sedangkan wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 791 orang. Data tersebut menunjukkan bahwa sektor pariwisata Berau masih didominasi wisatawan domestik, namun tetap menarik minat pengunjung dari luar negeri.</p>
<p>Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Kabupaten Berau merupakan daerah dengan destinasi wisata terbanyak di Provinsi Kalimantan Timur dan telah menjadi primadona pariwisata regional.</p>
<p>“Berau memiliki kekayaan destinasi wisata yang sangat lengkap, mulai dari wisata alam darat, danau, hingga bahari kelas dunia. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga, mengelola, dan mengembangkan destinasi-destinasi tersebut agar tetap menjadi primadona pariwisata Kalimantan Timur,” ujarnya, dalam rapat evaluasi APBD yang digelar di ruang rapat Sangalaki, Rabu (7/1/2026).</p>
<p>Sri Juniarsih juga menekankan perlunya keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat, dalam menjaga kualitas destinasi wisata serta memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi wisatawan.</p>
<p>“Dengan potensi yang besar ini, kita harus terus meningkatkan kualitas pengelolaan, infrastruktur pendukung, dan promosi pariwisata agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan berdampak pada peningkatan ekonomi daerah,” tegasnya.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Berau menilai tingginya kunjungan wisatawan selama libur Nataru menjadi momentum strategis untuk memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah, sejalan dengan arah pembangunan Berau menuju daerah tujuan wisata unggulan di Kalimantan Timur.</p>
<p>Langkah Bupati Berau kedepannya yaitu, mendorong peningkatan kualitas infrastruktur pendukung pariwisata, termasuk akses transportasi, sarana kebersihan, serta penguatan promosi destinasi unggulan seperti Derawan dan Maratua. </p>
<p>Evaluasi terhadap pola kunjungan selama libur Nataru juga akan menjadi dasar perbaikan pengelolaan destinasi menghadapi lonjakan wisatawan pada musim libur berikutnya.</p>
<p>Pemerintah daerah optimistis, dengan pengelolaan yang terarah dan partisipasi aktif masyarakat, sektor pariwisata Berau akan semakin berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi lokal dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Beragam Khasiat Kesehatan Air Panas Asin Pemapak di Biatan Berau, Kalimantan Timur</title>
<link>https://kartanews.com/beragam-khasiat-kesehatan-air-panas-asin-pemapak-di-biatan-berau-kalimantan-timur</link>
<guid>https://kartanews.com/beragam-khasiat-kesehatan-air-panas-asin-pemapak-di-biatan-berau-kalimantan-timur</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202601/image_870x580_695b7ab1c6359.jpg" length="175545" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 16:49:49 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> – Wisata Air Panas Asin Pemapak yang terletak di Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau, tidak hanya diminati sebagai destinasi rekreasi alam, tetapi juga dikenal luas oleh masyarakat sebagai lokasi terapi kesehatan alami. </p>
<p>Beragam khasiat air panas asin tersebut menjadi salah satu primadona utama meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, khususnya saat libur Natal dan Tahun Baru.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang terpampang di kawasan wisata, air panas asin Pemapak dipercaya memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan mineral alami serta suhu air yang berkisar antara 40 hingga 44 derajat Celsius diyakini berperan dalam membantu relaksasi otot dan memperbaiki sirkulasi darah.</p>
<p>Sejumlah khasiat yang diinformasikan di lokasi antara lain membantu menurunkan tekanan darah, meredakan nyeri sendi dan nyeri otot, serta meningkatkan fleksibilitas tubuh. Tidak sedikit pengunjung yang memanfaatkan waktu berendam untuk mengurangi rasa pegal setelah menempuh perjalanan panjang menuju lokasi tersebut.</p>
<p>Selain itu, air panas asin Pemapak juga dipercaya dapat membantu meredakan stres dan meningkatkan kualitas tidur. Efek hangat dari air serta suasana alam yang tenang dinilai memberikan dampak relaksasi bagi tubuh dan pikiran, sehingga banyak pengunjung datang tidak hanya untuk berwisata, tetapi juga untuk pemulihan kondisi fisik.</p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202601/image_870x_695b7b1f68222.jpg" alt=""></p>
<p>Khasiat lain yang dikenal masyarakat adalah membantu mengatasi sembelit serta mendukung kesehatan jantung. </p>
<p>Keberadaan papan informasi khasiat di area wisata menjadi panduan bagi pengunjung agar dapat memanfaatkan fasilitas perendaman secara aman dan optimal. Upaya ini juga menjadi bagian dari edukasi wisata berbasis kesehatan yang terus dikembangkan oleh pengelola.</p>
<p>Dengan karakteristik air panas asin yang unik serta manfaat kebugaran yang dirasakan pengunjung, Air Panas Asin Pemapak Biatan terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata kesehatan berbasis alam di Kabupaten Berau dan Kalimantan Timur. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Air Panas Asin Pemapak Biatan Jadi Primadona Wisata Kesehatan, Kunjungan Melonjak Tajam Saat Libur Nataru</title>
<link>https://kartanews.com/air-panas-asin-pemapak-biatan-jadi-primadona-wisata-kesehatan-kunjungan-melonjak-tajam-saat-libur-nataru</link>
<guid>https://kartanews.com/air-panas-asin-pemapak-biatan-jadi-primadona-wisata-kesehatan-kunjungan-melonjak-tajam-saat-libur-nataru</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202601/image_870x580_695b775341d6b.jpg" length="86147" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 16:40:18 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> – Kabupaten Berau kembali menunjukkan potensi pariwisatanya yang beragam. Tidak hanya dikenal melalui pesona wisata bahari di Kepulauan Derawan dan Maratua, daerah ini juga memiliki destinasi wisata kesehatan yang kini kian diminati, yakni Wisata Air Panas Asin Pemapak yang berlokasi di Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan.</p>
<p>Memasuki awal tahun 2026, destinasi tersebut mencatat lonjakan kunjungan signifikan selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. </p>
<p>Berdasarkan data pengelola, jumlah wisatawan yang datang meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan hari-hari normal, menjadikan Air Panas Asin Pemapak sebagai salah satu tujuan favorit masyarakat selama libur panjang.</p>
<p>Dari hasil pantauan di lapangan, lonjakan pengunjung terlihat sejak pagi hingga malam hari, dengan antrean panjang di sejumlah kolam pemandian. Mayoritas wisatawan berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Berau, serta dari luar daerah seperti Tanjung Selor, Tarakan dan Kota Samarinda.</p>
<p><strong>Keunikan Geologi yang Langka</strong></p>
<p>Daya tarik utama Air Panas Asin Pemapak terletak pada karakteristik airnya yang tidak lazim. Berbeda dengan pemandian air panas pada umumnya yang bersumber dari aktivitas vulkanik dan identik dengan aroma belerang, air panas di kawasan ini berasal dari resapan batuan karst yang bercampur dengan air laut.</p>
<p>Kondisi tersebut menghasilkan air panas dengan suhu berkisar antara 40 hingga 44 derajat Celsius, bercita rasa asin, namun tanpa bau menyengat. Fenomena alam ini tergolong langka dan menjadi pembeda utama dibandingkan destinasi serupa di wilayah lain.</p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202601/image_870x_695b780e46565.jpg" alt=""></p>
<p>Perjalanan menuju lokasi pun tidak menyurutkan minat wisatawan. Dari pusat Kota Berau, Tanjung Redeb, pengunjung harus menempuh perjalanan darat sekitar 150 kilometer dengan waktu tempuh sekitar dua hingga tiga jam. Namun, keunikan air panas serta suasana alami kawasan tersebut menjadi kompensasi yang dinilai sepadan.</p>
<p><strong>Rekreasi Sekaligus Terapi Kesehatan</strong></p>
<p>Selain sebagai tempat rekreasi, Air Panas Asin Pemapak juga dikenal sebagai lokasi terapi kesehatan alternatif. Banyak pengunjung memanfaatkan momen libur seperti Nataru untuk berendam dengan tujuan relaksasi dan pemulihan kondisi tubuh.</p>
<p>Salah satu pengunjung wisatawan menyebutkan, kepercayaan masyarakat terhadap khasiat air panas asin turut mendorong tingginya minat kunjungan.</p>
<p>“Air panas asin ini, katanya dipercaya masyarakat mengandung mineral alami yang dapat membantu meredakan penyakit, nyeri sendi, asam urat, hingga membantu pemulihan gejala stroke ringan,” ujar Rubia, salah satu pengunjung dari Tanjung Selor.</p>
<p>“Ini merupakan kunjungan pertama saya ke Air Panas Pemapak. Kesan awalnya cukup nyaman, airnya tidak berbau menyengat dan suasananya masih alami, sehingga cocok untuk relaksasi sekaligus menjaga kebugaran tubuh,” tambahnya.</p>
<p>Aktivitas berendam kerap dipadukan dengan teknik hidroterapi, mengingat di kawasan yang sama mengalir sungai air tawar dengan suhu dingin. Perpaduan sensasi panas dan dingin ini menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan.</p>
<p><strong>Fasilitas Lengkap dan Dikelola BUMK</strong></p>
<p>Kawasan wisata Air Panas Asin Pemapak memiliki luas sekitar 6,5 hektare dan dikelola secara mandiri oleh BUMK Kampung Biatan Bapinang. Pengelolaan berbasis desa tersebut dinilai berhasil menghadirkan layanan wisata yang tertata dan ramah pengunjung.</p>
<p>Dengan tarif masuk berkisar antara Rp30.000 hingga Rp35.000 untuk orang dewasa, pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas, mulai dari kolam pemandian umum, kolam privat (VIP), kolam alami air panas, gazebo, ruang ganti, mushola, hingga deretan warung yang menjajakan kuliner khas lokal.</p>
<p>Selain itu, pengelola juga menyediakan fasilitas glamping (glamorous camping) yang selama periode libur Nataru dilaporkan terisi penuh. Fasilitas ini menjadi pilihan wisatawan yang ingin menikmati suasana malam dan pergantian tahun dengan berendam air panas di alam terbuka.</p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202601/image_870x_695b784533528.jpg" alt=""></p>
<p><strong>Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal</strong></p>
<p>Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Sejumlah pedagang mengaku mengalami peningkatan omzet secara drastis selama libur Nataru, seiring dengan tingginya arus pengunjung.</p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202601/image_870x_695b787b700f1.jpg" alt=""></p>
<p>Aktivitas ekonomi tidak hanya dirasakan oleh pedagang makanan dan minuman, tetapi juga oleh warga yang menyediakan jasa penginapan, serta produk lokal lainnya. Kondisi ini memperkuat peran sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi desa.</p>
<p>Meski demikian, pihak pengelola terus mengingatkan pengunjung agar tetap menjaga kebersihan kawasan wisata dan memperhatikan durasi berendam guna menghindari risiko dehidrasi akibat suhu air yang cukup tinggi.</p>
<p>Bagi wisatawan yang berencana berkunjung, pengelola menyarankan penggunaan kendaraan pribadi mengingat keterbatasan akses transportasi umum, serta membawa perlengkapan mandi pribadi demi kenyamanan selama berwisata.</p>
<p>Dengan keunikan alam, fasilitas yang terus berkembang, serta pengelolaan berbasis desa, Air Panas Asin Pemapak Biatan dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi unggulan wisata kesehatan di Kabupaten Berau dan Kalimantan Timur. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Punya Masterplan Ekowisata Disbudpar Berau Pastikan Fasilitas Danau Sigending Dibangun Bertahap</title>
<link>https://kartanews.com/punya-masterplan-ekowisata-disbudpar-berau-pastikan-fasilitas-danau-sigending-dibangun-bertahap</link>
<guid>https://kartanews.com/punya-masterplan-ekowisata-disbudpar-berau-pastikan-fasilitas-danau-sigending-dibangun-bertahap</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202512/image_870x580_6950e5f67bdb2.jpg" length="60891" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 16:11:21 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU – </strong> Teka-teki mengenai pengelolaan dan masa depan fasilitas Danau Sigending di Kecamatan Biduk-Biduk akhirnya terjawab. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau memastikan bahwa komitmen untuk membenahi destinasi yang tengah viral tersebut terus berjalan, meski dilakukan secara bertahap.</p>
<p>Staf Bidang Pengembangan Pariwisata Disbudpar Berau, Andi menjelaskan bahwa saat ini Danau Sigending telah dikelola secara kolaboratif di tingkat lokal. Peran aktif masyarakat menjadi tumpuan utama dalam menjaga kelestarian objek wisata air tersebut.</p>
<p>“Saat ini pengelolaan sudah berjalan oleh Pemerintah Kampung, BUMDes, dan Pokdarwis setempat. Kami dari pemerintah daerah terus berupaya mengusulkan pembiayaan untuk melengkapi fasilitas di sana,” ungkapnya, Minggu (28/12/2025).</p>
<p>Meski potensi wisatanya luar biasa, dirinya tidak menampik adanya kendala dalam percepatan pembangunan fisik. Kondisi keuangan daerah yang saat ini tengah mengalami defisit menjadi faktor utama pembenahan sarana prasarana harus dilakukan secara perlahan dan berskala prioritas.</p>
<p>Namun, masyarakat dan calon wisatawan tidak perlu berkecil hati. Disbudpar Berau menegaskan telah mengantongi rencana besar untuk menyulap kawasan tersebut menjadi destinasi profesional tanpa menghilangkan sisi alaminya.</p>
<p>“InsyaAllah, komitmen Pemkab Berau adalah membenahi dan memenuhi sarana di Danau Sigending. Saat ini kami sudah memiliki masterplan pengembangan ekowisata Sigending agar pembangunannya terarah,” jelasnya.</p>
<p>Hadirnya masterplan ini diharapkan menjadi solusi atas keluhan wisatawan terkait nihilnya fasilitas dasar seperti toilet dan ruang ganti. Dengan sinergi antara pengelola kampung (BUMDes &amp; Pokdarwis) serta dukungan pembiayaan dari kabupaten, Danau Sigending diproyeksikan menjadi kekuatan baru pariwisata pesisir Berau yang mampu bersaing dengan Labuan Cermin. (J)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Viral karena Indah Sepi karena Fasilitas: Danau Sigending Biduk&#45;Biduk Menanti Sentuhan Pengelolaan</title>
<link>https://kartanews.com/viral-karena-indah-sepi-karena-fasilitas-danau-sigending-biduk-biduk-menanti-sentuhan-pengelolaan</link>
<guid>https://kartanews.com/viral-karena-indah-sepi-karena-fasilitas-danau-sigending-biduk-biduk-menanti-sentuhan-pengelolaan</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202512/image_870x580_694fb3b26f59f.jpg" length="109560" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 18:24:36 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU – </strong>Nama Danau Sigending di Kecamatan Biduk-Biduk belakangan ini mendadak viral di jagat maya. Unggahan foto dan video yang menampilkan kejernihan airnya yang biru sebening kaca, dikelilingi rimbunnya vegetasi hijau, sukses mencuri perhatian netizen. Namun, popularitas di media sosial ini berbanding terbalik dengan kondisi riil di lapangan, dimana destinasi ini masih tergolong sepi pengunjung akibat minimnya fasilitas penunjang.</p>
<p>Secara visual, Danau Sigending tidak kalah menawan dengan Labuan Cermin yang sudah mendunia. Kedalaman air yang memperlihatkan struktur dasar danau dan akar pohon yang artistik memberikan kesan magis bagi siapa saja yang memandangnya. Sayangnya, potensi “emas” pariwisata ini masih berstatus tanpa sentuhan infrastruktur yang memadai.</p>
<p>Pantauan di lokasi menunjukkan akses menuju danau masih berupa jalur setapak yang menantang. Selain itu, tidak ditemukan fasilitas publik dasar seperti toilet, ruang ganti, hingga dermaga kecil untuk memudahkan wisatawan yang ingin sekadar merendam kaki atau berenang. Kondisi ini membuat banyak wisatawan berpikir dua kali untuk berkunjung, terutama mereka yang datang bersama keluarga.</p>
<p>“Tempatnya sangat indah, bahkan lebih tenang dari Labuan Cermin. Tapi sayangnya kalau mau ganti baju atau sekadar duduk santai itu susah karena tidak ada fasilitas sama sekali. Kalau tidak viral, mungkin orang tidak tahu jalannya,” ujar Hendra salah satu wisatawan dari Samarinda.</p>
<p>Minimnya pengelolaan ini membuat Danau Sigending hanya menjadi persinggahan singkat bagi para pemburu foto (Instagramable) ketimbang menjadi destinasi wisata menetap. Padahal, jika dikelola dengan serius melalui pembangunan fasilitas ramah lingkungan, danau ini bisa menjadi alternatif utama selain wisata bahari di pesisir Berau.</p>
<p>Meski sepi dan fasilitas nihil memiliki sisi positif dalam menjaga ekosistem tetap murni, harapan besar tetap tertuju pada pemerintah daerah dan pemerintah kampung setempat. Masyarakat berharap ada perhatian khusus untuk membangun sarana prasarana minimalis agar Danau Sigending tidak hanya sekadar viral di layar ponsel, tetapi juga mampu memberikan kenyamanan nyata bagi pelancong dan dampak ekonomi bagi warga lokal.</p>
<p>Bagi pengunjung yang ingin mengeksplorasi keindahan Sigending, diingatkan untuk tetap menjaga kelestarian alam dan membawa kembali sampah masing-masing guna menjaga kejernihan air yang menjadi daya tarik utamanya. (J)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dapil Kaltim MPR RI/DPD RI Dorong Penguatan Nilai Ekonomi Kreatif Berbasis Kebangsaan di Kabupaten Berau</title>
<link>https://kartanews.com/dapil-kaltim-mpr-ridpd-ri-dorong-penguatan-nilai-ekonomi-kreatif-berbasis-kebangsaan-di-kabupaten-berau</link>
<guid>https://kartanews.com/dapil-kaltim-mpr-ridpd-ri-dorong-penguatan-nilai-ekonomi-kreatif-berbasis-kebangsaan-di-kabupaten-berau</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202512/image_870x580_69465af0bc075.jpg" length="95953" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Dec 2025 16:15:17 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTNEWS.COM, BERAU</strong> – Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) melalui Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur, Aji Mirni Mawarni, melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dirangkaikan dengan dialog penguatan sektor ekonomi kreatif (ekraf) di Kabupaten Berau. Kegiatan berlangsung di Aula Pertemuan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau, Sabtu (20/12/2025).</p>
<p>Dalam sosialisasi tersebut, Aji Mirni Mawarni menegaskan bahwa ekonomi kreatif tidak hanya dipahami sebagai aktivitas ekonomi berbasis kreativitas, tetapi juga sebagai instrumen strategis pembangunan daerah yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat identitas budaya, serta menjadi sumber pendapatan daerah yang berkelanjutan.</p>
<p>“Ekonomi kreatif harus dilihat sebagai kekuatan ekonomi baru. Nilainya tidak hanya pada produk, tetapi pada ide, inovasi, dan karakter lokal yang melekat di dalamnya,” ujarnya.</p>
<p>Dirinya menyoroti besarnya potensi pariwisata Kabupaten Berau yang harus diiringi dengan penguatan ekosistem ekonomi kreatif lokal. </p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202512/image_870x_69465ab548c19.jpg" alt=""></p>
<p>Menurutnya, kehadiran destinasi unggulan seperti Maratua, Sangalaki, dan Derawan seharusnya menjadi peluang besar bagi pelaku ekraf daerah lokal untuk tumbuh melalui pengembangan kuliner khas, kriya, fesyen berbasis wastra, seni pertunjukan, hingga produk kreatif berbasis budaya lokal.</p>
<p>Aji Mirni menekankan pentingnya penciptaan rantai nilai ekonomi kreatif yang melibatkan masyarakat lokal, mulai dari produksi, pengemasan, promosi, hingga pemasaran. Dengan demikian, manfaat ekonomi pariwisata tidak hanya dinikmati oleh pelaku usaha besar, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.</p>
<p>Dalam dialog tersebut, MPR RI juga mendorong pelaku ekonomi kreatif, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi dan pemasaran. Pemanfaatan media sosial, platform digital, serta konten kreatif dinilai mampu meningkatkan daya saing produk ekraf Berau di tingkat regional maupun nasional.</p>
<p>Selain promosi digital, Aji Mirni menggarisbawahi pentingnya pengembangan paket wisata terintegrasi yang melibatkan pemandu wisata lokal, pelaku seni, pelaku kuliner, dan pengrajin, sehingga wisatawan memperoleh pengalaman yang utuh dan berkesan. Produk oleh-oleh khas daerah, seperti inovasi kuliner dan suvenir bertema Berau, disebut sebagai bagian penting dalam memperkuat branding daerah.</p>
<p>Ia juga mengaitkan pengembangan ekonomi kreatif dengan tantangan fiskal daerah, khususnya di tengah kebijakan pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH). Menurutnya, penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat menjadi alternatif sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan pajak dan retribusi yang adil dan tidak membebani masyarakat.</p>
<p>“Ketika ekonomi kreatif tumbuh, maka perputaran ekonomi meningkat, lapangan kerja tercipta, dan pada akhirnya akan memperkuat kemandirian ekonomi daerah,” tuturnya.</p>
<p>Kegiatan sosialisasi ini turut didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau. Perwakilan Disbudpar Berau, Saidin Husain, menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi kreatif merupakan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019. </p>
<p>Pemerintah daerah saat ini sedang memfokuskan pembinaan pada subsektor unggulan seperti kuliner, wastra dan kriya, seni pertunjukan, serta film dan musik, agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.</p>
<p>Melalui Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini, MPR RI berharap pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Berau tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga berharap menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai landasan dalam berkarya sehingga tercipta ekonomi kreatif yang berdaya saing, berkarakter, dan berkelanjutan. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menjelang Libur Nataru, Kemenpar Siapkan 65 Paket Wisata</title>
<link>https://kartanews.com/menjelang-libur-nataru-kemenpar-siapkan-65-paket-wisata</link>
<guid>https://kartanews.com/menjelang-libur-nataru-kemenpar-siapkan-65-paket-wisata</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202512/image_870x580_693d229da2392.jpg" length="122805" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 16:24:21 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, INDONESIA</strong> - Menyambut libur Natal dan Tahun Baru (libur Nataru) 2025/2026, Kementerian Pariwisata mengkurasi 65 paket wisata untuk mendorong pergerakan wisatawan dan menggerakkan ekonomi nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengkurasi puluhan paket wisata yang disusun bersama mitra agen perjalanan.</p>
<p>Sebanyak 65 paket wisata telah disiapkan untuk menjangkau berbagai segmen wisatawan, paket tersebut mencakup destinasi pariwisata prioritas nasional serta sejumlah destinasi unggulan di luar kawasan prioritas, dengan konsep perjalanan yang disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan.</p>
<p>Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ernawati menyampaikan bahwa paket-paket tersebut dirancang untuk mendorong peningkatan kunjungan wisata, baik dari wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Pemerintah menargetkan lonjakan pergerakan wisata yang signifikan pada Desember 2025.</p>
<p>"Seluruh paket dikurasi untuk memenuhi beragam preferensi wisatawan, sekaligus mendorong pencapaian proyeksi kedatangan 1,3 juta wisatawan mancanegara dan sekitar 100 juta pergerakan wisatawan nusantara pada Desember 2025,” kata Wamenpar dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu, 26/11/2025 lalu, dikutip dari laman resmi Kemenpar.</p>
<p>Menurutnya, keberagaman paket wisata menjadi kunci untuk menjawab minat wisatawan yang terus berkembang dan seluruh paket dipastikan telah melalui proses kurasi agar memiliki kualitas layanan yang baik dan memberikan pengalaman wisata yang optimal.</p>
<p>Selain paket perjalanan, Kementerian Pariwisata juga mengoordinasikan penyelenggaraan berbagai agenda kegiatan di daerah. </p>
<p>Event-event tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan yang mendorong wisatawan untuk memperpanjang masa tinggal selama libur akhir tahun.</p>
<p>Pemerintah menilai, penguatan sektor pariwisata pada periode Nataru perlu didukung kebijakan lintas sektor, salah satunya melalui stimulus transportasi berupa diskon tiket berbagai moda angkutan yang diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat.</p>
<p>Melalui sinergi dengan paket wisata, agenda event daerah, dan kebijakan transportasi, pemerintah optimistis pergerakan wisata selama libur Nataru 2025/2026 dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, dan UMKM khususnya pada kuartal terakhir tahun 2025.</p>
<p>“Mudah-mudahan pada Desember nanti, dengan adanya diskon tiket berbagai moda transportasi, pergerakan wisata akan meningkat dan benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal terakhir 2025,” kata kata Wamen Ni Luh Puspa. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Nataru, Kecamatan Biduk&#45;Biduk Matangkan Kesiapan Sambut Lonjakan Wisatawan</title>
<link>https://kartanews.com/jelang-nataru-kecamatan-biduk-biduk-matangkan-kesiapan-sambut-lonjakan-wisatawan</link>
<guid>https://kartanews.com/jelang-nataru-kecamatan-biduk-biduk-matangkan-kesiapan-sambut-lonjakan-wisatawan</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202511/image_870x580_692c043c4fba5.jpg" length="158829" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 15:50:22 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> - Pemerintah daerah mulai mematangkan berbagai aspek kesiapan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kecamatan Biduk-Biduk. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan yang diperkirakan meningkat signifikan pada akhir tahun.</p>
<p>Biduk-biduk merupakan warisan budaya maritim Nusantara yang bernilai historis dan menjadi bagian penting kehidupan masyarakat pesisir. Oleh karena itu, menjelang libur Nataru, pemerintah daerah memperkuat kesiapan kawasan pesisir dengan menekankan pelestarian budaya, keselamatan aktivitas perairan, dan kenyamanan wisatawan.</p>
<p>Sejumlah destinasi unggulan di wilayah pesisir selatan, Biduk-Biduk, Kabupaten Berau yang selalu menjadi fokus perhatian saat libur, di antaranya adalah Labuan Cermin, Danau Sigending, dan Pulau Kaniungan. </p>
<p>Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan bahwa kesiapan destinasi wisata tidak hanya berkaitan dengan keindahan alam yang dimiliki. </p>
<p>Menurutnya, faktor pendukung seperti fasilitas, pengelolaan kawasan, serta kesiapan masyarakat setempat juga menjadi elemen penting dalam menunjang pengalaman wisata yang aman dan nyaman.</p>
<p>Gamalis juga menilai, Kecamatan Biduk-Biduk kini telah berkembang menjadi salah satu tujuan utama wisata di Kabupaten Berau. Kawasan tersebut tidak lagi dipandang sebagai destinasi alternatif, melainkan telah menjadi magnet utama bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.</p>
<p>Selain kesiapan fasilitas wisata, pemerintah daerah juga memberikan perhatian pada pengendalian tata ruang dan perlindungan kawasan hijau. Hal ini dilakukan untuk memastikan aktivitas pariwisata tidak berdampak negatif terhadap kelestarian lingkungan.</p>
<p>Pemerintah akan terus melakukan pembangunan yang selaras dengan rencana tata ruang wilayah. Dengan perencanaan yang tepat, keindahan alam dapat tetap terjaga sekaligus mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Kecamatan Biduk-Biduk. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mau Liburan Nataru? Berau Hadir dengan Tiga Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi</title>
<link>https://kartanews.com/mau-liburan-nataru-berau-hadir-dengan-tiga-destinasi-bahari-daratan-dan-budaya</link>
<guid>https://kartanews.com/mau-liburan-nataru-berau-hadir-dengan-tiga-destinasi-bahari-daratan-dan-budaya</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202511/image_870x580_692c005da0c81.jpg" length="119314" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 16:46:06 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> — Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, masih bingung mencari destinasi yang tidak hanya indah, tetapi juga menawarkan petualangan seru? Kabupaten Berau bisa menjadi pilihan terbaik. Terletak di Provinsi Kalimantan Timur, daerah yang dikenal sebagai Bumi Batiwakkal ini bukan sekadar tempat berlibur, melainkan sebuah epik alam yang menunggu untuk dijelajahi. </p>
<p>Perpaduan bentang bahari kelas dunia, ketenangan hutan tropis, serta jejak budaya maritim yang masih hidup hingga saat ini, menjadikan Berau sebagai destinasi lengkap untuk mengisi liburan Nataru. Mulai dari petualangan, edukasi, hingga momen refleksi, semua terangkum dalam satu perjalanan akhir tahun yang tidak hanya indah, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam.</p>
<p><strong>KEAJAIBAN BAHARI BERAU: SURGA KONSERVASI DAN SELAM DUNIA</strong></p>
<p>1. Pulau Derawan dikenal sebagai Mahkota Wisata Bahari Berau</p>
<p>Kepulauan Derawan merupakan ikon utama pariwisata Berau. Sebagai kawasan konservasi laut dengan keanekaragaman hayati tinggi, perairan Derawan selalu memikat wisatawan setiap musim liburan. Air lautnya yang jernih, hamparan pasir putih, terumbu karang yang sehat, ikan warna-warni, hingga biota laut besar yang bebas berkeliaran menjadikannya surga bagi pecinta wisata bahari.</p>
<p>2. Pulau Maratua atau Maladewa-nya Indonesia</p>
<p>Pulau Maratua kerap dijuluki “Maladewa-nya Indonesia.” Sebutan itu bukan tanpa alasan karena garis pantainya dipenuhi resort mewah yang berdiri di atas perairan biru yang jernih. Pesona dibawah permukaan lautnya juga tidak kalah jauh, sangat memukau untuk pengalaman diving. Perairan Maratua menjadi jalur migrasi berbagai biota laut besar dan menawarkan pengalaman selam bertaraf internasional. Wisatawan dapat menikmati beragam aktivitas, di antaranya:</p>
<p>Diving dan snorkeling di Barracuda Point, salah satu spot diving paling ikonik di Asia. Kawanan barakuda yang membentuk pusaran raksasa menciptakan pemandangan menyerupai “badai perak” yang kerap dijadikan momen once in a lifetime bagi para penyelam. </p>
<p>Berenang bersama penyu hijau yang menjadikan perairan Maratua sebagai habitat favorit. Pengalaman berdekatan dengan hewan laut ramah ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya upaya konservasi.</p>
<p>Menghabiskan malam di resort premium. Suasana tropis yang tenang, langit penuh bintang, dan deburan ombak membuat malam pergantian tahun di Maratua terasa begitu eksklusif dan menenangkan, sebuah kemewahan alam yang jarang ditemui di perkotaan.</p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202511/image_870x_692c03561c264.jpg" alt=""></p>
<p>3. Pulau Kakaban Rumah bagi Ubur-Ubur tanpa Sengat</p>
<p>Pulau Kakaban menghadirkan daya tarik unik berupa danau payau yang menjadi habitat empat spesies ubur-ubur tanpa sengat. Danau ini terbentuk secara alami dan terisolasi ribuan tahun sehingga menciptakan ekosistem mandiri. Berenang di antara ribuan ubur-ubur jinak memberikan sensasi seolah melayang di angkasa, dikelilingi “bintang-bintang hidup”. </p>
<p>Keunikan ekologis ini menjadikan Kakaban sebagai salah satu situs alam paling langka di dunia. Jika ingin berkunjung kesana, pengunjung wajib mengikuti aturan demi menjaga kelestariannya.</p>
<p>4. Pulau Sangalaki sebagai Pusat Konservasi Penyu &amp; Habitat Pari Manta</p>
<p>Pulau Sangalaki dikenal sebagai pusat konservasi penyu terbaik di Berau. Pada periode tertentu, wisatawan dapat menyaksikan pelepasan tukik menuju laut, momen yang sarat edukasi dan membangkitkan empati lingkungan. </p>
<p>Perairan Sangalaki juga dikenal sebagai tempat berkumpulnya pari manta. Aktivitas snorkeling atau diving di beberapa titik memberi kesempatan untuk berenang berdekatan dengan “raksasa lembut” ini sebgai sebuah pengalaman yang sangat istimewa.</p>
<p>Akses menuju pulau-pulau ini bergantung pada kondisi cuaca laut, wisatawan disarankan menyiapkan rencana cadangan dan mengalokasikan waktu lebih panjang, misalnya 5 hari 4 malam, untuk mengantisipasi penundaan transportasi laut.</p>
<p><strong>KEINDAHAN DARATAN BERAU: HUTAN, KARST, DAN DANAU BERLAPIS</strong></p>
<p>Jika bahari Berau adalah kisah epik, maka daratannya merupakan puisi ketenangan. Wilayah Biduk-Biduk hingga kawasan karst di pesisir selatan menawarkan alternatif wisata yang jauh dari hiruk-pikuk pantai. Pilihan ideal bagi Anda yang lebih menyukai suasana tenang, sejuk, dan penuh eksplorasi alam. </p>
<p>Pada kawasan ini, wisatawan dapat menemukan deretan destinasi yang memadukan lanskap hutan tropis, kejernihan danau, hingga formasi batu karst yang eksotis, menciptakan pengalaman berbeda dari dominasi wisata bahari Berau.</p>
<p>1. Labuan Cermin: Danau Dua Rasa yang Terkenal di Media Sosial</p>
<p>Danau Labuan Cermin terkenal dengan kejernihan airnya yang luar biasa hingga mampu memantulkan bayangan pepohonan seperti cermin alami. Keunikan paling menonjol adalah dua lapisan air, yaitu air tawar di permukaan dan air asin di dasar bawah. Wisatawan dapat menaiki perahu kayu yang tampak “melayang” atau berenang sambil merasakan perbedaan suhu dari dua lapisan tersebut.</p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202511/image_870x_692c043c90d71.jpg" alt=""></p>
<p>2. Goa Haji Mangku: Eksplorasi Karst yang Aman dan Menarik</p>
<p>Goa Haji Mangku menawarkan petualangan caving yang mudah diakses tetapi tetap memukau. Bentangan stalaktit dan stalagmit yang terbentuk selama ribuan tahun menjadi ornamen alami yang mengesankan. Suhu sejuk di dalam gua memberikan suasana tenang dan menyegarkan, cocok sebagai jeda dari panasnya pesisir.</p>
<p>3. Air Terjun Tembalang: Oase di Tengah Hutan Tropis</p>
<p>Terletak di pedalaman hutan Berau, Air Terjun Tembalang menjadi destinasi favorit bagi para pencinta trekking. Perjalanan menuju lokasi memerlukan usaha ekstra, namun setibanya di lokasi, wisatawan akan disambut dengan air terjun alami, udara yang bersih, serta suasana hutan yang damai. Mandi di kolam air terjun yang dingin menjadi cara sempurna untuk menutup tahun dan menyambut awal baru dengan energi yang segar dan positif.</p>
<p><strong>MENYELAMI BUDAYA TANJUNG REDEB: SEJARAH &amp; KULINER</strong></p>
<p>Sebelum kembali dari perjalanan, luangkan waktu menjelajahi Tanjung Redeb. Kota ini adalah pintu masuk memahami identitas sejarah serta budaya masyarakat Berau.</p>
<p>1. Dua Kesultanan Berau, Sambaliung dan Gunung Tabur</p>
<p>Berau memiliki sejarah unik dengan dua kesultanan bersaudara yang memainkan peran penting dalam perdagangan maritim Kalimantan. Bekas Keraton Sambaliung yang kini menjadi museum memamerkan singgasana kerajaan, pakaian adat, perhiasan emas, hingga keris bersejarah. Kunjungan ke lokasi ini memberi gambaran utuh mengenai kejayaan masa lalu yang masih memengaruhi kehidupan masyarakat Berau saat ini.</p>
<p>2. Museum Batiwakkal Sebuah Rumah Etnografi Berau</p>
<p>Museum Batiwakkal merupakan bangunan keraton Gunung Tabur yang menyimpan beragam artefak budaya dari suku Dayak hingga etnis pesisir. Koleksi alat tradisional, peralatan berburu, hingga kerajinan tangan menjadikan museum ini tempat ideal untuk memahami keberagaman budaya Berau.</p>
<p><strong>KULINER KHAS BERAU: MERAYAKAN NATARU DENGAN CITARASA LOKAL</strong></p>
<p>Tanjung Redeb adalah surga bagi pecinta kuliner. Wisatawan dapat mencicipi berbagai hidangan berbahan ikan air tawar seperti Pepes ikan Patin dan ikan Gabus yang memiliki bumbu rempah yang kaya rasa. Berbagai camilan khas seperti Rangai dan Talinga Sagayi juga wajib dicoba atau dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Wisatawan dapat mencari berbagai kuliner dan oleh-oleh di toko-toko seperti Rumah Kemas Batiwakkal dan Rumah Kemas Basinang di Tanjung Redeb yang biasanya menawarkan koleksi lengkap camilan, makanan kemasan, hingga kerajinan tangan.</p>
<p>Kabupaten Berau adalah paket liburan yang benar-benar lengkap. Ada petualangan bahari, eksplorasi daratan, dan perjalanan budaya. Memilih Berau sebagai destinasi Nataru dapat membuat Anda memiliki pengalaman yang menyenangkan, mendidik, dan penuh cerita untuk dibawa pulang. Dengan perencanaan matang, mulai dari akomodasi hingga transportasi laut, udara maupun darat, Berau siap menyambut wisatawan dengan keramahan masyarakatnya dan keindahan alam yang tiada habisnya. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dukungan Global: Yayasan Hasanah Malaysia Bawa 5 UKM Unggulan ke WIES 2025 di Padang</title>
<link>https://kartanews.com/dukungan-global-yayasan-hasanah-malaysia-bawa-5-ukm-unggulan-ke-wies-2025-di-padang</link>
<guid>https://kartanews.com/dukungan-global-yayasan-hasanah-malaysia-bawa-5-ukm-unggulan-ke-wies-2025-di-padang</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202511/image_870x580_692330bd3a34a.jpg" length="35455" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 00:07:35 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords>Padang, yayasan, indonesia, umkm, ekonomi, malaysia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p><strong>KARTANEWS.COM</strong>, Padang — Yayasan Hasanah Malaysia memastikan kehadirannya pada World Islamic Entrepreneur Summit (WIES) 2025 di Padang, Sumatera Barat. Delegasi dipimpin langsung oleh Direktur dan Wali Amanat Hasanah, Siti Kamariah Ahmad Subki, sebagai bentuk komitmen memperkuat jejaring ekonomi serumpun dan membuka peluang kolaborasi lintas negara.</p>
<p>Yayasan Hasanah merupakan lembaga independen milik dana kekayaan negara Malaysia, Khazanah, yang berdiri pada 1 Juli 2015. Lembaga ini berperan sebagai pemberi hibah strategis dengan fokus pada penguatan kapasitas komunitas, pengembangan sosial, serta isu-isu lingkungan. Hasanah aktif mempertemukan para pemangku kebijakan, organisasi masyarakat sipil, akademisi, korporasi, hingga komunitas lokal untuk menciptakan dampak sosial yang inklusif dan berkelanjutan.</p>
<p>Dalam penyelenggaraan WIES 2025 yang berlangsung pada 26–28 November di Padang, Yayasan Hasanah menjadi salah satu sponsor utama. Kehadiran ini sekaligus menegaskan visi mereka untuk memperluas pasar UKM Malaysia dan mendorong kemitraan baru dengan negara-negara di Asia Tenggara, khususnya Indonesia.</p>
<p>Bawa Lima UKM Terbaik Malaysia</p>
<p>Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap penguatan bisnis kecil dan menengah, Yayasan Hasanah akan membawa lima UKM unggulan ke WIES 2025. Kelima UKM tersebut berasal dari sektor ekonomi kreatif, keberlanjutan, teknologi, hingga pariwisata, yaitu:</p>
<p>1. Seadling — perusahaan penghasil solusi berbasis rumput laut.</p>
<p>2. Tangankraf — pelaku seni dan kerajinan terbaik yang mengangkat produk budaya Malaysia.</p>
<p>3. Antares Ventures — perusahaan yang berinvestasi pada teknologi transformasional, seperti energi dan pertanian.</p>
<p>4. AtoZ Carbon Cycle — perusahaan berbasis teknologi ramah lingkungan, termasuk biodiesel, mikroalga, hingga black soldier fly.</p>
<p>5. Lambosari — perusahaan pariwisata yang mempromosikan budaya dan destinasi di Terengganu untuk pasar internasional.</p>
<p>Hasanah menilai WIES 2025 merupakan momentum tepat untuk memperkenalkan UKM Malaysia kepada pasar Indonesia, sekaligus menjajaki kerja sama bisnis yang lebih luas di masa depan.</p>
<p>Apresiasi dari Panitia WIES 2025</p>
<p>Ketua Panitia WIES 2025, Sari Lenggogeni, menyambut hangat kehadiran delegasi Hasanah. Ia menilai partisipasi Hasanah akan membuka peluang kolaborasi tidak hanya di sektor UMKM, tetapi juga pendidikan dan pengembangan kapasitas.</p>
<p><em>“Kehadiran Yayasan Hasanah merupakan kehormatan bagi kami. Ini kesempatan besar bagi UKM Indonesia dan Malaysia untuk saling terkoneksi, berbagi pengalaman, dan membangun kerja sama jangka panjang,” ujar Sari.</em></p>
<p>Selain berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan WIES, delegasi Hasanah juga dijadwalkan bertemu dengan Rektor Universitas Andalas untuk membahas potensi kolaborasi di bidang pendidikan, riset, dan pemberdayaan sosial.</p>
<p>Yayasan Hasanah berharap partisipasi mereka di WIES 2025 dapat memperkuat hubungan serumpun Malaysia–Indonesia, membuka jalan bagi kemitraan ekonomi baru, serta memperluas dampak sosial yang mereka perjuangkan selama ini. (Yulviadi-Bayu)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gua Gumantung, Menambah Cerita Baru bagi Wisatawan di Pulau Maratua</title>
<link>https://kartanews.com/gua-gumantung-menambah-cerita-baru-bagi-wisatawan-di-pulau-maratua</link>
<guid>https://kartanews.com/gua-gumantung-menambah-cerita-baru-bagi-wisatawan-di-pulau-maratua</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202511/image_870x580_6920242d37c95.jpg" length="190648" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 16:36:14 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> — Siapa yang tidak mengenal Pulau Maratua? pulau cantik di ujung Kalimantan Timur ini, sejak lama menjadi primadona wisatawan, baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara, terkenal dengan pantai berpasir putih, laut sebening kristal, dan dunia bawah laut yang memikat penyelam dunia. </p>
<p>Di balik popularitasnya sebagai surga tropis, Pulau Maratua ternyata masih menyimpan banyak kejutan. Salah satunya adalah Gua Gumantung, destinasi baru yang perlahan mencuri perhatian dan menawarkan pengalaman berbeda dari wajah Maratua yang selama ini dikenal.</p>
<p>Gua Gumantung sebenarnya sudah lama dikenal warga lokal, namun secara resmi dibuka pada April 2025 bagi pengunjung komersial, dan sejak saat itu jumlah kunjungan terus meningkat. Gua Gumantung berada tepat di Kampung Teluk Harapan (sering juga disebut Teluk Alulu), Kecamatan Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.</p>
<p>Adapun akses menuju Gua Gumantung cukup panjang. Dari dermaga Sanggam di Tanjung Redeb, wisatawan menempuh perjalanan laut sekitar empat jam menggunakan speedboat menuju Dermaga Teluk Harapan. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan sepeda motor sekitar 15 menit melewati jalur berkelok, hutan, dan tebing karang. </p>
<p>Wisatawan kemudian masuk melalui gerbang utama sebelum mengikuti jalur semenisasi dan jembatan kayu ulin sepanjang kurang lebih 470 meter menuju mulut gua. Memasuki kawasan gua, pengunjung langsung dimanjakan oleh kolam air yang jernih berwarna kebiruan yang menjadi daya tarik utamanya. Dinding batu karang menjulang di sekelilingnya, menciptakan suasana alami yang unik. Air di dalam gua memiliki kedalaman antara 15 hingga 30 meter sehingga cocok untuk berenang maupun menyelam ringan. </p>
<p>Beberapa pengunjung juga bisa memanfaatkan kano di area yang telah disiapkan. Bagi pecinta adrenalin, tersedia pula lokasi lompat tebing dengan ketinggian sekitar 12 meter. Di jalur menuju gua, terdapat dua gua lain yang ikut terlihat, yaitu Gua Kehe Tanak-tanak dan Gua Kehe Kuba. Keduanya belum dibuka untuk wisatawan karena masih dalam tahap penataan dan belum memiliki pencahayaan yang aman.</p>
<p>Pengelolaan Gua Gumantung dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat. Semua pembangunan akses dilakukan secara manual tanpa alat berat untuk menjaga kondisi alam sekitar. </p>
<p>Dilansir dari detik.com, pengelola gua, Doni, menyebut bahwa kehadiran destinasi ini bukan hanya membuka peluang wisata, tetapi juga meningkatkan perekonomian warga setempat.</p>
<p>“Sudah lama diketahui warga, tapi baru dimanfaatkan untuk umum sejak April lalu. Senang rasanya melihat banyak masyarakat ikut terbantu,” ujarnya.</p>
<p>Sejak dibuka, jumlah pengunjung telah melampaui sebanyak seribu orang. Dampaknya sudah terasa, terutama bagi warga yang membuka penginapan rumahan dengan tarif sekitar Rp 350 ribu per malam. </p>
<p>Pengunjung diimbau mengikuti arahan dari local guide untuk keselamatan, terutama saat berenang atau mencoba aktivitas lompat tebing yang membutuhkan kehati-hatian.</p>
<p>Kehadiran Gua Gumantung menambah daftar destinasi unggulan di Pulau Maratua yang sebelumnya dikenal lewat destinasinya seperti, Gua Halo Tabung, pantai berpasir putih, dan dunia bawah lautnya. Dengan keindahan alam yang masih terjaga serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya, Gua Gumantung berpotensi menjadi daftar ikon wisata baru di Kabupaten Berau. (AUNI)</p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penguatan SDM serta Legalitas Usaha, Jadi Prioritas Disbudpar Berau Kembangkan Ekonomi Kreatif</title>
<link>https://kartanews.com/penguatan-sdm-serta-legalitas-usaha-jadi-prioritas-disbudpar-berau-kembangkan-ekonomi-kreatif</link>
<guid>https://kartanews.com/penguatan-sdm-serta-legalitas-usaha-jadi-prioritas-disbudpar-berau-kembangkan-ekonomi-kreatif</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202511/image_870x580_691ee947012b4.jpg" length="76639" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 18:14:35 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> — Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau kembali memperkuat upaya perlindungan hukum bagi pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) dengan menggelar "Sosialisasi HAKI dan Pendaftaran Merek Bagi Pelaku Ekraf" yang berlangsung di Hotel Grand Parama, pada Kamis (20/11/2025). </p>
<p>Kegiatan yang diikuti 40 peserta ini, bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku ekraf terhadap pentingnya perlindungan karya, merek, dan inovasi.</p>
<p>Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) adalah hak eksklusif yang diberikan secara hukum kepada individu atau badan hukum atas karya cipta intelektual seseorang, seperti ciptaan di bidang seni, sastra, ilmu pengetahuan, dan teknologi. </p>
<p>Kepala Disbudpar Kabupaten Berau, Ilyas Natsir yang diwakili oleh Kabid Usaha Jasa Sarana Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nurjatiah, menjelaskan bahwa sosialisasi ini menjadi langkah awal pembinaan untuk memastikan seluruh pelaku ekraf di Berau, memiliki perlindungan hukum yang memadai. </p>
<p>“Setiap karya memiliki nilai dan hak yang harus dilindungi. Dengan mendaftarkan HAKI, pelaku usaha terhindar dari penggunaan karya oleh pihak lain tanpa izin,” ujarnya kepada wartawan kartanews pada Kamis (20/11/2025).</p>
<p>Menurut Nurjatiah, pendaftaran HAKI termasuk merek dan hak cipta memberikan banyak manfaat, mulai dari kepastian hukum, nilai ekonomi yang lebih tinggi, hingga peningkatan daya saing produk lokal. Perlindungan HAKI juga menjadi bentuk pengakuan atas kreativitas dan inovasi pelaku ekraf.</p>
<p>“Selain melindungi karya, HAKI juga dapat menambah nilai ekonomi. Produk yang telah memiliki legalitas resmi selalu lebih dipercaya dunia pasar,” tambahnya.</p>
<p>Berdasarkan data talenta pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Berau, terdapat beberapa subsektor unggulan ekraf yang terus dikembangkan, seperti dunia kuliner, seni pertunjukan, film dan video, aplikasi digital, musik, fotografi dan sebagainya.</p>
<p>Selain itu, subsektor wastra seperti batik dan tenun serta kriya seperti anyaman dan kerajinan tangan juga menjadi bagian penting pengembangan ekraf di Berau.</p>
<p>“Fokus kami bukan hanya pada subsektor yang besar, tetapi semua subsektor yang memiliki potensi ekonomi dan kreativitas kami ajak,” jelasnya.</p>
<p>Pemerintah daerah juga menjalankan program penguatan SDM secara berjenjang, meliputi sosialisasi, pelatihan sesuai subsektor, hingga sertifikasi profesi. Melalui skema ini, pelaku ekraf diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memahami mekanisme perlindungan hukum yang tersedia.</p>
<p>“Ketika merek telah didaftarkan, pelaku ekraf mendapatkan hak eksklusif untuk menggunakannya dan jika digunakan oleh orang lain maka pelaku usaha bisa mendapatkan royalti,” tuturnya.</p>
<p>Kegiatan ini juga bersinergi dengan berbagai OPD di Kabupaten Berau, termasuk Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Diskoperindag), agar seluruh pelaku ekraf mendapatkan fasilitas yang tepat dan sesuai kebutuhan.</p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202511/image_870x_691ee9bf36975.jpg" alt=""></p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Nurjatiah menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Berau atas dukungan penuh terhadap pengembangan sektor pariwisata dan ekraf. </p>
<p>Menurutnya, pemerintah daerah memiliki visi besar untuk menjadikan sektor pariwisata dan ekraf sebagai salah satu penyumbang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam lima tahun ke depan, sebagai upaya mengantisipasi menurunnya ketergantungan pada sumber daya alam, khususnya batu bara.</p>
<p>“Pembangunan objek wisata terus dilakukan di daerah-daerah, pelatihan bagi pelaku ekraf terus kami lakukan, termasuk dukungan terhadap berbagai event pariwisata. Harapannya, wisatawan domestik maupun mancanegara semakin banyak berkunjung ke Berau,” ungkapnya.</p>
<p>Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga diperkuat melalui konsep Pentahelix dengan menggandeng hotel, restoran, asosiasi pariwisata, komunitas kreatif, akademisi, dan media.</p>
<p>Sebagai bagian dari inovasi pelayanan ekraf, Disbudpar Kabupaten Berau saat ini tengah mengembangkan aplikasi berbasis website yang direncanakan meluncur pada awal tahun 2026. Platform tersebut akan memuat informasi seluruh kegiatan tahunan dinas sekaligus menjadi ruang pemasaran bagi pelaku ekraf.</p>
<p>“Melalui aplikasi ini, pelaku ekraf dapat mencari tahu dan belajar untuk mempromosikan dan menjual produk mereka secara langsung. Ini menjadi bagian dari transformasi digital di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ungkapnya.</p>
<p>Melalui sosialisasi ini juga, Disbudpar menegaskan komitmennya untuk mendorong pelaku ekraf memahami dan melindungi karya serta mereknya, sehingga mampu berkembang, bersaing dan berkontribusi lebih besar dalam pembangunan ekonomi daerah.</p>
<p>"Kami berharap seluruh pelaku ekraf tidak hanya fokus pada produksi tetapi juga memahami pentingnya perlindungan karya mereka. Adanya HAKI, karya lokal memiliki value yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi,” tutupnya. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Karrap Fest 2025 Hidupkan Ekonomi Kreatif dan Budaya Lokal Berau</title>
<link>https://kartanews.com/karrap-fest-2025-hidupkan-ekonomi-kreatif-dan-budaya-lokal-berau</link>
<guid>https://kartanews.com/karrap-fest-2025-hidupkan-ekonomi-kreatif-dan-budaya-lokal-berau</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202511/image_870x580_690daca5e553b.jpg" length="92606" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 16:39:48 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>KARTANEWS.COM, BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali menggelar Karrap Fest Tahun 2025, sebuah ajang tahunan yang bertujuan memperkuat promosi pariwisata sekaligus menumbuhkan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. </p>
<p>Kegiatan ini berlangsung pada 5 hingga 9 November 2025 di Amphitheater, Taman Sangam, Tanjung Redeb, setiap malam mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WITA.</p>
<p>Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau, Abdul Majid, selaku panitia pelaksana menyampaikan bahwa Karrap Fest merupakan penyelenggaraan kedua sejak pertama kali diadakan pada tahun 2024.</p>
<p>“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan promosi pariwisata dan penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Kami ingin menjadikan Karrap Fest sebagai event tahunan yang berkelanjutan,” ujarnya.</p>
<p>Dalam penyelenggaraannya, kegiatan ini mengusung konsep “Harmoni Budaya, Warisan dan Inovasi Masa Kini" tema ini menggambarkan perpaduan antara nilai tradisi dan kreativitas modern sebagai upaya menjaga warisan budaya sekaligus menyesuaikannya dengan perkembangan zaman.</p>
<p>Adapun dasar pelaksanaan kegiatan antara lain bersumber dari DPA Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, serta Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif.</p>
<p>Abdul Majid menambahkan, tujuan utama Karrap Fest 2025 adalah memperkuat daya tarik wisata budaya, mendorong partisipasi pelaku seni dan UMKM, serta memperluas jejaring kerja sama antara pelaku pariwisata dan komunitas kreatif. </p>
<p>“Kami ingin Karrap Fest menjadi agenda wisata tahunan yang berkelanjutan dan eksklusif, sekaligus menjadi bagian dari strategi promosi budaya Kabupaten Berau,” ungkapnya.</p>
<p>Rangkaian kegiatan Karrap Fest tahun ini meliputi pentas seni dan budaya, lomba tari tradisional dan modern, lomba musik akustik, serta gelar produk UMKM yang melibatkan 100 pelaku usaha mikro dari berbagai subsektor, termasuk kuliner dan kerajinan lokal. </p>
<p>Pemerintah daerah juga memberikan apresiasi khusus kepada pemerhati wisata, seniman, budaya, dan ekonomi kreatif atas kontribusinya dalam memajukan sektor pariwisata daerah.</p>
<p>Data panitia mencatat, malam pembukaan Karrap Fest dihadiri sekitar 850 pengunjung, dengan target total kunjungan selama lima hari mencapai 4.000 orang.</p>
<p>Sementara itu, Staf Ahli Bupati Berau, Warji, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini yang dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat. </p>
<p>“Kegiatan yang digelar di amphitheater ini menjadi berkah bagi pelaku UMKM. Banyak pedagang yang merasakan peningkatan pendapatan selama acara berlangsung,” ujarnya.</p>
<p>Warji juga menyoroti potensi besar sektor ekonomi kreatif yang diyakini mampu menciptakan ekosistem ekonomi rakyat yang menjanjikan. </p>
<p>“Ekonomi kreatif akan menjadi sektor andalan daerah di masa depan, sejalan dengan pengembangan layanan pariwisata premium di Kabupaten Berau yang sangat strategis karena jadi pusat pariwisata IKN” katanya.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Berau turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini, termasuk organisasi Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PATRI) Kabupaten Berau yang selama ini aktif membina insan seni musik di daerah.</p>
<p>Selain menjadi ajang promosi dan hiburan, Karrap Fest juga memunculkan aspirasi komunitas seni agar di Kabupaten Berau segera dibangun Pusat Kesenian atau Creative Hub. Menurut Warji, hal ini sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati untuk menyediakan ruang kreatif bagi pelaku seni dan ekonomi kreatif.</p>
<p>“Dalam rancangan UMKM Center yang akan dibangun di kawasan Kantor Terpadu, diusulkan agar bangunan tersebut juga memiliki ruang untuk kegiatan teater dan seni pertunjukan lainnya. Usulan ini didukung oleh para seniman lokal ,” jelasnya.</p>
<p>Pembangunan fasilitas tersebut ditargetkan dapat terealisasi pada tahun 2026, meski diakui akan menghadapi tantangan akibat penyesuaian dana atau efesiensi anggaran daerah. </p>
<p>Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Berau optimistis bahwa sinergi antara komunitas seni, pelaku ekonomi kreatif, dan pemerintah akan terus memperkuat fondasi budaya dan pariwisata lokal daerah ke depan. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Taman Desa Manunggal Jaya: Ruang Publik yang Membugarkan Tubuh, Menyehatkan Ekonomi.</title>
<link>https://kartanews.com/taman-desa-manunggal-jaya-ruang-publik-yang-membugarkan-tubuh-menyehatkan-ekonomi</link>
<guid>https://kartanews.com/taman-desa-manunggal-jaya-ruang-publik-yang-membugarkan-tubuh-menyehatkan-ekonomi</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="" length="92606" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 13:24:47 +0800</pubDate>
<dc:creator>Aldi Dinata Saputra</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div style="mso-element: dropcap-dropped; mso-element-wrap: around; mso-element-anchor-vertical: paragraph; mso-element-anchor-horizontal: column; mso-height-rule: exactly; mso-element-linespan: 3;"></div>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202511/image_870x_690c30cc114a1.jpg" alt=""></p>
<p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Tidak semua pembangunan harus besar dan berbiaya tinggi untuk memberi dampak besar bagi masyarakat. Kadang, perubahan sederhana justru membawa manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan. Salah satu contohnya bisa kita lihat di Desa Manunggal Jaya, Kabupaten Kutai Kartanegara. Sejak taman desa dan <i>running track</i> di sekitar lapangan diperbaiki, suasana desa berubah secara signifikan — tidak hanya menjadi lebih hidup, tetapi juga lebih sehat, produktif, dan berdaya secara ekonomi.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Mungkin kita jarang melihat masyarakat desa memiliki kebiasaan olahraga yang intens seperti di kota, di mana tren lari, <i>paddle</i>, atau senam bersama sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Warga desa umumnya terlihat lebih tertutup dan kesehariannya sudah dipenuhi pekerjaan fisik di ladang, kebun, atau sungai. Karena itu, berolahraga secara rutin sering dianggap tidak perlu — atau bahkan terasa melelahkan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Namun siapa sangka, setelah pembangunan taman dan lintasan lari di Manunggal Jaya, semangat berolahraga justru tumbuh luar biasa. Setiap pagi dan sore, kawasan taman selalu ramai. Saya yang rutin berlari di <i>running track</i> hampir tidak pernah menemukan taman dalam keadaan sepi — tidak ada satu waktu pun saya berolahraga sendirian. Selalu ada warga yang berjalan santai, anak muda berlari, ibu-ibu bercengkerama sambil senam, atau anak-anak bermain bola di lapangan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Fenomena ini menunjukkan bahwa ruang publik yang dirancang dengan baik mampu menghidupkan kembali semangat sosial dan kebersamaan warga. Taman menjadi ruang pertemuan alami — tempat masyarakat berinteraksi, tertawa, dan saling menyapa. Di tengah rutinitas pekerjaan dan tekanan hidup, taman menghadirkan keseimbangan baru: antara kerja dan kebugaran, antara aktivitas dan kebahagiaan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Yang menarik, manfaat taman ini tidak berhenti pada kesehatan. Seiring meningkatnya aktivitas warga, denyut ekonomi desa juga ikut tumbuh. Di sekitar taman kini bermunculan pedagang kaki lima dan pelaku UMKM baru: penjual jus, gorengan, minuman segar dan lain-lain. Warga yang sebelumnya hanya beraktivitas di rumah—sebagai ibu rumah tangga atau yang belum memiliki usaha— kini mulai berjualan di sore hari. Beragam masyarakat berjualan di sekitar taman, mulai dari anak muda hingga warga yang sudah lanjut usia. Semangat mereka dalam berusaha menghadirkan harapan baru akan meningkatnya kesejahteraan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Perputaran ekonomi ini menunjukkan bahwa pembangunan ruang publik yang inklusif mampu memberi efek berganda (<i>multiplier effect</i>) terhadap kesejahteraan masyarakat. Taman yang ramai menghadirkan peluang usaha baru, menumbuhkan semangat kewirausahaan, dan menciptakan lapangan kerja tanpa harus mengandalkan proyek besar atau bantuan pemerintah.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Taman desa seperti di Manunggal Jaya seharusnya dipandang lebih dari sekadar fasilitas rekreasi. Ia merupakan inkubator alami bagi ekonomi mikro<b>.</b> Di sana, pelaku usaha kecil bisa langsung berinteraksi dengan pelanggan, menguji produk baru, dan membangun jaringan sosial ekonomi. Jika dikelola dengan baik — misalnya melalui penataan area UMKM, dukungan kebersihan, dan penyelenggaraan kegiatan rutin seperti mengadakan <i>event</i> lari atau bazar mingguan — taman bisa menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di tingkat mikro.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Apa yang terjadi di Manunggal Jaya layak dijadikan inspirasi bagi desa-desa lain di Kutai Kartanegara. Pembangunan tidak harus selalu dalam bentuk proyek fisik berskala besar. Investasi pada ruang publik yang ramah masyarakat terbukti mampu menciptakan perubahan sosial yang nyata dan berkelanjutan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Pemerintah daerah dapat melihat taman sebagai bagian dari strategi pembangunan inklusif. Ruang publik yang sehat, aman, dan ramai bukan hanya memperindah desa, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup, partisipasi sosial, dan kemandirian ekonomi masyarakat.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Kisah Taman Manunggal Jaya memberi pelajaran sederhana: ketika masyarakat diberi ruang untuk bergerak, mereka akan tumbuh. Taman ini menjadi bukti bahwa pembangunan yang berpihak pada manusia — bukan semata pada beton — bisa menghasilkan perubahan besar dengan biaya yang relatif kecil. Ia menyehatkan tubuh, mempererat hubungan sosial, dan menghidupkan ekonomi lokal.<o:p></o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%; font-family: 'Arial',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-ansi-language: EN-ID; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;">Dari sebidang ruang hijau di Manunggal Jaya, kita belajar bahwa kesejahteraan tidak selalu datang dari tambang, pabrik, atau proyek besar. Kadang, ia tumbuh dari tempat sederhana — dari taman yang memberi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, tertawa, dan saling menguatkan.</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>