<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
<title>Kartanews &#45; : Cuaca</title>
<link>https://kartanews.com/rss/category/cuaca</link>
<description>Kartanews &#45; : Cuaca</description>
<dc:language>en</dc:language>
<dc:rights>@PT Digitalindo Media Utama &#45; kartanews.com</dc:rights>

<item>
<title>Langkah Preventif Perumda Batiwakkal Selamatkan Sumber Air dari Ancaman Karhutla</title>
<link>https://kartanews.com/langkah-preventif-perumda-batiwakkal-selamatkan-sumber-air-dari-ancaman-karhutla</link>
<guid>https://kartanews.com/langkah-preventif-perumda-batiwakkal-selamatkan-sumber-air-dari-ancaman-karhutla</guid>
<description><![CDATA[ BERAU — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak dapat lagi dipandang semata sebagai isu bencana alam atau krisis lingkungan hidup konvensional. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aafa36e53cd4.jpg" length="58820" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 20 Sep 2026 17:14:45 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-path-to-node="2"><b data-path-to-node="2" data-index-in-node="0">KARTANEWS.COM, BERAU</b> — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak dapat lagi dipandang semata sebagai isu bencana alam atau krisis lingkungan hidup konvensional. Dampak destruktif dari kebakaran vegetasi kini terbukti mampu menjalar hingga merusak fondasi pelayanan publik mendasar, khususnya ketersediaan pasokan air bersih bagi masyarakat luas.</p>
<p data-path-to-node="3">Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau, Saipul Rahman, menegaskan bahwa perlindungan ekosistem di sekitar wilayah tangkapan air harus menjadi prioritas utama dalam mitigasi karhutla.</p>
<p data-path-to-node="3">Menurutnya, kerusakan tutupan lahan akibat kebakaran secara langsung merusak kualitas serta kuantitas sumber air baku yang mengandalkan kestabilan alam sekitarnya.</p>
<p data-path-to-node="4">“Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kondisi sumber air,” tegas Saipul, pada Sabtu (5/09/2026)</p>
<p data-path-to-node="5">Saipul menjelaskan bahwa keberadaan sumber air yang lestari merupakan kunci utama untuk menjamin kontinuitas distribusi air kepada puluhan ribu pelanggan di Kabupaten Berau. Jika daerah aliran sungai atau kawasan resapan air terbakar, vegetasi penahan air akan sirna.</p>
<p data-path-to-node="5">Hal ini berpotensi memicu kekeringan ekstrem saat musim kemarau atau penyumbatan sedimen lumpur yang parah saat hujan tiba, sehingga mengganggu proses pengolahan air bersih secara teknis.</p>
<p data-path-to-node="6">Menghadapi ancaman tersebut, Perumda Batiwakkal terus melancarkan berbagai langkah taktis guna mempertahankan standar mutu dan keterjagaan operasional. Manajemen secara konsisten memetakan potensi gangguan lingkungan yang berisiko menekan kapasitas produksi pengolahan air.</p>
<p data-path-to-node="7">Meski demikian, Saipul menyadari bahwa perlindungan kawasan tangkapan air tidak bisa dibebankan penuh kepada pihak pengelola semata. Perlindungan ekosistem menuntut komitmen kolektif seluruh lapisan masyarakat, terutama dalam menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar yang sering menjadi pemantik utama karhutla.</p>
<p data-path-to-node="8">“Kami mengajak masyarakat bersama-sama mencegah kebakaran dan menjaga lingkungan,” pungkasnya.</p>
<p data-path-to-node="9">Kerusakan ekologis di sekitar instalasi air bersih akan memicu dampak berantai yang merugikan publik secara luas. Oleh sebab itu, penyelamatan kawasan hutan dan sumber air dari ancaman api bukan lagi sebatas wacana pelestarian alam, melainkan strategi mutlak demi mempertahankan keberlangsungan hidup masyarakat Kabupaten Berau secara berkelanjutan.(Adv)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kabut Asap di Berau Kembali Parah, Setelah Sebelumnya Sempat Membaik</title>
<link>https://kartanews.com/kabut-asap-di-berau-kembali-parah-setelah-sebelumnya-sempat-membaik</link>
<guid>https://kartanews.com/kabut-asap-di-berau-kembali-parah-setelah-sebelumnya-sempat-membaik</guid>
<description><![CDATA[ BERAU – Kondisi kabut asap di Kabupaten Berau kembali memburuk dalam beberapa hari terakhir. Kualitas udara di Bumi Batiwakkal yang sempat menetap membaik kini kembali diselimuti kabut asap pekat. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aae2026872d7.jpg" length="94793" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 19 Sep 2026 13:36:39 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">KARTANEWS.COM, BERAU</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> – Kondisi kabut asap di Kabupaten Berau kembali memburuk dalam beberapa hari terakhir. Kualitas udara di Bumi Batiwakkal yang sempat menetap membaik kini kembali diselimuti kabut asap pekat.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan bahwa situasi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama karena dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Beberapa hari belakangan kabut asap ini semakin pekat. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama, apalagi dari sisi kesehatan sudah ada peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),” ujar Gamalis, Jumat (18/9/2026).</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah di Kalimantan tengah mengalami periode tanpa hujan yang cukup lama. Fenomena cuaca inilah yang memicu kabut asap bertahan lama dan kian menebal.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Jadi kabut asap ini tidak hanya terjadi di Berau, tetapi juga melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur. Kami terus mengikuti perkembangan situasi ini secara intensif,” tambahnya.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Menangapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas dan mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Selain itu, Pemkab Berau juga mengambil langkah antisipatif dengan mengaktifkan kembali kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) bagi para siswa.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Langkah BDR ini diambil sebagai upaya antisipasi terhadap dampak paparan asap, khususnya untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak sekolah,” jelas Gamalis.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Meski demikian, Pemkab Berau sampai saat ini masih mempertahankan status daerah dalam kondisi siaga dan belum menetapkan situasi ini sebagai tanggap darurat bencana. Pemda berjanji akan terus melancarkan perkembangan situasi di lapangan berdasarkan pemantauan kualitas udara secara berkala.(Rein) </span></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Krisis Air Bersih Saat Kemarau, Dinkes Kaltim Imbau Warga Waspada Diare hingga Leptospirosis</title>
<link>https://kartanews.com/krisis-air-bersih-saat-kemarau-dinkes-kaltim-imbau-warga-waspada-diare-hingga-leptospirosis</link>
<guid>https://kartanews.com/krisis-air-bersih-saat-kemarau-dinkes-kaltim-imbau-warga-waspada-diare-hingga-leptospirosis</guid>
<description><![CDATA[ SAMARINDA – Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim) memicu keterbatasan ketersediaan air bersih. Kondisi ini memaksa masyarakat untuk menampung dan menyimpan air demi memenuhi kebutuhan harian. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aaa0dc3ccb9d.jpg" length="454559" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 11:31:37 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, SAMARINDA</strong> – Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim) memicu keterbatasan ketersediaan air bersih. Kondisi ini memaksa masyarakat untuk menampung dan menyimpan air demi memenuhi kebutuhan harian.</p>
<p>​Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim mengingatkan bahwa pengelolaan penampungan air yang buruk berpotensi menimbulkan masalah kesehatan serius, mulai dari diare, infeksi kulit, hingga penyakit menular lainnya.</p>
<p>​Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menjelaskan bahwa keterbatasan sumber air di musim kemarau membuat penggunaan sarana air bersih sering dilakukan secara bersama-sama. Kondisi tersebut meningkatkan risiko pencemaran, baik akibat aktivitas manusia maupun kontaminasi kotoran dan urin hewan.</p>
<p>​“Saat kekeringan, ketersediaan air sangat terbatas padahal menjadi kebutuhan utama. Sumber air yang ada tidak hanya diakses manusia, tetapi juga hewan. Jika tercemar, air tersebut bisa menjadi media penularan penyakit seperti diare,” ujar Jaya.</p>
<p>​Jaya juga mengimbau warga untuk mewaspadai ancaman penyakit yang ditularkan melalui lingkungan kotor dan kontaminasi urin tikus, seperti leptospirosis, yang kerap diawali dengan gejala demam serta gangguan pencernaan.</p>
<p>​Selain ancaman penyakit berbasis air (water-borne diseases), Dinkes Kaltim turut menyoroti peningkatan risiko Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Udara kering dan meningkatnya volume debu selama kemarau berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan.</p>
<p>​Guna mengantisipasi dampak buruk kekeringan, Dinkes Kaltim gencar melakukan sosialisasi pengelolaan air bersih serta imbauan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).</p>
<p>​“Masyarakat diminta memastikan air yang digunakan benar-benar bersih dan ditampung dalam wadah tertutup agar tidak tercemar. Selain itu, jaga kebersihan diri, sanitasi lingkungan, serta gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk menghindari paparan debu,” pungkasnya. (Rein) </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemadaman Karhutla di IKN, Petugas Jatuhkan 15 Kali Waterbombing,</title>
<link>https://kartanews.com/pemadaman-karhutla-di-ikn-petugas-jatuhkan-15-kali-waterbombing</link>
<guid>https://kartanews.com/pemadaman-karhutla-di-ikn-petugas-jatuhkan-15-kali-waterbombing</guid>
<description><![CDATA[ NUSANTARA — Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus diintensifkan melalui jalur udara ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a9d487723513.jpg" length="139434" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 19:01:21 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, NUSANTARA </strong> — Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus diintensifkan lewat jalur udara. Tim gabungan memuntahkan sedikitnya 15 kali waterbombing dalam dua sorti penerbangan untuk menggempur titik api di wilayah calon ibu kota tersebut.</p>
<p>Staf Khusus Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, menjelaskan bahwa penyiraman difokuskan pada area kritis sepanjang akses utama IKN, seperti Km 47 hingga Km 53, serta kawasan Wonotirto. Gempuran udara yang bergerak simultan dengan tim darat ini membuahkan hasil positif.</p>
<p>"Alhamdulillah, berdasarkan informasi dari teman-teman dan rekaman video pesawat, asap sudah mulai berkurang dan hilang," kata Danis pada Sabtu (5/9/2026).</p>
<p>Kendati asap menyusut, OIKN tetap mewaspadai potensi api bawah tanah (ground fire). Danis menambahkan bahwa untuk kawasan Wonotirto, terdapat informasi keberadaan lahan gambut dengan ketebalan sekitar 50 sentimeter yang dinilai rawan.</p>
<p>Sementara itu, Komandan Lanud Dhomber Balikpapan, Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana, mengonfirmasi seluruh armada dalam kondisi prima dan hasil pemantauan menunjukkan indikator menggembirakan.</p>
<p>"Dari hasil rekaman pemandangan waterbombing, titik api dengan tingkat kepercayaan paling tinggi untuk wilayah IKN saat ini terpantau sudah kosong," ujar Gusti.</p>
<p>Meski titik api zona merah nihil, Gusti menegaskan pentingnya akurasi koordinat real-time karena pergerakan angin kerap mengubah sebaran api secara cepat. </p>
<p>Kelancaran operasi ini juga didukung pasokan air yang melimpah dari waduk, embung, dan kolam di sekitar lokasi kejadian.</p>
<p>Sesuai arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD, operasi waterbombing diproyeksikan berlangsung selama lima hari.</p>
<p>Tim gabungan dari OIKN, TNI AU, dan BNPB bakal terus menggelar evaluasi harian berdasarkan pemantauan titik panas serta laporan dinamis dari personel lapangan.(Rein) </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Komitmen Layanan PDAM Batiwakkal: Rutin Update Perkembangan IPA Gurimbang dan Sampaikan Permohonan Maaf</title>
<link>https://kartanews.com/komitmen-layanan-pdam-batiwakkal-rutin-update-perkembangan-ipa-gurimbang-dan-sampaikan-permohonan-maaf</link>
<guid>https://kartanews.com/komitmen-layanan-pdam-batiwakkal-rutin-update-perkembangan-ipa-gurimbang-dan-sampaikan-permohonan-maaf</guid>
<description><![CDATA[ BERAU — Manajemen Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh pelanggan di wilayah terdampak atas tidak maksimalnya distribusi air bersih dalam beberapa hari terakhir. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aafe35098f1b.jpg" length="106737" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 21:43:42 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-path-to-node="40"><b data-path-to-node="40" data-index-in-node="0">KARTANEWS.COM, BERAU</b> — Manajemen Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh pelanggan di wilayah terdampak atas tidak maksimalnya distribusi air bersih dalam beberapa hari terakhir. Gangguan pelayanan ini terjadi murni akibat fenomena alam intrusi air laut yang memengaruhi sumber air baku di IPA Gurimbang.</p>
<p data-path-to-node="41">Manager Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Batiwakkal, Rudy Hartono, mewakili manajemen perusahaan menegaskan bahwa pihak perusahaan bersikap transparan dengan rutin menyampaikan pembaruan informasi kondisi operasional kepada publik.</p>
<p data-path-to-node="42">“Mewakili manajemen, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas terganggunya layanan air bersih akibat kondisi tersebut. Informasi mengenai potensi gangguan pelayanan ini juga telah kami sampaikan sebelumnya kepada masyarakat,” ungkap Rudy Hartono, (27/08/2026)</p>
<p data-path-to-node="43">Menurut Rudy, langkah sosialisasi dan pemberitahuan dini telah disebarkan melalui berbagai saluran informasi sejak potensi gangguan total terdeteksi di lapangan. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat mengantisipasi dampak penghentian alir air jauh sebelum pasokan air benar-benar terhenti di rumah masing-masing.(Adv)</p>
<p data-path-to-node="44">Perumda Batiwakkal berjanji akan terus memberikan informasi perkembangan kualitas air tawar secara <i data-path-to-node="44" data-index-in-node="99">real-time</i>, khususnya mengenai kadar TDS di IPA Gurimbang. Begitu indikator air baku menunjukkan angka aman di bawah 300 ppm, seluruh sistem distribusi akan langsung diaktifkan kembali secara penuh.</p>
<p data-path-to-node="45">Pihak perusahaan juga mengucapkan terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan kerja sama masyarakat Kabupaten Berau selama masa penyesuaian operasional ini. Manajemen berkomitmen untuk terus menyiagakan petugas di lapangan guna memastikan pelayanan publik kembali pulih seratus persen begitu kondisi hidrologi sungai membaik.(Adv)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siaga! BPBD Kaltim Terjunkan Personel Bantuan ke Berau dan Paser</title>
<link>https://kartanews.com/siaga-bpbd-kaltim-terjunkan-personel-bantuan-ke-berau-dan-paser-3841</link>
<guid>https://kartanews.com/siaga-bpbd-kaltim-terjunkan-personel-bantuan-ke-berau-dan-paser-3841</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8ae7af26cdf.jpg" length="460438" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 23 Aug 2026 20:26:21 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, KALTIM</strong> — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur bergerak cepat memperketat kesiapsiagaan dan patroli di tingkat tapak guna mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).</p>
<p>Langkah ini diambil menyusul terdeteksinya 24 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah daerah, dengan konsentrasi utama di Kabupaten Paser dan Kabupaten Berau.</p>
<p>​Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, menegaskan bahwa pemantauan lapangan menunjukkan perlunya respons sigap di daerah-daerah rawan tersebut.</p>
<p>​“Berdasarkan pemantauan hari ini di lapangan, kami mencatat keberadaan 24 titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah kabupaten,” ujar Buyung di Samarinda, dikutip dari Antaranews.com.</p>
<p>​Kewaspadaan ini makin ditingkatkan mengingat lonjakan hotspot di Kaltim yang mencapai 9.861 titik berdasarkan catatan BMKG per 19 Agustus 2026. Angka tersebut bahkan melampaui data sepanjang Agustus 2015 saat fenomena El Nino melanda (9.793 titik).</p>
<p>​Guna membendung potensi meluasnya api, BPBD Kaltim menerjunkan regu gabungan yang diperkuat minimal 10 personel, melibatkan unsur TNI, Polri, hingga relawan desa.</p>
<p>​“Kami terus memperkuat patroli dan menyiagakan minimal 10 personel pada setiap regu yang dibantu langsung oleh prajurit TNI, aparat kepolisian, serta relawan desa,” tutur Buyung.</p>
<p>​Ia menambahkan, catatan lonjakan titik api pada periode sebelumnya menjadi dasar evaluasi penting untuk memastikan seluruh posko penanggulangan tetap aktif dan siaga penuh.</p>
<p>​Dalam aksi pemadaman darat, petugas di lapangan sering kali menghadapi kendala keterbatasan akses akibat medan yang sulit dilalui kendaraan pemadam atau armada tangki air.</p>
<p>Kendati demikian, tim gabungan menerapkan taktik alternatif dengan mengandalkan tangki portabel serta penyambungan selang jarak jauh.</p>
<p>​“Para petugas kami terpaksa menggunakan tangki air portabel bongkar pasang dan menyambung selang hingga sepanjang 200 meter demi membasahi lahan,” jelas Buyung.</p>
<p>​Sebagai langkah strategis jangka panjang, Pemerintah Provinsi Kaltim juga tengah menyiapkan usulan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).</p>
<p>Rekayasa cuaca ini difokuskan untuk membasahi area rawan sekaligus mengisi pasokan embung pertanian warga, khususnya di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).</p>
<p>​BPBD Kaltim mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk turut aktif melaporkan potensi atau percikan api sekecil apa pun di sekitar mereka agar pencegahan dapat dilakukan secara dini sebelum api membesar.(Rein) </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siaga! BPBD Kaltim Terjunkan Personel Bantuan ke Berau dan Paser</title>
<link>https://kartanews.com/siaga-bpbd-kaltim-terjunkan-personel-bantuan-ke-berau-dan-paser-3840</link>
<guid>https://kartanews.com/siaga-bpbd-kaltim-terjunkan-personel-bantuan-ke-berau-dan-paser-3840</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="" length="460438" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 23 Aug 2026 20:26:16 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, KALTIM</strong> — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur bergerak cepat memperketat kesiapsiagaan dan patroli di tingkat tapak guna mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).</p>
<p>Langkah ini diambil menyusul terdeteksinya 24 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah daerah, dengan konsentrasi utama di Kabupaten Paser dan Kabupaten Berau.</p>
<p>​Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, menegaskan bahwa pemantauan lapangan menunjukkan perlunya respons sigap di daerah-daerah rawan tersebut.</p>
<p>​“Berdasarkan pemantauan hari ini di lapangan, kami mencatat keberadaan 24 titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah kabupaten,” ujar Buyung di Samarinda, dikutip dari Antaranews.com.</p>
<p>​Kewaspadaan ini makin ditingkatkan mengingat lonjakan hotspot di Kaltim yang mencapai 9.861 titik berdasarkan catatan BMKG per 19 Agustus 2026. Angka tersebut bahkan melampaui data sepanjang Agustus 2015 saat fenomena El Nino melanda (9.793 titik).</p>
<p>​Guna membendung potensi meluasnya api, BPBD Kaltim menerjunkan regu gabungan yang diperkuat minimal 10 personel, melibatkan unsur TNI, Polri, hingga relawan desa.</p>
<p>​“Kami terus memperkuat patroli dan menyiagakan minimal 10 personel pada setiap regu yang dibantu langsung oleh prajurit TNI, aparat kepolisian, serta relawan desa,” tutur Buyung.</p>
<p>​Ia menambahkan, catatan lonjakan titik api pada periode sebelumnya menjadi dasar evaluasi penting untuk memastikan seluruh posko penanggulangan tetap aktif dan siaga penuh.</p>
<p>​Dalam aksi pemadaman darat, petugas di lapangan sering kali menghadapi kendala keterbatasan akses akibat medan yang sulit dilalui kendaraan pemadam atau armada tangki air.</p>
<p>Kendati demikian, tim gabungan menerapkan taktik alternatif dengan mengandalkan tangki portabel serta penyambungan selang jarak jauh.</p>
<p>​“Para petugas kami terpaksa menggunakan tangki air portabel bongkar pasang dan menyambung selang hingga sepanjang 200 meter demi membasahi lahan,” jelas Buyung.</p>
<p>​Sebagai langkah strategis jangka panjang, Pemerintah Provinsi Kaltim juga tengah menyiapkan usulan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).</p>
<p>Rekayasa cuaca ini difokuskan untuk membasahi area rawan sekaligus mengisi pasokan embung pertanian warga, khususnya di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).</p>
<p>​BPBD Kaltim mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk turut aktif melaporkan potensi atau percikan api sekecil apa pun di sekitar mereka agar pencegahan dapat dilakukan secara dini sebelum api membesar.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gelar Sholat Istisqa, Pemkab Berau Harap Segera Turun Hujan</title>
<link>https://kartanews.com/gelar-sholat-istisqa-pemkab-berau-harap-segera-turun-hujan</link>
<guid>https://kartanews.com/gelar-sholat-istisqa-pemkab-berau-harap-segera-turun-hujan</guid>
<description><![CDATA[ BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menggelar ibadah Sholat Istisqa di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah, Kecamatan Tanjung Redeb, pada Rabu (19/8/2026) pukul 08.00 WITA. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8518f5b24ab.jpg" length="107795" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 10:42:41 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU </strong>– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menggelar ibadah Sholat Istisqa di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah, Kecamatan Tanjung Redeb, pada Rabu (19/8/2026) pukul 08.00 WITA.</p>
<p>​Ibadah ini dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon diturunkannya hujan. Langkah tersebut diambil mengingat wilayah Kabupaten Berau saat ini tengah dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang cukup masif akibat cuaca ekstrem dampak fenomena El Nino yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.</p>
<p>​Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan bahwa meskipun pelaksanaan ibadah ini disiapkan dalam waktu yang relatif singkat, antusiasme masyarakat dan jajaran aparatur sipil negara (ASN) yang hadir cukup tinggi.</p>
<p>​"Jujur, kegiatan ini kami laksanakan secara dadakan. Namun, kita bisa melihat sendiri betapa banyaknya masyarakat yang hadir dan bersatu padu untuk mendoakan keselamatan Kabupaten Berau," ujar Gamalis saat ditemui usai pelaksanaan sholat.</p>
<p>​Ia mengungkapkan, melalui Sholat Istisqa ini, pemerintah daerah beserta masyarakat berharap hujan dapat segera mengguyur Bumi Batiwakkal. Kehadiran hujan dinilai menjadi solusi paling mendesak untuk menekan penyebaran titik api serta memadamkan karhutla yang kian meluas di beberapa titik wilayah.</p>
<p>​"Kita tentu sangat berharap hujan segera turun. Pelaksanaan sholat ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama setelah berbagai upaya pemadaman di darat terus dilakukan oleh tim gabungan," terangnya.</p>
<p>​Lebih lanjut, Gamalis mengimbau seluruh lapisan masyarakat Berau agar tidak hanya mengandalkan penanganan teknis di lapangan. Selain meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi pemicu kebakaran, pendekatan spiritual atau jalur langit harus tetap digalakkan.</p>
<p>​Ia mengimbau masyarakat untuk terus memanjatkan doa, baik di rumah ibadah maupun di kediaman masing-masing, agar musibah kekeringan ini cepat teratasi.</p>
<p>​"Mari kita bersama-sama mengetuk pintu langit dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar situasi cuaca panas ekstrem ini segera berlalu, sehingga hujan turun dan bencana karhutla bisa sepenuhnya teratasi," pungkasnya. (Adv/Rein) </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati dan Wabup Berau Tinjau Langsung Titik Karhutla di Poros Kelay KM 9</title>
<link>https://kartanews.com/bupati-dan-wabup-berau-tinjau-langsung-titik-karhutla-di-poros-kelay-km-9</link>
<guid>https://kartanews.com/bupati-dan-wabup-berau-tinjau-langsung-titik-karhutla-di-poros-kelay-km-9</guid>
<description><![CDATA[ BERAU – Bupati Kabupaten Berau Sri Juniarsih Mas bersama Wakil Bupati Gamalis meninjau langsung titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Poros Kelay KM 9, Selasa (18/8/2026). ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8438c96c025.jpg" length="100329" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 18:48:58 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b><span;>KARTANEWS.COM, BERAU </span;></b><span;>– Bupati Kabupaten Berau Sri Juniarsih Mas bersama Wakil Bupati Gamalis meninjau langsung titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Poros Kelay KM 9, Selasa (18/8/2026). </span;><br><br><span;>Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan darurat oleh tim gabungan TNI, Polri, dan pemadam kebakaran berjalan optimal di tengah cepatnya kobaran api akibat cuaca panas dan vegetasi semak yang mengering. </span;><br><br><span;>​Di lokasi kejadian, kepulan asap tebal sempat membatasi jarak pandang petugas yang berjuang menahan perambetan api. Melihat kondisi tersebut, Bupati Sri Juniarsih mengimbau keras seluruh lapisan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. </span;><br><br><span;>​“Jangan melakukan pembakaran hutan atau lahan. Kondisi saat ini sangat kering, sehingga api bisa dengan cepat menjalar ke mana-mana,” tegas Sri Juniarsih.</span;><br><span;>​</span;><br><span;>Sementara itu, Wakil Bupati Berau Gamalis mengungkapkan bahwa upaya pemadaman di lapangan masih menghadapi kendala keterbatasan sarana prasarana serta personel. </span;><br><br><span;>Oleh karena itu, ia meminta sinergi dari dunia usaha dan perusahaan swasta di sekitar lokasi untuk menerjunkan bantuan.Upaya ini diyakini dapat membantu dengan cepat dalam menanggulangi fenomena karhutla yang terjadi akhir-akhir ini. </span;><br><br><span;>​“Kita membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk perusahaan yang berada di sekitar area titik api. </span;><br><br><span;>​Selain mengoptimalkan pemadaman fisik dan koordinasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Berau juga telah menjadwalkan pelaksanaan salat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan di wilayah Berau.</span;><br><br><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;>"Kalau memiliki alat pemadam maupun personel yang bisa dikerahkan, mari bersama-sama membantu tim di lapangan agar api tidak semakin meluas,” pangkusnya.(Adv/Rein)<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260818_184647_407.sdocx--></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Hari Pencarian, Penumpang KM Bukit Siguntang Ditemukan Meninggal di Perairan Balikpapan</title>
<link>https://kartanews.com/tiga-hari-pencarian-penumpang-km-bukit-siguntang-ditemukan-meninggal-di-perairan-balikpapan</link>
<guid>https://kartanews.com/tiga-hari-pencarian-penumpang-km-bukit-siguntang-ditemukan-meninggal-di-perairan-balikpapan</guid>
<description><![CDATA[ BALIKPAPAN — Operasi pencarian terhadap penumpang KM Bukit Siguntang yang terjatuh di sekitar Buoy 9 Perairan Balikpapan resmi berakhir. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a816afebb14f.jpg" length="75729" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 16 Aug 2026 15:50:04 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b><span;>KARTANEWS.COM, BALIKPAPAN</span;></b><span;> — Operasi pencarian terhadap penumpang KM Bukit Siguntang yang terjatuh di sekitar Buoy 9 Perairan Balikpapan resmi berakhir. Korban bernama Orip Arudin Tunmuni (33) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan pada Kamis (13/8/2026), setelah tiga hari proses pencarian. </span;><br><br><span><b><span;>​</span;></b><span;>Insiden</span;><b><span;> </span;></b></span><i><span;>man overboard</span;></i><span;> tersebut berawal ketika korban dilaporkan terjatuh atau melompat dari kapal rute Balikpapan–Parepare pada pukul 05.23 WITA. Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan menerima laporan 17 menit kemudian via komunikasi radio dari Kepanduan Balikpapan dan langsung mengerahkan personel ke lokasi. </span;><br><br><span;>​Pada hari ketiga pencarian, petugas membagi area operasi menjadi dua sektor dengan total luas jangkauan mencapai 247 mil laut persegi (NM²). Upaya tersebut membuahkan hasil ketika jasad korban ditemukan pada pukul 10.35 WITA, berjarak sekitar 1,4 kilometer ke arah barat laut dari perkiraan lokasi awal kejadian. </span;><br><br><span;>"Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian selama tiga hari," ucap Kasi Ops Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan Basarnas Kelas A Balikpapan, Endrow Sasmita, Sabtu (15/8/2026). </span;><br><br><span;>​Setelah proses evakuasi jasad korban selesai dan sesi </span;><i><span;>debriefing</span;></i><span;> digelar pada pukul 11.20 WITA, operasi SAR diusulkan untuk ditutup. Operasi ini melibatkan gabungan dari berbagai instansi, antara lain Basarnas Balikpapan, Satpolairud Polda Kaltim, Polair Polresta Balikpapan, Lanal Balikpapan, Satbrimob Polda Kaltim, KPLP, BPBD Balikpapan, Polsek KP3, Coast Guard KSOP, hingga PT Pelni Balikpapan. </span;><br><br><span;>Petugas mengerahkan armada seperti </span;><i><span;>Rescue Car</span;></i><span;>, RBB Basarnas, </span;><i><span;>speedboat</span;></i><span;>, kapal KPLP, kapal pandu, serta didukung peralatan selam, SAR air, alat komunikasi, dan medis. </span;><br><br><span;>​Dengan diselesaikannya evakuasi, seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuannya masing-masing. Pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja sama seluruh tim selama proses pencarian.(Rein)</span;><br><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260816_154602_775.sdocx--></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Gempa Flores M7,7, Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan</title>
<link>https://kartanews.com/bmkg-akhiri-peringatan-tsunami-gempa-flores-m77-warga-diimbau-waspada-gempa-susulan</link>
<guid>https://kartanews.com/bmkg-akhiri-peringatan-tsunami-gempa-flores-m77-warga-diimbau-waspada-gempa-susulan</guid>
<description><![CDATA[ JAKARTA- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhiri Peringatan Dini Tsunami pada pukul 07.30 WIB, setelah gempa bumi tektonik M7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi (15/8) pukul 04.58 WIB. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a808031c3f23.jpg" length="90416" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 23:08:49 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span><b><span;>KARTANEWS.COM, JAKARTA</span;></b></span><span><span;>— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhiri Peringatan Dini Tsunami pada pukul 07.30 WIB, setelah gempa bumi tektonik M7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi (15/8) pukul 04.58 WIB. BMKG mencatat bahwa pergerakan sesar naik (thrust fault) menyebabkan guncangan kuat dan potensi tsunami.</span;></span><span;> </span;><br><br><span><span;>Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan BMKG mengidentifikasi bahwa gempa bumi dangkal berkedalaman 15 km ini bersumber dari aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Hasil analisis pemutakhiran parameter menunjukkan episenter gempa bumi berada di laut pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, atau tepatnya 30 km arah timur laut Nagekeo, NTT.</span;></span><span;> </span;><br><br><span><span;>“BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak,” kata Nelly saat </span;></span>Konferensi<b> Pers </b>di , Jakarta, Sabtu (15/8)</p>
<p><span><span;>Lebih lanjut stasiun pemantauan BMKG mencatat gelombang tsunami tiba di sepuluh titik pesisir, antara lain: Sikka: Ketinggian 0,20 meter (pukul 05.03 WIB); Pelabuhan Kewapante-Sikka: Ketinggian 0,38 meter (pukul 05.16 WIB); Flores Timur: Ketinggian 0,25 meter (pukul 05.24 WIB) </span;></span></p>
<p><span><span;>Kemudian Labuan Bajo: Ketinggian 0,36 meter (pukul 05.26 WIB); Maurole-Ende: Ketinggian 0,94 meter (pukul 05.27 WIB); Dompu: Ketinggian 0,17 meter (pukul 05.29 WIB); Bakalang-Alor: Ketinggian 0,14 meter (pukul 05.41 WIB); Baubau: Ketinggian 0,30 meter (pukul 05.47 WIB); Bulukumba: Ketinggian 0,54 meter (pukul 05.58 WIB); dan Kolaka: Ketinggian 0,23 meter (pukul 06.27 WIB)</span;></span><span;> </span;><br><br><span><span;>Di sisi lain, masyarakat merasakan dampak guncangan gempa tersebut dalam beberapa tingkat skala intensitas Modified Mercalli Intensity (MMI). Skala V MMI (membangunkan banyak orang tidur dan terasa oleh hampir semua penduduk): berdampak pada masyarakat di Kota Ende, Kota Borong, serta Kota Ruteng dan Skala VI MMI (mengejutkan semua penduduk hingga berlari keluar): berdampak pada masyarakat di Wolowae (Kabupaten Nagekeo) dan Kota Bajawa.</span;></span><span;> </span;><br><br><span><span;>Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan hingga pukul 07.07 WIB, BMKG mendeteksi sebanyak 37 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan rentang magnitudo M3,6 hingga M6,2, di mana masyarakat merasakan 1 gempa bumi di antaranya.</span;></span><span;> </span;><br><br><span><span;>“Di busur belakang Flores ini terdapat potensi gempa maksimum M7.8 hingga M7.9. Berdasarkan catatan sejarah, gempa serupa pernah terjadi pada tahun 1992 dengan kekuatan M7.5 yang menimbulkan kerusakan dan terjadi tsunami. Setelah hampir 30 tahun, pelepasan energi besar kembali terjadi di busur belakang Flores,” terang Wijayanto.</span;></span><span;> </span;><br><br><span><span;>Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, memaparkan hasil pemantauan awal Stasiun Geofisika Kupang serta koordinasi dengan BPBD setempat terkait dampak skala intensitas gempa. </span;></span><span;> </span;><br><br><span><span;>Hasilnya, guncangan gempa merobohkan beberapa bagian tembok rumah sederhana di wilayah Maumere, Manggarai Barat, dan Labuan Bajo. Selain itu, gempa juga merusak fasilitas Pelabuhan Maumere dan bangunan Hotel Jayakarta Bajo.</span;></span><span;> </span;><br><br><span><span;>“Tim BMKG mulai hari ini diterjunkan langsung ke lokasi terdampak untuk melakukan survei kerusakan secara menyeluruh,” tambahnya.</span;></span><span;> </span;><br><br><span><span;>Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Berton SP. Panjaitan, menyampaikan bahwa prioritas utama BNPB saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat serta mencegah adanya korban tambahan dari bahaya pascagempa.</span;></span><span;> </span;><br><br><span><span;>“Data terbaru yang masuk mengonfirmasi ada dua orang yang meninggal dunia. Informasi ini terus kami pantau dan verifikasi bersama BMKG, BPBD, Pemda, serta unsur terkait agar dapat mengeluarkan data resmi mengenai total kerusakan dan korban jiwa,” ujar Berton.</span;></span><br><span><span;></span;></span></p>
<p><span><span;>Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas dampak musibah ini dan mengonfirmasi berakhirnya status peringatan dini tsunami.</span;></span><span;> </span;><br><br><span><span;>“Peringatan dini tsunami sudah dinyatakan berakhir, namun gempa susulan masih terus terjadi. Kami berharap masyarakat tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab, serta selalu memperbarui informasi dari saluran resmi BMKG,” tutur Nelly.</span;></span><span;> </span;><br><br><span><span;>Berdasarkan kejadian ini, BMKG terus memonitor perkembangan gempa bumi susulan serta dinamika tinggi muka laut secara real-time. BMKG menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan menyaring setiap informasi agar terhindar dari isu atau hoaks yang beredar. </span;></span><br><span><span;></span;></span></p>
<p><span><span;>BMKG juga mengimbau warga agar menjauhi serta memeriksa kondisi bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan struktur akibat guncangan gempa, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi susulan.(Rein)</span;></span><br><span;><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260815_230141_612.sdocx--></span;></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadapi El Nino 2026, IKN Uji Sistem Deteksi Dini dan Drone Thermal Hadapi Karhutla</title>
<link>https://kartanews.com/hadapi-el-nino-2026-ikn-uji-sistem-deteksi-dini-dan-drone-thermal-hadapi-karhutla</link>
<guid>https://kartanews.com/hadapi-el-nino-2026-ikn-uji-sistem-deteksi-dini-dan-drone-thermal-hadapi-karhutla</guid>
<description><![CDATA[ NUSANTARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur menggelar geladi kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Jumat (10/7/2026). ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202607/image_870x580_6a51dfe493042.jpg" length="442972" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Jul 2026 14:19:01 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span;>​</span;><b><span;>KARTANEWS.COM, NUSANTARA</span;></b><span;> – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur menggelar gladi kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Jumat (10/7/2026). </span;><br><span;></span;></p>
<p><span;>Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat sinergi lintas instansi dalam menghadapi potensi lonjakan karhutla akibat fenomena El Nino yang diprediksi melanda pada musim kemarau tahun ini.</span;><br><span;></span;></p>
<p><span;>Kegiatan simulasi ini melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai unsur, termasuk BPBD, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Dinas Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, Basarnas, relawan kebencanaan, hingga pihak swasta.</span;><br><span;></span;></p>
<p><span;>Latihan terpadu ini bertujuan untuk menguji ketangguhan personel sekaligus efektivitas sistem komando dalam situasi darurat. Petugas Pusdalops PB BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono menjelaskan bahwa skenario latihan dirancang menyerupai kondisi riil dengan memanfaatkan infrastruktur teknologi pintar IKN. </span;></p>
<p><span;>Simulasi diawali dengan deteksi titik panas (</span;><i><span;>hotspot</span;></i><span;>) oleh </span;><i><span;>Early Warning System</span;></i><span;> (EWS) yang terintegrasi langsung dengan </span;><i><span;>Nusantara Command Center</span;></i><span;> (NCC). Setelah diverifikasi menggunakan </span;><i><span;>drone thermal</span;></i><span;> dan patroli darat, tim langsung dimobilisasi untuk pemadaman awal. </span;><br><br><span;>​Tantangan ditingkatkan saat muncul laporan kebakaran kedua di lokasi berbeda melalui fitur </span;><i><span;>Panic Button</span;></i><span;> pada aplikasi IKNOW. Skenario ganda ini memaksa tim gabungan melakukan penanganan simultan, mulai dari pemadaman api, evakuasi korban luka bakar, penanganan warga terdampak asap, hingga proses pendinginan (</span;><i><span;>mop up</span;></i><span;>). </span;><br><br><span;>​"Sistem deteksi dini, pemanfaatan </span;><i><span;>drone thermal</span;></i><span;>, serta koordinasi melalui NCC menjadi pendukung utama dalam mempercepat pengambilan keputusan," ujar Muriono.</span;><br><span;></span;></p>
<p><span;>Ia menegaskan bahwa sinergi dan pemanfaatan teknologi modern menjadi faktor kunci agar penanggulangan bencana di lapangan dapat berjalan cepat, tepat, dan terintegrasi demi menjaga kawasan IKN tetap aman serta berkelanjutan.</span;><b> (REIN/daa)</b><br><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260711_141328_129.sdocx--></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Maritim Kaltara 10&#45;12 Juli 2026, Ada Potensi Gelombang Sedang</title>
<link>https://kartanews.com/bmkg-rilis-peringatan-dini-cuaca-maritim-kaltara-10-12-juli-2026-ada-potensi-gelombang-sedang</link>
<guid>https://kartanews.com/bmkg-rilis-peringatan-dini-cuaca-maritim-kaltara-10-12-juli-2026-ada-potensi-gelombang-sedang</guid>
<description><![CDATA[ TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Juwata Tarakan mengeluarkan peringatan dini cuaca maritim untuk wilayah Kalimantan Utara (Kaltara). Berlaku mulai 10 hingga 12 Juli 2026, gelombang laut kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi melanda sejumlah jalur pelayaran utama. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202607/image_870x580_6a50a091afe5a.jpg" length="269309" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 15:35:12 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>KARTANEWS.COM, TARAKAN </b><span;>– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Juwata Tarakan mengeluarkan peringatan dini cuaca maritim untuk wilayah Kalimantan Utara (Kaltara). Berlaku mulai 10 hingga 12 Juli 2026, gelombang laut kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi melanda sejumlah jalur pelayaran utama. </span;><br><br><span;>​Analisis sinoptik BMKG menunjukkan peningkatan gelombang ini dipicu oleh pola angin yang cukup kencang. Di utara ekuator Indonesia, angin bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6 hingga 30 knot. </span;><br><br><span;>Sementara di selatan ekuator, angin bergerak dari tenggara hingga selatan pada kecepatan 7 hingga 28 knot. Kondisi tersebut berdampak langsung pada tiga wilayah perairan, yakni Perairan Tarakan, Perairan Tanjung Selor, Perairan Nunukan-Sebatik. </span;><br><br><span;>​BMKG memperingatkan bahwa situasi ini sangat berisiko bagi keselamatan pelayaran, terutama kapal berukuran kecil. Perahu nelayan terancam bahaya jika memaksakan diri melaut saat kecepatan angin menyentuh 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. </span;><br><br><span;>Sementara itu, stabilitas kapal tongkang dapat terganggu pada kecepatan angin 16 knot dan gelombang mencapai 1,5 meter.</span;><br><span;>​</span;><br><span;>Menanggapi potensi bahaya tersebut, BMKG mengimbau seluruh nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir untuk selalu memeriksa pembaruan informasi cuaca maritim sebelum melakukan aktivitas di laut.</span;><br><span;>​</span;><br><span;>"Mohon diperhatikan wilayah berpotensi terjadinya dan saran keselamatan," tulis BMKG dalam keterangan resminya. </span;><br><br><span;>​Masyarakat diminta tetap waspada dan memprioritaskan keselamatan selama periode cuaca ekstrem ini guna mencegah kecelakaan laut yang tidak diinginkan. </span;><strong>(REIN/daa)</strong><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260710_153114_738.sdocx--></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Intensitas Hujan Tinggi, BPBD Samarinda Perkuat Mitigasi Banjir dan Longsor</title>
<link>https://kartanews.com/intensitas-hujan-tinggi-bpbd-samarinda-perkuat-mitigasi-banjir-dan-longsor</link>
<guid>https://kartanews.com/intensitas-hujan-tinggi-bpbd-samarinda-perkuat-mitigasi-banjir-dan-longsor</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a36534340e97.jpg" length="93355" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 16:43:54 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, SAMARINDA</strong> – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda memperketat langkah mitigasi dan koordinasi lintas instansi. Langkah taktis ini diambil guna menghadapi potensi bencana banjir dan tanah longsor menyusul tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Kota Samarinda dalam sepekan terakhir.</p>
<p>​Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Samarinda, Edi Susanto, saat menjadi narasumber dalam Dialog Publika TVRI Kalimantan Timur bertema "Menelaah Efektivitas Program Penanggulangan Banjir Samarinda" pada Jumat (19/6/2026).</p>
<p>​Menurut Edi, kondisi cuaca di Samarinda saat ini sangat fluktuatif dan berubah cepat. Cuaca yang terpantau cerah pada pagi hari kerap berubah menjadi hujan lebat menjelang sore hari. </p>
<p>Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Samarinda, hujan deras pada Kamis (18/6/2026) telah memicu genangan banjir di 16 titik lokasi.</p>
<p>​"Beberapa titik genangan bahkan sempat menimbulkan kemacetan lalu lintas yang cukup parah, salah satunya di ruas jalan sekitar Simpang Alaya hingga Simpang Kebun Agung," ujarnya.</p>
<p>​Selain banjir, curah hujan tinggi juga memicu bencana tanah longsor di beberapa kawasan. Salah satu dampak terparah terjadi di kawasan Sentosa Dalam, yang mengakibatkan kerusakan fisik pada pagar SDN 009 Samarinda. </p>
<p>Berdasarkan data pemutakhiran BPBD, terdapat 19 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 74 jiwa yang terdampak langsung. Sementara itu, ribuan warga lainnya mengalami dampak tidak langsung akibat lumpuhnya akses transportasi dan aktivitas harian.</p>
<p>Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa, luka, maupun korban hilang.</p>
<p>​Merespons prakiraan BMKG bahwa curah hujan tinggi masih akan bertahan hingga beberapa bulan ke depan, BPBD Samarinda terus mengoptimalkan sinergi bersama BMKG, Dinas PUPR, Balai Wilayah Sungai (BWS), dan BPBD Provinsi Kaltim. Koordinasi cepat dilakukan secara intensif melalui rapat lintas sektor maupun grup komunikasi darurat.</p>
<p>​"Sinergi seluruh pihak adalah kunci. Dengan koordinasi yang solid, langkah mitigasi yang disiapkan dapat meminimalkan dampak bencana secara efektif di lapangan," pungkasnya.</p>
<p>Melalui kesiapsiagaan personel dan pemantauan berkala, BPBD berkomitmen penuh menjaga keselamatan masyarakat Samarinda. <strong>(REIN/daa) </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Potensi Hujan Ringan di Perairan Pulau Derawan, Daratan Berau Dominan Cerah Berawan</title>
<link>https://kartanews.com/potensi-hujan-ringan-di-perairan-pulau-derawan-daratan-berau-dominan-cerah-berawan</link>
<guid>https://kartanews.com/potensi-hujan-ringan-di-perairan-pulau-derawan-daratan-berau-dominan-cerah-berawan</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a34ad8e270b4.jpg" length="41310" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 10:45:40 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">KARTANEWS COM, BERAU</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Berau merilis laporan prakiraan cuaca berbasis pemantauan citra radar terbaru pada Jumat (19/6/2026) pagi. </span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Secara umum, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Bumi Batiwakkal diprediksi cukup kondusif dan didominasi oleh langit cerah berawan hingga berawan.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">​BMKG Kepala Berau, Ade Haryadi menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pantauan radar pertukaran pada pukul 06:06 WITA, tidak terdeteksi adanya tutupan awan konvektif yang signifikan di wilayah daratan Berau. </span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">"Kondisi ini mengindikasikan bahwa sebagian besar aktivitas masyarakat di darat tidak akan terganggu oleh guyuran hujan pada pagi hari ini," tulisannya melalui keterangan resmi BMKG Berau.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">​Meski wilayah daratan terpantau aman, BMKG memberikan perhatian khusus pada sektor perairan. Citra radar menunjukkan adanya potensi hujan dengan intensitas ringan yang berkisar di sekitar perairan Pulau Derawan. </span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Berdasarkan keterangannya, wilayah ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari utama, sehingga perubahan cuaca kecil pun memerlukan perhatian lebih. ​</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Sehubungan dengan potensi hujan ringan tersebut, para nelayan, operator kapal cepat, dan wisatawan yang berencana melakukan aktivitas penyeberangan ke Pulau Derawan diimbau untuk tetap waspada dan mengutamakan keselamatan. </span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Cuaca di wilayah perairan sering kali mengalami perubahan dinamis yang dapat mempengaruhi jarak pandang serta gelombang laut,” imbau BMKG. </span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">​Menutup laporan tersebut, pihak BMKG Berau mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di luar rumah. Warga juga diajak untuk terus memantau pembaruan cuaca secara berkala melalui saluran resmi BMKG untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat terjadi informasi sewaktu-waktu. <strong>(REIN/daa)</strong></span></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kaltim Siapkan Strategi Hadapi Musim Kemarau Bulan Agustus</title>
<link>https://kartanews.com/kaltim-siapkan-strategi-hadapi-musim-kemarau-bulan-agustus</link>
<guid>https://kartanews.com/kaltim-siapkan-strategi-hadapi-musim-kemarau-bulan-agustus</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2d07fd94bfc.jpg" length="670308" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Jun 2026 15:33:30 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, SAMARINDA</strong>- Antisipasi menghadapi puncak kemarau pada Agustus 2026 mulai diintensifkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Strategi mitigasi tersebut diterapkan guna menjaga stabilitas sektor pertanian serta menjamin ketersediaan pangan masyarakat tetap aman di tengah ancaman anomali cuaca yang ekstrem.</p>
<p>​Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Fahmi Himawan, mengungkapkan bahwa berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Indonesia kini tengah bertransisi menuju musim kering setelah berakhirnya fenomena La Nina. </p>
<p>Walau demikian, situasi cuaca di Kaltim dinilai masih cukup aman karena beberapa daerah masih sering diguyur hujan berintensitas sedang.​Bagi Fahmi, situasi peralihan ini merupakan momentum yang tepat bagi para petani untuk melanjutkan proses penanaman komoditas.</p>
<p>​"Pemerintah meminta kelompok tani memaksimalkan sisa curah hujan yang ada melalui tindakan preventif, termasuk mendirikan tempat penampungan air sebagai cadangan saat pasokan hujan mulai menyusut dalam beberapa bulan ke depan," jelasnya.</p>
<p>​Fahmi menambahkan, keandalan sarana pengairan menjadi aspek krusial dalam mempertahankan produktivitas lahan. Di tengah kondisi iklim yang kian fluktuatif, optimalisasi fasilitas irigasi dipercaya dapat membantu petani menjaga volume panen sekaligus meminimalkan ancaman fuso akibat kekeringan.</p>
<p>​Pihak pemerintah daerah pun berkomitmen memberikan pengawalan bagi para petani lewat rangkaian program edukasi adaptasi perubahan iklim. Upaya ini diproyeksikan mampu mendongkrak kesiapan mental dan teknis petani dalam menghadapi cuaca tidak menentu.</p>
<p>​Melalui persiapan dini ini, Pemprov Kaltim menaruh optimisme tinggi bahwa ketahanan pangan wilayah akan tetap kokoh sepanjang tahun, sehingga risiko anjloknya hasil panen akibat kemarau dapat ditekan sekecil mungkin.<strong>(Rein/daa) </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BMKG Prediksi Fenomena El Nino Hingga Awal Tahun 2027</title>
<link>https://kartanews.com/bmkg-prediksi-fenomena-el-nino-hingga-awal-tahun-2027</link>
<guid>https://kartanews.com/bmkg-prediksi-fenomena-el-nino-hingga-awal-tahun-2027</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2bee03a58a8.jpg" length="203127" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 19:26:06 +0800</pubDate>
<dc:creator>Jurnalis Karta News</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, ​JAKARTA</strong> – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait kondisi iklim di tanah air. Berdasarkan pantauan terbaru yang dirilis melalui akun Instagram resminya, BMKG memprediksi fenomena El Nino akan bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama, yakni hingga awal tahun 2027.</p>
<p>​Dampak nyata dari bertahannya fenomena ini adalah musim kemarau di Indonesia yang diproyeksikan bakal terasa jauh lebih kering dan berlangsung lebih panjang dari biasanya. Lebih lanjut, BMKG juga memetakan bahwa puncak dari kemarau ekstrem ini diperkirakan terjadi pada bulan Juli hingga September 2026.</p>
<p>"​Menyikapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengajak masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada dengan melakukan langkah antisipasi sejak dini," tulis keterangan resmi BMKG, Jumat (12/06/2026). </p>
<p> Pihak berwenang menekankan tiga poin penting yang harus mulai diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat guna meminimalisir dampak buruk yang bisa terjadi.</p>
<p>​Pertama, manajemen air yang bijak. Masyarakat diimbau untuk mulai menghemat penggunaan air bersih dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, warga juga disarankan untuk menampung air hujan selagi curah hujan masih turun di beberapa wilayah.</p>
<p>​Kedua, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mengingat kondisi lingkungan yang akan menjadi sangat kering, BMKG dengan tegas meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan sekecil apa pun apinya, karena berpotensi memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan.</p>
<p>​Ketiga, menjaga kesehatan fisik. Cuaca panas ekstrem berisiko tinggi memicu dehidrasi dan penurunan imunitas. Oleh karena itu, masyarakat diingatkan untuk selalu mencukupi kebutuhan air minum harian secara teratur.</p>
<p>​Melalui unggahannya, BMKG mengingatkan publik untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca. </p>
<p>"Tetap waspada dan pantau terus update dari BMKG ya, sobat. Stay safe and stay alert!" tulis BMKG di akhir keterangannya.<strong>(Rein/daa)</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BMKG Resmi Cabut Peringatan Bahaya Tsunami Imbas Gempa Filipina</title>
<link>https://kartanews.com/bmkg-resmi-cabut-peringatan-bahaya-tsunami-imbas-gempa-filipina</link>
<guid>https://kartanews.com/bmkg-resmi-cabut-peringatan-bahaya-tsunami-imbas-gempa-filipina</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a265d586c0f2.jpg" length="61427" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 14:09:55 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, ​BERAU</strong> – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan pasca-gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina pada Senin (8/6/2026) pagi.</p>
<p>​"Peringatan dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa mag:7.7, tanggal: 08-Jun-26 06:37:42 WIB, dinyatakan telah berakhir," tulis BMKG dalam keterangan resminya yang dikutip dari akun X (Twitter) @infoBMKG, Senin (8/6/2026).</p>
<p>​Sebelumnya, gempa kuat yang berpusat di Filipina tersebut sempat memicu kekhawatiran karena dinyatakan berpotensi menimbulkan tsunami.</p>
<p>BMKG bahkan sempat menetapkan status Siaga dan Waspada untuk 25 daerah di Indonesia yang diperkirakan akan terdampak rembesan gelombang.</p>
<p>​Dari puluhan wilayah tersebut, tiga di antaranya berada di Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Timur, dan Kota Bontang sempat masuk ke dalam daftar wilayah dengan status Waspada.</p>
<p>​Meski peringatan dini kini telah resmi dicabut dan situasi dinyatakan aman dari ancaman tsunami, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta selalu memantau informasi resmi dari kanal-kanal komunikasi BMKG. <strong>(REIN/daa) </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gempa M7,7 di Filipina: Berau Masuk Status WASPADA Tsunami, Warga Diimbau Jauhi Pantai dan Sungai</title>
<link>https://kartanews.com/gempa-m77-di-filipina-berau-masuk-status-waspada-tsunami-warga-diimbau-jauhi-pantai-dan-sungai</link>
<guid>https://kartanews.com/gempa-m77-di-filipina-berau-masuk-status-waspada-tsunami-warga-diimbau-jauhi-pantai-dan-sungai</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a26331eec19e.jpg" length="71990" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 11:14:40 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dalam status WASPADA potensi tsunami. </p>
<p>Peringatan dini ini dikeluarkan menyusul gempa tektonik berkekuatan besar dengan magnitudo update M7,7 yang mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina pada Senin (8/6/2026) pukul 06.37 WIB (07.37 WITA).</p>
<p>Kepala BMKG Berau, Ade Haryadi, menyampaikan pusat gempa tersebut dilaporkan berada di laut pada kedalaman 47 km, berjarak sekitar 244 Km arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dan dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik (<em>thrust fault</em>).</p>
<p>"​Berdasarkan status WASPADA yang ditetapkan oleh BMKG, masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Berau diminta untuk mematuhi arahan keselamatan," tulis keterangan dalam laporan resminya, Senin (8/06/2026) </p>
<p>Masyarakat diimbau untuk segera menjauhi area pantai dan tepian sungai. Untuk sementara waktu, dilarang keras melakukan aktivitas di pinggir pantai maupun di sepanjang aliran sungai yang terhubung langsung ke laut.</p>
<p>Selain itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada namun jangan panik, serta mengutamakan langkah evakuasi mandiri menjauh dari air jika melihat tanda-tanda penurunan air laut yang tidak wajar.</p>
<p>Dalam laporannya, BMKG juga menyampaikan, ​selain Berau, beberapa wilayah di sekitar Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur juga masuk dalam pemetaan status waspada BMKG, di antaranya, ​Tarakan, ​Nunukan, ​Bulungan, ​Kutai Timur, ​Bontang. </p>
<p>​Sementara itu, wilayah yang berada lebih dekat dengan pusat gempa seperti Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, dan Sulawesi Tengah saat ini berstatus SIAGA (berpotensi ancaman tsunami lebih tinggi).</p>
<p>​Hingga pukul 07.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi satu kali gempa susulan (<em>aftershock</em>) yang cukup kuat dengan magnitudo M6,7 di sekitar pusat gempa utama.</p>
<p>Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan ataupun gelombang tsunami yang masuk ke daratan Berau.</p>
<p>"​Pemerintah daerah dan BMKG mengimbau warga Berau agar tidak mudah percaya pada isu-isu atau video lama yang beredar di media sosial tanpa sumber yang jelas," pungkasnya. <strong>(REIN/daa) </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BMKG  Berau Rilis Ramalan Cuaca Terbaru, Mendung dan Hujan Diprediksi Bakal Menguyur Sejumlah Wilayah</title>
<link>https://kartanews.com/bmkg-berau-rilis-ramalan-cuaca-terbaru-mendung-dan-hujan-diprediksi-bakal-menguyur-sejumlah-wilayah</link>
<guid>https://kartanews.com/bmkg-berau-rilis-ramalan-cuaca-terbaru-mendung-dan-hujan-diprediksi-bakal-menguyur-sejumlah-wilayah</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a227140438d3.jpg" length="42219" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 14:49:15 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Berau menyampaikan prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah Berau dan sekitarnya pada Jumat (5/6/2026) pagi.</p>
<p>Berdasarkan pemantauan instrumen cuaca terkini, kondisi atmosfer di wilayah Bumi Batiwakkal cenderung stabil.</p>
<p>​Kepala BMKG Berau, Ade Haryadi, mengungkapkan bahwa hasil pantauan Citra Radar BMKG pada pukul 06:05 WITA menunjukkan tidak adanya aktivitas awan signifikan di langit Berau.</p>
<p>​"Berdasarkan pantauan Citra Radar terbaru, tidak terpantau adanya tutupan awan konvektif di wilayah Berau," jelas Ade Haryadi dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026). Ketiadaan awan konvektif ini menandakan potensi pertumbuhan awan hujan lokal dalam waktu dekat tergolong minim.</p>
<p>​Secara umum, BMKG memprakirakan kondisi cuaca pada pagi hari ini akan didominasi oleh kondisi Berkabut hingga Cerah Berawan di sebagian besar wilayah Kabupaten Berau.</p>
<p>Masyarakat yang memulai aktivitas di luar ruangan sejak pagi hari, khususnya para pengendara, diimbau untuk tetap berhati-hati terhadap jarak pandang jika melewati area yang berkabut.</p>
<p>​Menutup keterangannya, Ade Haryadi juga berpesan kepada seluruh warga Berau agar tetap menjaga keselamatan selama beraktivitas.</p>
<p>Mengingat kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, masyarakat diharapkan untuk selalu memantau perkembangan dan pembaruan informasi cuaca resmi yang dirilis oleh BMKG secara berkala. <strong>(REIN/daa) </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Monsun Aktif, BMKG Minta Warga Pesisir dan Hulu Kaltim Waspadai Cuaca Ekstrem</title>
<link>https://kartanews.com/angin-monsun-aktif-bmkg-minta-warga-pesisir-dan-hulu-kaltim-waspadai-cuaca-ekstrem</link>
<guid>https://kartanews.com/angin-monsun-aktif-bmkg-minta-warga-pesisir-dan-hulu-kaltim-waspadai-cuaca-ekstrem</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202602/image_870x580_699707cd89c30.jpg" length="325763" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 22 May 2026 14:57:10 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 15px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM, KALTIM</b></span><span style="font-size: 15px;" ;="">— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) pada Jumat (22/5/2026). </span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Dinamika angin monsun memicu pertumbuhan awan konvektif secara merata di Benua Etam yang berpotensi membawa hujan lebat disertai kilat dan angin kencang.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;=""><span style="font-size: 15px;" ;="">​Warga Kaltim, terutama yang bermukim di kawasan pesisir maupun wilayah hulu, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi gangguan aktivitas menjelang akhir pekan.</span></span></p>
<p><span style="font-size: 15px;" ;="">Berdasarkan data BMKG, potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat diprakirakan terjadi pada siang, sore, hingga malam hari.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Berikut rincian prakiraan cuaca untuk sejumlah kota dan kabupaten di Kalimantan Timur:</span></p>
<p><span style="font-size: 15px;" ;="">• ​</span><span style="font-size: 15px;" ;=""><b>Samarinda:</b></span><span style="font-size: 15px;" ;=""> Ibu kota provinsi ini berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada sore hari. Warga yang berada di kawasan rawan genangan diimbau waspada terhadap potensi luapan air. Suhu udara rata-rata berkisar 24°C – 31°C.</span></p>
<p> <span style="font-size: 15px;" ;="">• ​</span><span style="font-size: 15px;" ;=""><b>Balikpapan:</b></span><span style="font-size: 15px;" ;=""> Cuaca diprediksi berawan tebal pada pagi hari, dilanjutkan potensi hujan ringan hingga sedang pada siang dan sore hari. Suhu udara berada di angka 24°C – 30°C dengan kelembapan 75% – 95%.</span></p>
<p><span style="font-size: 15px;" ;="">• ​</span><span style="font-size: 15px;" ;=""><b>Penajam Paser Utara (PPU) &amp; Paser:</b></span><span style="font-size: 15px;" ;=""> Kawasan penyangga inti Ibu Kota Nusantara (IKN) ini diprakirakan akan diguyur hujan lokal pada siang hari, kemudian didominasi cuaca berawan pada malam hari.</span></p>
<p><span style="font-size: 15px;" ;="">• ​</span><span style="font-size: 15px;" ;=""><b>Kutai Kartanegara &amp; Kutai Timur:</b></span><span style="font-size: 15px;" ;=""> Potensi hujan petir diprediksi mengintai beberapa kecamatan pada sore hari. Pengendara yang melintasi jalur darat Samarinda–Bontang diminta waspada terhadap risiko jalan licin dan berkurangnya jarak pandang.</span></p>
<p><span style="font-size: 15px;" ;="">• ​</span><span style="font-size: 15px;" ;=""><b>Berau:</b></span><span style="font-size: 15px;" ;=""> Wilayah utara Kaltim ini diprakirakan dominan cerah berawan pada siang hari, namun berpotensi mengalami hujan ringan pada malam hari.</span></p>
<p><span style="font-size: 15px;" ;="">Secara umum, suhu udara di wilayah Kalimantan Timur berada pada kisaran 23°C – 32°C. Sementara itu, angin bertiup dari arah Barat Daya ke Barat Laut dengan kecepatan 5 hingga 15 knot. <strong>(RDK/daa)</strong></span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260522_145349_918.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Berikut Daftar Wilayah di Berau yang Berpotensi Hujan Sedang dan Kilat</title>
<link>https://kartanews.com/update-cuaca-berau-6-mei-daftar-wilayah-yang-berpotensi-hujan-sedang-dan-kilat</link>
<guid>https://kartanews.com/update-cuaca-berau-6-mei-daftar-wilayah-yang-berpotensi-hujan-sedang-dan-kilat</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202605/image_870x580_69faf3ff0ad7b.jpg" length="64090" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 15:56:45 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 15px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM, BERAU</b></span><span style="font-size: 15px;" ;=""> – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca terkini di wilayah Kabupaten Berau pada Rabu (6/5/2026) siang.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;=""><span style="font-size: 15px;" ;="">​Berdasarkan pantauan Citra Radar BMKG pukul 14:53 WITA, terdeteksi pertumbuhan awan hujan yang signifikan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir di sejumlah titik.</span></span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Beberapa wilayah yang mulai terdampak di antaranya adalah Kelay (Long Keluh), Gunung Tabur (Melati Jaya dan Birang Atas), Sambaliung (Long Lanuk, Bebanir, dan Pesayan), serta Pulau Derawan (Pegat Batumbuk). </span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Selain itu, wilayah Tabalar, Biatan, Talisayan, hingga pusat kota di Tanjung Redeb (Gayam, Gunung Panjang, Bugis, Karang Ambun) juga masuk dalam zona pantauan.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Kepala BMKG Berau, Ade Haryadi, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ini diprakirakan masih akan bertahan hingga beberapa jam ke depan.</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 15px;" ;="">"Kondisi ini diprakirakan masih akan berlangsung 1 hingga 3 jam ke depan dan dapat meluas ke wilayah Segah, Teluk Bayur, serta wilayah lain di sekitarnya," jelas Ade dalam keterangannya.</span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">​Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas, terutama bagi warga yang berada di wilayah yang diprediksi terdampak perluasan hujan. </span> <br><br><span style="font-size: 15px;" ;="">Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca resmi guna mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan. (REIN/daa)</span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260506_155425_597.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Titik Panas Bermunculan, BPBD Paser Tetapkan Batu Kajang Status Prioritas Karhutla</title>
<link>https://kartanews.com/titik-panas-bermunculan-bpbd-paser-tetapkan-batu-kajang-status-prioritas-karhutla</link>
<guid>https://kartanews.com/titik-panas-bermunculan-bpbd-paser-tetapkan-batu-kajang-status-prioritas-karhutla</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9e2cb078af.jpg" length="126666" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 17:15:16 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM, PASER</b></span><span style="font-size: 17px;" ;=""> – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai membayangi Kabupaten Paser. </span><span style="font-size: 17px;" ;="">Berdasarkan pantau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser, wilayah Batu Kajang di Kecamatan Batu Sopang resmi ditetapkan sebagai zona prioritas pengawasan setelah terpantau adanya kemunculan sejumlah titik panas <em>(</em></span><em><span style="font-size: 17px;" ;="">hotspot</span><span style="font-size: 17px;" ;="">).</span> </em><br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Kepala Pelaksana BPBD Paser, Ruslan, menegaskan bahwa langkah ini diambil berdasarkan hasil pemetaan terkini yang menunjukkan peningkatan aktivitas suhu di kawasan tersebut.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​"Wilayah Batu Kajang menjadi prioritas pengawasan karena berdasarkan data yang kami terima, terdapat beberapa titik </span><span style="font-size: 17px;" ;=""><i>hotspot</i></span><span style="font-size: 17px;" ;=""> yang terdeteksi di sana," jelas Ruslan pada Kamis (23/4/2026), dilansir dari RRI.</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Menyikapi temuan tersebut, BPBD Paser langsung menginstruksikan penguatan patroli di lapangan. Tidak bekerja sendiri, pihaknya menggandeng TNI, Polri, hingga pemerintah desa untuk melakukan pengawasan berlapis guna memastikan api tidak meluas.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Selain patroli fisik, Ruslan menekankan pentingnya edukasi kepada warga mengenai bahaya metode pembukaan lahan secara tradisional yang berisiko tinggi.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​"Kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ini langkah krusial untuk menekan potensi karhutla sejak dini," tambahnya.</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">BPBD juga meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri. Warga diharapkan segera memberikan informasi atau melapor melalui jalur komunikasi yang tersedia jika melihat kepulan asap atau indikasi kebakaran di sekitar lingkungan mereka.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Dengan pemantauan intensif di Batu Kajang, BPBD Paser berharap dampak lingkungan dan kabut asap akibat musim kemarau tahun ini dapat diminimalisir secara maksimal. <strong>(REIN/daa).</strong></span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260423_171247_809.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sinyal El Nino Menguat, Ancaman Kekeringan dan Krisis Air Mengintai</title>
<link>https://kartanews.com/sinyal-el-nino-menguat-ancaman-kekeringan-dan-krisis-air-mengintai</link>
<guid>https://kartanews.com/sinyal-el-nino-menguat-ancaman-kekeringan-dan-krisis-air-mengintai</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d09b7557999.jpg" length="131068" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 13:03:20 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, JAKARTA</strong> — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan Indonesia berpotensi kembali menghadapi fenomena El Nino dengan intensitas kuat dalam waktu mendatang.</p>
<p>Kondisi ini umumnya ditandai dengan musim kemarau yang lebih panjang dan kering di sebagian besar wilayah Tanah Air.</p>
<p>Prediksi tersebut menjadi sinyal penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta melakukan langkah adaptasi guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan, khususnya terhadap sektor-sektor vital.</p>
<p>Di Indonesia, El Nino kuat kerap berimplikasi pada berkurangnya curah hujan secara signifikan. Sebaliknya, di sejumlah wilayah lain di dunia, fenomena ini justru dapat memicu curah hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan banjir.</p>
<p>Secara historis, Indonesia pernah mengalami El Nino kuat pada periode 1997–1998 dan 2015–2016.</p>
<p>Pada saat itu, dampak yang ditimbulkan cukup besar, mulai dari kekeringan luas, krisis air bersih, hingga terganggunya produksi pangan di berbagai daerah.</p>
<p>Sejumlah peneliti bahkan menyebut potensi El Nino tahun ini sebagai “Godzilla”, istilah populer yang menggambarkan besarnya dampak yang mungkin terjadi jika tidak diantisipasi dengan baik.</p>
<p>Sektor kehutanan dan perkebunan menjadi salah satu yang paling rentan terdampak, terutama di wilayah dengan lahan gambut.</p>
<p>Saat musim kemarau ekstrem, kondisi gambut yang mengering akan sangat mudah terbakar dan berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan dalam skala besar.</p>
<p>Kebakaran tersebut tidak hanya membahayakan masyarakat di sekitar lokasi, tetapi juga dapat menimbulkan kabut asap lintas negara yang berdampak hingga ke kawasan regional seperti Malaysia dan Singapura.</p>
<p>Langkah mitigasi sejak dini dinilai penting, mulai dari penguatan sistem deteksi dini, pengelolaan lahan berkelanjutan, hingga peningkatan kesadaran masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. (AUNI/daa*)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Waspada Pasang Maksimum di Pesisir Kaltim, BMKG Ingatkan Potensi Kerugian Sektor Tambak</title>
<link>https://kartanews.com/waspada-pasang-maksimum-di-pesisir-kaltim-bmkg-ingatkan-potensi-kerugian-sektor-tambak</link>
<guid>https://kartanews.com/waspada-pasang-maksimum-di-pesisir-kaltim-bmkg-ingatkan-potensi-kerugian-sektor-tambak</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Rein | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cf50384e4cb.jpg" length="304283" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 03 Apr 2026 13:28:38 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM, KALTIM </b></span><span style="font-size: 17px;" ;="">– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengeluarkan peringatan dini terkait potensi pasang air laut tinggi yang akan melanda sejumlah wilayah pesisir di Kalimantan Timur. Fenomena ini diprediksi akan berlangsung pada 5-6 April 2026.</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, menjelaskan bahwa pasang tertinggi di perairan Balikpapan diprediksi mencapai 2,9 meter pada 5 April 2026, tepatnya pukul 08.00 Wita.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Sementara itu, untuk surut terendah diproyeksikan berada di angka 0,2 meter pada 6 April 2026 pukul 01.00 Wita.</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Wilayah yang terdampak, meliputi Samboja dan Samboja Barat di Kutai Kartanegara, Kota Balikpapan, Penajam Paser Utara, hingga Kabupaten Paser. Masyarakat pesisir, termasuk pelaku usaha tambak harus meningkatkan kewaspadaan," ujar Carolina dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Selain wilayah selatan Kaltim, ancaman pasang serupa juga membayangi wilayah utara. Di muara Sungai Berau, ketinggian air diprediksi mencapai 2,8 meter pada 6 April pukul 10.00 Wita. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Fenomena yang sama juga diprediksi akan terjadi di Teluk Sangkulirang, Kutai Timur, dengan ketinggian yang sama.</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 17px;" ;=""><b>Ancaman bagi Sektor Perikanan</b></span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">BMKG menekankan bahwa arus laut yang kuat selama periode pasang ini berpotensi menyebabkan kerugian material yang signifikan bagi warga. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Komoditas tambak milik warga, seperti udang, ikan, dan kepiting rawan hanyut terbawa arus jika tidak dipersiapkan dengan pengamanan yang memadai.</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 17px;" ;=""><b>Kondisi Cuaca Hari Ini</b></span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Sementara untuk kondisi cuaca hari ini, Jumat (3/4/2026) wilayah Kalimantan Timur, khususnya Samarinda dan Balikpapan, terpantau berawan dengan potensi hujan ringan yang diperkirakan turun pada siang atau sore hari.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Meskipun intensitas hujan tidak tergolong lebat, BMKG mengingatkan pengguna jalan untuk tetap berhati-hati mengingat kondisi jalanan yang menjadi basah dan licin.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​BMKG mengimbau wisatawan pantai dan warga yang beraktivitas di pesisir untuk terus memantau perkembangan cuaca dan informasi pasang surut terbaru, guna meminimalkan risiko kerugian serta memastikan keselamatan di wilayah perairan. </span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260403_132622_668.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>El Nino “Godzilla” Diprediksi Datang, Berau Perkuat Antisipasi Karhutla</title>
<link>https://kartanews.com/el-nino-godzilla-diprediksi-datang-berau-perkuat-antisipasi-karhutla-2711</link>
<guid>https://kartanews.com/el-nino-godzilla-diprediksi-datang-berau-perkuat-antisipasi-karhutla-2711</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Tsy | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ccc92f13d3c.jpg" length="98867" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 15:33:02 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU </strong>- Kemunculan fenomena El Nino ekstrem yang diperkirakan terjadi mulai April 2026 menjadi perhatian khusus Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau. Potensi musim kemarau panjang mendorong peningkatan kesiapsiagaan guna mengantisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).</p>
<p>Fenomena yang kerap disebut sebagai “El Nino Godzilla” ini sebelumnya telah diperingatkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dampaknya diperkirakan cukup besar dan dapat berlangsung hingga Oktober mendatang.</p>
<p>Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Disdamkarmat Berau, Nofian Hidayat, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin meremehkan siklus cuaca ekstrem tersebut. Menurutnya, meskipun El Nino merupakan fenomena yang berulang, dampaknya tetap harus diwaspadai.</p>
<p>“El Nino memang terjadi secara siklus, tetapi efek yang ditimbulkan tidak bisa dianggap ringan. Suhu panas berpotensi berlangsung lama, bahkan bisa mencapai delapan bulan,” ungkapnya. </p>
<p>Ia menjelaskan, dampak El Nino tidak hanya berpotensi memicu karhutla, tetapi juga dapat menyebabkan kebakaran di kawasan permukiman, kekeringan pada lahan pertanian, hingga gangguan terhadap sektor perikanan masyarakat.</p>
<p>Sebagai bentuk antisipasi, Disdamkarmat Berau mulai memperkuat kesiapan internal. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari evaluasi personel, pelatihan mandiri, hingga pembentukan tim siaga untuk meningkatkan kecepatan respons di lapangan.</p>
<p>“Kami telah melakukan evaluasi terhadap personel dan menyiapkan tim siaga. Ini merupakan bagian dari upaya mitigasi sejak dini, termasuk langkah pencegahan dan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.</p>
<p>Saat ini, sebanyak 88 personel telah disiagakan dan ditempatkan di hampir seluruh kecamatan di Berau. Namun jumlah tersebut masih belum memenuhi kebutuhan ideal yang diperkirakan mencapai sekitar 250 personel.</p>
<p>“Memang jumlahnya belum ideal, tetapi kami berupaya memaksimalkan sumber daya yang ada, termasuk dengan melibatkan relawan serta Masyarakat Peduli Api,” ujarnya.</p>
<p>Dari sisi sarana dan prasarana, armada pemadam dinilai masih dalam kondisi layak operasional. Setiap kecamatan telah dilengkapi mobil tangki, sementara di pos induk tersedia sekitar 18 unit armada pendukung.</p>
<p>“Untuk saat ini armada masih mencukupi, namun ke depan tetap diperlukan penambahan dan peremajaan,” tambahnya.</p>
<p>Selain itu, pihaknya juga mengusulkan tambahan dukungan anggaran, termasuk melalui dana bagi hasil sumber daya kehutanan, guna memperkuat upaya penanggulangan karhutla.</p>
<p>Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk turut berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran, khususnya selama musim kemarau panjang.</p>
<p>“Hindari membuka lahan dengan cara membakar, dan pastikan setiap aktivitas yang berpotensi memicu api selalu diawasi. Upaya pencegahan adalah hal yang paling utama,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga menyarankan masyarakat untuk menyiapkan cadangan air di lingkungan masing-masing sebagai langkah antisipasi.</p>
<p>“Peran masyarakat sangat penting. Jika semua pihak meningkatkan kewaspadaan, maka potensi kebakaran dapat ditekan bersama,” pungkasnya. </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ekuinoks Dorong Kenaikan Suhu Udara di Samarinda</title>
<link>https://kartanews.com/ekuinoks-dorong-kenaikan-suhu-udara-di-samarinda</link>
<guid>https://kartanews.com/ekuinoks-dorong-kenaikan-suhu-udara-di-samarinda</guid>
<description><![CDATA[ Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69cb8259165de.jpg" length="36476" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 16:14:53 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, SAMARINDA</strong> — Suhu udara di Kota Samarinda dan wilayah sekitarnya dalam beberapa hari terakhir terpantau meningkat dan terasa lebih panas dari biasanya.</p>
<p>Kondisi ini dipengaruhi oleh fenomena ekuinoks, yakni ketika posisi semu Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa sehingga penyinaran matahari ke permukaan bumi berlangsung lebih maksimal.</p>
<p>Prakirawan BMKG Samarinda, Fatuh Hidayatullah, menjelaskan bahwa ekuinoks merupakan fenomena alam yang terjadi secara rutin dua kali dalam setahun, yakni pada Maret dan September. Pada periode tersebut, wilayah yang berada di sekitar ekuator, termasuk Kalimantan, menerima paparan sinar matahari secara lebih intens.</p>
<p>“Peningkatan suhu ini juga didukung oleh kondisi cuaca yang cenderung cerah dengan tutupan awan yang minim, sehingga radiasi matahari dapat langsung mencapai permukaan,” ujarnya saat memberikan keterangan terkait kondisi cuaca, Senin (30/3/2026).</p>
<p>Berdasarkan data Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda, suhu maksimum dalam beberapa hari terakhir tercatat mencapai kisaran 34 derajat Celsius.</p>
<p>BMKG memperkirakan, memasuki akhir April hingga Mei, Kalimantan Timur akan mulai memasuki periode peralihan musim atau pancaroba.</p>
<p>Pada fase ini, potensi terjadinya cuaca ekstrem meningkat, terutama akibat pertumbuhan awan konvektif yang dipicu oleh pemanasan intens sejak pagi hingga siang hari.</p>
<p>Kondisi ini juga berpotensi menimbulkan hujan lebat dengan durasi singkat pada sore hingga malam hari yang kerap disertai angin kencang.</p>
<p>BMKG turut mengingatkan bahwa tidak semua angin kencang dapat dikategorikan sebagai puting beliung.</p>
<p>Kecepatan angin dikatakan kencang apabila melebihi 25 knot atau sekitar 45 kilometer per jam, sedangkan puting beliung ditandai dengan adanya pusaran angin yang jelas.</p>
<p>Seiring perubahan kondisi cuaca yang dinamis, masyarakat diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan. Paparan panas berlebih serta fluktuasi cuaca dapat memicu gangguan kesehatan seperti kelelahan, pusing, hingga penurunan daya tahan tubuh.</p>
<p>Selain itu, warga juga diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama pada masa pancaroba yang identik dengan potensi cuaca ekstrem.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Berau Masuk Daerah Rawan, BMKG Catat 11 Titik Panas Picu Waspada Karhutla</title>
<link>https://kartanews.com/berau-masuk-daerah-rawan-bmkg-catat-11-titik-panas-picu-waspada-karhutla</link>
<guid>https://kartanews.com/berau-masuk-daerah-rawan-bmkg-catat-11-titik-panas-picu-waspada-karhutla</guid>
<description><![CDATA[ Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ca261f45eb4.jpg" length="88930" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 15:29:32 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, BERAU</strong> — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan mengeluarkan peringatan dini potensi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur dengan terdeteksinya 171 titik panas.</p>
<p>Dari jumlah tersebut, Kabupaten Berau tercatat ada 11 titik panas, menjadikannya salah satu wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meski jumlahnya masih di bawah Kutai Timur yang mencapai 125 titik.</p>
<p>Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, menjelaskan kondisi cuaca panas yang terjadi sejak Idulfitri menjadi faktor utama munculnya titik panas di berbagai wilayah</p>
<p>“Cuaca dalam beberapa hari terakhir sejak Idulfitri memang panas, kondisi ini kemudian memicu munculnya banyak titik panas,” ujarnya dalam keterangan resminya, Sabtu (28/3/2026).</p>
<p>Selain faktor cuaca, karakteristik wilayah Berau yang didominasi kawasan hutan, lahan perkebunan, serta area gambut kering di beberapa titik turut meningkatkan kerentanan terhadap kemunculan hotspot, terutama saat curah hujan rendah.</p>
<p>Data BMKG mencatat sebaran titik panas lainnya berada di Kutai Kartanegara sebanyak 20 titik, Paser 10 titik, Bontang 3 titik, serta Balikpapan 2 titik.</p>
<p>BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran seperti membakar lahan atau membuang puntung rokok sembarangan, mengingat vegetasi kering mudah terbakar dalam kondisi cuaca panas.</p>
<p>“Potensi karhutla meningkat saat kondisi panas dan kering, sehingga diperlukan kewaspadaan dari masyarakat agar tidak memicu api di lahan terbuka,” kata Carolina</p>
<p>Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait juga diminta meningkatkan patroli dan pengecekan lapangan terhadap titik panas yang terdeteksi.</p>
<p>“Tim biasanya langsung turun ke lokasi untuk memastikan apakah titik panas berpotensi menjadi kebakaran, jika rawan maka penanganan segera dilakukan,” ujarnya.</p>
<p>Selain itu, peran Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, dan Dinas Pemadam Kebakaran dinilai penting dalam memberikan edukasi kepada petani dan pekebun agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.</p>
<p>Upaya pencegahan berbasis masyarakat disebut menjadi langkah krusial untuk menekan risiko karhutla, terutama di wilayah seperti Berau yang memiliki bentang alam luas dan rentan terhadap kebakaran saat musim kering.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BMKG Imbau Petani Pilih Tanaman Berumur Pendek Jelang Kemarau di Kaltim</title>
<link>https://kartanews.com/bmkg-imbau-petani-pilih-tanaman-berumur-pendek-jelang-kemarau-di-kaltim</link>
<guid>https://kartanews.com/bmkg-imbau-petani-pilih-tanaman-berumur-pendek-jelang-kemarau-di-kaltim</guid>
<description><![CDATA[ Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c7632a019c5.jpg" length="28659" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 13:13:01 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, SAMARINDA</strong> — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengimbau para petani di Kalimantan Timur untuk menyesuaikan pola tanam menjelang musim kemarau yang diperkirakan mulai pada akhir Mei 2026.</p>
<p>Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, menjelaskan bahwa saat ini wilayah Kaltim masih berada dalam periode musim hujan, namun fase kemarau diprediksi akan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.</p>
<p>“Petani disarankan menanam komoditas dengan masa panen singkat guna mengantisipasi keterbatasan air, terutama pada lahan tadah hujan saat kemarau berlangsung,” ujarnya dikutip dari Antara, Sabtu (28/3/2026).</p>
<p>Menurutnya, tanaman dengan masa panen lebih dari tiga bulan berisiko mengalami gangguan pertumbuhan akibat berkurangnya curah hujan, sehingga pemilihan varietas yang adaptif menjadi langkah penting dalam menjaga produktivitas pertanian.</p>
<p>Beberapa varietas padi berumur genjah yang direkomendasikan antara lain Inpari 32, Inpari 37, Inpari 42 GSR, serta MR70.</p>
<p>Varietas Inpari 32, misalnya, memiliki masa panen sekitar 120 hari dengan potensi hasil mencapai 6 hingga 8 ton gabah kering giling per hektare, tergantung pada teknik budidaya. Sementara itu, varietas MR70 dapat dipanen lebih cepat, yakni sekitar 110 hingga 115 hari.</p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x_69c764df1d61e.jpg" alt=""></p>
<p>Secara nasional, BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung lebih panjang, dimulai sejak April hingga Desember, terutama apabila fenomena El Nino terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Khusus di Kalimantan Timur, awal kemarau diperkirakan terjadi pada akhir Mei dengan kemungkinan durasi yang serupa.</p>
<p>Terkait kondisi cuaca panas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, Carolina menegaskan bahwa fenomena tersebut tidak sepenuhnya berkaitan dengan musim kemarau.</p>
<p>Ia menyebutkan bahwa peningkatan suhu dan kemunculan titik panas juga dipengaruhi faktor lain, seperti El Nino dan dinamika atmosfer, termasuk keberadaan bibit siklon yang memengaruhi pola pergerakan awan.</p>
<p>“Persebaran titik panas tidak hanya ditentukan oleh musim, tetapi juga dipengaruhi kondisi atmosfer yang menyebabkan awan tidak terkonsentrasi di satu wilayah,” jelasnya.</p>
<p>BMKG mencatat, pada Selasa (24/3/2026) terdapat 32 titik panas yang terdeteksi di lima wilayah di Kaltim dengan sebaran terbanyak di Kabupaten Kutai Timur.</p>
<p>Sementara pada hari berikutnya, jumlah titik panas meningkat menjadi 73 titik yang tersebar di sejumlah daerah, termasuk Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Paser, Bontang, dan Mahakam Ulu.</p>
<p>Kondisi ini menjadi perhatian bagi berbagai pihak, terutama dalam upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan yang rawan terjadi saat periode kering.</p>
<p>BMKG pun mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan titik panas seiring perubahan pola cuaca kedepan.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BMKG Ingatkan Kaltim: Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal dan Berlangsung Lebih Lama</title>
<link>https://kartanews.com/bmkg-ingatkan-kaltim-musim-kemarau-2026-datang-lebih-awal-dan-berlangsung-lebih-lama</link>
<guid>https://kartanews.com/bmkg-ingatkan-kaltim-musim-kemarau-2026-datang-lebih-awal-dan-berlangsung-lebih-lama</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Rein | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c61cb6ca9df.jpg" length="82254" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Mar 2026 14:00:00 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM, BALIKPAPAN</b></span><span style="font-size: 17px;" ;=""> – Masyarakat di Kalimantan Timur (Kaltim) diimbau untuk mulai bersiap menghadapi perubahan cuaca ekstrem oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Pasalnya telah diprediksi musim kemarau tahun 2026 akan tiba lebih cepat dan memiliki durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Fenomena ini tidak hanya melanda Kaltim, tetapi juga diprediksi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Kepala BMKG Stasiun SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, menjelaskan bahwa pergeseran musim ini dipicu oleh dinamika iklim global yang cukup signifikan.</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Salah satu faktor utamanya adalah berakhirnya fenomena </span><em><span style="font-size: 17px;" ;="">La Nina</span></em><span style="font-size: 17px;" ;=""> lemah pada Februari 2026, yang selama ini memberikan pasokan curah hujan tambahan.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​“Sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau tahun 2026 lebih awal dibandingkan rerata klimatologinya,” ujar Djoko dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).</span><br><span style="font-size: 22px;" ;=""><b>​</b></span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​BMKG memproyeksikan intensitas kekeringan akan mencapai titik krusial pada pertengahan tahun. Kondisi minim curah hujan ini diperkirakan akan menyelimuti hampir seluruh daratan Kalimantan.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​"Memasuki Agustus, kondisi kering diperkirakan semakin meluas dan mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan,” terangnya seperti dikutip dari Katakaltim.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Kondisi kemarau yang lebih panjang ini meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta potensi krisis air bersih di beberapa titik rawan di Kalimantan Timur.</span><br><span style="font-size: 22px;" ;=""><b>​</b></span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Dalam kesempatan tersebut, Djoko juga memberikan penegasan terkait istilah-istilah cuaca yang sering beredar di masyarakat namun tidak memiliki dasar ilmiah dalam standarisasi meteorologi.</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"BMKG tidak mengenal istilah tersebut," tegasnya.</span><br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Djoko menanggapi pertanyaan mengenai penamaan fenomena cuaca yang tidak baku di luar klasifikasi resmi BMKG.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​Masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi dampak kekeringan yang mungkin timbul dalam beberapa bulan ke depan.</span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260327_135628_179.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hujan Mengintai Jalur Mudik Kaltim, Warga Diminta Waspada dan Siaga</title>
<link>https://kartanews.com/hujan-mengintai-jalur-mudik-kaltim-warga-diminta-waspada-dan-siaga</link>
<guid>https://kartanews.com/hujan-mengintai-jalur-mudik-kaltim-warga-diminta-waspada-dan-siaga</guid>
<description><![CDATA[ Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b7ad0497b81.jpg" length="38267" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 15:11:11 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, SAMARINDA</strong> — Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran melalui jalur darat di Kalimantan Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang masih didominasi hujan.</p>
<p>Curah hujan yang cukup tinggi berpotensi membuat permukaan jalan licin dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.</p>
<p>Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalimantan Timur, Renhard Ronald mengatakan keselamatan perjalanan harus menjadi perhatian utama, baik bagi penyelenggara angkutan maupun masyarakat sebagai pengguna jalan.</p>
<p>“Keselamatan dan keamanan menjadi prioritas utama, baik bagi kami sebagai penyelenggara transportasi darat maupun bagi masyarakat yang menggunakan layanan tersebut,” ujarnya dalam keterangan resminya.</p>
<p>Ia menjelaskan pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan kelayakan operasional kendaraan angkutan melalui pemeriksaan teknis secara berkala. </p>
<p>Selain itu, faktor cuaca juga menjadi perhatian khusus selama periode arus mudik.</p>
<p>Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan arahan Menteri Perhubungan yang menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa perjalanan mudik Lebaran.</p>
<p>Meski demikian, Renhard menilai kondisi cuaca tidak harus menjadi penghalang bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan, selama langkah antisipasi dilakukan dengan baik. </p>
<p>Renhard juga mengimbau pemudik untuk memantau perkembangan prakiraan cuaca melalui aplikasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum berangkat.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kantor Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono mengatakan informasi terkait kondisi cuaca dan potensi bencana terus diperbarui secara real time melalui berbagai platform digital yang dapat diakses masyarakat.</p>
<p>“Karena masih dalam periode musim hujan, pemudik perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama di area tertentu seperti terminal atau ruas jalan yang berpotensi tergenang air. Kondisi tersebut dapat menyebabkan jalan menjadi licin dan berisiko bagi keselamatan pengguna jalan,” jelasnya.</p>
<p>Melalui koordinasi antara instansi transportasi dan meteorologi, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi yang cukup untuk mempersiapkan perjalanan mudik dengan lebih aman dan lancar hingga tiba di tujuan.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Jalur Darat Kaltara&#45;Kaltim: Waspada Hujan Siang hingga Malam</title>
<link>https://kartanews.com/bmkg-rilis-prakiraan-cuaca-jalur-darat-kaltara-kaltim-waspada-hujan-siang-hingga-malam</link>
<guid>https://kartanews.com/bmkg-rilis-prakiraan-cuaca-jalur-darat-kaltara-kaltim-waspada-hujan-siang-hingga-malam</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Rein | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b4ca5cada51.jpg" length="288652" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 10:41:10 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM, MALINAU</b></span><span style="font-size: 17px;" ;=""> –</span><span style="font-size: 17px;" ;="">​Stasiun BMKG Tanjung Harapan Bulungan mengeluarkan prakiraan cuaca bagi pengguna jalan darat di wilayah Kalimantan Utara hingga Kalimantan Timur, Jumat (13/03/2026). </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Mulai pukul 08.00 WITA, cuaca cerah berawan diprediksi menyelimuti rute Salang dan Pembeliangan di Kabupaten Nunukan. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Sebaliknya, pengendara yang melintasi jalur Mansalong hingga Betayau, Kabupaten Tana Tidung, diimbau waspada terhadap potensi hujan ringan. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Sementara itu, kondisi berawan hingga cerah berawan diperkirakan mendominasi rute Malinau Kota, Sekatak Buji, Sajau, hingga ke wilayah Gunung Tabur dan Rinding di Kalimantan Timur.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Memasuki siang hari, cuaca di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) diprediksi akan didominasi hujan ringan, mencakup area Salang, Betayau, Malinau Kota, Sekatak Buji, Panca Agung, hingga Tanjung Selor dan Sajau. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">​BMKG mengingatkan para pengendara untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan dan cuaca berawan akan bertahan hingga malam hari di sepanjang rute darat kedua provinsi tersebut. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Jalur yang rawan hujan dan berkabut menjadi perhatian utama demi keselamatan berkendara. Situasi diperkirakan baru akan membaik pada dini hari dengan kondisi cerah berawan, meski hujan ringan masih berpotensi turun di Tanjung Selor dan Sajau. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Masyarakat disarankan memanfaatkan layanan </span><span style="font-size: 17px;" ;=""><i>Digital Weather</i></span><span style="font-size: 17px;" ;=""> BMKG untuk mendapatkan data cuaca terkini sebelum memulai perjalanan.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terkini, BMKG menyediakan layanan <em>Digital Weather Traffic (DWT)</em> yang dapat diakses secara daring. </span></p>
<p><span style="font-size: 17px;" ;="">Layanan tersebut melalui laman <span style="color: #3598db;"><a href="https://signature.bmkg.go.id/" style="color: #3598db;">https://signature.bmkg.go.id/dwt/</a></span></span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">maupun melalui situs resmi <span style="color: #3598db;"><a href="https://www.bmkg.go.id/" style="color: #3598db;">www.bmkg.go.id</a></span> serta aplikasi Info BMKG.</span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260314_103704_065.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat di Sejumlah Daerah, Ini Daftar Wilayahnya</title>
<link>https://kartanews.com/bmkg-prediksi-kemarau-2026-datang-lebih-cepat-di-sejumlah-daerah-ini-daftar-wilayahnya</link>
<guid>https://kartanews.com/bmkg-prediksi-kemarau-2026-datang-lebih-cepat-di-sejumlah-daerah-ini-daftar-wilayahnya</guid>
<description><![CDATA[ Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69afa0db7df25.jpg" length="130127" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 12:41:46 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, JAKARTA</strong> - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau tahun 2026 lebih awal dibandingkan kondisi klimatologis normal.</p>
<p>Perubahan pola musim ini terjadi setelah fenomena <em>La Niña</em> lemah yang berlangsung sebelumnya berakhir pada Februari 2026 dan saat ini kondisi iklim global berada pada fase netral.</p>
<p>Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menjelaskan hasil pemantauan terhadap anomali suhu permukaan laut di Samudera Pasifik menunjukkan indeks ENSO berada pada kisaran -0,28 yang menandakan kondisi netral dan diperkirakan bertahan hingga pertengahan tahun.</p>
<p>“Namun memasuki semester kedua tahun ini terdapat peluang sekitar 50 hingga 60 persen terjadinya <em>El Niño</em> dengan kategori lemah hingga moderat yang perlu diwaspadai,” ujarnya dalam konferensi pers prakiraan awal musim kemarau 2026 di Gedung <em>Multi-Hazard Early Warning System</em> BMKG, Jakarta, Rabu (4/3/2026).</p>
<p>Faisal menambahkan kondisi <em>Indian Ocean Dipole (IOD) </em>diperkirakan tetap berada pada fase netral sepanjang tahun sehingga tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pola curah hujan di Indonesia.</p>
<p>BMKG mencatat tanda awal musim kemarau ditandai oleh perubahan pola angin dari Monsun Asia yang bersifat basah menuju Monsun Australia yang cenderung kering.</p>
<p>Berdasarkan analisis BMKG, sekitar 114 Zona Musim atau 16,3 persen wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada April 2026, terutama di wilayah pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian Jawa Tengah hingga Jawa Timur, serta wilayah Nusa Tenggara.</p>
<p>Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan fase kemarau kemudian akan meluas pada Mei dengan tambahan sekitar 184 Zona Musim atau 26,3 persen wilayah Indonesia dan kembali bertambah pada Juni sebanyak 163 Zona Musim atau sekitar 23,3 persen.</p>
<p>“Jika dibandingkan dengan kondisi normalnya, sekitar 325 Zona Musim atau 46,5 persen wilayah diperkirakan mengalami awal kemarau lebih cepat, sementara 173 Zona Musim terjadi sesuai pola normal dan sekitar 72 Zona Musim diperkirakan mengalami kemunduran,” ujarnya.</p>
<p>Wilayah yang diperkirakan lebih awal memasuki musim kemarau meliputi sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku hingga beberapa wilayah di Papua.</p>
<p>BMKG juga memprakirakan puncak musim kemarau secara umum terjadi pada Agustus 2026 yang mencakup sekitar 429 Zona Musim atau sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia.</p>
<p>Sementara sebagian wilayah lainnya diperkirakan mencapai puncak kemarau pada Juli dan September.</p>
<p>Puncak kemarau pada Juli diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan bagian tengah dan utara, serta sebagian kecil wilayah Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku hingga Papua bagian barat.</p>
<p>Memasuki Agustus, kondisi kering diperkirakan meluas ke wilayah Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, serta Bali dan Nusa Tenggara.</p>
<p>Adapun pada September, puncak musim kemarau masih terjadi di sebagian wilayah Lampung, sebagian kecil Jawa, wilayah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi bagian utara dan timur, Maluku Utara, sebagian Maluku, serta sebagian wilayah Papua.</p>
<p>BMKG memproyeksikan karakter musim kemarau tahun ini cenderung lebih kering dari biasanya di sebagian besar wilayah.</p>
<p>Sekitar 64,5 persen zona musim diprediksi mengalami kondisi di bawah normal, sedangkan sekitar 35,1 persen berada pada kondisi normal dan hanya sebagian kecil wilayah di Gorontalo dan Sulawesi Tenggara yang berpotensi mengalami kemarau lebih basah dari biasanya.</p>
<p>Faisal menegaskan kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini oleh berbagai pihak, terutama sektor pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan air.</p>
<p>“Petani perlu menyesuaikan pola tanam, memilih varietas yang lebih tahan kekeringan, serta mempertimbangkan masa panen yang lebih singkat agar risiko gagal panen dapat ditekan,” ujarnya.</p>
<p>Selain sektor pangan, pengelolaan sumber daya air juga perlu diperkuat melalui optimalisasi waduk dan jaringan distribusi air untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi serta mendukung sektor energi seperti pembangkit listrik tenaga air.</p>
<p>Ia juga mengingatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penurunan kualitas udara yang kerap terjadi pada periode kemarau panjang.</p>
<p>“Informasi prakiraan ini merupakan peringatan dini yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah antisipasi oleh seluruh pemangku kepentingan agar dampak kekeringan dapat diminimalkan,” tandas Faisal.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sejumlah Wilayah Kaltim Berpotensi Diguyur Hujan Lebat hingga 11 Maret</title>
<link>https://kartanews.com/sejumlah-wilayah-kaltim-berpotensi-diguyur-hujan-lebat-hingga-11-maret</link>
<guid>https://kartanews.com/sejumlah-wilayah-kaltim-berpotensi-diguyur-hujan-lebat-hingga-11-maret</guid>
<description><![CDATA[ Penulis : Mursyidah Auni | Editor : Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69af9ea994d2d.jpg" length="71874" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 12:32:39 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, SAMARINDA</strong> - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengingatkan masyarakat Kalimantan Timur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi menyusul prakiraan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpeluang terjadi pada 9–11 Maret 2026.</p>
<p>Bencana hidrometeorologi tersebut antara lain bisa berupa banjir di pemukiman penduduk, lahan pertanian maupun jalan terendam air, sungai meluap, badai, tanah longsor, dan sejenisnya, karena hujan lebat dapat disertai oleh kilat/petir dan angin kencang sesaat.</p>
<p>Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani mengatakan hujan lebat berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang dalam durasi singkat.</p>
<p>“Potensi hujan lebat pada 9 Maret diperkirakan terjadi di Kota Balikpapan dan Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya dalam keterangan resminya.</p>
<p>Carolina menjelaskan di Kutai Timur wilayah yang diperkirakan terdampak adalah Kecamatan Telen, sedangkan di Kota Balikpapan hujan lebat berpotensi terjadi di sejumlah kecamatan, yakni Balikpapan Barat, Balikpapan Kota, Balikpapan Selatan, Balikpapan Tengah, Balikpapan Timur, dan Balikpapan Utara.</p>
<p>Sementara itu pada Selasa (10/3/2026) kondisi cuaca diperkirakan didominasi hujan dengan intensitas sedang.</p>
<p>Sedangkan pada Rabu (11/3/2026) hujan lebat yang disertai angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Berau, khususnya di Kecamatan Biatan dan Kelay.</p>
<p>Carolina menambahkan peringatan dini ini disampaikan karena sebagian wilayah permukiman di Kalimantan Timur berada di sekitar bantaran sungai sehingga berisiko terdampak ketika curah hujan meningkat.</p>
<p>“Hujan dengan intensitas tinggi dapat memicu sungai meluap, genangan di jalan dan permukiman, serta berpotensi menimbulkan tanah longsor terutama di wilayah dengan topografi berbukit dan lereng curam,” ujarnya.</p>
<p>Selain hujan lebat, BMKG juga memprakirakan potensi hujan disertai petir di sejumlah daerah pada Senin (9/3/2026), antara lain di Kota Balikpapan sekitar pukul 11.00 Wita, Kabupaten Kutai Kartanegara pukul 11.00 Wita, Kabupaten Berau sekitar pukul 20.00 Wita, serta Kabupaten Penajam Paser Utara pada waktu yang sama.</p>
<p>Untuk wilayah Kutai Timur, hujan petir diperkirakan terjadi pada pukul 17.00, 20.00, dan 23.00 Wita, sementara di Kabupaten Mahakam Ulu diprakirakan terjadi sekitar pukul 20.00 Wita.</p>
<p>Adapun pada Selasa (10/3/2026), hujan petir diperkirakan kembali berpotensi terjadi di Kabupaten Berau pada pukul 14.00 dan 20.00 Wita, serta di Kabupaten Kutai Timur pada pukul 11.00, 20.00, dan sekitar pukul 05.00 Wita.</p>
<p>BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba serta memantau informasi cuaca terkini yang disampaikan melalui kanal resmi BMKG.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>April Mulai Matang, Juni Makin Gosong, BMKG Ramal 2026 Bakal Panas Pol</title>
<link>https://kartanews.com/april-mulai-matsng-juni-makin-gosong-bmkg-ramal-2026-bakal-panas-pol</link>
<guid>https://kartanews.com/april-mulai-matsng-juni-makin-gosong-bmkg-ramal-2026-bakal-panas-pol</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Rein | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202603/image_870x580_69aa990d8bf5b.jpg" length="183911" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 17:13:13 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM, JAKARTA</b></span><span style="font-size: 17px;" ;=""> - Badan </span><span style="font-size: 17px;" ;=""> </span><span style="font-size: 17px;" ;="">Meteorologi </span><span style="font-size: 17px;" ;="">Klimatologi </span><span style="font-size: 17px;" ;="">Geofisika (BMKG), memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami musim kemarau dibawah normal atau jauh lebih lama.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan sebagian wilayah di Indonesia berdasarkan dari data 400 zona musim atau 57,2 persen zona musim, akan mengalami kemarau yang cukup panjang.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Sebagian wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau yang panjang dari biasanya," ungkap Teuku dalam keterangannya, Rabu (4/03/2026).</span><br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Sementara itu melalui paparan Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopahaluwakan menyampaikan di 699 zona Indonesia, terdapat 144 zona musim atau 16,3 persen dari zona akan memasuki musim kemarau pada bulan April 2026.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Kemudian sebanyak 184 zona musim atau 26,3 persen dari zona musim akan memasuki musim kemarau pada bulan mei 2026, lalu 163 zona musim atau 23,3 persen dari zona musim, mulai memasuki musim kemarau pada bulan juni 2026. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Secara umum kami memprediksi kemarau tahun ini jauh lebih kering atau di bawah normal, yaitu sebanyak 145 zona musim atau 64,5 persen itu bawah normal," jelasnya.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Dia melanjutkan, untuk 245 Zona atau 35 persen musimnya dalam kondisi normal. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Dirinya menambahkan, BMKG memberikan rekomendasi kepada seluruh Kementerian dan lembaga, Pemerintah Daerah, institusi terkait, dan seluruh masyarakat indonesia.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Pertama, sektor pangan agar dapat menyesuaikan jadwal tanaman dan memilih varetas tanaman yang membutuhkan sedikit air, lebih tahan terhadap kekeringan, serta memiliki siklus tanam yang lebih pendek. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Kedua, untuk sektor sumber daya air, lakukan revitalisasi waduk, memperbaiki jaringan distribusi air serta memastikan ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat pada periode musim kemarau. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Kemudian, untuk sektor kehutanan dan kebencanaan, diimbau perlu kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan dan terjadinya kebakaran hutan atau lahan pada musim kemarau yang akan datang. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Kami berharap informasi prediksi musim kemarau 2026 ini, dapat menjadi panduan umum dalam penetapan perencanaan langkah mitigasi dan antisipasi terhadap dalam mengambil kebijakan dari berbagi sektor yang berdampak iklim," pungkasnya.</span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260306_170429_538.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Pesisir Berau dan Balikpapan Wajib Waspada! Fenomena Pasang Laut &amp;apos;Raksasa&amp;apos; Mengancam Sepekan ke Depan</title>
<link>https://kartanews.com/warga-pesisir-berau-dan-balikpapan-wajib-waspada-fenomena-pasang-laut-raksasa-mengancam-sepekan-ke-depan</link>
<guid>https://kartanews.com/warga-pesisir-berau-dan-balikpapan-wajib-waspada-fenomena-pasang-laut-raksasa-mengancam-sepekan-ke-depan</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Rein | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202602/image_870x580_699b1923917c3.jpg" length="111108" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 22 Feb 2026 22:58:35 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><b>KARTANEWS.COM, KALTIM</b></span><span style="font-size: 17px;" ;=""> - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan memprediksi wilayah pesisir Kalimantan Timur (Kaltim) berpotensi mengalami pasang laut dengan ketinggian hingga 2,8 meter pada periode 21–28 Februari 2026.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Dengan adanya prediksi tersebut, warga yang bermukim di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob dan gangguan aktivitas.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, menyampaikan fenomena pasang laut akan menghambat berbagai aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">“Pasang laut dapat mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan bongkar muat di pelabuhan, serta berpotensi menyebabkan genangan atau banjir rob di kawasan pesisir. Karena itu, langkah antisipasi sangat diperlukan,” ucapnya Sabtu (21/2/2026).</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Perkiraan BMKG, sejumlah wilayah pesisir </span><span style="font-size: 17px;" ;="">Kaltim mengalami pasang yang cukup tinggi. Ini merujuk pada data BMKG yang menunjukkan 4 wilayah paling potensial terkenal pasang laut tersebut. </span><span style="font-size: 17px;" ;="">Diantaranya, yaitu:</span></p>
<p><span style="font-size: 17px;" ;="">1. Balikpapan : </span><span style="font-size: 17px;" ;="">Pasang tertinggi diperkirakan mencapai 2,7 meter pada 22 Februari 2026 pukul 09.00 WITA. Surut terendah sekitar 0,2 meter pada 22 Februari 2026 pukul 02.00 WITA.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">2. Teluk Sangkulirang: Pasang tertinggi diprakirakan 2,7 meter pada 22 Februari 2026 pukul 09.00 WITA. Surut terendah sekitar 0,1 meter pada 21 Februari 2026 pukul 02.00 WITA.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">3. Muara Sungai Mahakam (Pulau Nubi): Pasang tertinggi diprediksi 2,6 meter pada 21 Februari 2026 pukul 09.00 WITA. Surut terendah sekitar 0,2 meter pada hari yang sama pukul 02.00 WITA.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">4. Muara Sungai Berau: Pasang tertinggi diprakirakan mencapai 2,8 meter pada 21 Februari 2026 pukul 11.00 WITA. Surut terendah sekitar 0,1 meter pada 21 Februari 2026 pukul 17.00 WITA.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">BMKG mengimbau masyarakat aktif dalam memantau pembaruan informasi cuaca dan pasang surut sehingga dapat mengantisipasi apabila terjadi situasi demikian. </span><span style="font-size: 17px;" ;="">Warga pesisir diharapkan tetap tenang, namun waspada menghadapi potensi dampak yang bisa terjadi sewaktu-waktu.</span><br><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260222_225302_339.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kaltim Sangat Lembap! Kelembapan Udara Capai 99 Persen, Cek Wilayah yang Bakal Hujan</title>
<link>https://kartanews.com/kaltim-sangat-lembap-kelembapan-udara-capai-99-persen-cek-wilayah-yang-bakal-hujan</link>
<guid>https://kartanews.com/kaltim-sangat-lembap-kelembapan-udara-capai-99-persen-cek-wilayah-yang-bakal-hujan</guid>
<description><![CDATA[ Penulis : Rein | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202602/image_870x580_699707cd89c30.jpg" length="325763" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 20:56:28 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><strong>KARTANEWS.COM, KALTIM</strong> - </span><span style="font-size: 17px;" ;="">Kalimantan Timur pada Kamis (19/2/2026) diprediksi akan menghadapi cuaca yang cukup lembap di beberapa wilayah. Data BMKG menunjukkan potensi hujan ringan masih ada, terutama di daerah pedalaman dan sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Kota Balikpapan, Samarinda, dan Bontang diprediksi berawan dengan suhu udara antara 23-30 derajat Celsius. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Kelembapan udara berkisar antara 69 hingga 98 persen. Meskipun tidak ada hujan, suhu tetap terasa hangat dan cukup lembap.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Di daerah penyangga IKN, seperti Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, kemungkinan terjadi hujan ringan dengan suhu 23-30 derajat Celsius. Paser, Kutai Barat, Berau, dan Mahakam Ulu diprediksi akan mengalami keadaan yang sama. </span><span style="font-size: 17px;" ;="">Hujan bisa terjadi di daerah tertentu pada waktu tertentu. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Sementara itu, Kutai Timur diprediksi akan memiliki cuaca berawan sepanjang hari. Keadaan ini menjadikan cuaca cenderung stabil dibandingkan daerah lain di Kaltim.</span><br><br><span style="font-size: 17px;" ;=""><strong>Berikut prakiraan cuaca Kalimantan Timur pada Kamis, 19 Februari 2026 :</strong> </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">1. Paser: Hujan Ringan (23–30°C ,69–99%) </span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">2. Kutai Kartanegara: Hujan Ringan (23–30°C ,66–99%) </span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">3. Berau: Hujan Ringan (22–26°C ,85–99%) </span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">4. Kutai Barat: Hujan Ringan (23–30°C ,69–99%) </span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">5. Kutai Timur: Berawan (23–29°C ,72–98%) </span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">6. Penajam Paser Utara: Hujan Ringan (23–30°C ,69–99%) </span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">7. Mahakam Ulu: Hujan Ringan (22–28°C ,74–99%)</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">8. Kota Balikpapan: Berawan (23–30°C ,69–97%)</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">9. Kota Samarinda: Berawan (23–29°C ,71–98%)</span><br><span style="font-size: 17px;" ;="">10. Kota Bontang: Berawan (24–29°C ,75–98%)</span><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260219_205136_256.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dihantam Gelombang dan Angin Kencang, KM Cahaya Intan Celebes Karam di Perairan Bombana</title>
<link>https://kartanews.com/dihantam-gelombang-dan-angin-kencang-km-cahaya-intan-celebes-karam-di-perairan-bombana</link>
<guid>https://kartanews.com/dihantam-gelombang-dan-angin-kencang-km-cahaya-intan-celebes-karam-di-perairan-bombana</guid>
<description><![CDATA[ Penulis: Rein | Editor: Dewi ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202602/image_870x580_699173514e626.jpg" length="394214" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 15 Feb 2026 15:23:16 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaksi Kartanews</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 17px;" ;=""><strong>KARTANEWS.COM, KENDARI</strong> - Insiden Kapal tenggelam terjadi </span><span style="font-size: 17px;" ;="">di Perairan Poleang, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (14/2).</span></p>
<p><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Kapal Motor (KM) yang bernama Cahaya Intan Celebes GT 44 itu, menurut Basarnas Kendari ditumpangi sebanyak 13 orang dan tujuh awak kapal.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Humas Basarnas Kendari Wahyudi mengatakan, bahwa tenggelamnya kapal tersebut sekitar pukul 09.00 Wita.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Saat itu, kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Bajoe Kota Bone dengan tujuan Pelabuhan Boepinang Bombana," ucapnya berdasarkan keterangan yang diperoleh.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Ia menjelaskan, saat di tengah laut, kapal tersebut mengalami kebocoran hingga mengakibatkan air laut masuk ke dalam badan kapal.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Akibat itu, KM Cahaya Intan Celebes tersebut tenggelam," ujarnya.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Kabarnya, para penumpang dan awak kapal berhasil diselamatkan oleh para nelayan yang berada di sekitar perairan tersebut.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Seluruh penumpang dan awak kapal dievakuasi ke Puskesmas Boepinang Bombana," terangnya.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Sementara itu, Kepala Pos SAR Kolaka Haeruddin mengatakan bahwa KM Cahaya Intan Celebes tersebut bergerak dari Pelabuhan Bajoe sekitar pukul 00.00 Wita, dengan tujuan Pelabuhan Boepinang Bombana. </span><span style="font-size: 17px;" ;="">Pukul 06.00 Wita, kapal tersebut mengalami kebocoran pada lambung kapal akibat dihantam gelombang besar serta angin kencang. </span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Jadi, pada saat itu kru kapal berusaha memompa air dengan memakai mesin alkon sebanyak empat eh unit. Namun, masih tetap tidak mampu," ungkapnya dia dikutip dari Kumparan.</span> <br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">Menyadari air di lambung kapal tidak bisa dikuras, kapten kapal langsung mengambil tindakan dengan mendekati perahu nelayan yang melintas sebagai upaya penyelamatan.</span><br><br><br><span style="font-size: 17px;" ;="">"Dan setelah itu seluruh penumpang dievakuasi oleh kapal nelayan tersebut karena kapal Celebes itu mengalami kebocoran dan tenggelam," pungkasnya</span><br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260215_151715_278.sdocx--></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga Awal Februari, Sejumlah Wilayah Berstatus Siaga</title>
<link>https://kartanews.com/bmkg-peringatkan-potensi-cuaca-ekstrem-hingga-awal-februari-sejumlah-wilayah-berstatus-siaga</link>
<guid>https://kartanews.com/bmkg-peringatkan-potensi-cuaca-ekstrem-hingga-awal-februari-sejumlah-wilayah-berstatus-siaga</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202601/image_870x580_697b19bee3bce.jpg" length="354761" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 16:28:23 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, INDONESIA </strong>— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia hingga awal Februari 2026. Kondisi ditandai dengan hujan berintensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, serta berisiko memicu bencana hidrometeorologi.</p>
<p>BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak lanjutan, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan gangguan aktivitas akibat cuaca ekstrem.</p>
<p>Dalam prospek cuaca sepekan ke depan, BMKG menjelaskan bahwa dinamika atmosfer global, regional, dan lokal masih memberikan pengaruh signifikan terhadap kondisi cuaca di Tanah Air.</p>
<p>“Pada skala global, El Niño–Southern Oscillation terpantau berada pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan suplai uap air dan mendukung pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur,” demikian keterangan BMKG dalam rilis resminya, dikutip, Kamis (29/1/2026).</p>
<p>Selain faktor La Niña lemah, BMKG mencatat aktivitas Monsun Asia masih cukup dominan dan diperkirakan bertahan hingga dasarian pertama Februari. Fenomena Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) juga diprediksi masih aktif dalam beberapa hari ke depan, yang turut memperkuat aliran massa udara basah ke wilayah Indonesia.</p>
<p>BMKG juga mengidentifikasi potensi pembentukan daerah tekanan rendah di Samudra Hindia selatan Banten, Teluk Carpentaria, serta wilayah barat laut Australia. Kondisi tersebut berpotensi memicu terbentuknya daerah konvergensi atau perlambatan angin, khususnya di Indonesia bagian selatan, sehingga meningkatkan peluang hujan signifikan.</p>
<p>Dengan kondisi atmosfer yang relatif lembap dan labil, cuaca ekstrem diprakirakan berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, serta Papua Pegunungan.</p>
<p>Untuk periode 27–29 Januari 2026, BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah daerah di Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.</p>
<p>BMKG juga mengeluarkan peringatan dini hujan lebat hingga sangat lebat dengan status siaga di Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, status awas hujan sangat lebat hingga ekstrem berpotensi terjadi di Jawa Barat.</p>
<p>Selain hujan, angin kencang diprakirakan berpotensi melanda Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta Kalimantan Barat.</p>
<p>Memasuki periode 29 Januari hingga 2 Februari 2026, pola cuaca basah diperkirakan masih berlanjut. BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di Sumatra Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.</p>
<p>Angin kencang pada periode tersebut berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Barat Daya.</p>
<p>BMKG menekankan pentingnya langkah mitigasi, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor. Warga diimbau menjaga kebersihan saluran air, mewaspadai perubahan cuaca ekstrem secara tiba-tiba, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah.</p>
<p>“Peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi di tengah kondisi cuaca yang masih dinamis,” tulis BMKG dalam penutup keterangannya. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengapa Akhir Tahun Identik dengan Cuaca Ekstrem</title>
<link>https://kartanews.com/mengapa-akhir-tahun-identik-dengan-cuaca-ekstrem</link>
<guid>https://kartanews.com/mengapa-akhir-tahun-identik-dengan-cuaca-ekstrem</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202512/image_870x580_693e7a4ac9200.jpg" length="75731" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Dec 2025 16:50:35 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, INDONESIA</strong> – Setiap memasuki penghujung tahun, masyarakat Indonesia hampir selalu dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem, mulai dari hujan lebat berkepanjangan, angin kencang, hingga meningkatnya risiko banjir, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya. </p>
<p>Fenomena ini kerap dianggap sebagai siklus tahunan biasa. Namun, secara ilmiah, kondisi tersebut merupakan hasil dari interaksi kompleks antara dinamika atmosfer tropis dan dampak perubahan iklim global yang semakin nyata.</p>
<p>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa periode Desember hingga Januari merupakan fase paling aktif dalam sistem iklim Indonesia. Pada fase ini, berbagai faktor atmosfer bekerja secara bersamaan, saling memperkuat, dan menciptakan kondisi yang sangat kondusif bagi terbentuknya cuaca ekstrem.</p>
<p><strong>Puncak Musim Hujan Akibat Dominasi Monsun Asia</strong></p>
<p>Secara klimatologis, akhir tahun menandai dominasi Angin Monsun Asia di wilayah Indonesia. Monsun ini bergerak dari Benua Asia yang bertekanan udara tinggi menuju Benua Australia yang bertekanan lebih rendah.</p>
<p>Dalam perjalanannya, angin monsun melintasi wilayah perairan yang sangat luas, seperti Laut Cina Selatan, Samudra Pasifik bagian barat, dan Samudra Hindia. Proses ini menyebabkan massa udara yang bergerak membawa kandungan uap air dalam jumlah besar.</p>
<p>Ketika massa udara lembap tersebut memasuki wilayah Indonesia yang berada di kawasan tropis, uap air dengan mudah mengalami kondensasi dan membentuk awan hujan berskala besar. Awan-awan jenis Cumulonimbus yang dikenal sebagai awan penghasil hujan lebat, petir, dan angin kencang, terbentuk secara masif.</p>
<p>Kondisi inilah yang menjadikan bulan Desember dan Januari sebagai periode dengan curah hujan tertinggi di banyak wilayah Indonesia, terutama di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua bagian selatan.</p>
<p><strong>Aktivitas Dinamika Atmosfer Tropis yang Sangat Aktif</strong></p>
<p>Selain monsun, wilayah Indonesia juga dipengaruhi oleh berbagai fenomena atmosfer tropis yang berperan sebagai “penguat” hujan ekstrem.</p>
<p>Salah satunya adalah Madden-Julian Oscillation (MJO) yaitu gelombang pergerakan awan hujan skala besar di wilayah tropis yang bergerak dari Samudra Hindia ke arah Samudra Pasifik. Ketika fase aktif atau fase basah MJO melintasi wilayah Indonesia, intensitas hujan dapat meningkat secara signifikan.</p>
<p>BMKG menjelaskan bahwa MJO tidak hanya menambah curah hujan, tetapi juga memperpanjang durasi hujan dan meningkatkan peluang terjadinya hujan ekstrem dalam waktu singkat.</p>
<p>Selain MJO, terdapat pula gelombang ekuator seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby. Fenomena ini berperan dalam mempercepat pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah khatulistiwa, termasuk Indonesia.</p>
<p>Faktor lain yang tak kalah penting adalah suhu permukaan laut di wilayah Maritim Kontinen Indonesia. Pada akhir tahun, suhu permukaan laut cenderung berada pada kondisi hangat hingga sangat hangat. Laut yang hangat meningkatkan proses penguapan secara signifikan, sehingga menyuplai energi dan uap air dalam jumlah besar ke atmosfer.</p>
<p>Energi dan uap air ini kemudian dimanfaatkan oleh sistem cuaca untuk membentuk hujan dengan intensitas tinggi, bahkan ekstrem.</p>
<p><strong>Perubahan Iklim Global sebagai Faktor Pengganda Risiko</strong></p>
<p>Para ahli iklim menegaskan bahwa dinamika atmosfer alami yang terjadi saat ini semakin diperparah oleh perubahan iklim global atau pemanasan global.</p>
<p>Kenaikan suhu rata-rata global menyebabkan atmosfer menjadi lebih hangat dan mampu menampung uap air dalam jumlah yang lebih besar. Secara ilmiah, setiap kenaikan suhu global sebesar 1 derajat Celsius dapat meningkatkan kapasitas udara menahan uap air sekitar 7 persen.</p>
<p>Konsekuensinya, ketika proses hujan terjadi, volume air yang dilepaskan ke permukaan bumi menjadi jauh lebih besar dibandingkan kondisi iklim normal. Inilah yang menyebabkan mengapa hujan saat ini cenderung lebih deras, lebih intens, dan berpotensi menimbulkan bencana dalam waktu singkat.</p>
<p>Perubahan iklim juga memicu anomali pola musim, termasuk pergeseran awal musim hujan dan kemarau. Fenomena global seperti La Niña yang ditandai dengan pendinginan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik, diketahui meningkatkan curah hujan di Indonesia. Ketika La Niña berinteraksi dengan kondisi atmosfer yang telah dipanaskan oleh perubahan iklim, dampaknya menjadi lebih kuat dan berkepanjangan.</p>
<p>Akibatnya, periode hujan lebat dapat berlangsung lebih lama dari biasanya dan meluas ke wilayah yang sebelumnya relatif aman.</p>
<p><strong>Risiko Bencana Hidrometeorologi Meningkat</strong></p>
<p>BMKG mencatat bahwa kombinasi faktor-faktor tersebut secara langsung meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang atau puting beliung, serta gelombang tinggi di wilayah perairan.</p>
<p>Wilayah dengan topografi perbukitan, daerah aliran sungai, serta kawasan perkotaan dengan sistem drainase terbatas menjadi daerah yang paling rentan terdampak.</p>
<p><strong>Imbauan dan Langkah Kesiapsiagaan</strong></p>
<p>BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap cuaca ekstrem sebagai fenomena biasa. Langkah mitigasi sederhana, seperti membersihkan saluran drainase, memperkuat bangunan, memangkas pohon yang rawan tumbang, serta menyiapkan rencana evakuasi, dinilai penting untuk mengurangi dampak risiko. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BMKG Prediksi Hujan Masif Sepekan ke Depan, Warga Diimbau Waspada Tanpa Panik</title>
<link>https://kartanews.com/bmkg-prediksi-hujan-masif-sepekan-ke-depan-warga-diimbau-waspada-tanpa-panik</link>
<guid>https://kartanews.com/bmkg-prediksi-hujan-masif-sepekan-ke-depan-warga-diimbau-waspada-tanpa-panik</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202512/image_870x580_6932af84acc95.jpg" length="79562" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 18:12:00 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS.COM, JAKARTA</strong> — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan masih akan mendominasi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia selama sepekan ke depan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah yang rentan banjir, genangan, dan pohon tumbang, namun tetap menjalankan aktivitas secara normal dengan langkah antisipatif yang proporsional.</p>
<p>Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan berbagai faktor dinamika atmosfer berskala global hingga lokal masih memicu terbentuknya awan-awan hujan dalam beberapa hari ke depan. </p>
<p>“Masyarakat tidak perlu panik, cukup memastikan lingkungan sekitar tetap aman dan bersih, serta memantau pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG,” ujarnya, dikutip dari laman resmi BMKG, pada Jumat (5/12/2025).</p>
<p>Teuku Faisal Fathani juga menegaskan pentingnya menghindari informasi cuaca yang tidak bersumber dari lembaga resmi.</p>
<p>Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa aktivitas Gelombang Rossby Ekuator, Gelombang Kelvin, dan Madden–Julian Oscillation (MJO) tengah berada dalam fase aktif dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan curah hujan di berbagai wilayah. Selain itu, keberadaan Bibit Siklon Tropis 93W di timur Filipina ikut menambah intensitas pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.</p>
<p>Berdasarkan analisis BMKG, potensi hujan lebat pada 5–7 Desember 2025 berpeluang terjadi di sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan. </p>
<p><img src="https://kartanews.com/uploads/images/202512/image_870x_6932aeaa01aa7.jpg" alt=""></p>
<p>Sementara pada 8–11 Desember 2025, hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan melanda Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, dan sebagian Papua Pegunungan. Peluang angin kencang juga muncul di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.</p>
<p>Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah untuk menerapkan langkah-langkah antisipatif sederhana, seperti menjaga kebersihan saluran air, berhati-hati saat berkendara di tengah hujan, dan menghindari area rawan seperti bawah pohon atau bangunan yang rapuh. </p>
<p>“Saat hujan turun, cukup hindari area yang berisiko seperti bawah pohon atau bangunan yang rapuh, tetap waspada saat berkendara, dan pastikan aliran air di lingkungan tidak tersumbat. Sikap waspada tanpa panik sangat membantu,” kata Andri Ramdhani, dikutip dari laman resmi BMKG, pada Jumat (5/12/2025).</p>
<p>BMKG mengingatkan kembali bahwa seluruh informasi cuaca dan peringatan dini dapat diakses melalui situs bmkg.go.id, media sosial @infoBMKG, dan aplikasi InfoBMKG. Masyarakat diimbau menghindari penyebaran informasi cuaca yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. (AUNI)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Waspada Cuaca Ekstrem, Ini Tips Aman Berlibur Saat Nataru</title>
<link>https://kartanews.com/waspada-cuaca-ekstrem-ini-tips-aman-berlibur-saat-nataru</link>
<guid>https://kartanews.com/waspada-cuaca-ekstrem-ini-tips-aman-berlibur-saat-nataru</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202512/image_870x580_692feeb3a6285.jpg" length="84186" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 16:06:01 +0800</pubDate>
<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARTANEWS. COM, INDONESIA</strong> — Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi momentum yang dinantikan banyak orang untuk bepergian dan berkumpul bersama keluarga. Namun, periode akhir tahun di Indonesia hampir selalu bertepatan dengan puncak musim hujan yang meningkatkan potensi terjadinya cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.</p>
<p>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) selalu mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, hingga gelombang tinggi di sejumlah wilayah. Pada beberapa periode Nataru sebelumnya, fenomena iklim global selalu turut memperburuk intensitas curah hujan.</p>
<p>Agar perjalanan tetap aman dan nyaman, berikut panduan yang bisa diterapkan saat merencanakan liburan Nataru di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu:</p>
<p><strong>Rutin Memantau Informasi Cuaca</strong></p>
<p>BMKG menegaskan pentingnya memeriksa prakiraan cuaca dan peringatan dini secara berkala. Cuaca dapat berubah cepat, sehingga masyarakat disarankan memantau kondisi 1–3 hari sebelum keberangkatan, serta selama berada di lokasi wisata. Informasi resmi dapat diakses melalui aplikasi atau situs BMKG, termasuk peringatan gelombang tinggi untuk wilayah pesisir.</p>
<p><strong>Memilih Destinasi yang Aman</strong></p>
<p>Destinasi wisata yang berada di daerah rawan bencana sebaiknya dihindari pada musim hujan. Wilayah perbukitan dengan potensi longsor, dataran rendah yang mudah banjir, dan kawasan pesisir dengan gelombang tinggi berisiko tinggi saat cuaca ekstrem. Jika kondisi tidak memungkinkan untuk aktivitas luar ruangan, wisata indoor seperti museum, galeri seni, atau pusat hiburan bisa menjadi alternatif aman.</p>
<p><strong>Memastikan Keamanan Transportasi</strong></p>
<p>Bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi, pastikan seluruh komponen kendaraan dalam kondisi prima, termasuk wiper, ban, rem, lampu, dan kelistrikan. Untuk perjalanan laut, penyeberangan sangat bergantung pada kondisi cuaca. Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas pelabuhan serta mengantisipasi kemungkinan penundaan akibat gelombang tinggi.</p>
<p><strong>Membawa Perlengkapan Darurat</strong></p>
<p>Cuaca ekstrem dapat memicu kondisi yang tidak terduga. Perlengkapan seperti jas hujan, dry bag, senter, power bank, serta kotak P3K dasar wajib disiapkan. Obat-obatan pribadi dan vitamin juga penting untuk menjaga stamina, terutama karena suhu dingin dan kelembapan tinggi rentan menyebabkan gangguan imunitas kesehatan.</p>
<p><strong>Menjaga Kesehatan Fisik</strong></p>
<p>Kesehatan merupakan faktor utama agar liburan tetap nyaman. Konsumsi makanan bergizi dan hangat, gunakan pakaian yang cepat kering dan mampu menahan dingin, serta pastikan waktu istirahat cukup terutama bagi yang melakukan perjalanan jauh.</p>
<p>BMKG kembali mengingatkan bahwa kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem menjadi kunci mengurangi risiko bencana hidrometeorologi. Dengan perencanaan yang matang dan kewaspadaan terhadap setiap informasi resmi, liburan Nataru dapat tetap aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh masyarakat. (AUNI)</p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>