<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
<title>Kartanews &#45; Anjeli Patrisiah Samosir</title>
<link>https://kartanews.com/rss/author/angeliie</link>
<description>Kartanews &#45; Anjeli Patrisiah Samosir</description>
<dc:language>en</dc:language>
<dc:rights>@PT Digitalindo Media Utama &#45; kartanews.com</dc:rights>

<item>
<title>Darurat Kekerasan Anak Saat Keluarga Bukan Lagi Tempat Aman</title>
<link>https://kartanews.com/darurat-kekerasan-anak-saat-keluarga-bukan-lagi-tempat-aman-1607</link>
<guid>https://kartanews.com/darurat-kekerasan-anak-saat-keluarga-bukan-lagi-tempat-aman-1607</guid>
<description><![CDATA[ Rumah seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak, namun kini justru menjadi ruang yang menyimpan ancaman. Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat sepanjang tahun 2024 terdapat 265 pengaduan kasus kekerasan seksual terhadap anak, dan mirisnya, sebagian besar pelaku adalah orang tua kandung atau keluarga terdekat. Fenomena ini memperlihatkan bahwa perlindungan anak tidak cukup hanya diatur dalam undang-undang, tetapi harus dihidupkan dalam praktik keseharian keluarga. ]]></description>
<enclosure url="https://kartanews.com/uploads/images/202511/image_870x580_690c414bad7e2.jpg" length="48861" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 15:45:29 +0800</pubDate>
<dc:creator>Anjeli Patrisiah Samosir</dc:creator>
<media:keywords>Kekerasan Seksual, Perlindungan Anak, Orang Tua, Isu Sosial</media:keywords>
</item>

</channel>
</rss>