<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
<title>Kartanews &#45; : Food</title>
<link>https://kartanews.com/rss/category/food</link>
<description>Kartanews &#45; : Food</description>
<dc:language>en</dc:language>
<dc:rights>@PT Digitalindo Media Utama &#45; kartanews.com</dc:rights>

<item>
<title>Tak Sekadar Primadona Hidangan, Tape Ketan Bawa Manfaat untuk Tubuh saat Hari Lebaran</title>
<link>https://kartanews.com/tak-sekadar-primadona-hidangan-tape-ketan-bawa-manfaat-untuk-tubuh-saat-hari-lebaran</link>
<guid>https://kartanews.com/tak-sekadar-primadona-hidangan-tape-ketan-bawa-manfaat-untuk-tubuh-saat-hari-lebaran</guid>
<description><![CDATA[ Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c771a878849.jpg" length="78046" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 14:18:26 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, INDONESIA </strong>- Idulfitri di Indonesia tidak hanya identik dengan hidangan utama seperti ketupat, opor ayam, dan rendang. Dari balik ragam makanan bersantan yang kaya rempah, terdapat satu sajian pelengkap yang hampir selalu hadir di meja tamu, yakni tape ketan. </p>
<p>Kudapan tradisional hasil fermentasi ini dikenal luas karena cita rasanya yang khas perpaduan manis, sedikit asam, serta sensasi segar yang menjadikannya favorit sebagai penutup hidangan Lebaran.</p>
<p>Tape ketan umumnya hadir dalam dua varian populer, yaitu tape ketan putih atau hijau yang sering diberi pewarna alami dari daun pandan atau suji, serta tape ketan hitam yang memiliki karakter rasa lebih kuat. </p>
<p>Teksturnya yang lembut dengan cairan manis hasil fermentasi menjadikan tape sebagai sajian yang tidak hanya lezat, tetapi juga menyegarkan setelah menyantap makanan berat.</p>
<p>Tidak hanya sekadar hidangan pelengkap, tape ketan juga memiliki nilai budaya yang kuat di berbagai daerah di Indonesia. Beberapa wilayah, tape bahkan menjadi sajian wajib saat momen spesial, termasuk hari raya keagamaan, sebagai simbol kebersamaan dan tradisi turun-temurun.</p>
<p><strong>Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatan</strong></p>
<p>Dari balik rasanya yang nikmat, tape ketan ternyata menyimpan sejumlah manfaat bagi kesehatan. Proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme alami menghasilkan kandungan probiotik yang baik untuk sistem pencernaan. </p>
<p>Bakteri baiknya dapat membantu menjaga keseimbangan flora usus serta mendukung penyerapan nutrisi secara optimal.</p>
<p>Selain itu, tape juga mengandung vitamin B1 (tiamin) yang berperan penting dalam metabolisme energi dan menjaga daya tahan tubuh. Konsumsi tape dalam jumlah wajar dapat membantu meningkatkan stamina, terutama setelah menjalani aktivitas padat selama perayaan Lebaran.</p>
<p>Khusus untuk tape ketan hitam, kandungan zat besinya relatif lebih tinggi dibandingkan tape ketan putih. Zat besi ini berperan dalam pembentukan sel darah merah, sehingga dapat membantu mencegah anemia. </p>
<p>Sementara itu, efek hangat yang dirasakan setelah mengonsumsi tape juga diyakini dapat membantu melancarkan peredaran darah.</p>
<p>Meski demikian, konsumsi tape tetap perlu diperhatikan, terutama karena kandungan alkohol alami dalam jumlah kecil akibat proses fermentasi.</p>
<p><strong>Proses Pembuatan yang Mengandalkan Ketelitian</strong></p>
<p>Pembuatan tape ketan dikenal sebagai proses yang membutuhkan ketelatenan, terutama dalam menjaga kebersihan dan suhu selama fermentasi. Kesalahan kecil, seperti penggunaan alat yang tidak steril atau penaburan ragi saat ketan masih hangat, dapat menyebabkan hasil tape menjadi pahit atau gagal terbentuk.</p>
<p>Proses awal dimulai dari pencucian dan perendaman beras ketan selama beberapa jam hingga teksturnya cukup lunak. </p>
<p>Setelah itu, ketan dikukus dalam dua tahap agar matang sempurna. Pada tahap ini, sebagian pembuat juga menambahkan pewarna alami seperti air daun pandan untuk menghasilkan tampilan hijau yang khas.</p>
<p>Setelah matang, ketan harus didinginkan hingga mencapai suhu ruang. Tahap ini menjadi kunci keberhasilan fermentasi. Ragi yang telah dihaluskan kemudian ditaburkan secara merata, sebelum ketan disimpan dalam wadah tertutup atau dibungkus daun pisang.</p>
<p>Proses fermentasi berlangsung selama dua hingga tiga hari di tempat yang bersih dan tidak terkena sinar matahari langsung. Selama periode inilah, mikroorganisme akan mengubah pati menjadi gula, menghasilkan rasa manis alami serta cairan khas tape.</p>
<p><strong>Kreasi Penyajian yang Beragam</strong></p>
<p>Dalam tradisi Lebaran, tape ketan dapat disajikan dalam berbagai cara. Penyajian paling sederhana adalah langsung disajikan dalam kondisi dingin, yang memberikan sensasi segar saat disantap.</p>
<p>Di beberapa daerah, tape kerap dipadukan dengan emping. Kombinasi rasa manis-asam dari tape dengan tekstur renyah dan sedikit pahit dari emping menciptakan keseimbangan rasa yang unik.</p>
<p>Selain itu, tape juga sering dijadikan bahan tambahan dalam berbagai minuman tradisional, seperti es campur atau es lilin. </p>
<p>Perpaduan tape dengan santan, sirup, dan es serut juga dapat memberikan cita rasa yang semakin kaya dan menyegarkan, terutama saat dinikmati di tengah suasana hangat kebersamaan Lebaran.</p>
<p><strong>Tetap Relevan di Tengah Modernisasi</strong></p>
<p>Maraknya makanan modern, tape ketan tetap mempertahankan eksistensinya sebagai bagian dari kuliner tradisional yang dicintai masyarakat. </p>
<p>Kesederhanaan bahan dan prosesnya justru menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus mencerminkan kekayaan budaya lokal.</p>
<p>Kehadiran tape ketan di meja Lebaran bukan sekadar pelengkap hidangan, tetapi juga menjadi simbol kehangatan, tradisi, dan kebersamaan yang terus terjaga dari generasi ke generasi.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kue Kering Lebaran Beserta Resepnya, Tradisi Manis yang Selalu Hadir di Meja Tamu</title>
<link>https://kartanews.com/kue-kering-lebaran-beserta-resepnya-tradisi-manis-yang-selalu-hadir-di-meja-tamu</link>
<guid>https://kartanews.com/kue-kering-lebaran-beserta-resepnya-tradisi-manis-yang-selalu-hadir-di-meja-tamu</guid>
<description><![CDATA[ Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b3a43459af6.jpg" length="127605" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 13:50:38 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, INDONESIA </strong>- Lebaran identik dengan suasana hangat, silaturahmi, serta hidangan khas yang disajikan untuk menyambut tamu. Salah satu sajian yang hampir selalu hadir di setiap rumah adalah kue kering. Toples berisi aneka kue biasanya tertata rapi di meja tamu sebagai suguhan bagi keluarga maupun kerabat yang datang berkunjung saat Hari Raya Idulfitri.</p>
<p>Tradisi menyajikan kue kering saat Lebaran telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Kehadirannya bukan hanya sekadar camilan, tetapi juga simbol keramahan tuan rumah dalam menyambut tamu yang datang bersilaturahmi setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.</p>
<p>Kue kering dipilih sebagai hidangan Lebaran karena memiliki daya tahan yang cukup lama dibandingkan kue basah. </p>
<p>Dengan penyimpanan yang tepat, kue kering dapat bertahan hingga berminggu-minggu sehingga tetap tersedia bagi tamu yang datang secara bergantian selama masa perayaan Idulfitri.</p>
<p>Di antara banyak jenis kue kering yang ada, terdapat tiga jenis yang hampir selalu menjadi primadona di meja tamu saat Lebaran, yakni nastar, kastengel, dan putri salju. Ketiganya dikenal luas oleh masyarakat dan hampir selalu hadir dalam setiap perayaan hari raya.</p>
<p>Nastar dikenal dengan bentuk bulat kecil berisi selai nanas yang memiliki perpaduan rasa manis dan sedikit asam. Teksturnya yang lembut membuat kue ini menjadi favorit banyak orang dari berbagai kalangan usia.</p>
<p>Sementara itu kastengel menjadi pilihan bagi pecinta rasa gurih. Kue ini memiliki bentuk memanjang dengan taburan keju di bagian atas yang memberikan cita rasa asin dan gurih yang khas.</p>
<p>Adapun putri salju terkenal dengan balutan gula halus yang menyelimuti permukaan kue. Ketika digigit, gula halus tersebut akan memberikan sensasi lembut dan manis yang menjadi ciri khas kue ini.</p>
<p>Selain membeli di toko, banyak keluarga juga memilih membuat kue kering sendiri di rumah menjelang Lebaran. Kegiatan ini kerap menjadi tradisi keluarga yang menghadirkan suasana kebersamaan, sekaligus menghadirkan aroma khas mentega dan kue yang dipanggang di rumah.</p>
<p>Berikut bahan-bahan yang umumnya digunakan untuk membuat nastar klasik.</p>
<p><strong>Bahan Adonan Nastar:</strong></p>
<p>• 250 gram mentega atau campuran margarin dan butter</p>
<p>• 50 gram gula halus</p>
<p>• 2 butir kuning telur</p>
<p>• 350 gram tepung terigu protein rendah</p>
<p>• 2 sendok makan susu bubuk</p>
<p><strong>Bahan Selai Nanas:</strong></p>
<p>• 1 buah nanas madu yang telah diparut</p>
<p>• 100 gram gula pasir</p>
<p>• Sedikit kayu manis</p>
<p><strong>Bahan Olesan:</strong></p>
<p>• 2 butir kuning telur</p>
<p>• 1 sendok makan minyak goreng</p>
<p>Proses pembuatannya dimulai dengan memasak nanas parut hingga airnya menyusut, setelah itu ditambahkan gula dan kayu manis, lalu dimasak hingga teksturnya mengental dan mudah dibentuk menjadi bulatan kecil sebagai isian nastar.</p>
<p>Adonan kue kemudian dibuat dengan mencampurkan mentega, gula halus, dan kuning telur hingga rata, tepung terigu dan susu bubuk dimasukkan secara bertahap hingga adonan dapat dibentuk. </p>
<p>Selanjutnya adonan dipipihkan, diisi selai nanas, lalu dibulatkan kembali sebelum dipanggang hingga matang berwarna keemasan.</p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x_69b3a56e8b917.jpg" alt=""></p>
<p>Selain nastar, kastengel juga menjadi kue kering yang tidak pernah absen saat Lebaran. Berikut bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kastengel.</p>
<p><strong>Bahan Kastengel:</strong></p>
<p>• 200 gram butter atau margarin</p>
<p>• 1 butir kuning telur</p>
<p>• 250 gram tepung terigu</p>
<p>• 150 gram keju edam atau cheddar tua yang diparut halus</p>
<p><strong>Bahan Taburan:</strong></p>
<p>• Keju cheddar parut</p>
<p>• Kuning telur untuk olesan</p>
<p>Adonan kastengel dibuat dengan mencampurkan butter dan kuning telur hingga rata, setelah itu ditambahkan keju parut dan tepung terigu hingga adonan siap digilas. </p>
<p>Adonan kemudian dipotong memanjang, diolesi kuning telur, dan ditaburi keju sebelum dipanggang hingga berwarna kuning kecokelatan.</p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x_69b3a584a599d.jpg" alt=""></p>
<p>Terakhir kue putri salju juga menjadi salah satu kue kering yang hampir selalu hadir di meja tamu saat Lebaran. Kue ini memiliki bentuk bulan sabit dan dilapisi gula halus yang memberikan sensasi manis lembut ketika disantap.</p>
<p><strong>Bahan Putri Salju:</strong></p>
<p>• 250 gram margarin atau butter</p>
<p>• 50 gram gula halus</p>
<p>• 2 butir kuning telur</p>
<p>• 350 gram tepung terigu protein rendah</p>
<p>• 50 gram tepung maizena</p>
<p>• 2 sendok makan susu bubuk</p>
<p>• 100 gram keju parut (opsional untuk rasa lebih gurih)</p>
<p><strong>Bahan Taburan:</strong></p>
<p>• 150 gram gula halus</p>
<p>• 50 gram gula donat atau icing sugar</p>
<p>Kocok margarin, gula halus, dan kuning telur hingga tercampur rata lalu masukkan tepung terigu, tepung maizena, susu bubuk, serta keju parut, lalu aduk hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk.</p>
<p>Gilas adonan hingga ketebalan sekitar 0,5 cm lalu cetak berbentuk bulan sabit kemudian panggang dalam oven dengan suhu sekitar 150°C hingga matang.</p>
<p>Setelah kue dingin, gulingkan ke dalam campuran gula halus hingga seluruh permukaannya tertutup.</p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x_69b3a5a63745b.jpg" alt=""></p>
<p>Agar kue kering tetap renyah dan tahan lama, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Kue harus benar-benar dingin sebelum dimasukkan ke dalam toples agar tidak menimbulkan uap air yang dapat membuat kue cepat lembek atau berjamur.</p>
<p>Selain itu, penggunaan toples kedap udara juga penting untuk menjaga tekstur kue tetap renyah dan dapat bertahan cukup lama dan tetap nikmat disajikan selama masa Lebaran.</p>
<p>Nastar, kastengel, dan putri salju telah menjadi bagian dari tradisi Lebaran yang menghadirkan suasana hangat serta mempererat silaturahmi di tengah masyarakat.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sentuhan Ayah di Hari Pertama Sekolah, DPPKBP3A Dorong Peran Ayah dalam Pendidikan Anak</title>
<link>https://kartanews.com/sentuhan-ayah-di-hari-pertama-sekolah-dppkbp3a-dorong-peran-ayah-dalam-pendidikan-anak</link>
<guid>https://kartanews.com/sentuhan-ayah-di-hari-pertama-sekolah-dppkbp3a-dorong-peran-ayah-dalam-pendidikan-anak</guid>
<description><![CDATA[ KARTANEWS.COM, BERAU – Hari pertama masuk sekolah menjadi momen spesial bagi banyak anak. Namun tahun ini, momen itu menjadi lebih bermakna di kabupaten Berau berkat inisiatif dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) yang menind... ]]></description>
<enclosure url="uploads/2025/07/01hm3r54dgd73chszfadg1z1b9.webp" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 14 Jul 2025 12:22:00 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>KARTANEWS.COM, BERAU – Hari pertama masuk sekolah menjadi momen spesial bagi banyak anak. Namun tahun ini, momen itu menjadi lebih bermakna di kabupaten Berau berkat inisiatif dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) yang menindaklanjuti surat dari Kemenduk Bangga/BKKBN perwakilan provinsi Kalimantan Timur pada (8/7/2025). Melalui program bertajuk "Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI)", DPPKBP3A ingin mengajak para ayah untuk terlibat lebih aktif dalam pendidikan dan pengasuhan anak sejak langkah pertama mereka di tahun ajaran baru.</p>

<p>Adapun himbauan pelaksanaan kegiatan "Hari Pertama Sekolah Bersama Ayah" yang bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru 2025/2026 sebagai berikut:</p>

<p>1. Menghimbau pelaksanaan "Hari Pertama Sekolah Bersama Ayah" di OPD masing-masing khususnya pada hari pertama masuk sekolah. 2. Kepada ASN laki-laki yang memiliki anak usia sekolah untuk berpartisipasi dalam gerakan ini 3. Akan ada penghargaan kepada 10 (sepuluh) ayah teladan yang melakukan dokumentasi kegiatan, baik foto/vidio terbaik dan mengunggah ke platform instagram dengan menggunakan tagar #GATI dan #sekolahbersamaayah serta menandai akun instagram @dppkbpppa_berau.</p>

<p>Kepala DPPKBP3A Berau, Rabiatul Islamiah menyampaikan bahwa selama ini peran pendidikan anak lebih sering dianggap sebagai tugas ibu sementara ayah identik dengan pencari nafkah.</p>

<p>“Padahal tidak demikian seharusnya. Ayah juga punya peran penting dalam manajemen pengasuhan anak, termasuk mengambil keputusan bagaimana arah pendidikan anak ke depannya,” ujarnya.</p>

<p>Program ini mengajak para ayah untuk tidak hanya mengantar anaknya ke sekolah tetapi juga mengabadikan momen tersebut dalam bentuk video dan mengunggahnya ke media sosial. Meski hadiah yang ditawarkan sederhana, namun apresiasi dari pihak DPPKBP3A menjadi nilai yang lebih besar dari sekadar materi.</p>

<p>“Kami mendorong nilai kebersamaan dan keterlibatan emosional ayah dalam mendampingi anak. Itu yang ingin kami bangun,” jelasnya.</p>

<p>Respon dari masyarakat pun sangat positif. Sejak hari pertama sekolah dimulai, akun instagram DPPKBP3A dibanjiri video kiriman para ayah yang turut serta dalam program ini. Masyarakat menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang saat menggandeng tangan kecil anak-anaknya menuju gerbang sekolah.</p>

<p>Program ini diharapkan mampu membuka ruang kesadaran bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab ibu. Dalam keluarga, ayah adalah pemimpin yang memiliki andil besar dalam arah tumbuh kembang anak sementara ibu berperan sebagai pencatat dan pengelola harian.</p>

<p>“Ini bukan soal siapa yang lebih penting, tapi bagaimana keduanya saling melengkapi,” terangnya.</p>

<p>Beberapa hari ke depan, video-video terbaik akan dinilai dan diberi apresiasi oleh pihak DPPKBP3A. Namun lebih dari itu, momen sederhana ini menjadi pengingat kuat bahwa langkah kecil seorang ayah di pagi hari, bisa menjadi bekal besar dalam perjalanan masa depan anak-anaknya. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Berau Rayakan Hari Pangan Sedunia dengan Festival Kuliner</title>
<link>https://kartanews.com/pemkab-berau-rayakan-hari-pangan-sedunia-dengan-festival-kuliner</link>
<guid>https://kartanews.com/pemkab-berau-rayakan-hari-pangan-sedunia-dengan-festival-kuliner</guid>
<description><![CDATA[ KARTANEWS.COM, TANJUNG REDEB – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pangan menyelenggarakan Festival Kuliner Pangan Lokal di Halaman Kantor Dinas Pangan dan Halaman Lapangan batiwakkal pada Senin (14/10/2024). Festival yang berlangsung meriah ini ... ]]></description>
<enclosure url="uploads/2024/10/Gambar-WhatsApp-2024-10-14-pukul-20.42.31_f574d17f.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 14 Oct 2024 16:28:29 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>KARTANEWS.COM, TANJUNG REDEB – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pangan menyelenggarakan Festival Kuliner Pangan Lokal di Halaman Kantor Dinas Pangan dan Halaman Lapangan batiwakkal pada Senin (14/10/2024).</p>

<p>Festival yang berlangsung meriah ini menyajikan beragam kegiatan edukatif dan menarik, mulai dari gerakan pangan murah yang memberikan akses masyarakat terhadap komoditas pangan pokok dengan harga terjangkau hingga kompetisi kreasi menu bergizi seimbang (B2SA) yang diikuti oleh sejumlah kelompok masyarakat.</p>

<p>Plt Asisten II, Mustakim Suharjana menuturkan pentingnya transformasi pola konsumsi masyarakat menuju pola yang lebih sehat dan berkelanjutan dengan mengurangi konsumsi makanan olahan yang tinggi kandungan bahan kimia dan pengawet</p>

<p>“Kita perlu mengedukasi masyarakat, terutama ibu rumah tangga untuk mengadopsi gaya hidup sehat dengan mengkonsumsi berbagai makanan bergizi, seperti sayur, buah, dan makanan alami lainnya,” tegasnya.</p>

<p>Dirinya berharap festival pangan ini dapat menjadi momentum yang tepat untuk mengajak masyarakat kembali ke makanan alami yang kaya akan nutrisi dan lebih baik bagi kesehatan jangka panjang.</p>

<p>Kepala Dinas Pangan Berau, Rahmadi Pasarakan mengatakan bahwa bazar pangan lokal yang digelar dalam acara ini turut memperkaya pengalaman pengunjung dengan menampilkan beragam produk olahan pangan khas Berau.</p>

<p>“Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, festival ini juga diharapkan dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengembangan sektor pariwisata,” pungkasnya. (DAA)</p>]]> </content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>